[fanfic] Balada Rindu

on

hehehe…kali ini post ff lawas lagi.
nemu di folder lamaaaa….sampai saya sadar pernah buat ff segaje ini.
hehehe…
pernah di post di LI, tretnya dah karam sepertinya. kkk~
jeongmal mianhae kalo gaje banget. *udah dari dulu gaje nggak nyadar juga* 😛
happy reading
leave any comment

~~~Balada Rindu~~~

Musim dingin telah tiba. Salju mulai menumpuk di atap-atap rumah dan di jalan-jalan. Seorang manusia yang manis berponi panjang duduk termenung di pojokan kamarnya yang sempit dan dingin. Sebut saja dia Yesung.
Sambil noel-noel lantai dia meratapi nasibnya.
“Appa, umma, hyung, dongsaeng… bogoshipoyo.”
Maklum saja sudah berbulan-bulan Yesung terpaksa jauh dari keluarganya. Ia bekerja membanting tulang di pasar yang bernama SMTown.
Tiba-tiba seseorang datang. Muncul dari udara kosong yang dingin.
“Yesungie!!!” seru Heechul sambil menari-nari hula-hula.
Yesung yang sedang asik-asiknya meratap jatuh terjengkal.
“Yesung kamu sedang ngapain?” tanya Heechul dengan nada super manis saat melihat pose Yesung yang aneh.
“Hyung kok di sini? Gak di Jepang?” tanya Yesung yang sudah kembali ke posisi semula.
“Fufufu… memang seharusnya aku ada di sana. Tapi tadi tiba-tiba ada suatu panggilan lalu muncullah aku di sini,” jawab Heechul ceria.
“Panggilan? Siapa yang manggil?”
“Whooaaw! Kamu dunk!” tunjuk Heechul.
Yesung tercengang. Ia kebingungan sendiri.
“Wah kalau begitu hyung kembali saja,” kata Yesung.
Heechul masih menari-nari.
“Pulang! Pulang! Kembali ke Jepang!” seru Yesung.
Yesung mendorong-dorong Heechul kembali ke Jepang. Heechul yang terus menari pasrah saja didorong-dorong.
“Plop!” akhirnya Heechul menghilang ke Jepang bersama SuJu T lagi.
~wuzz~ angin dingin bertiup masuk. Yesung bergidik.
“Jangan-jangan ada… aaarrghh!” jerit Yesung kayak nyanyi ballad.
Yesung berlari keluar kamar.
“Hyung! Ada apa sih dari tadi teriak-teriak,” seru Kibum yang tadi pulang pagi habis syuting.
Yesung langsung peluk Kibum dari belakang.
“Ada jin Heechul. Eh, ada… ah, apalah itu yang kayak di mystery 6,” kata Yesung.
“Jin?! Heechul?! Dia kan lagi di Jepang sama hyung-hyung yang lain.”
Yesung mengangguk-angguk. Keringat sebesar biji jagung mengalir dari pelipisnya.
“Hyung! Jijay ah!” jerit Kibum ketika keringat Yesung jatuh di lengan Kibum.
Yesung nyengir sambil melap lengan Kibum dengan kain yang ditemukan entah dari mana.
“Hyung, kain apa sih ini?” bisik Kibum.
Yesung geleng-geleng.
Hawa dingin menyergap keduanya.
“Kok jadi dingin gini ya Bum?” celetuk Yesung.
“Ini kan musim dingin,” sahut Kibum polos.
“Mas-mas, udah selesai ngelapnya?” tanya sebuah suara wanita.
Yesung spontan melepaskan kain yang tadi dipegangnya. Serentak ia dengan Kibum menoleh ke belakang ke arah datangnya suara.
Seorang mbak-mbak berbaju putih cemerlang berambut hitam kelam lurus panjang berdiri di sana. Yesung dan Kibum memperhatikan mbak tadi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Hyung-hyung, kakinya hyung,” bisik Kibum sambil menyodok-sodok Yesung.
“Mbak nyari siapa?” tanya Yesung.
“Hyung!” seru Kibum.
Yesung terpaku melihat mbak-mbak itu.
“Ayo kabur hyung!” jerit Kibum ketakutan.
Kibum menyeret Yesung berlari keluar dorm. Mbak-mbak tadi malah melambaikan tangan pada Kibum dan Yesung.
Di luar Kibum yang masih berkeringat dingin memarahi Yesung habis-habisan.
“Hyung tadi ngapain aja sih? Sampai mbaknya datang,” tanya Kibum berapi-api.
Yesung yang terlihat setengah melamun hanya menggeleng-geleng. Kibum melongo melihat Yesung seperti itu.
“Kebakaran! Kebakaran!” teriak Kibum.
Tiba-tiba sebuah mobil PMK muncul.
“Byur! Byur! Byur!” petugas PMK menyiramkan air ke arah Kibum dan Yesung.
“Tolong! Tolong! Saya tenggelam! Tenggelam!” seru Yesung histeris.
Tangan Yesung melambai-lambai liar sampai-sampai mengenai Kibum hingga Kibum pingsan.
“Mbum! Mbum! Bangun!” seru Yesung.

~30 detik kemudian~

Akhirnya keadaan yang tadinya hiruk pikuk huru hara menjadi tenang. Dua orang aneh (baca Yesung dan Kibum) duduk di depan dorm dalam keadaan basah dan lelah.
“Hyung tadi ngapain sih?” tanya Kibum memelas.
“Aku tuh lagi jongkok toel-toel lantai di kamar. Tiba-tiba Heechul hyung muncul. Terus kamu, terus si mbak,” jawab Yesung tak kalah memelas.
“Hyung, jongkok n toel-toel lantai di kamar kan ndak boleh. Itukan ritual memanggil mbak Heechul, eh si mbak,” kata Kibum makin memelas.
“Mianhe, jeongmal mianhe…
Kibum langsung membekap Yesung karena dia sudah mulai nyanyi. *takut pingsan*
“Kenapa toel-toel lantai?’ tanya Kibum.
“BOGOSHIPOYO,” jawab Yesung sedih.
Mata Yesung berkaca-kaca. Kibum pun ikut berkaca-kaca.
“Hyung, air matanya jangan jatuh di lengan Mbum lagi ya?” ucap Kibum lirih.
Yesung cemberut kembali. Siap-siap noel-noel tanah tapi segera dicegah Kibum.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

don’t copy without my permission

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Mochammad berkata:

    biar dah lama ngumpet di folder tua, masih up to date kok…
    keren…

    🙂 salam,

    mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    1. wu berkata:

      hhehe…
      terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s