Bicara Tentang ‘Soulmate’


Hi!
Bulan Februari. Katanya bulan cinta, bulan kasih sayang. Ciyeehhh…! Itu katanya orang. Nah, memanfaatkan ‘katanya orang’ kali ini saya mau sedikit cuap-cuap sekaligus review singkat beberapa buku YA literature. Termasuk buku saya, Fireworks for Love. (promo dikit lah)
Oke, temanya ‘soulmate’. Istilah yang sudah umum banget didengarkan? Hehehe Tiap-tiap pasangan pasti nyebut pasangannya satu sama lain dengan sebutan ‘soulmate’. Ngaku deh. Namain kontak di ponsel dengan ‘soulmate’, kasih boneka dengan tulisan ‘soulmate’. Pokoknya orang yang dicintai dan disayangi itu adalah ‘soulmate’.
Tapi apa itu ‘soulmate’? Dari bahasa sih berasal dari bahasa inggris. Soul mate, yang menurut kamus english-english di hapeku artinya, “A soul mate is someone with whom you share a close friendship and deep personal understanding”. Kalau diartikan tiap kata soul artinya, “Your soul is the part of you that consist of your mind, character, thoughts, and feelings. Mate artinya ada beberapa: n-count [usu with poss]; you can refer to someone’s friends as their mates, especially when you are talking abiut a man and his male friends. n-count; some men use mate as a way addressing other men when they are talking to them. [brit][informal] n-count [usu sing] [oft poss N]; someone’s wife, husband, or sexual partner can be referred to as their mate. Terus kalau di dunia binatang mate itu adalah kegiatan berkembangbiak.
Nah, jadi menurut saya atas arti-arti di atas, ‘soul mate’ itu orang yang diajak berbagi diri terdalam. Partner hidup. Jaman sekarang asosiasinya mengarah pada hubungan percintaan. Soul mate itu pacar, kekasih, suami/istri.
Itu semua setuju? Soul mate harus bersama. Bersatu dalam keutuhan cinta. Sebab soul mate itu saling mengisi, melengkapi. Potongan puzzle yang hilang. Belahan jiwa!
Bagaimana kalau soul mate bukan begitu? Bagaimana kalau soul mate belum tentu orang yang akan menghabiskan hidup bersama? Bukan orang yang jadi ayah/ibu anak-anak? Bagaimana kalau soul mate tidak boleh bersatu?
Ddoeng!!! Take a seat and think about it.
Hahahaha
Ini nih yang membuka pandangan lain saya soal ‘soulmate’. Serius deh. Saya baca buku-buku ini dan langsung…WHOAA!!! Lebih indah ‘soulmate’ itu. 😀

51GZsTtgKhL._BO2,204,203,200_PIsitb-sticker-arrow-click,TopRight,35,-76_SX385_SY500_CR,0,0,385,500_SH20_OU02_
Buku pertama, judulnya –surprise banget- ‘SOULMATES’. Penulisnya bernama Holly Bourne. Soulmates bercerita tentang kisah cinta Poppy dan Noah. Pertemuan keduanya nggak ada manis-manisnya. Poppy yang kena serangan panik dan Noah yang jadi ‘nakal’. Mereka itu soulmate sejati padahal. Namun, dunia nggak tahu soal itu. Hanya sekelompok organisasi dunia. Saya suka buku ini soalnya ringan tapi berat. Romance tapi kedua tokohnya saling menghormati banget. Sekalipun saling suka tahan diri banget buat nggak asal cium/peluk tiap bab. Poppy dan Noah adalah kasus soulmates yang jarang ada. Bagus buat dibaca. Intinya soulmates itu ada, tapi belum tentu seperti yang kita pikirkan. Spoiler: Soulmates kalau berdekatan bikin bencana di bumi. Ngeri nggak tuh.
Ini nih pengantar di awal buku:
Soulmates do exist.
But not as you think.
Every so often two people are born who are the perfect match for one another. Soulmates.
But what if meeting your soulmate is earth-shattering – literally?
An epic, electrifying and extraordinary debut about falling in love.
link amazon: http://www.amazon.co.uk/Soulmates-Holly-Bourne/dp/1409557502
link blog penulis: http://pages.usborne.com/soulmates/
copy dari goodreads:

Soulmates
Rate this book
1 of 5 stars2 of 5 stars3 of 5 stars4 of 5 stars5 of 5 stars
Soulmates
by Holly Bourne (Goodreads Author)
3.7 of 5 stars 3.70 · rating details · 248 ratings · 67 reviews
Every so often, two people are born who are the perfect matches for each other. Soulmates. But while the odds of this happening are about as likely as being struck by lightning, when these people do meet and fall in love…thunderstorms, lightning strikes and lashings of rain are only the beginning of their problems.

Enter Poppy, the 17-year-old cynic with a serious addiction to banana milk, and Noah, the heart-throb guitarist; residents of mediocre Middletown, sometime students, and…soulmates.

After a chance meeting at a local band night, Poppy and Noah find themselves swept up in a whirlwind romance unlike anything they’ve ever experienced before. But with a secret international agency preparing to separate them, a trail of destruction rumbling in their wake, (and a looming psychology coursework deadline), they are left with an impossible choice between the end of the world, or a life without love…

16004053
Buku kedua, judulnya Hoodie ditulis oleh S. Walden. Hoodie bercerita tentang kisah cinta Emma dan Anton. Mereka berasal dari dua latar belakang yang sangat berlawanan. Emma adalah orang kulit putih, anak tunggal keluarga kaya. Sementara Anton itu orang kulit hitam, ibunya single parent, hidup pas-pasan. Namanya juga sudah ditakdirkan. Mereka satu sekolah, pada salah satu kelas yang sama-sama mereka ikuti, Emma dan Anton jadi satu tim. Awal-awalnya Anton dan Emma sama-sama malas banget buat partneran. Saling membatin satu sama lain sombong. Prediksi dini yang klise bangetlah. Akhirnya sih mereka ngerjain tugas bareng. Pacaran juga. –SPOILER ALERT- Sayang diakhir cerita mereka nggak bersatu. Mereka punya pasangan masing-masing. Tapi dari epilog, saya yakin dihati mereka yang terdalam masih ada cinta. Bahkan Emma nggak bahagia dengan pernikahannya. Mimpiin Anton terus. –sedih saya baca bagian akhir-.
Tuh kan, buku ini juga bahas gitu. ‘Soulmate’ nggak bersatu.
link amazon: http://www.amazon.com/Hoodie-S-Walden-ebook/dp/B008UH0QUO
link blog penulis: http://swaldenauthor.blogspot.com/

Nah, itu dua buku yang membuka mata lain saya soal ‘soulmate’. ‘Soulmate’ itu nggak harus bersatu. Kadang nggak boleh bersatu. Sekalipun akan menyakitkan jika kita tahu kita punya ‘soulmate’ tapi nggak bisa bertemu. Berhadapan saja bisa memicu badai. Atau ketika pada awal bisa bersatu, pada akhirnya harus terpisah. Saling mengubur luka. Memimpikan kebersamaan. Tapi ‘soulmate’ punya kinerja unik. Dari bahasan paling awal kan mengarahkan bahwa ‘soulmate’ itu adalah rekaan tempat kita berbagi. Tidak ada tendensi seksual. Jadi…jadi…bukannya mau menghancurkan pandangan teman-teman selama ini. ‘Soulmate’ itu indah sekaligus menegangkan.

Oke bahas buku lain. Masih YA lit. Romance.
11870085
Buku ketiga judulnya The Fault in Our Stars karya John Green. Baru pagi ini saya tahu ini buku difilmkan. Sudah rilis.
copy dari wikipedia:

The Fault in Our Stars
The Fault in Our Stars.jpg
Author John Green
Cover artist Rodrigo Corral
Country United States
Language English
Genre Young adult novel
Publisher Dutton Books
Publication date
January 10, 2012
Media type Print (hardcover, paperback)
Pages 313
ISBN 0-525-47881-7

Ini buku asli bikin mewek. Nangis saya. Seharian jadi muram. Ini menurut saya cukup membawa soal soulmate juga, Tapi isu besarnya soal kanker dan remaja.
Tokoh utamanya Hazel dan Augustus. Sama-sama pengidap kanker. Ketemu dipertemuan para survivor di sebuah gereja. Awalnya Hazel nggak yakin sama Augustus, akhirnya keduanya jadi pasangan yang menakjubkan. Hazel suka banget sama sebuah novel. Sampai dia nekat ke Belanda buat ketemu penulisnya. Pergi di Belanda ini juga berkat Augustus.
Duh, ceritanya inspiratif banget. Mengingatkan kita buat waspada. Saya nggak mau spoiler dah. Pokoknya kalau mau baca atau nonton filmnya, siapkan mental dan tisu. Pemain-pemainnya oke juga.
Saya suka pas Isaac temennya Augustus, survivor kanker juga, ngelempari mobil mantan pacarnya dengan telur. Mereka bertiga melakukannya. Itu momen yang penting. Itu seperti mengingatkan buat orang lain bahwa meninggalkan survivor itu pilihan bodoh. Dan para survivor itu hebat bagaimanapun juga.
Tidak terlalu ingin nonton filmnya. Takut spoil diri sendiri. Takut nangis berat di bioskop.
link barnes&noble: http://www.barnesandnoble.com/w/the-fault-in-our-stars-john-green/1104045488?ean=9780525478812
link blog penulis: http://johngreenbooks.com/the-fault-in-our-stars/
trailer film

Sebenarnya ada film lain yang juga diangkat dari buku yang ingin saya tonton. Judulnya If I Stay. Penulisnya Gayle Forman. Ini sedih juga. Hehhe
Lain kali mungkin akan saya review juga. Barengan dengan buku berjudul I I Lie karya Corrine Jackson. Buku-buku romance YA lit yang twist dan bikin mewek.

Sekarang mau bahas buku sendiri dulu. Hahaha
Buku saya nggak bikin mewek kok. Bisa disebut happy endinglah. Saya mau mengedepankan profesi desainer interior dan chef pastry. Darla itu desainer interior dan Tara itu chef pastry. Keduanya sama-sama punya masa lalu cinta yang nggak mulus. Patah hati, bertepuk sebelah tangan. Namun ketika mereka berani melakukan gebrakan besar dalam hidup normal dan aman, keduanya malah menemukan cinta. Ini ‘soulmate’ yang normal dan umum. Hehhe
Settingnya di Indonesia dan Macau. Banyak bahas Macau. Terus bocoran nih, timelinenya mengikuti kalender wisata Macau. Buat yang suka traveling dan ingin ke Macau, baca dulu gih Fireworks for Love.
Saya sendiri sih berharap suatu saat nanti bisa ke Macau juga. 😀
Oke, sekian dulu postingan kali ini. Semoga tidak mengobrak-abrik apa yang Anda percaya selama ini. Hehhe… Silakan baca buku-buku yang saya sebutkan di atas. Terutama buku saya. FIREWORKS FOR LOVE. 😀 hehehe
Semoga menginspirasi. ❤ ❤ ❤

sorce gambar: goodreads.com, amazon.com dan wikipedia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s