[Nulis Random] Hari Ketujuh


Habis pulang dari desa ibu. Ceritanya nyadran sama tengok pakdhe budhe. Sama keliling beberapa saudara. Pulang bawa ikan sepat. Setelah dua tahun nggak ke desa. Sudah banyak sekali yang berubah.
Desa sudah mulai bangkit. Dibangun menuju modernisme. Untunglah masih banyak sawah dan ladang. Masih banyak yang hijau sekalipun bangunan tinggi perlahan menjulang.
Akhirnya lihat sepotong jalan layang. Jalan layang yang berhenti dilayangkan. Mangkrak entah sampai kapan. Semoga tidak jadi pembangunan impian saja. Jangan mirip tonggak MRT di ibu kota negara sana.
Sekarang jalannya juga diaspal halus. Masih baru pula. Enak jalannya. Yah, beberapa masih tembel-tembelan. Tapi ini kan mau ramadhan, bentar lagi pasti ada proyek jalan raya.
Hehm…itu hari ketujuh saya di bulan Juni tahun dua ribu lima belas. Sepedaan motor sama ibu ke desa. Lewat depan rumah mantan. Pulang-pulang kakak kirim pesan tanya oleh-oleh. Jadi pengen segera nikah kayak kakak.
Namun, besok sudah Senin. Ada pekerjaan menunggu. Ada diskon besar di toko buku. Ada penilaian lomba kampung.
Harus mandi lalu beres-beres rumah ini. Takut-takut jurinya tengok kamar ella. Hadeh. x_x

wulan murti
×Fireworks for Love×

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s