Hati-hati bikin sumur


Hi!

Masih ingat tentang tulisan saya soal konservasi air tanah? Ingatlah. Kalau enggak silakan baca lagi. hehe

Nah, kalau berita soal sumur bor di Purworejo tahun ini sudah dengar belum? Kalau belum, ini saya salinkan dari situs Antara Jateng,

Sumur Bor di Purworejo Semburkan Lumpur-Gas

Jumat, 06 Sept 2013 20:20:37  WIB

Oleh : Heru Suyitno

Ilustrasi (Foto ANTARA/Saiful Bahri)

Berita Terkait

Purworejo, Antara Jateng – Sumur bor di lahan milik Ponco Sumarno (52) di Dusun Jogomudo, Desa Lubang Kidul, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menyemburkan lumpur dan gas. Kepala Desa Lubang Kidul, Kecamatan Butuh, Fahmi Aji di Purworejo, Jumat, mengatakan sumur yang semula menyemburkan lumpur tersebut, pada Kamis (5/9) sekitar pukul 17.30 WIB berganti dengan nyala api yang cukup besar. “Awalnya semburan lumpur itu sempat berhenti bahkan surut sekitar satu meter dari permukaan tanah. Namun, kemudian berganti dengan nyala api yang cukup bersar,” katanya. Berdasarkan keterangan beberapa warga, api tersebut muncul pertama kali dari dupa api yang sengaja dinyalakan oleh warga sebagai sesaji agar semburan lumpur cepat berhenti. Sekitar pukul 21.00 WIB, nyala api dari sumur bor itu sebetulnya sempat padam. “Namun kemudian oleh salah satu petugas yang mengaku dari ESDM justru menyalakannya kembali. Alasannya agar gas segera habis terbakar, namun hingga kini api belum juga padam,” kata Fahmi. Ia menuturkan, pihaknya sudah berupaya untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran dari BPBD Purworejo. Tidak lama kemudian, satu mobil damkar mendatangi lokasi. Namun tidak lama kemudian mobil segera ditarik kembali. “Menurut petugas, nyala api malah akan membesar kalau disiram. Karena itu mobil ditarik. Untuk langkah selanjutnya kami masih bermusyawarah,” katanya. Berdasarkan pantauan, warga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk menyaksikan fenomena alam tersebut. Pemerintah Desa Lubang Kidul, aparat pemerintah Kecamatan Butuh, serta Polisi/TNI dari Polsek dan Koramil Butuh terus berjaga di lokasi kejadian. Garis polisi yang dipasang memutar dengan radius 15 meter diperkuat dengan penambahan pagar bambu. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah warga supaya tidak terlalu mendekat dari titik semburan api yang menyala dengan ketinggian sekitar dua meter.

 
Nah, sudah tahukan? Dari sini kita musti ingat untuk tidak asal membuat sumur air tanah. Terlebih lagi yang tinggal di perkotaan. Bisa-bisa Anda menenggelamkan diri Anda dan orang-orang di sekitar Anda. Bikin sumur bor/sumur air tanah itu musti ijin. Pihak pemberi ijin pun ya musti selektif dan tidak asal. Iya, air kebutuhan utama, tapi kita juga musti sadar lingkungan.
Janganlah nunggu sampai hal semacam ini terjadi. Ih, keinget film Waterwolrd. Ngeri ah, kawan.
Jangan buang sampah sembarang, hemat air, listrik, minyak, gas. Banyak tanam pohon dan tanaman lain. Hati-hati dalam memanfaatkan tanah.
Oke, memang saya cuma banyak ngomong-nulis. Sekedar mengingatkan saja. Mari sadar lingkungan.
 
Semoga menginspirasi.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: