21 September 2016

on

Hai, hai!

Tadi saya habis buka twitter dan dapat mention yang mengharukan. 😥 Ada pembaca Like Brother, Like Sister!!! Yeay!

Banyak yang sudah menanyakan akhir menggantung dari novel aroma korea saya ini. Awalnya sih memang sengaja dibuat seperti itu. Tidak jelas gimana nasib Na Eun. Karena apa? Ya karena Kim Na Eun!

Hehe…becanda.

#HATI-HATI SPOILER! BAGI YANG BELUM BACA, HATI-HATI KALAU ANTI SPOILER! BACALAH NOVELNYA DULU BARU LANJUT BACA ENTRY INI. GITU DEH#
Sebenarnya karena Na Eun kan masih kelas satu SMA. Dia masih muda banget. Dia baru mengenal dunia remaja. Soal hobi dan keinginan saja dia masih mencari yang sesuai dengannya. Apalagi soal jodoh…, belum saatnya buat Na Eun. Meskipun sempat dipaksa oleh keadaan alias perjodohan dodol kakek-kakek mereka.

Sebagai remaja yang baru berkembang, saya ingin menunjukkan sebebas apa dia bisa memilih. Terlepas dari sejarah pertemuan mereka semasa kecil. Sstt…, ini hampir kayak manhwa Kill Me, Kiss Me. Tapi saya beneran baru terpikir ini setelah menulis selesai naskahnya. Tidak ada niat plagiat. (Silakan baca manhwa Kill Me Kiss Me karya Lee Young You). Saya juga belum bisa membeberkan kejelasan masa lalu mereka. Jelasnya sih ketiganya pernah bertemu di masa kecil.

Kalau Ju Hee dan Dong Chul sejak kecil sudah diarahkan pada musik, Na Eun ditumbuhkan secara bebas dengan sedikit pengaruh soal perkayuan dan mebel. Na Eun lebih banyak mendapat pengaruh dari kakaknya. Dae Ho tentunya role mode buat Na Eun. Namun seiring dia makin dewasa di masa remajanya, Na Eun mulai mengembangkan dirinya keluar dari bayang sang kakak. Hal ini bisa ditunjukkan dengan bagaimana dia bisa terjerumus dalam dunia geng sekolah padahal dia bisa banget menghindari tersebut.

Hal ini bisa sebagai cerminan anak remaja sekarang. Awalnya mereka terpengaruh oleh orang atau kondisi terdekat mereka. Dikenali, area aman, dan mudah. Sampai mereka merasa ada sesuatu yang mengganjal. Mereka sampai di persimpangan. Perkembangan teknologi, media, dan politik, mempengaruhi perilaku anak sekarang yang cenderung selalu tertantang. Be as bad as you can. Be good later. If you still get breathe. Or, just be bad for ever.

Oke, itu pendapat saya sih. Hanya menarik gambaran dari novel saya. Setting boleh koreaan, tapi tetap saja bisa menggambarkan kondisi remaja dimana pun. Ini yang membuat saya sadar, jika ada kelanjutan dari novel ini, ada beban moral yang saya harus bisa sampaikan dengan lembut dan tepat sasaran. Duh, jadi terasa berat ya. But, this is actually about highschool romance, kind of.

Saya sudah membayangkan akan ada buku kedua ketika mengetik ending Like Brother, Like Sister. Namun, ternyata tidak selancar yang saya bayangkan. Kembali ke bahasan di atas, sekuel dari novel ini harus tepat. Membahas Na Eun saja akan membosankan. Apa lagi hanya dengan konflik lama. Na Eun bingung pilih Ju Hee atau Dong Chul atau malah Min Hyun. Bisa jadi sih saya khilaf dan bikin tokoh baru. Itu membosankan lho dengan kisah mereka begitu-begitu saja. Lalu kalau saya nulis Na Eun dengan Ju Hee, tertebak sekali. Na Eun dengan Dong Chul, lumayan ketebak. Na Eun dengan Min Hyun, enggak deh. Na Eun ke luar negeri dan bertemu bule cakep, sepertinya ekstrem.

Uwaaa, kan…, kan…, pembaca pasti juga bingung. Digigit penasaran tak terperi. Na Eun musti gimana? Otteokke? Otteokke?

Oh, ya, kemampuan bahasa korea saya malah menurun. Aigoo! Saya masih dalam rangka penambahan kosa kata dan belajar ulang. Padahal kemarin-kemarin juga belum kelar belajar. Hehe

Dan, sedihnya, sarananya belum memadai.:'(:'(:'(:'( butuh laptop! Saya sedang dilanda penyakit nimbun buku. Uang menggelontor ke adopsi buku-buku dari tokbuk fisik dan online. Dari lelang ke PO. Buku, butuh buku lebih banyak. Laptop belum terbeli. Modal sarana ngetik saat ini adalah ponsel pintar yang belinya nyicil ke kakak. Huehehe…

Doain saya menang lomba nulis yaa… Biar bisa dapat hadiah uang banyak, bisa beli laptop deh. Kan bisa buat nulis naskah sekuel Like Brother, Like Sister. Terus nanti membujuk penerbit buat nerima naskahnya lalu diterbitkan! Aamiin, aamiin, aamiin!

Nanti sih rencananya mau mengumpulkan suara dukungan. Biar lebih lancar proses seleksi naskahnya. Bantuin yaa, rekan semua. Terus-terus, please silakan kontak saya lewat komen di post ini atau twitter atau instagram atau facebook . Ungkapakan bagaimana keinginanmu untuk kelanjutan Like Brother, Like Sister. Semuanya boleh usul.

Oke, mungkin segini dulu. Lain waktu dibahas lebih lanjut soal novel satu ini. Dan atau novel-novel saya lainnya. Untuk serial spin off nya Fireworks for Love masih dipending ya. Semoga segera dilanjut lagi. Bertapa dulu ini.

Jadi, terus berkarya! Selamat malam!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s