16 Desember 2016

on

Selamat malam!

Hujan lagi. Benar sih, ini kan bulan Desember. Orang jawa bilang gede-gedene sumber. Maksudnya sih memang masanya hujan deras. Tapi bulan-bulan lalu kemarau hanya mengecup ujung bibir saja.

Aw aw aw… jadi melankolis. Hujan, kopi, kertas dan pena. Mereka sekarang senjata andalan begitu banyak orang. Seakan yang turun dari langit bukan hanya air, inspirasi bertubi-tubi jatuh. Bagai hujan meteor yang memasuki langit bumi. Indah, mempesona, menyimpan ketakutan.

Kata Allah subhanna wa taala, hujan merupakan salah satu waktu baik untuk berdoa. Nah, tak heran, ribuan insan menengadahkan tangan ke langit. Berharap cintanya tak tertahan, tersampaikan, terbalas. Seiring tiap tetes air hujan, lantunan doa dipanjatkan. Ya Robb, hamba ingin dilepaskan dari perasaan untuk menyukai dia yang bukan hak hamba.

Hari ini, terjadi sebuah penemuan yang membuat ingin menangis sekaligus tertawa pada waktu yang bersamaan. Betapa bodoh diri ini terasa. Lantas bebalnya hati jadi kentara. Lepaskan, Nak, ikhlaskan. Tertawalah! Tangiskanlah! Berdoalah sekarang, untuk kebahagiaan dia yang pernah kau harapkan pada hujan-hujan dulu. Pada hujan selanjutnya, berdoalah dengan benar.

Sudah. Demikian saja. Tarik selimut, tumpahkan air mata lalu tersenyumlah. Esok saat pagi menjelang, lepas hujan semalaman, kau bangun sendiri -dia dengan kekasihnya, tapi kau punya hari baru yang sama berpotensi bagusnya. Bisa jadi lebih bagus darinya. Sebab kau melepaskan dia untuk membebaskan dirimu.

Selamat malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s