[fanfic parodi] fan fiction parodi iklan qoqo drink

on

fan fiction parodi iklan qoqo drink
author: wulan murti a.k.a yuelan13

pernyataan: author minjem nama dan sedikit tentang artis korea yang dipakai di fanfic ini saja. tidak bermaksud mencari keuntungan finansial. kalau di tipi-tipi sih tulisannya : hanya untuk kepentingan hiburan gratisan para fans. segala kredit ada pada pemilik produk, para artis, dan manajemen masing-masing.
mohon maaf untuk pemilik produk dan kepentingan lain 😀

setting: trotoar di sebuah kota metropolitan dengan sebuah warung kecil nyempil di pojok trotoar, di siang hari yang panas.

action!
Seorang mbak cantik muncul dengan long dress berkibar-kibar. Mbak yang setinggi, secantik, seseksi, dan seimut Sunny SNSD itu berdiri risih kena tiupan angin yang keterlaluan kencang. Namun si mbak cantik tetap tersenyum selebar kali Han di tengah kota Seoul.
mbak cantik: *sigh* siapa sih yang ngurus kipas anginnya?
Tak jauh dari tempat mbak cantik berdiri dengan senyumnya, dua orang ketawa-ketiwi di belakang kipas angin besar andalan orang produksi iklan. Sebut saja mas A dan mas B. Ya, mas A memang mirip Eunhyuk suju yang jago ngerap dan nge-dance itu, sementara mas B mirip Kangin suju yang baru pulang dari wamil.
mas A: *masih ketawa* eh, mas B, ideku baguskan? tuh, si mbak jadi kelihatan seksi.
mas B: *ketawa terpaksa* sebenarnya bagus, tapi hatiku tidak rela, mas A. Saya kan sudah tobat sejak ikut wamil.
mas A: udahlah, mas. nggak apa-apa. itung-itung hiburan.
mas B: tapi, tapi, tapi. *membalikkan muka dan bersedih*
Dan mbak cantik tetap tertiup angin.
“Tunggu! Iklannya nggak gini deh. Kalian pasti salah skrip!” seru mas-mas yang menyerupai Yunho DBSK. Mas ini mengibas-kibaskan sebendel kertas skrip.
mbak cantik: *terharu* pantes aku merasa tidak enak. ternyata salah ya. awas tuh mas bagian kipas.
Mas menyerupai Yunho lalu mengampiri mas A dan mas B yang asik main kipas. “Mas, belum saatnya Anda bekerja,” tegurnya.
“Yee…, saya lagi cek kipas, mas sutradara. Mbaknya saja yang berdiri di depan kipas,” elak mas A.
Seettt! Mata mas menyerupai Yunho melesat ke mbak cantik. Jeng-jeng-jeng!
mbak cantik: *glek* gw salah…
“Mbak, syutingnya di trotoar sana!” seru mas menyerupai Yunho dengan bantuan toa andalan.
Dengan malu-malu, mbak cantik pindah lokasi.
mas B terpana menyaksikan segalanya, “Jadi kita nggak salah?” tanyanya dengan bercucuran air mata pada mas A.
“Kan saya sudah bilang tenang saja, mas B.”
mas B langsung sujud syukur. *efek jadi alim setelah wamil*

“Wah, tumben nih thor, ceritany berawal dengan datar dan garing kayak gini. Hayooo kenapa? Kurang dana yak?” sindir Kyu Jong SS501.
Author yang berasa disindir langsung menatap sinis. “Hey bang Jong! Jangan ngejek ya! Situ sendiri kapan bikin album bareng lagi?” author menohok Kyu Jong.
Kyu Jong menahan tangis. “Awas ya kamu thor! Awas ntar!”
“Hahaha! Coba aja!” balas author tak mau kalah.

Kekacauan yang terjadi akibat ulah author dan Kyu Jong rupanya mengganggu jalannya syuting iklan. Seluruh kru jadi gerah dan geram. Sebagai petinggi syuting, mas menyerupai Yunho akhirnya turun tangan.
Ngekk! Dua makhluk penyebab kerusuhan ditarik keluar lokasi. “Sudah, makan dulu sana!” kata mas menyerupai Yunho dengan logat khas.
“Author lagi puasa, bang,” rengek author.
“Ah, sudah, main dulu sana!” kata mas menyerupai Yunho.
Author mau buka mulut lagi, tapi keduluan mas menyerupai Yunho membekap dengan plester.
Lalu syuting dilanjutkan.

Jadi, di hari panas dengan matahari bersinar terik angin bertiup malas-malasan, ada seorang mas cakep berdiri kehausan di depan warung kecil. Mas cakep secakep Brain Joo itu menatap mupeng mas penjual. Tahu ditatap dengan tidak senonoh, mas penjual asal Beijing serupa dengan Hankyung, merengut kesal.
“Mau lihat apa beli?” kata mas penjual.
Mas cakep menelan ludah. Kepalanya mengedik ke arah tumpukan dagangan warung. Matanya masih menatap mas penjual.
“Aih, saya tidak ngasih gratisan. Ini seribu satu gelas. Sini kamu punya uang tidak?” ujar mas penjual tidak mau rugi.
“Mau yang segar-segar dong, ko,” pinta mas cakep pada akhirnya. Untung dengan suara merdu, jadi mas penjual tidak jadi marah lagi.
Mas penjual memberikan segelas minuman rasa buah. Tanpa menunggu lama, mas cakep langsung ambil sedotan. Sluurrp! Segelas habis seketika.
“Mau lagi!” pinta mas cakep.
Sekali lagi mas penjual mengangsurkan minuman segar dagangannya.
“Idiiihh! Minum itu. Mana segar?” kata mbak cantik yang tiba-tiba muncul di samping mas cakep.
Gubrak! Mas penjual terjengkang kaget. Untungnya dia jatuh di atas tumpukan kardus.
Mas cakep sendiri masih saja asik minum. Satu gelas lagi. Habis ambil lagi. Lagi. Lagi.
“Mau segar ya minum qoqo! kata mbak cantik provokatif.
Sayangnya mas cakep masih asyik dengan minuman segar dagangan mas penjual.
mbak cantik: *sigh* gimana sih masnya. aku malah dicuekin. mas satunya juga malah jatuh.
mas penjual: duh, mbaknya jatuhin pasaran nih. dagangan saya bisa rugi nih.
“Minum qoqo!” seru mbaknya sambil jalan pergi.
Mas cakep tetap tidak peduli. Keasyikan sendiri. Sampai-sampai dagangan mas penjual dihabisin sendiri.
Segunung gelas bekas minuman tertimbun di samping warung. Mas penjual yang sudah bangkit kembali terkejut.
“Ya alloh, mas. Stok saya kok kamu habisin sendirian. Bisa bayar nggak?” keluh mas penjual seraya menghitung gelas bekas yang tertimbun.
“Mau segar,” rengek mas cakep.
“Bayar dulu!” sahut mas penjual.
Dan perdebatan pun dimulai.

Di lain tempat, dimana author dan Kyu Jong dilempar dengan semena-mena oleh sutradara yang sekarang kewalahan mengurus dua artisnya. Author sudah dibebaskan dari plester.
“Tuh, jadinya ribut lagi kan, bang Jong. Saya bilang apa. Mas menyerupai Yunho kelewat keras kepala sih,” kata author dengan super pede.
“Kamu juga sih, thor. Makanya rajin nulis. Bukannya guling-guling gaje melulu,” kritik Kyu Jong.
Author yang sedang puasa jadi tidak bisa marah. Menahan sedih, author jongkok di pojokan sambil muter-muter jari di atas tanah.

*sigh*

tamatnya gini-gini aja, pembaca sekalian.

Iklan

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s