22 Januari 2017

on

Uwaaa!!! Niatnya mau ikut Tantangan 10 Hari Menulis dari Kampus Fiksi Divapress malah kalah dengan ngantuk dan fangirling’s time. Oops! Menyedihkan memang.

Yoss! Kalau dirapel boleh ndak ya. Padahal mulainya tanggal 18 yang lalu. Sekarang tanggal 22. Ketinggalan 4 hari. Mari mulai dengan hari kelima saja.

Ini hasil tangkap layar Tantangan 10 Hari Menulis dari Kampus Fiksi.

Wahaha…temanya adalah tiga film yang paling berkesan. Oke, pertama adalah Howl’s Moving Castle karya Ghibli Studio yang diangkat dari novel fantasi karya Diana Wynne Jones dengan judul yang sama. Film animasi yang sangat keren. Saya menonton ini tanpa riset sebelumnya, jadi saya kurang tahu kalau diangkat dari novel. Alhasil saya nonton baru baca novelnya. Hal itu mengakibatkan saya kapok nonton film adaptasi dari buku sebelum baca bukunya. Saya harus membaca bukunya sebelum nonton filmnya, itu jadi pegangannya saya saat ini. Akibatnya sih jadi sering gagal nonton. Haha
Well, tapi Howl’s Moving Castle adalah salah satu film animasi favorit saya. Saya penggemar berat film animasi. Jenis apapun. Apalagi buatan Ghibli Studio. Oke, begitulah film mengesankan saya yang pertama.

Kedua, The Fault In Our Stars yang juga merupakan adaptasi dari novel karya John Green dengan judul yang sama. Saya baca versi asli dan terjemahan sebelum nonton filmnya dengan sahabat saya. Berkesan karena merupakan kali pertama saya nonton di bioskop. Yes! Saya bangga dengan itu. Sebuah film adaptasi novel yang banyak dibilang oke diantara film adaptasi lainnya. Bahkan saya yang gemar Harry Potter pun pernah mengeluhkan film adaptasinya. Tapi untuk TFIOS ini, saya puas 90%. Grace dan Gus hadir dengan nyata membawa air mata.

Ketiga adalah B.F.G. Yeah, ketahuan ya saya sukanya film adaptasi dari buku dan animasi. B.F.G juga film adaptasi yang memuaskan saya bahkan dengan poin 97%. 3% nya karena saya dapat kursi nggak nyaman dan tetangga yang ribet. Meskipun nonton sendiri, saya sangat menikmati cerita dan visualisasinya. Abaikan reaksi penonton lain, saya mau nonton B.F.G lagi!

B.F.G adalah film yang diangkat dari buku berjudul B.F.G karya Roald Dahl. Buku fantasi sepanjang jaman. Keren lah dibuat live action. Nonton ini saya jadi sedih juga karena teringat gagal nonton Little Prince. Bukan karena belum selesai baca, tapi nggak dapat waktu. Hehm…nyesel.

Sejauh ini, ketiga film itulah yang membuat saya berkesan. Banyak film yang membuat saya berkesan juga, tingkatannya berbeda dan karena hanya disuruh tiga. Hahaha. Bahwasana saya bukanlah pecinta film. Saya sangat selektif dalam memilih film. Pertama dari mana ide filmnya, adaptasi atau baru. Kedua dari genrenya. Saya lebih suka fantasi. Ketiga jenis filmnya. Film animasi adalah tingkat teratas. Animasi teknik apapun. Tugas akhir S1 saya saja mengangkat tema film animasi.

Jenis dan genre bedanya gimana ya? Maksud saya sih jenis itu adalah penyajiannya. Live action, penuh CGI, atau full animasi. Begitulah.

Sekali lagi karena saya lebih condong pada film yang diangkat dari buku, saya harus membaca bukunya terlebih dahulu. Bukan hendak membandingkan antara buku dan film. Tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan ringan. Format sajian sudah jauh berbeda. Hanya saja, secara pribadi saya lebih puas menguasai ide awal atau ide segarnya daripada terpengaruh interpretasi orang atas ide utama cerita tersebut. *sudah sedikit dewasa sejak marah-marah karena film Harry Potter bukanlah sepenuhnya novel Harry Potter*

Tiba-tiba saya terpikir bahwa film yang diangkat dari buku merupakan salah satu bentuk dari fiksi penggemar. Sekalipun tim produksi belum tentu penggemar. Haha. Tapi ini menariknya. Hal ini adalah tantangan besar dalam menciptakan film dari janin yang telah lahir. Bukan mengkloning, tapi mengajari sang anak dunia berbeda dengan paham yang sama.

Ngiingg-ngiing-ngiing

…..

Kira-kira begitulah tulisan saya hari ini. Tiga film berkesan untuk saya. Howl’s Moving Castle, The Fault In Our Stars, dan B.F.G. Saya rekomendasikan untuk menontonnya. Harus! Versi original! (Pinjem DVD atau Blueray nya) Soalnya kualitas yang bagus secara data akan semakin menunjang kebagusan ketiga film ini. Tentu saja baca pula bukunya! Untuk TFIOS dan B.F.G sudah diterjemahkan. Baca versi asli dan terjemahannya sangat direkomendasikan. Untuk Howl’s Moving Castle setahu saya belum diterjemahkan. Dan, ada dua novel pendampingnya yang tak kalah menarik.

Filma animasi sangat saya rekomendasikan. Coba lah menonton film animasi teknik stop motion. Keren semua. Terbaru ada Kubo and Two Strings karya Laika. Ah-mazing!!!

Oke, sekian dulu. Mari lebih rajin dan berhenti malas!

Iklan

2 Comments Add yours

  1. winnymarlina berkata:

    owl’s Moving Castle belum nonton tp BFG udah nonton

    1. wu berkata:

      Harus nonton! Semua film dari Ghibli Studio rekomen buat ditonton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s