[fanfic] RPF_General_SUJU-Eunhyuk- One Love


New fan fiction
birthday gift for Hyuk Jae oppa
(April 4 2009)

One Love

cast:

– Lee Hyuk Jae a.k.a Eun Hyuk SuJu

– Kim Hye Eun
(naui chingu)

– Super Junior

– Kim Jun Su DBSK

– other cast

“Annyeong haseyo. Jeoneun Lee Hyuk Jae imnida.”
Begitulah kalimat perkenalan yang diucapkan Lee Hyuk Jae. Wajah gadis yang diajaknya berkenalan tampak bersemu merah. Namun ia tetap menyalami tangan Hyuk Jae yang terulur.

“Jeoneun Kim Hye Eun imnida,” sahut gadis yang bertubuh tinggi itu.

Hyuk Jae tersenyum.

“Jadi kau juga mau ikut audisi ya?” tanya Hyuk Jae.

Hye Eun mengangguk yakin. Tangannya menggenggam ujung jaketnya.

“Kau grogi? Sama, aku juga. Audisi apa?” interogasi Hyuk Jae.

Hye Eun hendak mengangguk, namun ia cepat-cepat menggelengkan kepala.

“Aku tidak grogi kok! Aku audisi menyanyi. Kau sendiri Hyuk Jae-ssi?” kata Hye Eun.

Hyuk Jae menahan tawa. Jelas sekali Hye Eun tampak grogi.

“Ne arasseo. Sama. Aku juga menyanyi. Kalau boleh tahu dari mana kau?” kata Hyuk Jae.

Hye Eun menatap curiga pada Hyuk Jae. Dahinya bertaut.

“Huh?” ujar Hye Eun.

Hyuk Jae menyeringai.

“Ah, aniyo. Siapa tahu ternyata kita bertetangga,” terang Hyuk Jae.

“Oh. Aku dari Choongchungnamdo. Jadi apa kita bertetangga?” kata Hye Eun.

“Jeongmal? Sayangnya tidak. Tapi tak apalah. Jadi kita bisa bertemankan?” timpal Hyuk Jae.

Hye Eun tercengang. Hyuk Jae tersenyam-senyum sendiri.

***
“Hyukkieya!” seru Yesung tepat di telinga Eun Hyuk.

Eun Hyuk yang tengah berbaring di sofa terjemberab jatuh.

“Hyung! Ada apa sih? Jahat!” gerutu Eun Hyuk.

Yesung duduk di sofa.

“Makanya jangan melamun. Mandi sana!” ujar Yesung.

Eun Hyuk berdiri.

“Kau ini kenapa sih hyung? Akhir-akhir ini kau aneh sekali. Terutama padaku,” tanya Eun Hyuk.

Yesung bersungut-sungut.

“Ah, mianhae Hyukkie. Aku pusing memikirkan sepupuku. Dia mau datang ke Seoul,” ungkap Yesung.

“Huh? Lalu kenapa aku yang kena?”

“Ya mau bagaimana lagi. Ah, aku mau jalan-jalan saja ah.”

Yesung bangkit dari sofa. Ia menarik jaket dari gantungan dekat pintu. Dengan topi ia menutupi rambut merahnya.

“Dasar hyung,” gumam Eun Hyuk.

Eun Hyuk kembali berbaring di sofa. Pikirannya mulai mengulang kenangan semasa audisi.

*drrtt-drrrttt-ddrrtt*

Ponsel sliding warna hitamnya bergetar. Dengan malas-malasan Eun Hyuk meraih ponsel yang tergeletak di meja.

“Yoboseyo. Ada apa Junsu-a?” angkat Eun Hyuk.

“Hyukkie, sedang apa? Aku baru pulang dari Jepang ni,” sahut Junsu.

“Terus?” tanya Eun Hyuk cuek.

“Mwo? Kenapa kau? Suaramu terdengar tak senang. Ada masalah ya?” heran Junsu.

“Hu’um. Masalahnya, dari tadi aku sedang bernostalgia. Tapi sudah dua kali ini aku diganggu,” curhat Eun Hyuk.

“Jincha? Wah, mianhaeyo. Tapi aku ada berita bagus lho.”

“Mwo? Harus benar-benar bagus. Kalau tidak awas kau!”

Terdengar suara tawa Junsu.

“Swear deh! Kau pasti senang mendengarnya.”

“Iya. Tapi apa? Cepat katakan!”

Junsu menghela nafas. Eun Hyuk sendiri telah duduk tegang karena penasaran.

“Junsuya!” seru Eun Hyuk.

Junsu terbahak-bahak.

“Mian, mian. Tiba-tiba aku ingin bermain-main sebentar denganmu,” kata Junsu.

“Aish. Jadi kau bohong? Ah, suaramu terdengar jelek di telepon,” sahut Eun Hyuk kesal.

“Lho, lhoh. Mian Hyukkie. Tadi bercanda. Tapi beritanya asli kok.”

“Ya sudah katakan segera.”

Eun Hyuk duduk melesakkan punggung ke sandaran sofa.

“Aku bertemu seseorang di bandara. Kau masih ingat gadis yang kau temui waktu audisi dulu? Aku bertemu dengannya. Dia pulang ke Korea setelah kuliah di Jepang,” kata Junsu.

Eun Hyuk terdiam. Ia menjadi girang sekaligus gugup.

“Jincha? Kau tidak bohong?” kata Eun Hyuk.

“Tentu saja. Dia lama sekali mengingatku. Tapi begitu ku sebut nama Hyuk Jae dia langsung ingat.”

Eun Hyuk tersenyum lebar.

“Tentu. Aku kan lebih tampan dari padamu.”

“Ah, malas. Ya sudah. Aku mau istirahat dulu. Annyeong.”

“Ne. Gomawo. Annyeong.”

Eun Hyuk meletakkan ponselnya. Dengan riang ia menuju kamar mandi.

***
Yesung duduk santai di salah satu kursi di taman. Berkali-kali ia menggerutu tak jelas. Lalu dengan kesal ia menendang kerikil di dekat kakinya.

“Argh!” pekik seorang wanita yang lewat tepat saat kerikil itu melayang.

Yesung mematung di kursinya. Wanita itu menatapnya.

“Hati-hati dong! Sakit nih,” bentak wanita itu.

“Cheosong hamnida,” kata Yesung seraya membungkuk sedikit.

“Ne. Gwaenchana,” sahut wanita itu seraya melenggang pergi.

Yesung memandangnya lekat-lekat. Lalu ia menepuk dahinya dengan keras.

“Chamkkanmanyo!” seru Yesung.

Wanita itu berhenti dan menoleh.

“Mwo?”

“Kau Choi Min Ah kan?”

Wanita itu terbelalak.

“Ani! Aniyo! Aniyo!”

“Benar kok. Kamu Min Ah kan? Gigi depanmu sudah rata ya?”

“Aniyo! Aku tak mengerti maksud. Sudah aku pergi saja.”

Wanita itu bergegas meninggalkan Yesung. Yesung tersenyum janggal.

“Min Ah, Min Ah, kau tak berubah,” gumam Yesung.

***
Yesung keluar kamar sambil merapikan kemejanya. Eun Hyuk yang tengah berlatih menari menoleh padanya.

“Mau kemana hyung? Tumben pagi-pagi sudah rapi,” heran Eun Hyuk.

“Menjemput sepupuku. Mau ikut?” terang Yesung.

“Sepupumu laki-laki atau perempuan? Boleh deh ikut,” kata Eun Hyuk.

“Perempuan. Ah, andwae. Lebih baik kalian tidak bertemu sekarang,” sahut Yesung.

Eun Hyuk mengernyit. Alis matanya bertaut.

“Sepupunya cantik tidak ya? Aku kok jadi deg-degan begini,” batin Eun Hyuk.

Eun Hyuk menghidupkan mp3 playernya. Ia mendengarkan lagu sambil menari.

***
Yesung memakai kacamata hitamnya. Ia tak mau orang-orang sebandara tahu kalau dia adalah selebritis. Yesung duduk dengan kesal menunggu kedatangan sepupunya.

Seseorang mengendap-endap di belakang Yesung. Ia menutup kedua mata Yesung.

“Nuguya?” hardik Yesung.

Orang itu cekikikan. Yesung menggapai-gapai ke belakang kepalanya.

“Eunnie! Pusing tahu ga sih!” bentak Yesung.

Orang itu memajukan bibirnya. Dengan enggan ia melepas tangannya. Ia lalu duduk di samping Yesung.

“Ah, oppa nggak seru!” ujarnya.

“Hye Eun kau ini. Selalu saja menyusahkanku. Ayo lekas pergi! Nanti orang-orang curiga,” kata Yesung.

Hye Eun, orang itu, berjalan mengikuti Yesung.

“Bolehkan aku ke apartemen kalian sebentar? Boleh ya? Boleh kan Woonie?” rengek Hye Eun.

Yesung hanya cemberut.

“Woonie baik deh. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Dan aku mau memberikannya secara langsung. Besok kan ulang tahunnya,” desak Hye Eun.

“Ne. Ne. Tapi janji kau sendiri yang menemuinya,” kata Yesung pada akhirnya.

-di dorm suju

Eunhyuk masih menari-nari sendiri. Ryeowook dan Sungmin tengah menonton televisi. Sementara Leeteuk dan Kangin asyik surfing. Anggota SuJu yang lain sibuk dengan jadwal mereka.

“Aduh,” rintih Eunhyuk yang tersungkur di lantai.

Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk menoleh bersamaan.

“Kenapa kau Hyukkie?” heran Leeteuk.

Yang lain tertawa pelan.

“Aku menginjak tali sepatuku sendiri. Apa ada yang membicarakanku ya?” kata Eunhyuk.

“Hanya perasaanmu saja,” sahut Kangim cuek.

Eunhyuk mengangguk pasrah. Ia memilih duduk bersama Ryeowook dan Sungmin.

***
Yesung memarkir mobilnya di basement apartemen. Ia dan Hye Eun bergegas naik.

“Aku pulang!” kata Yesung sambil memencet bel.

Ryeowook beranjak menuju pintu.

“Lama sekali hyung. Dari mana saja?” tanya Ryeowook.

“Ini menjemput sepupuku yang paling jelek,” jawab Yesung.

Hye Eun menarik rambut Yesung. Ryeowook kaget begitu menyadari adanya Hye Eun di situ.

“Annyeong hasimnikka. Jeoneun Hye Eun imnida,” kata Hye Eun.

Ryeowook membalas membungkuk.

“Sudah. Ayo masuk!” ujar Yesung.

Hye Eun berjalan malu-malu di belakang Yesung dan Ryeowook. Pandangannya berkeliling mencari-cari.

“Yesung-a datang dengan siapa?” tanya Leeteuk.

Yesung mendorong Hye Eun maju. Hye Eun menunduk malu.

“Ee… annyeong haseyo. Jeoneun… jeoneun Kim Hye Eun imnida,” ujar Hye Eun.

Eunhyuk terbelalak tak percaya. Mulutnya sampai ternganga. Matanya lurus menatap Hye Eun.

“Hye Eun-ya?” celetuk Eunhyuk.

Hye Eun mengangkat wajahnya. Ia menoleh pada Eunhyuk dengan muka yang memerah.

“Eunhyuk-ssi annyeong,” sapa Hye Eun dengan suara bergetar.

Eunhyuk mendekati Hye Eun.

“Kemana saja kau selama ini?” tanya Eunhyuk.

Hye Eun memandang heran.

“Mwo? Aku sekolah di Jepang,” jawab Hye Eun.

Hye Eun melirik pada Yesung.

“Oppa apa kau menceritakan sesuatu pada Eunhyukssi?” bisik Hye Eun.

Yesung menggeleng dengan sedih.

“Sekolah apa? Kau jadi melanjutkan sekolah musik ya? Sudah jago bermain piano?” tanya Eunhyuk lagi.

Hye Eun makin kebingungan. Ia tertawa hambar.

“Ah, aniyo. Aku sekolah bisnis kok. Piano? Aku tidak bermain musik. Menyanyi saja tidak bisa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk tercengang. Ia tak bisa mengerti dengan apa yang terjadi. Bukankah yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Hye Eun. Kim Hye Eun yang senantiasa mengisi hatinya. Kim Hye Eun yang dulu pernah menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan Junsu bilang dia senang mendengar nama Hyuk Jae disebut. Apa ini april mop dari teman-temannya? Atau ini bagian dari kejutan ulang tahun untuknya?

“Hehehe… Ada apa ini? Kau Kim Hye Eun kan? Kau lupa padaku? Aku Lee Hyuk Jae? Kita pernah bertemu di audisi SM. Kita juga berteman lama kan?” terang Eunhyuk panjang lebar.

Hye Eun mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengetahui bahwa Lee Hyuk Jae adalah Eunhyuk super junior.

“Audisi SM? Aku tak pernah ikut. Mungkin salah orang,” kata Hye Eun.

Yesung menunduk sedih. Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk memandang heran.

“Ee… Hye Eun harus istirahat. Aku akan mengantarnya ke apartemen keluarga kami dulu,” kata Yesung.

Eunhyuk menatap tak percaya. Ia mengatupkan mulutnya. Ada kata yang hendak terucap namun urung. Ia membiarkan Yesung merangkul Hye Eun pergi.

Eunhyuk langsung masuk kamar begitu Yesung dan Hye Eun keluar.

***
Yesung melangkah dengan gontai menuju apartemen suju. Ia baru saja pulang dari mengantar Hye Eun.

“Oppa,” panggil seseorang dari belakang.

Yesung menoleh. Wajahnya berubah sedikit cerah begitu mengetahui orang yang memanggilnya.

“Min Ah-ya! Akhirnya kau mau bicara padaku,” ujar Yesung.

Min Ah mendekati Yesung.

“Mianhaeyo. Aku punya alasan berpura-pura tidak mengenalimu. Ah, lupakan saja. Ada yang lebih penting kok,” kata Min Ah.

Yesung tersenyum. Ia merangkul Min Ah.

“Bicara di tempat lain saja yuk,” ajak Yesung.

Min Ah menurut saja. Mereka menuju sebuah kedai kopi yang tidak ramai pengunjung. Kedai yang dulu sering mereka kunjungi.

“Apa kabarmu?” tanya Yesung.

“Baik. Oppa sendiri bagaimana? Tidak sedang sibuk ya?” jawab Min Ah.

“Baik kok. Iya nih. Oh, ya, katanya tadi mau bicara penting?”

Min Ah mengangguk. Ia memainkan gelasnya.

“Kudengar Hye Eun pulang ke Seoul ya? Bagaimana keadaannya?”

Yesung menghela nafas. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Ne. Hari ini dia datang. Bahkan baru saja aku mengantarnya ke apartemen keluarga. Dia baik-baik saja. Hanya saja…”

Kata-kata Yesung terputus. Min Ah menunggu dengan cemas.

“Dia sudah bertemu dengan Eunhyuk oppa? Benarkah itu oppa? Apa yang terjadi?”

“Ne. Mereka sudah bertemu. Hye Eun tentu saja kebingungan. Apa lagi Eunhyuk. Aku tak tahu harus bagaimana. Saat ini Hye Eun sendirian di apartemen.”

“Bolehkah aku menemaninya? Mungkin aku dapat membantunya.”

“Kau kan sahabatnya. Tapi jangan paksa dia. Itu akan menyakitkan untuknya.”

“Ne arasseo. Aku akan menemaninya saja. Dan bicara seperlunya.”

Yesung meraih tangan Min Ah.

“Gomawo. Andai waktu bersama kita lebih banyak.”

Wajah Min Ah bersemu merah.

***
Eunhyuk termenung di kamarnya. Hatinya sakit mengingat apa yang terjadi tadi siang. Ia tak menyangka Hye Eun telah melupakannya. Melupakan segalanya.

“Tok-tok-tok!” pintu kamar diketuk dari luar.

“Ne!” seru Eunhyuk.

Pintu terbuka setengah. Yesung menyeruak masuk.

“Boleh aku masuk?” tanya Yesung.

“Kau sudah masuk hyung,” jawab Eunhyuk.

Yesung duduk di tempat tidur Eunhyuk. Eunhyuk bersandar di kepala tempat tidur sambil memeluk bantal.

“Hye Eun sepupumu ya hyung?” tanya Eunhyuk.

“Ne. Mianhaeyo Hyukkie. Ada sesuatu yang harus kau tahu,” jawab Yesung.

“Mwo? Apa hyung mau bilang kalau aku salah orang? Atau aku tak pantas dengan Hye Eun jadi kalian melakukan ini semua?”

Yesung menggeleng.

“Aniyo! Keadaannya tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Lalu?”

Yesung menarik nafas. Eunhyuk menatap tak sabar.

“Dia mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Hye Eun mengalami amnesia. Kami sekeluarga berusaha sekuat mungkin untuk memulihkannya. Namun ada sebagian ingatan yang tak dapat dipulihkan. Bahkan kadang itu membuatnya tertekan. Dia hanya ingat bahwa kau Lee Hyuk Jae super junior. Orang yang paling dia sukai. Hye Eun tak ingat masa lalunya bersamamu.”

Eunhyuk tertegun. Ia mengharap seseorang keluar dari kolong tempat tidur sambil berteriak april mop. Dan semua yang dikatakan Yesung hanya gurauan. Lalu Hye Eun datang membawa kue ulang tahun untuknya.

“Kau berbohongkan hyung?”

“Sayangnya itu semua adalah kebenaran. Bukankah kau kehilangan Hye Eun selama dua tahun ini? Terimalah kenyataan ini Hyukkie. Mianhaeyo. Jeongmal mianhae baru memberitahumu.”

Mata Eunhyuk menghangat. Pandangannya buyar terhalang air mata.

“Tega sekali kau hyung!”

“Kau tak akan mengatakannya kalau kau mengerti. Aku tak sanggup menceritakan yang sesungguhnya. Apa kau mau aku mengungkapkan kalau Hye Eun ditabrakan orang saat mengejarmu. Saat dia tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun untukmu!”

Mata Eunhyuk terbelalak lebar. Mulutnya ternganga. Air matanya telah mengalir.

“Hye Eun?” gumam Eunhyuk.

“Aku tak sanggup melihat kalian begini. Makanya aku memilih diam. Membiarkan kalian tak tahu apa-apa.”

Eunhyuk melompat dari tempat tidur. Ia menarik tangan Yesung.

“Hyung antar aku menemui Hye Eun!” pinta Eunhyuk.

“Andwae! Ini bukan saat yang tepat,” tolak Yesung.

Yesung menahan Eunhyuk. Eunhyuk meronta. Ia berusaha menarik tangannya. Namun Yesung mencengkeram kuat-kuat tangan Eunhyuk.

***
Makan malam di apartemen suju kali ini tak berlangsung seperti biasanya. Eunhyuk mendiamkan Yesung. Sementara yang lain menjadi canggung untuk bercanda.

“Aku senang kita bisa berkumpul seperti ini. Jarang-jarang kita makan malam bertigabelas,” kata Leeteuk mencairkan suasana.

“Iya. Aku juga sudah lama tidak membuat nasi goreng Beijing. Bagaimana Heenim kau suka?” timpal Hankyung.

Heechul menyibak rambutnya.

“Ne. Aku setuju,” sahut Heechul.

Selesai makan mereka berkumpul di ruang depan. Ada yang mendengarkan mp3, nonton televisi, surfing internet dan bermain game.

“Sudah malam. Aku mau tidur dulu,” kata Eunhyuk.

Teman-temannya hanya menoleh dan mengangguk. Eunhyuk mengedikkan bahu lalu masuk ke kamarnya.

***
Hye Eun duduk santai di sofa ruang keluarga. Min Ah duduk di bawah sambil mendekap boneka penguin besar.

“Min Ah-ya kenapa ya tiap hari ulang tahun Eunhyuk oppa kepalaku sakit sekali. Menjelang hari itu tiba aku pasti mimpi yang aneh-aneh. Seperti kemarin. Masak aku mimpi ikut audisi. Juga mimpi jalan-jalan berdua dengan Eunhyuk oppa,” cerita Hye Eun.

“Emm… kebetulan saja mungkin. Sekarang kau baik-baik sajakan?” tanggap Min Ah.

“Kebetulan yang aneh. Ne, aku baik. Besok aku mau menemui Eunhyuk oppa. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya,” ujar Hye Eun.

-dorm SuJu 23.50

Semua anggota super junior berkumpul di ruang depan kecuali Eunhyuk.

“Jadi begitu ya ceritanya?” kata Leeteuk.

Yesung mengangguk. Ia baru saja mengakhiri ceritanya tentang Hye Eun dan Eunhyuk.

“Hye Eun belum ingat tentang Eunhyuk?” tegas Siwon.

“Belum. Entahlah. Aku tak tahu harus bagaimana,” kata Yesung.

“Gwaenchana. Sekarang kita bersiap untuk ulang tahun Eunhyuk saja,” kata Heechul.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Seketika mereka semua merinding.

“Lihat siapa yang datang!” seru Leeteuk.

Semua dongsaengnya malah saling menunjuk. Pada akhirnya Kyuhyun yang maju.

“Nuguya?” tanya Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan dengan heran dua orang perempuan yang berdiri di depan pintu.

“Ah, Kyuhyunssi. Ini aku Hye Eun sepupu Yesung. Boleh kami masuk?” kata Hye Eun.

Kyuhyun membukakan pintu. Hye Eun dan Min Ah bergegas masuk.

“Hye Eun-ya! Kenapa nekat kemari? Ini sudah tengah malam!” seru Yesung.

Hye Eun menunduk. Min Ah merangkulnya.

“Oppa mianhaeyo. Aku yang mengajaknya kemari. Marahi saja aku,” kata Min Ah.

“Kau?” heran Yesung.

“Aku yang memaksanya oppa. Karena aku sudah ingat semuanya. Itu semua bukan mimpi. Itu adalah ingatanku yang hilang. Aku sudah ingat oppa!” ungkap Hye Eun.

Yesung tercengang.

“Jincha?” gumam Yesung.

“Ne,” sahut Hye Eun.

“Hye Eun kau datang?” tanya Eunhyuk yang muncul dari kegelapan.

Semua saling berpandangan. Shindong lekas menghidupkan lampu.

“Oppa?” kata Hye Eun.

“Hye Eun kau ingat aku?” tanya Eunhyuk sambil mendekat.

Hye Eun mengangguk. Eunhyuk tersenyum.

“Mianhae oppa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk menyentuhkan telunjuknya ke bibir Hye Eun.

“Saranghae,” ujar Eunhyuk.

Eunhyuk lalu memeluk Hye Eun.

Semua memperhatikan dengan haru.

Terdengar daun pintu yang terayun. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Rupanya Kyuhyun lupa mengunci pintu kembali. Dan seseorang telah masuk dengan mudahnya.

“Huh? Waeyo? Aku ketinggalan sesuatu?” tanya Junsu yang berdiri di depan pintu.

Kedua tangannya membawa sekotak kue.

“Sangeil chuka hamnida! Sangeil chuka hamnida!”

Tiba-tiba personel DBSK yang lain masuk sambil menyanyi.

Eunhyuk melepas pelukannya. Ia merangkul Hye Eun seraya menghapus air matanya.

Kibum yang tadi melesat ke dapur telah kembali dengan senampan kue. Bersama Junsu ia mendekati Eunhyuk. DBSK dan SuJu sama-sama menyanyi untuk Eunhyuk.

“Kamsa hamnida chingudeul,” ucap Eunhyuk terharu.

Hye Eun ikut tersenyum bersama Eunhyuk. Kini ingatannya telah pulih.

Donghae menuju keyboard di dekat meja komputer. Tangannya menari lincah di atas tuts-tuts.

ONE LOVE
(Eunhyuk feat K.R.Y)

Ha, yeah
I thought it was gonna be Okay
But, I miss you more and more
And I’m still waiting for you. So listen
Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae
Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae
Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo
Majimak geu hanmadi naboda joheun saram manna
Geuruhke nan ddo babogati soore manchwi
Nae mameun hana gipeun bam ddo mesejireul namkyuh
Nan buhlssuh amoorhan juh chanbireul majeumyuh
Ije … ijeneun wootgoisseultenikka
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
Oh, ajikdo saengsaenghae
Nuhui saengil geunal nan danji jogeuman suhnmulbakke hal sooga uhbsuhssuh
Geuruhn naega shiruhssuhssuh
Geuruhnde nega gomapdamyuh noonmool heullyuhssuh
Aetage booreuneun ganjuhrhan nae mami uhneusae nuhege juhnhaejilgga
Geutorok baraneun banjookgwa gatdamyuhn ijeneun marhaejwuh saranghandago
Naldoogo dashin nae gyuhteul dduhnaji anhneundago, jebal ..
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
You’re still my love (uh,uh,uh,uh)
Oh! oh! oh! oh!
You’re still my love forever
Always be my love
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye

Diiringi permainan piano Donghae mereka menyanyikan lagu One Love. Eunhyuk benar-benar terharu. Teman-teman dan kembalinya Hye Eun merupakan hadiah ulang tahun terindahnya.

The End

by wulan murti a.k.a yuelan13
please do not copy without permission

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s