[trip story] Selusur Gua : Gua Pindul


Selusur Gua: Gua Pindul

Kali ini akan saya ceritakan pengalaman selusur gua pertama saya. Kira-kira bulan September 2012 kemarin. Habis wisuda, saya dan tujuh orang teman berwisata bersama ke Gunung Kidul tepatnya Gua Pindul dan Malioboro Jogjakarta. Rencananya sih dari delapan orang, tapi pelaksanaannya pada mundur teratur karena ini itu. Tapi show must go on. hehhe…

Sebelum ke cerita saya sebaiknya baca dulu dari http://www.yogyes.com/

CAVE TUBING GUA PINDUL

Alamat: Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia
 
Koordinat GPS: S7°55’50.4″ E110°38’58”

Rasakan sensasi pelusuran sungai di dalam gua menggunakan ban pelampung. Sambil menyusuri gelapnya lorong gua yang berhiaskan stalaktit dan stalagmit yang indah, Anda juga akan disodori dengan legenda pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya.

CAVE TUBING GUA PINDUL
Petualangan Mengarungi Sungai Bawah Tanah yang Sarat Kisah

Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 – 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.

Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.

Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.

Tarif: Rp 30.000 (minimal 5 orang).

Fasilitas: Perlengkapan cave tubing, pemandu, kudapan setelah pengarungan.

Jam Buka: Senin – Minggu (pk 08.00 – 16.00 WIB).

Keterangan: Cave Tubing Gua Pindul sepenuhnya dikelola oleh Karang Taruna Dusun Gelaran I. Bagi yang hendak melakukan cave tubing disarankan untuk reservasi beberapa hari sebelumnya dengan menghubungi Haris (+62 085 959 656 561).

Dan ini versi saya dan teman-teman.

Beberapa hari sebelum fix ke Gua Pindul, kami survey dulu. Lewat internet deh. Dapat info dari blog traveler yang udah ke sana. Selain itu kami juga dapat info dari kakak tingkat yang belum lama berkunjung ke sana. Lebih lengkap lagi salah satu temen BBM-an dengan orang yang kenal dengan volunteer jalur ke Gua Pindul. Kenapa saya sebut begitu? Karena memang banyak mas-mas atau bapak-bapak yang nongkrong di jalan besar menuju kawasan gua buat mandu wisatawan. No fee. 😀 Mereka memang sudah kerjasama gitu dengan pihak pengelola.

Ada paket wisata yang disediakan pengelola, yaitu: selusur gua saja, selusur gua dan rafting. Karena sewaktu kami berkunjung sungainya sedang tidak terlalu banyak air, kami pilih selusur gua saja. Biayanya sekitar Rp. 35.000,00 per-orang. Fasilitasnya jaket pelampung, sepatu plastik, ban,  guide, penitipan barang dan dipotoin mas guidenya. 😀 hehehe

Gambar

 Ini tim selusur gunungnya. Masih segar dan siap nyebur.

Gambar

Dari lokasi tikecting jalan dikit ke mulut gua. Naik dikit, turun, lewat jembatan, dan banyak sawah.

 Gambar

Bawa ban gede satu-satu. Ini asyik lho. Bawanya dari jauh. Jadi jalan habis jembatan setelah turunan tadi  ke menuju titik masuk sambil gotong ban. Hehehe…macam warming up.

Gambar

Tiba di titik pemberangkatan. Sebelumnya foto dulu di depannya. Ada tulisan Goa Pindul di tebing.

Gambar

Oke, sekarangnya saat nyemplung. Bergandengan ban mulai menuju mulut gua.

Gambar

Berkelok mengikuti arus air. Mulai dekat dengan mulut gua.

Gambar

Itu ada palang dan tulisan Gua Pindul lagi. Itulah pintu masuknya. Sebelum menuju ‘kegelapan’, foto bersama dulu.

Gambar

Lihatlah gelap yang siap menyambut. Hehe…mulai deg-deg saya. Soalnya air makin dalam.

Gambar

Mesklipun deg-degan masih sempat narsis juga nih. Padahal mulai benar-benar gelap lho teman-teman. Kata mas guide (maaf, saya lupa nama mas guide dan pak guide). Di atas gua ada lubang alami yang tembus ke atas. Nah di atas lubang kini didirikan rumah kosong. Gunanya untuk membudidayakan walet. Yap, ada walet di sana. Selain kelelawar yang banyak juga.

Gambar

Ini yang menarik. Lihatlah stalagtit kecil-kecil di atas kami itu. Kata mitos, kalau wanita lewat bawahnya terus kena tetesan air, bisa jadi awet muda dan cantik. Gitu-gitu deh. Kata mas guide pengunjung wanita yang datang jadi suka gantian nunggu ditetesi. Pas saya lewat bawahnya sih ketetesan. Bukan di wajah tapi di kaki. Hehehe…. Ini cuma kepercayaan orang setempat ya teman. Hati-hati jangan musyrik. Oia, buat laki-laki juga ada lho. Kali ini stalagmit. Kalau bisa pegang katanya lelaki perkasa. Hihihi…, fotonya ada. Tapi ada temen saya pas pose. Takut dia nggak suka aku posting fotonya. Hehe

Gambar

Masih banyak stalagmit dan stalagtit. Tapi karena kita makin menuju ke kegelapan abadi, semuanya gelap.  Selain itu kedalaman air juga makin dalam. Seingat saya ada yang mencapai  20 meter.

 Gambar

Peribahasa habis gelap terbitalah terang itu nyata lho. Seperti halnya yang terjadi di gua ini. Setelah melewati kegelapan abadi kita akan bertemu dengan bagian tengah agak pinggir gua yang terang. Di sana ada bagian dinding gua yang bisa kita panjat terus lompat terjun. Sebelumnya foto dulu deh. Di sini sudah tidak sedalam di gelap-gelap tadi. Jadi bisa turun dari ban. Tapi buat saya yang tidak bisa berenang, rasanya ngeri juga. Saya sempat kesulitan mengusai diri. Habis berfoto lekas-lekas agak menepi ke pinggir dekat dinding gua yang saya maksud tadi. Ada sehamparan batu karang yang bisa ditapaki.

Gambar

Kayak gini deh hasil posenya di atas karang. Licin dan tajam. Susah payah berdiri di sana. Akhirnya bisa duduk/jongkok meskipun perlu sangat berhati-hati biar tisak terpeleset atau tergores.

 

Gambar

Gambar

Ini nih bagian gua yang saya maksud. Itu kurang lebih sekitar lima meter tingginya. Atau lebih tinggi ya. Hehehe…. Byur! Terjun deh.

 Gambar

Adegan lompat yang kurang menjiwai nih. hehehe

Gambar

Gambar

Selesai bersenang-senang naik turun sebanyak dua kali (saya cuma sekali), perjalanan dilanjutkan. Ini lah pintu keluarnya. Matahari bersinar cerah menyambut kami. Di sini ban-ban mulai dikumpulkan sama petugas. Kami mengapung-apung bentar deh di sini. Berenang buat yang bisa berenang. 😛

Cek pose apungan kami. Cek juga kengerian di wajah saya. Hehehe…itu tuh yang Cuma foto berdua dengan darla diidii, sobie saya. Dari area ini kita bisa segera menepi dan selesailah selusur guanya. Agak kesal pas di sini. Saya kan kesusahan berenang alias ngapung menuju tepi sana tuh. Eh, masnya nggodain malahan. Hehhe….dikira belum mau naik ke daratan.

Gambar

Gambar

Gambar

Akhirnya bisa ke darat juga. Untuk naik ke jalan kita perlu menaiki tangga. Tapi kalau mau sedikit tantangan, naiknya dengan cara rapling.  Saya agak curang nih. Heheh…habis ngeri. Separo rapling  separo lewat tangga tapi pegang tali rapling. Hehehe….Gambar

Inilah kami yang basah kuyub tapi bahagia.

Gambar

Setelah ini bisa segera mandi di kamar mandi yang jumlahnya banyak dan cukup bersih. Lupa bawa pakaian ganti atau perlengkapan mandi jangan khawatir. Dekat kamar mandi ada yag jual sampo sabun dan odol. Sikat gigi juga ada. Kalau pakaian ganti bisa dibeli di area jualan dekat tempat parkir. Di sini juga ada mushola. Jadi waktu main diperhitungkan ya. Utamanya buat yang punya kewajiban sholat.

Oke, selesailah petualagan kami di Gua Pindul. Segar dan lapar. Agak bingung mau nyari makan dimana. Di sana ada sih warung makan. Tapi akhirnya kami makan lesehan di Malioboro sekalian belanja.

Oh, iya, sekedar informasi. Karena Gua Pindul ada di wilayah Gunung Kidul, maka jalannya itu berkelok-kelok dan naik. Hati-hati ya. Dan jangan lupa tengok titik lokasi sebelum Gua Pindul yang namanya Bukit Bintang.  Kalau siang biasa saja kayak rest area gitu. Tapi kalau malam bagus (kata temen saya yang suda ke sana malam-malam). Lihat bintang dan daerah di bawah. Karena kami lewat pas masih terang jadi nggak saya dokumentasikan deh.

Terima kasih buat darla diidii atas koordinasi yang ah-mazing!, mbak iinta atas makanan, transpotasi, dan mau motretin, mas agus sebagai juru kemudi hehehe, nyonyah nita udah bawa kamera dan banyak motretin, erika juga atas kerelaannya kupegang waktu di air, junet buat kameranya juga, terus bayu juga 🙂 nyaris semua kurepotin waktu mau kelep. Hehhe….

Sarannya jangan panik waktu di air! Bagi yang belum berenang, sebaiknya nyoba nyemplung di kolam renang dulu. Hehehe…. Bonusnya adalah foto kolam pintu keluar Gua Pindul dari atas.

Gambar

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Maqbul Khoir berkata:

    aku belum pernah kesana padahal udah di Jogja selama dua tahun.. T.T

    1. wu berkata:

      wah, perlu direncanakn tuh. bersama teman-teman biar asik.
      tapi denger2 di sana lagi ada masalah.
      moga aja cepat clear, jadi bisa main ke sana.
      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s