[fanfic] birthday fanfic for Kyuhyun oppa


Fanfic for Kyuhyun’s bday!

Sangeil Chukahamnida!

Semoga makin sukses.

Makin disayang sama hyung2nya (dan dongsaeng2nya juga).

❤ fighting oppa!

Title: Older than my body ^^

Cast: Cho Kyu Hyun

Kim Baek Hwa (fiktif)

SuJu members

Kyuhyun duduk di kursi sendiri. Sementara kedua belas hyungnya tengah berlatih dance. Ia baru saja check-up, jadi belum boleh berlatih yang berat-berat.

“Hyung, aku keluar sebentar ya?” kata Kyuhyun.

“Kemana Hyun-a?” tanya Sungmin.

“Aku mau jalan-jalan sebentar hyung,” sahut Kyuhyun.

“Pulang bawa oleh-oleh ya?” timpal Shindong.

Kyuhyun hanya mengangguk.

Kyuhyun memakai kacamata hitamnya. Ia merapatkan jaket tebalnya. Angin masih dingin. Kyuhyun membenahi sarung tangannya.

~Kyuhyun POV~

Enaknya kemana ya? Aku jadi bingung. Tempat asyik yang tidak ramai tapi juga tidak sepi. Pokoknya yang hangat dan bersih. Kemana ya? Kok tidak ada referensi ya? Whooaaa…

Aku terus berjalan menuju sebuah taman. Ada air mancur di tengahnya. Aku duduk di kursi yang agak jauh namun tetap dapat melihat air mancur itu. Huff… yah, lumayan.

~Author POV~

Kyuhyun merogoh saku jaketnya. Ia mengeluarkan ponselnya. Game, satu-satunya hal yang membuatnya senang.

“Brug!”

Seseorang terjemberab jatuh tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk. Kyuhyun menyimpan ponselnya. Ia bergegas mendekati orang itu.

“Kau tak apa?” tanya Kyuhyun sambil memapah orang itu ke kursinya tadi.

“Kamsahamnida. Aku tak apa-apa. Hanya sedikit nyeri,” jawab orang itu.

Kyuhyun meraih tangan orang itu. Telapak kirinya tergores-gores, sedikit berdarah.

“Tolong ambilkan kassa dan obat merah di dalam tasku. Lututku juga berdarah,” kata orang itu.

Kyuhyun mencari kassa dan obat merah di dalam tas ransel orang itu. Dengan sigap Kyuhyun membersihkan dan mengobati luka orang itu.

“Tolong masukkan kembali ya?” pinta orang itu.

Kyuhyun menuruti perintahnya.

Kyuhyun memperhatikan wajah orang itu dengan seksama.

“Ah… mianhmanida. Joneun Kim Baek Hwa. Terima kasih untuk bantuan Anda,” kata orang itu.

Mata Baek Hwa memandang lurus ke depan. Sangat sipit. Tampaknya ia begitu karena kesulitan melihat.

“Ee… tak apa-apa. Joneun Kyuhyun. Sedang apa di sini sendirian?” kata Kyuhyun.

Kyuhyun masih memperhatikan kedua mata Baek Hwa.

“Apa dia buta ya?” pikir Kyuhyun.

“Sudah biasa kok. Aku sedang menggambar di sana tadi. Lalu muncul orang berpasang-pasangan. Mengesalkan sekali. Mereka menggangguku berkonsentrasi. Lalu aku berpindah. Aku sempat jatuh di sana. Sekarang aku di sini denganmu, Kyuhyun-ssi,” beritahu Baek Hwa sambil menunjuk beberapa tempat.

Baek Hwa mengeluarkan buku sketsanya. Ia membolak-balik halaman-halamannya. Berhenti pada halaman yang pojok kanannya tertulis tanggal hari ini, 3 Februari 2009. Kyuhyun mencuri lihat.

“Bagaimana kau menggambar Baek Hwa-ssi?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Hehehe… dengan perasaan tentu saja Kyuhyun-ssi. Mata hati harus peka untuk melihat segala hal. Sekalipun sekelilingmu begitu gelap gulita,” jawab Baek Hwa.

Kyuhyun memasang wajah memelas.

“Hari ini ulang tahunmu bukan?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun tercengang.

~Kyuhyun POV~

Omo! Apa dia fans? Jangan-jangan dia mengenaliku sebagai Kyuhyun Super junior. Tapi bagaimana bisa? Dia kan tidak melihat wajahku. Ee… mungkin karena suara indahku ini.

~Author POV~

“Ee… iya,” jawab Kyuhyun.

“Tebakkanku benar. Jadi apa alasanmu sendirian di sini di saat ulang tahunmu? Apa orang-orang di sekitarmu sudah lupa ulang tahunmu? Ah… mianhae. Aku bicara macam-macam ya? Padahal kita baru pertama bertemu,” sahut Baek Hwa.

Kyuhyun tertawa hambar. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya ia ingin membenarkan kata-kata Baek Hwa. Namun urung.

“Entahlah. Semoga saja tidak. Aku hanya mengharapkan saat pulang nanti mereka menyambutku dengan sebuah kue yang enak dan kaset video game terbaru,” harap Kyuhyun.

Baek Hwa tertawa keras.

“Berapa umurmu sekarang?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun menghitung dengan jarinya.

“Dua puluh satu tahun. Memangnya kenapa?” jawab Kyuhyun.

Baek Hwa menganggukan kepalanya.

“Kau sudah cukup dewasa,” ujar Baek Hwa.

Kyuhyun tercengang.

“Ne~ apa maksudmu? Tentu aku sudah dewasa. Semua yang telah ku lalui selama ini yang mendewasakanku. Jangan nilai dari umurku,” tukas Kyuhyun agak kesal.

Baek Hwa mulai menggoreskan sesuatu di atas bukunya.

“Yah, memang sih di antara teman-temanku akulah yang paling muda. Jarak kami pun cukup jauh. Mereka memang sering menganggapku anak kecil. Kadang aku tidak bisa menerima semua itu. Aku ingin menunjuk bahwa aku mampu. Aku juga bisa dewasa,” lanjut Kyuhyun.

Baek Hwa masih menggambar sesuatu. Tangannya menari indah di atas kertas. Membuat Kyuhyun terpana.

“Kau tahu umurku berapa?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Ee… tidak,” ucap Kyuhyun buru-buru.

“Hehehe… aku masih delapan belas tahun. Sekitar dua minggu lagi sembilan belas tahun. Bagaimana menurutmu Kyuhyun oppa?” ungkap Baek Hwa.

Kyuhyun terbelalak.

“Masak sih? Kau terlihat lebih tua dari pada umurmu,” sahut Kyuhyun.

Baek Hwa memukulkan pensilnya tepat ke hidung Kyuhyun.

“Jangan sembarangan bicara dengan orang asing,” ketus Baek Hwa.

Kyuhyun meringis. Ia mengusap hidungnya. Pukulan Baek Hwa keras juga.

“Mianhae,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa mengangkat buku sketsanya. Ia menunjukkan hasil karyanya pada Kyuhyun.

“Wow! Bagus sekali. Tapi bagaimana bisa kau… ee. Bagus kok,” komentar Kyuhyun.

Kyuhyun hendak mengatakan mengenai mata Baek Hwa.

“Kau tidak mengenali karakter yang ku gambar?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun memperhatikan kembali gambar Baek Hwa. Ia tersenyum.

“Itu Chunli dan … aku ya?” kata Kyuhyun agak ragu.

Baek Hwa mengacungkan ibu jarinya.

“Tapi bagaimana bisa?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja bisa! Mengapa kau bertanya seperti itu terus?” tanya Baek Hwa balik.

“Ee… mianhae. Tapi matamu?”

Baek Hwa tertawa.

“Kau pikir aku buta ya?” tukas Baek Hwa.

“Ee… mianhae,” timpal Kyuhyun cepat-cepat.

“Aku tadi jatuh karena tak melihat batu itu. Aku mau ke sana mencari kacamataku. Tapi gara-gara kau tolong aku jadi lupa mencari kacamataku,” cerita Baek Hwa.

“Ee…,” sesal Kyuhyun.

Baek Hwa bangkit dari bangku. Kyuhyun mengikutinya. Membantu Baek Hwa mencari kacamatanya di sekitar semak bunga.

“Eureka!” seru Baek Hwa ketika menemukan kacamatanya.

Kyuhyun bernafas lega. Baek Hwa mengenakan kacamatanya.

“Nah, sekarang baru kelihatan. Mataku tidak buta tapi…

Kata-kata Baek Hwa terpotong. Mulutnya ternganga. Matanya menatap tajam pada Kyuhyun.

Kyuhyun yang sadar keadaan segera membekap mulut Baek Hwa.

“Ku mohon jangan berteriak. Ayo ikut denganku,” pinta Kyuhyun.

Baek Hwa mengangguk.

Kyuhyun menggandeng tangan Baek Hwa. Mereka menuju dorm suju. Satu-satunya tujuan yang terpikirkan oleh Kyuhyun.

“Duduklah,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa duduk di sofa di ruang depan. Kyuhyun di sampingnya.

“Mianhae. Bukan maksudku macam-macam. Tapi aku tak mau kau membuat keributan di taman,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa melongo.

“Kyuhyun-ssi, aku tahu kalau oppa ini member super junior, artis terkenai, sejak kau duduk di bangku taman tadi. Tapi aku tadi tuh mau teriak karena melihat laba-laba besar di kepala oppa,” terang Baek Hwa.

Kini Kyuhyun yang melongo.

“Ee… jangan membuka mulut seperti itu. Aku pulang ya? Aku janji tak akan memberitahukan pertemuan kita dan tempat ini kepada siapa pun,” kata Baek Hwa.

Kyuhyun masih tercengang. Baek Hwa berdiri. Menyandang tasnya.

“Oiya. Ini hadiah untuk oppa. Sangeil chukahamnida,” kata Baek Hwa menyerahkan hasil gambarnya tadi.

Kyuhyun menerimanya. Kyuhyun mendekati Baek Hwa. Kyuhyun memeluknya.

~Kyuhyun POV~

Tuhan baik sekali hari ini. Dia mengirimkan seorang malaikat untukku. Hadiah ulang tahun yang indah.

~Author POV~

Kyuhyun memeluk erat Baek Hwa.

“Kau memberiku banyak pelajaran hari ini. Kau hadiah terbaik,” kata Kyuhyun.

“Tapi-tapi, gambarku tadi ba…

Kyuhyun memotong kalimat Baek Hwa. Kali ini iya mengunci mulut Baek Hwa dengan bibirnya.

“Omo!” pekik Yesung yang membuka pintu depan.

Member suju yang lain berkerumun di belakang Yesung. Melongok-longok dari punggung Yesung.

Kyuhyun menyudahi ciumannya. Wajah Kyuhyun bersemu merah. Begitu pula dengan Baek Hwa.

Para hyung Kyuhyun masuk ke dalam.

“Aniyo, dongsaeng kita sudah besar,” komentar Heechul.

Tiba-tiba Shindong mengeluarkan sepotong kue. Para hyung menyanyi untuk Kyuhyun.

Kyuhyun meniup lilinnya.

“Pluk!”

Kangin mendorong kepala Kyuhyun sampai mengenai kue. Semua tertawa. Kyuhyun bahkan ikut tertawa sebelum merajuk pada Baek Hwa untuk membersihkan wajahnya.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

please don’t copy without my permission
thanks

please leave any comment

Iklan

8 Comments Add yours

  1. tirramissue berkata:

    Aaa.. aku mau jadi baek hwa!!

    Omo!
    bahagia sekali … :3

  2. yuefu berkata:

    Wah, tirramissue fans Kyu Hyun ya?^^;
    Baek Hwa emang beruntung tuh.
    Thanks ya.

  3. cho's2203 berkata:

    Huaaaaaaa~ suamiku 🙂

    Daebak sgt la… ^=^a

  4. wu berkata:

    ne…
    gomawo ya.

  5. amniminry berkata:

    suka, suka.. keren!!!
    mau jd baek hwa-nya >,<

    1. wu berkata:

      wah, makasih yak.
      yadah, baek hwa itu adalah semua fans2 kyu.
      ^^

  6. Ahhh…aku kira Kyuhyun malu banget saat ketahuan Hyungnya……..Chiip sekaleee….

    1. wu berkata:

      hehe…thanks ya sudah baca dan komen.
      kyu ga malu kok ma hyung2nya.
      malah malu2in.
      kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s