[Nulis Random] Segelas Mi Instan

on

Setengah sepuluh malam. Ibu tidur sejak lepas isya. Habis minum obat. Ayah rebahan di samping ibu. Sambil ikut nonton televisi, saya makan mi instan yang diseduh dalam gelas plastik.
Lewat empat menit dari sepuluh tiga puluh menit. Perut saya terasa kenyang. Oleh air kuah mi yang jauh lebih banyak dari minya. Ditambahi sesendok saos sambal. Seperti makan sepiring nasi pedas. Padahal penuh air saja.
Lihat iklan di televisi. Rekaan yang diperindah, diperhalus. Tidak nyata. Setidaknya sulit untuk benar-benar terjadi. Kecuali iklan mi instan yang baru saja saya makan. Isi benar segelas kecil.
Iklan mi lain muncul. Isinya empat kali lebih banyak. Saya rasa tidak akan sanggup memakannya sendirian. Perlu dibantu mulut lain. Disendok bergantian sampai tandas.
Tiba-tiba kucing liar masuk ke rumah. Sudah saya coba berteriak menyuruhnya pergi. Dia nekat ke dapur. Entah mencium apa hidung si kucing. Tidak ada ikan.
Saya saja makan mi instan. Segelas mi instan yang tiga menit masak. Dibanyakkan kuah, sedikit bumbunya. Biar tidak asin. Asal bisa kenyang perut yang lapar ini. Sekalipun malam minggu, yang orang gembar-gemborkan, saya kenyang.
Hangat bersama ayah dan ibu. Menonton televisi dengan acara ngalor-ngidul. Asal bisa tertawa lepas. Beban rindu lenyap. Kesendirian tak menguasai ego. Saya kenyang.

wulan murti
×Fireworks for Love×

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s