[Nulis Random] Bapak


Bapak
Saat sekolah dasar dulu, aku pernah minta setangkai mawar.
Jawab bapak, buat apa.
Pokoknya aku ingin bunga.
Bapak akhirnya bilang iya.
Sampai saat ini, saat aku sudah kerja, tidak dibelikan.
Tapi bapak beri aku lebih dari setangkai mawar.
Bapak pernah bilang pinjam uangku.
Nanti dikembalikan.
Sering tidak kembali.
Tapi aku dapat lebih selalu.
Tidak pernah kekurangan.
Tiap dalam keadaan mepet, ada saja sela.
Bapak sakit.
Kupijat kakinya, tapi bapak bilang tak usah.
Kata bapak, kamu juga capek.
Aku cuma bisa menangis sambil memijat sebisaku.

wulan murti
×Fireworks for Love×

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s