Sepeda mini


Hi!
Bulan September mau kelar. Bulan Agustus kemarin cukup meriah juga perayaan Tujuhbelasan di RT tempat saya tinggal. Salah satunya sepeda hias. Pesertanya anak-anak SD-TK. Saya kebagian menghias sepeda keponakan. Menghiasnya sama kakak sih. Berikut hasil tangan iseng saya dan kakak.
sm 1
Ini bagian kain-kain yang bikin ayah saya. Biar rame kata beliau.
sm 2
Keranjangnya dieksekusi duluan. Pasang garlan dari kertas lipat. Masangnya ditali pakai benang sulam. Terus kakak bikin kincir angin dari kertas lipat juga, tiangnya pakai sedotan besar. Ada origami bangau juga. Dibikin dari kertas tabloid. Distangnya dihias garlan juga.
sm 3sm 4sm 5
Detail bagian ban depan. Diputerin kertas mengkilap biar sparkling.
sm 6sm 7
Pedalnya juga dihias dong. Pakai snowflake dari kertas tabloid.
sm 8sm 9
Wilayah belakang nggak kalah juga. Pakai buntut juga. Dari kertas tabloid dan kertas warna.Ceritanya ada sayapnya gitu. Hehe
sm 10sm 11sm 12
Tapi saya jadi sedih. Teringat sepeda mini saya yang sekarang sudah diloakkan jadi besi rongsokan. Lumayan laku lima puluh ribu. Sepeda mini warna merah yang dulu ayah belikan ketika saya sakit tipus. Pas SMP saya pakai ke sekolah. Pas SMA pernah juga saya pakai ke sekolah. Dulu ada boncengannya, tapi patah. Terus nggak ada boncengannya deh. Malah jadi unik dan bagus gitu. Kangen deh. Dia penuh kenangang. Beberapa tahun sebelum diloakkan dia cuma terbengkalai di samping rumah. Gara-gara bannya nggak diganti-ganti. Semoga dia berbarokah. ‘___’
Ini foto dia, dari jauh, sebelum diangkut mobil pengepul rongsok.
sm 13sm 14

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s