[fanfic parodi] iklan AC SSS

on

Fandic parodi AC SSS

Suatu hari di ruang tengah rumah mewah seorang artis Korea terkenal, sebut saja Yoochun.
Setelah pulang dari lokasi syuting sebuah drama saeguk yang sukses di seantero negeri, Yoochun duduk santai di sofa putih bersih empuk miliknya. Kedua tangannya sibuk sendiri-sendiri. Tangan kanan sibuk salaman dengan anjing siberian husky tercinta. Tangan kiri sibuk kipas-kipas.
Ya bisa dimaklumi, hari itu udara panas. Terlebih Yoochun baru pulang syuting yang melelahkan. Yes, kepanasan deh mas cakep satu ini.
Dari sudut lain, mungkin juga sisi dan muka lain, para fans berharap-harap cemas Yoochun buka kaos demi mengurangi rasa gerah. Meskipun nantinya gantian para fans yang kepanasan. Tapi, apa yang terjadi saudara-saudara?
Tangan kiri Yoochun sudah berhenti kipas-kipas. Turun, turun, turun. Ya, pegang ujung kaosnya.
“Guk!” anjing kesayangan Yoochun menyela. *sayangnya author lupa nama anjing bang Chun* #ngasihsuapbiskuianjing
“Aaa…, ada apa dear? Kamu nggak rela aku buka kaos di depan kamera?” tanya Yoochun penuh sayang.
“Guk-guk-guk,” salak si husky.
Si husky mengangsurkan sesuatu ke tangan Yoochun. Jreengg! Sebuah remote AC. Si husky kedip-kedip.
Yoochun yang tidak terlalu ngeh dengan kedipan si husky datar saja. Namun, segera menekan tombol on. AC menyala.
Bisa dilihat aliran angin sejuk yang mengalir keluar dari AC. Wuuuss! Wuuuss! Wuuuss! Udara jadi segar.
Yoochun jadi keenakan.
Lalu udara makin sejuk, sejuk, sejuk, hingga jadi brrrr…, dingin.
Yoochun masih keenakan.
Ya, namanya juga jadi kepanasan banget.
Tanpa sadar, tangan kanan Yoochun masih berjabatan erat dengan si husky. Seakan membayangkan sedang berlari-lari bergandengan di padang rumput penuh bunga ditingkahi semilir angin. Wuih…, menyenangkan.
Sambil tersenyum membayangkan Yoochun menoleh pada si husky.
“Oh! my God!” pekik Yoochun. Matanya membulat menatap sesosok beruang kutub besar putih bersih yang tengah dia gandeng.
Si beruang asyik-asyik saja. Bahkan bermain-main gembira dengan Yoochun. Termasuk menjilati tangan Yoochun.
“My lovely honey bunny sweety husky!” jerit Yoochun. Dia menarik tangannya dari si beruang. “Kau bukan husky ku. Siapa kau?” seru Yoochun ala-ala sinetron Indonesia.
Si beruang menggeram. Kalau diterjemahkan geramannya, dia mau bilang kalau di itu si husky.
“No no no! Husky ku segede ini,” kata Yoochun seraya mengisyaratkan tangan tinggi si husky.
Si beruang kembali menggeram. Lagi-lagi terjemahannya dia bilang dia itu si husky.
“Enggaaakkk!” rajuk Yoochun. “Husky ku menggonggong.”
Kembali, si beruang menggeram, dia itu ya si husky.
“No!” ketus Yoochun.
Si beruang cemberut sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Dia menggeram panjang yang kalau diterjemahkan seperti ini: Gw ini husky lo. Nggak liat bulu gw yang putih bersih. Sama kan. Please deh, jangan lebay gtu dong, majikan.
*si husky jadi alay*
Yoochun pun mewek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s