[fanfic parodi] Keep exist with Asis

Aaa…kangen deh sama yang namanya fan fic parody. Kekeke~
Sebenarnya saya lagi pusing. Pusing mikirin kamu! *bergaya kayak marahin pacar* hahaha. Kagak ah! Saya pusing mikiran laporan kerja profesi. *guling-guling tak keruan* belum juga kelar, padahal so so…*nggak nyombong lhoh* mudah. Tapi yang namanya malas tuh bandel banget. Ya sudah. Akhirnya saya memilih rehat sejenak. Mumpung dapat ide juga. Marilah kita simak sebuah fan fic parodi gaje bulan ini.
Mengambil iklan sebuah provider hape bernama Asis *nama disamarkan, demi alasan tak dapat honor* hahaha. Maap ya untuk semua pihak yang dirugikan, dan diuntungkan. Saya paham resiko yang saya terima. Baik dihina, dirajam, ditendang, dipuji, disukai, diketawain, dan bentuk penganiayaan lainnya. Beneran deh. Saya hanya mau menghibur kawan-kawan semua.

Disclaimer: Jadi, semua nama dan karakter yang saya pakai dalam fan fic ini bukan hak / milik saya. Saya hanya meminjam sedikit. Baik karya cipta iklan yang saya parodikan, nama produknya sendiri, nama-nama tokoh asli yang saya pakai. Semua bukan hak saya. *duh kata-katanya ribet* intinya saya pinjam secara gratis. Maap atas segala kesalahan. Dan ini adalah fiksi, khayalan saya sebagai seorang fans.

Keep exist with Asis

Cast: Sunmi WG, Sunny SNSD, Zhoumi Super Junior M, Hongki Ft Island, DnT,
Genre: parodi iklan
Length: 1 shot
Rating: General

Di sebuah kantin sekolah setelah SMA. Em…, sebut saja kantin sebuah kampus. Kampus beken yang di huni mahasiswa-mahasiswa keren. Tak hanya keren, tapi juga popular dan tajir. *hehm…, sasaran buat dipalak nih* Gimana enggak, kalo dari jauh saja sudah terlihat mahasiswa cantik yang katanya lagi hiatus dari grupnya, Sunmi. Tapi meskipun lagi hiatus dari Wonder Girls, doski tetep setema dengan member yang lain. Sunmi lagi jomblo dan tengah gencar promo diri dengan tema ‘be my baby’. *asiik! Author lagi addict to this song too*
Berhubung yang jaman update status di facebook, Sunmi rajin bawa buku dan ditaruh pas di mukanya. *author dilempar buku kamus besar bahasa Indonesia*
“Heh, author nggak gaol banget siyyy…! Facebook e ke ei ephbe itu bukan kayak gini! Nih, buka pake hape!” semprot Sunmi seraya nunjukin hapenya. Author mau tak mau manggut-manggut. *FYI, ada yang ngancam author pake pisang, eh pisau (plastik)*
Oke! Kita lanjutkan saja.

Jadi, Sunmi mahasiswa popular jalan di kantin sambil asik ketak-ketik hape. Dengan anggun saudara-saudara, Sunmi duduk manis. Dan beliau tak sendirian. Ada Sunny yang setia menemaninya kemana aja. Terlebih dengan gaya rambutnya yang baru. Sekaligus promo bareng anak-anak tetangga yang kerjaannya ngatur bocah TK. *bring the boys out! Bring the boys out!*
Tapi saat ini cuma Sunny yang dikontrak buat main iklan. Maap ya mbak-mbak kaki seksi yang lain. 

—-
“Wah, asyik ya Sunny dapat jatah terus di PH-nya author ini,” ujar mbak generasi gadis yang tak mau disebut namanya. Temannya yang lagi medikur manggut-manggut. Temennya yang asik tidur angkat bicara. “Udah, ntar juga ada saatnya. Kita tunggu aja si author insaf.” Mbak yang tak mau disebut namanya mengangguk setuju.
—-

Kembali ke lokasi syuting iklan.
Tadi Sunmi duduk di kantin dengan sohibnya, Sunny. Asyik ngrumpi sampai ngupil. Sesekali Sunmi ngetik di hape. Kan tadi dah dikasih tahu kalau Sunmi lagi asyik ephbean. Pastinya dia lagi update status.

#Keren deh lihat cowok pake celana skinny jeans#

Tak dinanya. Tanpa ada angin. Hujan apa lagi. *wah, bulu mata anti badai nggak laku ni* muncul seorang cowok dengan postur tinggi agak gemukan *agak menyimpang dari fakta, author minta maap* jalan kaku pake kain jarik.
“Oh, my God! Author, perasaan di fb statusnya skinny jeans, bukan kain kayak gini. Saya kan bukan dalang, apalagi sinden,” raung Zhoumi, sang cowok pencari cinta. Zhoumi heran memandangi dirinya sendiri. Dosa apa suruh pake kain. Digulung-gulung kayak kepompong. Mana bisa dance nih. *Zhoumi mencoba dance Super Girl, tapi ribet deh*

Muncul sekelompok pria, sebut saja DnT atau Dragon n Tiger. “Tenang semua! Kami siap memperbaiki keadaan!” seru mereka serempak. Kekompakkan grup yang terdiri dari empat orang ini dapat diacungi empat jempol sekaligus. Dalam empat detik mereka telah berhasil mengganti kain jarik Zhoumi dengan skinny jeans super ketat. Lalu menghilang dari kamera dengan kilat pula.

Zhoumi melanjutkan jalan kakunya. Set! Set! Lewat meja Sunmi dan Sunny. Entah jijik, heran, suka, ngefans abis atau keinjek kakinya, Sunmi melirik dengan aneh.
Disampingnya, Sunny hanya memandang datar. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra ‘girls generation makes you feel the heat’. *duh, akui aja deh, thor. Kamu lagi addict to The Boy juga ya* *author ketawa malu-malu*
“Udah, ah. Lanjut parodinya aja,” ujar author tanpa dosa. Sementara para pemeran hanya bisa menggeleng-geleng maklum.

“Biarin, Sun. Yuk update status lagi!” ajak Sunny. Sunmi langsung setuju. Tanpa nunggu lama status baru sudah terpasang.

#Sepatu stiletto merah keren, coy! Mantap! Apa lagi ditambah rambut ala betty boop#

Zhoumi buka hapenya. Pas di halaman fb nya. Ada update status dari cewek incarannya, Sunmi. Tapi dahinya berkerut. Keheranan. “Idih! Sunmi kok bahasanya kayak gini? Kayak preman. Hehm…,” batin Zhoumi. Tapi bagaimanapun juga dia sudah terlanjur cinta.
Lagi-lagi, Zhoumi lari keluar set dengan heboh. Gimana nggak?! Property berupa sepatu stiletto merah nggak ada. Doi heboh dan galau sendiri.
Eits…! Tenang! “Ada kami! Dragon n Tiger! The time is… to help!” seru DnT serempak.
Tae Rang DnT lari ke toko sebelah. Buat apa lagi? Ya beli sepatu lah. Tak berapa lama dia bersama Jun Yong, Chi Ho dan Jong Jo telah bersimpuh di depan Zhoumi. Sambil menjunjung sepasang sepatu warna merah. “This is the time… for you to use this heels,” ujar DnT. *sekalian promo single mereka kemarin, The Time….* hehehe *ketahuan deh alasan author nulis the time… mulu* :P
Menahan nafas, Zhoumi memakai sepatu yang rupanya kekecilan. Duh, Tae Rang oppa salah ukuran sepatu nih ceritanya. Ngumpetlah beliau di kamar author. 
Yah, mau bagaimana lagi. Demi suksesnya cerita, Zhoumi jalan dengan sepatu hak tinggi kekecilan dan skinny jeans kesempitan.
Jalannya lompat-lompat. Kayak pemain debus yang disuruh jalan di atas kaca yang dibakar. *wus! Author keji!*
Eits…! Jangan lupa sebuah wig yang dipaksa nempel di kepala Zhoumi. Makin oke deh.

Sunmi kembali melirik Zhoumi. Hati membatin. ‘Ih, pamer tenaga dalam ya? Saya lebih jago. Lim sui king aja kalah. Makan paku, makan beling. Keciiil!’
‘Bukan Lim sui king, Limbad kaliiii!’
Sunmi ngelirik Sunny. ‘Kita bicara lewat batin?’ Sunny mengangguk dengan senyum lebar. ‘Ajian saya berhasil kan? Hahaha’
*ayo bersama-sama! Bring the boys out! Bring the boys out! Bring the boys out!*
Eits! Tunggu…,
“Sun, liat deh wig nya? Kayaknya nggak asing,” komentar Sunny.
Sunmi mencoba memusatkan pikiran pada wig yang dipakai Zhoumi. “Pak Tarno!” serunya sambil kembali nyemil kripik.
*sigh*

Zhoumi yang merasa dicuekin Sunmi, jongkok termenung. ‘Apa sih jeleknya saya? Ganteng, jelas. Kaya, banget. Suara, oke. Pekerjaan, terjamin. Kenapa juga nggak digubris.’ Zhoumi geleng-geleng nggak terima. ‘Sunmi, Sunmi, apa kabarmu, kabarku baik-baik saja….’ *niatnya nyanyi lagu mbak BCL yang sunny*

“Ah, ganti status aja deh. Pusing lihat abang Zhoumi yang kayaknya ganti orientasi,” kata Sunmi nggak habis pikir. Tak-tik-tak! Jarinya ngetik status baru.

#pengen punya pacar superhero#

Diing! Alarm hape Zhoumi berbunyi. ‘Ada status baru, ada status baru!’ sorak Zhoumi dalam hati. ‘Yes, kali ini saya pasti sukses! Super hero? Saya aja super junior kok.’ Zhoumi tertawa senang.
Belum selesai tertawa, lagi-lagi dan lagi DnT muncul tanpa diundang. Langsung melepas sepatu stiletto merah Zhoumi. Diganti dengan sneaker merah. Jadi keren deh bang Zhoumi. Terus Jun Yong narik boxer merah dari jemuran tetangga. Dipakaikan di atas skinny jeans. Chi Ho dan Jong Jo tanpa ampun memiting Zhoumi. Eh, bukan ding. Ternyata lagi memakaikan sebuah kain merah ke leher Zhoumi.
Jeng-jeng! Jadilah super mimi!

Dengan bangga Zhoumi lari dengan sebuah tangan lurus ke depan. Yah, bayangin aja superman lagi terbang. Bruk! Doi nabrak, bukan, terjun bebas membentur sebuah meja hingga hancur. *Semua aman. Properti dibuat dari sterofoam*

Sunmi dan Sunny cepat-cepat menuju lokasi jatuhnya super mimi. Dengan kasihan, Sunmi bertanya. “Oppa kenapa sih?”

Warning! Zhoumi jatuh dalam posisi tengkurap. Mulut kesumbat sterofoam. Tangan kanan terjulur pegang hape.

“Auuf fefff fffaff aappp affmmuu uuffuuff effff gfuuuu,” kata Zhoumi penuh perjuangan.

Sunmi berusaha keras menterjemahkan perkataan Zhoumi. Dibantu Sunny yang membuka kamus khusus bahasa fanfic edisi ke-duapuluh satu. Hasilnya: ‘Aku pengen jadi yang kamu suka makanya aku ikutin status kamu.’

Sedetik, dua detik, Sunmi ternganga. Nggak nyangka Zhoumi begitu romantis. Dengan aegyo Sunmi berujar, ”Awh, so sweet!”

Gambar jadi ungu semua. Rupa-rupa kwartet DnT nggak sengaja nuang cat ke layar kamera. *cameramen marah-marah nggak karuan* DnT dihukum bersihin layar sampai gambar Sunmi yang lagi duduk nunggu sambil main hape kelihatan.
Biasalah, update status!

#lagi nungguin ksatriaku yang gagah#

Sunmi mendongak. Dia terkejut melihat sesosok orang dengan baju zirah lengkap tombak berdiri di belakangnya. Tanpa ijin, Sunmi memeluknya. “Aaa…, oppa!”
“Sayang?!” heran Zhoumi yang datang bersama semangkuk bakso. Tatapan tak percaya melayang kearah Sunmi yang memeluk orang berbaju zirah. Sunmi segera melepas pelukannya.

“Kok udahan, neng?” Tanya Hongki, orang di dalam baju zirah, membuka visornya. Terlihat muka mulus Hongki, vokalis paling keren se-FT Island.

Sunmi menatap tak suka. “Ih, nggak ah. Saya mau sama pacar saya,” kata Sunmi. “Yuk, bang!” Sunmi menggandeng Zhoumi pergi dari lokasi.

“Hei! Hei!” seru Hongki. “Ayo main iklan!” teriaknya.

Terdengar suara jingle : Internet buat rakyat!

Hongki masih teriak-teriak! “AH! Masak udah selesai sih? Ayo main lagi!” Hongki lari ngejar para kru. Tapi tak satupun yang mau. Ngejar para pemain juga nggak ada yang mau. DnT yang sering muncul tiba-tiba juga tak mau. Semua pada ngumpet di kamar author. “Nah! Ayo main, thor!” ajak Hongki.

“Nggak, ah! Dah tutup.”

Dengan kejam author menulis, SELESAI!

[fanfic parodi] nyu green tea ramadhan ver *iklan lama, ff lama*

selamat berpuasa!
saya mau posting ff parodi *lama* lagi. pernah saya posting di LI/FFF.
masih bernuansa Ramadhan.
oh, ya, mungkin ada yang sedikit penasaran soal ff parodi saya.
sebenarnya ff parodi saya berhubungan, tapi saya posting random di wp ini. hehehe…semoga menemukan hubungan antar ff parodi saya.
happy reading dan jangan lupa comment.
thanks.

Nyu Green Tea Ramadhan ver

rating, genre: General, Parodi

cast:
Yesung SuJu
Sunny SNSD
Hero Jaejoong TVXQ
Henry SuJu M
dan banyak lagi

Di siang menjelang sore yang cuacanya panas. Henry berdiri di trotoar dekat deretan pertokoan. Matanya lurus memandang Sunny yang berada di depan sebuah kios majalah. Sunny tengah membuka-buka sebuah majalah.

“Gile manis banget!” batin Henry.

“Byur,” Zhoumi menyiramkan seember air ke arah Henry.

“Hyung kira-kira dong nyiramnya!” marah Henry.

Zhoumi memeluk embernya. Dengan wajah inosen ia hanya tersenyum.

“Henry-ya! Syuting yang benar!” seru Eeteuk sutradara kali ini.

Henry pasrah saja. Ia kembali ke posisi semula. Air yang disiramkan Zhoumi tadi masih mengalir turun dari kepalanya. Ia memandang Sunny kembali dengan pandangan mupeng. *muka pengen ditendang*

Tiba-tiba angin bertiup ke arah mereka. Henry bergidik kedinginan. Lalu terdengar suara mellow nan merdu.

“Kuingin bersihkan diriku,” dendang Yesung.

Henry bersusah payah mempertahankan pose gejenya. Angin yang berasal dari kipas besar yang dipegang Eunhyuk dan Junsu bertiup makin kencang. Sunny sendiri sudah nemplok di dinding agar tidak dihempas.

“Asyik ya main kipas angin. Keinget jaman dulu Jun,” ujar Eunhyuk.

“Hu’um sama. Inget ga pas bakar sate bareng?” timpal Junsu.

“Iya. Sate ayamnya enak ya?” kata Eunhyuk.

Junsu dan Eunhyuk menelan ludah bersama-sama.

“Buka puasa masih lama ya Hyuk?” keluh Junsu.

Eunhyuk mengangguk.

“Kuingin bersihkan diriku,” senandung Yesung di depan Junsu dan Eunhyuk.

“Hyung!” bentak Eunhyuk dan Junsu bersamaan.

Yesung mulai berubah muram. Aura anehnya makin terasa. *inget aura aneh yesung :P *

“Yesung, balik ke tempat syuting! Ingat rencana kita!” ujar Eeteuk seraya menarik Yesung.

Aura di sekeliling Yesung ceria kembali. Dan syuting berlanjut.

“Henry siap? Hitungan ketiga keluar dari toko!” seru Eeteuk dengan toa besar.

“Ye!” teriak Henry dari dalam toko.

“Hana, dul, set!” seru Eeteuk.

Henry masih berdiri di balik pintu kaca.

“Tuh anak ga denger ya? Pasti suka makan di Jogja,” kata Jaejoong pada Eunhyuk dan Junsu.

“Makan? Apa?” tanya Eunhyuk dan Junsu serempak.

“Makan gudeg,” jawab Jaejoong sambil ketawa-ketiwi ga jelas.

“Hei kalian bertiga! Sama aja!” marah Eeteuk.

Henry yang kebingungan melongok keluar.

“Hyung, udah mulai belum? Pegel ni bawa kertas lima rim,” kata Henry yang sempoyongan membawa kertas-kertas.

Eeteuk menggeram kesal.

“Kuingin bersihkan diriku,” nyanyi Yesung.

Eeteuk menarik artis-artis dan kru-krunya ke tempat masing-masing. Henry di dalam toko, Jaejoong di seberang jalan, Eunhyuk dan Junsu di dekat toko, dan Yesung di lampu merah.

“Hoi author geje! Masak di lampu merah? Emang mau ngamen?” kata Yesung.

“Hehehe~ aduh mian oppa. Jangan marah gitu. Sini-sini, kita pulang aja,” kata author.

Author siap-siap bawa Yesung pulang.

“Kuingin bersihkan diriku,” serempak Eeteuk, Eunhyuk, Junsu dan Jaejoong bernyanyi.

Author manyun. Dengan tak rela mendorong Yesung ke tempat syuting.

“Ya, udah. Terserah kalian mau apa,” sungut author.

“Ah, jangan ngambek! Ini pekerjaan pertama saya. Saya butuh uang. Dilanjut ya?” mohon Sungmin, kameramen baru. *berhubung kameramen sebelumnya (siwon: red) sering salah zoom*

“Oce-oce. Tapi ntar Sungmin oppa mampir ke rumah ya?” kata author.

“Kuingin bersihkan diriku,” seru Yesung pake toa ke telinga author.

Author lari ke depan komputer. Dan mari kita lanjutkan.

“Oke, kita syuting lagi! Are you ready? Action!” seru Eeteuk.

Henry mendorong pintu dengan kaki sampai terbuka. *ingat tangannya bawa kertas 5 rim*
Henry berjalan keluar toko. Jaejoong lalu berlari ke arahnya dari seberang jalan. Dan tabrakan pun tak elakan. Kertas yang dibawa Henry jatuh berhamburan. Lalu asap mulai berhembus ke arah Henry dan Jaejoong. Sebagian kertas terbakar. Dan di sekelilingi Henry berubah panas dan gelap. Jaejoong bergidik melihatnya.

“Kipas apinya Jun! Asapnya kurang!” kata Eunhyuk.

Junsu mengipasi api unggun kecilnya dengan kipas angin tadi. Api membesar dan mengepulkan banyak asap.

“Kuingin uhuk… uhuk! Bersihkan… uhuk… huk! Diriku!” Yesung bernyanyi sampai terbatuk-batuk.

“Hyuk, asapnya kebanyakan ni. Liat bos Eeteuk mau marah lagi. Kabur yuk,” bisik Junsu.

“Iya. Ayo mumpung asapnya belum hilang jadi ga ketahuan,” dukung Eunhyuk.

Junsu mematikan kipas anginnya. Ia lalu menggandeng tangan Eunhyuk, bersiap meninggalkan lokasi syuting.

“Kuingin bersihkan diriku,” author muncul dengan suara cemprengnya.

Eunhyuk dan Junsu nglempar kipas angin ke arah author.

“Aduh, sakit oppa! Dah balik syuting aja!” gerutu author.

Eeteuk tidak mengetahui pertengkaran geje antara author vs Eunhyuk dan Junsu. Ia sibuk mengatur kameramen dan artisnya.

“Tvnya dihidupkan! Henry berdiri di depan tv. Yesung di dekat Henry. Terus Sungmin ambil gambar Henry tapi Yesung jangan ampe keliatan di kamera,” kata Eeteuk.

Semua di posisi masing-masing. Henry lagi menunggu adzan buat buka puasa. Sebuah tv di salah toko hidupkan dan tengah akan menanyangkan adzan magrib. Henry memegang sebotol Nyu green tea sambil menonton tv. Beberapa kali ia menelan ludah. Matanya beralih dari tv lalu ke Nyu green tea lalu ke tv lalu ke Nyu green tea ke tv lagi terus ke Nyu green tea. *pegel ni lehernya Henry*

“Kuingin bersih…”

Belum selesai bernyanyi, Henry mendorong Yesung. Sampai Yesung hampir jatuh. Untung saja ia berpegangan pada mikroponnya.

“Dongsaeng kurang ajar! Sama orang yang lebih tua main dorong. Udah dinasehati kok malah dorong-dorong!” marah Yesung memuncak.

Henry terkejut bukan main.

“Kuingin bersihkan diriku,” author lagi-lagi muncul, tapi kini dengan suara merdu. *padahal Taeyon yang dubbing author*

“Ah, chagiya. You are the best. Yoo, u go girl!” puji Yesung.

Author menghilang sambil ketawa puas.*author lagi sableng* *abaikan*

Ending iklan akhirnya dibuat. Henry dan Yesung duduk berdua di depan toko tv tadi. Masing-masing memegang Nyu green tea.

“Yak action!” seru Eeteuk.

“Bersihkan dirimu dengan Nyu green tea,” seru Heechul sebagai narator.

Lalu Sungmin men-syut Henry dan Yesung yang tengah meminum Nyu green tea. Yesung menyikut Henry yang sedang menegak Nyu green tea-nya.

“Yak, selesai!” seru Eeteuk.

Henry terbatuk. Yesung senyum-senyum geje.

“Hyung, hyung balas dendam ya?” kata Henry.

“Kuingin bersihkan diriku,” sahut Yesung.

Henry hanya bisa manyun. Author ikutan manyun karena fan ficnya udah tamat.

-TAMAT-

“Bos tau ga ya kalo kita kabur Jun?” tanya Eunhyuk.

“Ga. Tadi bos sibuk ganti lokasi. Tenang aja,” jawab Junsu enteng.

“Lha ntar gimana gaji kita?” tanya Eunhyuk lagi.

“Gaji-gaji! Udah tamat tauk! Sana oppa pada pulang,” seru author.

Eunhyuk dan Junsu melirik tajam ke arah author.

-TAMAT-
beneran tamat!

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading
please comment
and
don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Bolu Pandan

ehehm..hehm…saya mau posting fanfic parodi saya.
castnya campur-campur. yg jelas artis korea. hheehheee…
pinjem nama2 ya?
pinjem merk juga.
*iklan gratis*
hehehe…
happy reading.
komen please.

Biskuat Bolu Pandan

author: wu

cast: artis2 Korea

genre: parodi

Changmin, Sunny dan Shindong tengah berunding di depan sebuah rumah berpagar kayu setinggi pinggang orang dewasa.

“Udah, tanya aja ma ibu itu,” ujar Shindong.

“Tapi aku takut hyung. Ibunya nyeremin. Masak bawa gunting besar ma selang,” kata Changmin.

Shindong ngegeplak kepala Changmin.

“Udah-udah. Kan sesuai skrip kita musti nanya ke ibu yang lagi berkebun itu. Ayo oppa-oppa jangan bertengkar,” kata Sunny.

Changmin dan Shindong manggut-manggut. Mereka bertiga mendekati pagar bercat putih itu.

“Tante! Tante!” panggil Shindong.

Ibu-ibu yang mirip Yenny WG menoleh.

“Tante? Setua itukah diriku yang So Hot ini?” kata Yenny.

“Kalau begitu adiknya mama. Kami mau tanya,” sahut Changmin.

Yenny melirik Changmin.

“Huh? Siapa mama kamu? Jangan sembarang dong,” marah Yenny.

Tiba-tiba muncul toa besar di antara kedua pihak ini.

“Ngiiing! Hoi! Pada baca skrip ga sih? Dari tadi ga nyadar-nyadar kalau melenceng dari skrip! Bisa ga sih main iklan?” seru Kyu Jong (SS501), sutradara sekaligus produser baru.

Changmin, Sunny, Shindong, Yennny *swt*

Syuting kembali berjalan. Changmin, Shindong, dan Sunny berdiri nempel ke pagar. Yenny asik nyiram tanaman pake selang.

“Rumah Zhoumi ma Henry di mana?” tanya Changmin, Shindong dan Sunny bebarengan.

Yenny menoleh. Ia mengendus-endus aroma di udara. Tanpa dosa Yenny mengayunkan selang airnya ke arah tiga makhluk itu. Mereka bertiga langsung merunduk.

“Di sana!” tunjuk Yenny ke arah kiri.

Tiga anak ini langsung beranjak ke lokasi berikutnya. Mereka memasuki sebuah salon. Ada Heechul, Jaejoong dan Daesung yang lagi nyalon.

“Rumah Zhoumi ma Henry mana?” koor Changmin, Shindong, dan Sunny.

Heechul ngelap masker di hidungnya. Jaejoong ngangkat kukunya yang baru dimanikur. Daesung narik kertas wax di kakinya. Mereka bertiga serempak mengendus udara.

“Di sana,” tunjuk Heechul, Jaejoong dan Daesung ke kiri.

Changmin, Shindong dan Sunny menuju sebuah rumah besar. Di dalam ada Zhoumi, Henry, Lee Young Ae (ibu), Kwon Sang Woo (ayah) dan Rain (kakek). Mereka berkumpul di ruang tamu.

“Zhoumi, Henry kami datang! Selamat ya!” ujar Changmin, Shindong, dan Sunny.

Mereka menyalami Zhoumi dan Henry. Zhoumi dan Henry baru memenangkan lomba duet pidato bahasa mandarin se-SM Town.

“Juara dapat biskuat bolu pandan. Asli dari dapur istana. Bibi Jang Geum yang ngasih resep,” kata Young Ae sambil pegang kepala Zhoumi dan Henry dengan bangga.

Zhoumi dan Henry senyam-senyum bangga. Keduanya mencomot bolu yang ada di piring. Sang Woo dan Rain ikut nyomot dan tersenyum bangga. Sementara tiga tamu hanya menelan ludah.

“Jingle play!” seru Kyu Jong.

Ryeowook memainkan jingle biskuat lewat komputernya. Di sampingnya Yesung siap-siap ngomongin tag linenya.

“Aroma khas pandan dan lembutnya bolu bercampur jadi satu,” ujar Yesung.

Yesung bolak-balik skripnya. Tampaknya ia mencari sesuatu.

“Ada yang hapus skripnya bos,” seru Yesung.

“Ya udah cut!” timpal Kyu Jong.

-Kyu Jong POV-

Jangan-jangan ada yang nyabotase nih. Ini kan proyek pertamaku. Pasti pada iri.

-Changmin, Shindong, Sunny-

Bolunya enak, lembut dan manis. Kenapa kita cuma ngliatin duank. Enak banget Zhoumi, Henry, Sang Woo, ma Rain. Cuma senyum, bisa makan bolu. Lhah kita. Udah disiram air, ketemu orang-orang ga jelas di salon, sekarang cuma bisa ngiler.
*nelan ludah bareng-bareng*

-author POV-

*ngelap iler* hehehe, yg nyabotase ma gue ndiri. Inilah author power. *nyomot bolu tanpa dosa*

-All-

“Dasar author geje!” teriak semua kru dan pemain. Mereka bersiap melempar benda-benda yang ada ke arah author. Ada selang air, pagar, toa, piring, alat salon, dan bolu.

*author lari ke belakang Jung Eui Chul (selingkuhan baru)*

author: “Udah ah tamat aja.”

;D
tamat

please don’t copy without my permission
thanks

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.