24 Oktober 2016


Bakers gonna bake

  • (Terpengaruh obrolan di whatsapp tadi siang)

Sebuah puisi untuk Baskara. Pemuda ganteng yang tidak takut tepung. Pemuda atletis yang tahu menakar bahan kue. Mas-mas tukang roti kebanggaan satu angkatan.

Panggang lah

Tepung dan telur kau campur

Diuleni sampai lumat

Sampai menyatu, jadi baur

Hatiku kumat

Berdebar-debar, bagai ombak berdebur

Jumpilatan memandangmu bergulat

Dengan adonan.

Seulas tepung tercoreng di ujung hidungmu

Ingin kuusap, dikecup

Adonan kau diamkan

Rasaku mengembang

Panggang lah kemudian

Rotinya, hatinya.
Ditulis oleh Tara, semester kedua kelas dua.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s