[fanfic] Colourful Fog

Nama author: wulan murti a.k.a yuelan13
Judul: Colourful Fog
Genre: fiksi fantasi
Twitter atau Facebook atau Email atau No.Hp: @yuelan13
Casts: Mystical Joo (Brian Joo), Blink (Sunny SNSD), King Fog (Eeteuk Super Junior), Adviser (Heechul Super Junior), Sparky (IU), Ivy (Kim Tae Hee)
Sinopsis: Sparky dan Blink dua sahabat penjaga cahaya di negeri Fog. Segalanya aman dan damai, sampai seorang misterius singgah ke negeri Fog. Persinggahan Mystical Joo bukan tanpa alasan. Mystical Joo mengklaim cincin cahaya negeri Fog adalah miliknya. Raja negeri Fog, King Fog, menjadi kebingungan. Untunglah ada Adviser yang bijaksana. Bagaimana jalan ceritanya? Benarkah klaim Mystical Joo atas permata cahaya negeri Fog? Sanggupkah Blink dan Sparky menjaga permata cahaya dari Mystical Joo? Marilah kita saksikan langsung di ….
___________________________________________________________________________________________________________________________________

Jauh di dalam hutan yang juga jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Diselubungi kabut pekat, berdirilah sebuah negeri bernama Fog. Negeri Fog dipimpin oleh raja arif nan bijaksanabernama King Fog. Bersama penasehat raja, Adviser, King Fog mengatur negerinya menjadi negeri kaya, makmur, dan sentosa.
Meskipun berbenteng kabut tebal puluhan meter dan kabut berterbangan di seluruh negeri, negeri Fog tak pernah gelap dan menyesatkan. Negeri Fog memiliki sebuah sumber energi dan cahaya yang disebut cincin cahaya. Penduduk negeri sangat berterimakasih pada cincin cahaya, dan tentu saja pada dua penjaganya. Blink dan Sparky.
Blink peri lincah berambut cepak pirang dengan tongkat pink sebagai senjata. Blink sangat menyukai bernyanyi dan menggerakkan kedua kaki panjangnya. Sementara Sparky yang sedikit lebih pendek darinya, memiliki harpa merah yang dapat mengiringinya bersenandung merdu. Saat bersenandung dan memainkan harpa, angin akan berhembus lembut memainkan rambut hitam panjangnya. Blink yang hiperaktif akan menari ke sana kemari meningkahi nyanyian Sparky.
Semua suka pada Blink dan Sparky. Karena mereka penjaga yang kuat. Namun lembut dan manis saat keadaan aman. Tak akan ada yang berani mencuri cincin cahaya, sebab Blink dan Sparky akan melawan siapapun yang berbuat jahat.
Suatu pagi, hujan turun deras. Keadaan menjadi temaram dan lembab. Blink memasang sejumlah cincin tambahan sambil bernyanyi kecil. Kaki rampingnya berjingkat-jingkat di antara tonggak tempat cincin dipasang.
“Neoneun nae byulbit, nae maeumui byulbit,” Blink mengangkat tangan dan melambai-lambai, “Nah, penduduk bisa bekerja normal sekarang. Pagi dengan hujan selalu butuh tambahan cincin,” ujar Blink ceria.
Blink juga menurunkan sejumlah cincin yang perlu digosok lagi. Dengan keranjang berlapis beludru, cincin dibawa ke ruang kerja. Di dalam sudah duduk Sparky menggosok cincin.
“Oh! Blink, tahukah kau? Aku terlihat manis di permukaan cincin ini,” kata Sparky.
Blink tertawa kecil. Kepalanya menjulur ke arah cincin di tangan Sparky. “Bukan manis, tapi imut,” goda Blink.
Wajah Sparky jadi muram. Bibirnya manyun. Tapi Blink mengajaknya tertawa dengan tebak-tebakan lucu khasnya.
Belum sempat Sparky menjawab tebakan Blink….
BOOOOMM!
…terdengar suara ledakan yang dahsyat dari luar gerbang kastil cincin.
Blink dan Sparky bergegas terbang keluar.
Pintu gerbang sudah roboh dan terbakar. Seorang pria berjubah berdiri di dekat daun pintu gerbang yang berasap. Kepalanya tertutup tudung jubah. Sebuah tongkat dari perak tergenggam di tangan kanannya.
“Siapa kau?” seru Blink. Tongkat pinknya siap di tangan.
Terdengar tawa keras memecah kabut. “Kembalikan cincin cahaya milikku!” suaranya ringan namun kuat.
Tanpa aba-aba jelas. Blink dan Sparky mulai saling serang dengan si pria misterius.
Dan berita itu telah sampai ke telinga King Fog.
Di dalam kastil kerajaan, King Fog mondar-mandir. Sang penasehat ikut berjalan ke sana kemari.
“Aha!” seru Adviser tiba-tiba. Sampai King Fog terjengkal jatuh. “Kkk~…, maafkan saya Yang Mulia. Saya baru dapat ide,.”
Seraya berdiri raja menanyai Adviser, “Apa idemu? Pertarungan sudah berlangsung selama…, em…..
“Tujuh menit empat puluh delapan detik Yang Mulia,” bisik seorang prajurit yang tak mau disebut namanya itu. Tapi wajahnya tampan dan masih muda. Mirip personel group vokal asal negeri Korea.
“Karena itu Yang Mulia, kita harus menghentikan pertarungan dan mencari tahu penyebabnya,” ujar Adviser dari balik sebuah cermin tangan.
King Fog beserta Adviser segera ke kastil cincin dikawal sejumlah prajurit andalan. Para prajurit membentuk formasi ‘hands up-shock-neverland’ begitu sampai di gerbang kastil. Untuk apalagi kalau bukan untuk melindungi sang raja.
Pertarungan di hadapan mereka tengah seru-serunya. Blink dengan tongkat pinknya mengeluarkan ajian strawberry saus mulberry. Sparky dengan harpa merah menggetarkan simfoni heart shape. Semuanya melawan serangan cahaya putih dari tongkat perak pria misterius.
King Fog menyuruh Adviser mendekat. “Hei, Ser. Lihat! Keren ya warna-warnanya. Coba tiap hari kayak gini,” bisik King Fog.
“Ehem!” Adviser berdeham penuh wibawa. Dengan bisikan pula dia mengingatkan sang raja untuk bersikap wibawa.
Raja melayangkan tatapan tajam ketiga orang di medan laga. Tangan kanannya terjulur ke depan. “Ber-hen-tiiiiiii!!!” titah raja.
Sllrrrttt! Cahaya berwarna-warni yang tadi memenuhi udara luruh perlahan. Suara gaduh juga menghilang. Di sisi kanan ada pria yang tak diketahui identitasnya dan sisi kiri ada duo Blink dan Sparky. Mereka memandang ke arah King Fog dengan latar belakang formasi ‘hands up-shock-neverland’.
King Fog berganti memandang pada si penyerang. “Siapa kau?” Tanya raja tegas.
Pria dengan jubah kelabu besar itu mengedikkan bahu. Tudung kepalanya tak bergeser sedikitpun. Wajahnya masih tertutupi.
“Nyatakan dirimu!” perintah King Fog.
Si pria menengadah. Perlahan tangannya terangkat. Perlahan pula dia menurunkan tudungnya.
“Woaaaa!!!” seru semua prajurit.
“Mystical Joo!” pekik King Fog dan Adviser.
Si pria tertawa dingin. “Aku hanya meminta kembali cincin cahayaku,” ungkapnya.
Oops! King Fog terkejut mendengar permintaan Mystical Joo. Bukankah cincin cahaya adalah milik negeri Fog. Bagaimana bisa dia memintanya. Dan mana mugkin? Negeri Fog memerlukan cincin cahaya.
Tapi, siapa pula Mystical Joo itu?
Marilah sejenak kita menilik lembaran masa lalu. Disaat raja Fog masih muda. Masih bermain kelereng dengan Adviser muda. Saat itu pula sudah ada Mystical muda. Dia adalah putra seorang tukang besi handal yang tinggal di luar kabut. Sang ayah lah yang berjasa membuat cincin cahaya.
Kembali ke masa kini.
“Tapi ayahmu sudah memberikannya pada negeri Fog,” tolak King Fog.
“Tidak!” jerit Mystical Joo. “Ayahku tak pernah memberikannya untuk kalian. Cincin itu jatuh ke dalam kabut lalu kalian mengambilnya!” kata Mystical Joo sambil menunjuk King Fog dan Adviser.
“Kami?” celetuk mereka bebarengan.
Mystical Joo mengangguk tenang. “Jadi kembalikan cincin cahayaku!” pintanya dengan nada do tinggi.
King Fog dan Adviser mulai bisik-bisik. Tidak bisa begitu saja memberikan cincin cahaya pada Mystical Joo, meskipun dia pemilik sahnya.
“Ehem, raja, raja,” sela Blink.
King Fog celingukan mencari Blink. Rupanya sudah ada di belakangnya. “Ada apa, Nak?”
“Kami ada usul,” beritahu Blink.
King Fog mengangguk dan menyuruhnya melanjutkan.
“Sparky, katakana usul kita,” kata Blink penuh percaya diri.
Jriiingg! Harpa merah Sparly sampai bunyi sendiri. “Apa ya Yang Mulia?” kata Sparky kebigungan. “Em…, apa dikasihkan saja Yang Mulia. Kan cincin cahaya yang asli sudah terkloning di kolam tengah kastil. Kita masih punya cincin-cincin lainnya.”
“O-o-o-o.., tidka bisa! Cincin cahaya yang asli adalah sumber cahaya utama. Cincin hasil cloning tidak bisa seterang yang asli,” tolak Adviser.
“Begini saja, cincin asli diberikan, sebagai gantinya dipasang lilin abadi. Cahaya lilin akan dipantulkan cincin-cincin kloningan. Jadi negeri Fog akan tetap terang dan punya energy. Saya juga bisa melamar kekasih hati saya,” usul Mystical Joo.
Dalam formasi melingkar, King Fog, Adviser, Blink, dan Sparky, menoleh pada Mystical Joo yang menyempil. Mystical Joo hanya nyengir kuda sembrani Nirmala.
Dan apa yang selanjutnya terjadi?
Cincin cahaya yang asli dikembalikan pada Mystical Joo. Dan sebagai penggantinya, Mystical Joo memberikan salah satu produk lilinnya yang paling mutakhir. Lilin abadi pelangi.
Tentu saja cahaya yang dihasilkan berwarna-warni. Negeri Fog yang semula kelabu kini menjadi penuh warna. Penduduk makin sejahtera. Blink dan Sparky juga tak kalah senang. Mereka suka mengatur tampilan warna tiap harinya. Begitu pula dengan King Fog dan Adviser. Suka main tebak warna apa yang muncul pada jam tertentu.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan para penghuni negeri Fog. Sang pemilik cincin cahaya tengah gembira lamarannya diterima sang kekasih hati. Bahkan saat ini Mystical Joo mengajak Ivy candle light dinner. Maklum, dia kan pengusaha lilin.
Mereka makan coklat produksi penduduk negeri Fog ditemani alunan harpa merah Sparky dan nyanyian duo Sparky-Blink. Tak lupa sajian tarian mayoret Blink dengan tongkat pinknya.
“Sebagai hadiah, ini persembahan dari King Fog,” ujar Adviser menyerahkan seikat bunga mawar merah sambil mengedip genit pada Ivy.
“Ah…, terima kasih, pria cantik,” kata Ivy malu-malu.
Adviser menyalami Ivy ala bangsawan. Bersimpuh lalu mengecup punggung tangan Ivy.
“Hei, jangan goda kekasihku!” tegur Mystical Joo.
Adviser bangkit. Ia terkekeh nyaring. “Tidak kok!” serunya dalam posisi siap lari. “Aku cuma mau ambil cincinnya!” Adviser lari kencang.
Hehm…., sudah bisa ditebak kalau Mystical Joo mengejarnya. Blink dan Sparky ganti lagu untuk menyemangati keduanya.
Dan ceritanya…, tamat.

special for lomba menulis fanfiction korea AsianFanfictionStory

[fanfic parodi] Keep exist with Asis

Aaa…kangen deh sama yang namanya fan fic parody. Kekeke~
Sebenarnya saya lagi pusing. Pusing mikirin kamu! *bergaya kayak marahin pacar* hahaha. Kagak ah! Saya pusing mikiran laporan kerja profesi. *guling-guling tak keruan* belum juga kelar, padahal so so…*nggak nyombong lhoh* mudah. Tapi yang namanya malas tuh bandel banget. Ya sudah. Akhirnya saya memilih rehat sejenak. Mumpung dapat ide juga. Marilah kita simak sebuah fan fic parodi gaje bulan ini.
Mengambil iklan sebuah provider hape bernama Asis *nama disamarkan, demi alasan tak dapat honor* hahaha. Maap ya untuk semua pihak yang dirugikan, dan diuntungkan. Saya paham resiko yang saya terima. Baik dihina, dirajam, ditendang, dipuji, disukai, diketawain, dan bentuk penganiayaan lainnya. Beneran deh. Saya hanya mau menghibur kawan-kawan semua.

Disclaimer: Jadi, semua nama dan karakter yang saya pakai dalam fan fic ini bukan hak / milik saya. Saya hanya meminjam sedikit. Baik karya cipta iklan yang saya parodikan, nama produknya sendiri, nama-nama tokoh asli yang saya pakai. Semua bukan hak saya. *duh kata-katanya ribet* intinya saya pinjam secara gratis. Maap atas segala kesalahan. Dan ini adalah fiksi, khayalan saya sebagai seorang fans.

Keep exist with Asis

Cast: Sunmi WG, Sunny SNSD, Zhoumi Super Junior M, Hongki Ft Island, DnT,
Genre: parodi iklan
Length: 1 shot
Rating: General

Di sebuah kantin sekolah setelah SMA. Em…, sebut saja kantin sebuah kampus. Kampus beken yang di huni mahasiswa-mahasiswa keren. Tak hanya keren, tapi juga popular dan tajir. *hehm…, sasaran buat dipalak nih* Gimana enggak, kalo dari jauh saja sudah terlihat mahasiswa cantik yang katanya lagi hiatus dari grupnya, Sunmi. Tapi meskipun lagi hiatus dari Wonder Girls, doski tetep setema dengan member yang lain. Sunmi lagi jomblo dan tengah gencar promo diri dengan tema ‘be my baby’. *asiik! Author lagi addict to this song too*
Berhubung yang jaman update status di facebook, Sunmi rajin bawa buku dan ditaruh pas di mukanya. *author dilempar buku kamus besar bahasa Indonesia*
“Heh, author nggak gaol banget siyyy…! Facebook e ke ei ephbe itu bukan kayak gini! Nih, buka pake hape!” semprot Sunmi seraya nunjukin hapenya. Author mau tak mau manggut-manggut. *FYI, ada yang ngancam author pake pisang, eh pisau (plastik)*
Oke! Kita lanjutkan saja.

Jadi, Sunmi mahasiswa popular jalan di kantin sambil asik ketak-ketik hape. Dengan anggun saudara-saudara, Sunmi duduk manis. Dan beliau tak sendirian. Ada Sunny yang setia menemaninya kemana aja. Terlebih dengan gaya rambutnya yang baru. Sekaligus promo bareng anak-anak tetangga yang kerjaannya ngatur bocah TK. *bring the boys out! Bring the boys out!*
Tapi saat ini cuma Sunny yang dikontrak buat main iklan. Maap ya mbak-mbak kaki seksi yang lain. 

—-
“Wah, asyik ya Sunny dapat jatah terus di PH-nya author ini,” ujar mbak generasi gadis yang tak mau disebut namanya. Temannya yang lagi medikur manggut-manggut. Temennya yang asik tidur angkat bicara. “Udah, ntar juga ada saatnya. Kita tunggu aja si author insaf.” Mbak yang tak mau disebut namanya mengangguk setuju.
—-

Kembali ke lokasi syuting iklan.
Tadi Sunmi duduk di kantin dengan sohibnya, Sunny. Asyik ngrumpi sampai ngupil. Sesekali Sunmi ngetik di hape. Kan tadi dah dikasih tahu kalau Sunmi lagi asyik ephbean. Pastinya dia lagi update status.

#Keren deh lihat cowok pake celana skinny jeans#

Tak dinanya. Tanpa ada angin. Hujan apa lagi. *wah, bulu mata anti badai nggak laku ni* muncul seorang cowok dengan postur tinggi agak gemukan *agak menyimpang dari fakta, author minta maap* jalan kaku pake kain jarik.
“Oh, my God! Author, perasaan di fb statusnya skinny jeans, bukan kain kayak gini. Saya kan bukan dalang, apalagi sinden,” raung Zhoumi, sang cowok pencari cinta. Zhoumi heran memandangi dirinya sendiri. Dosa apa suruh pake kain. Digulung-gulung kayak kepompong. Mana bisa dance nih. *Zhoumi mencoba dance Super Girl, tapi ribet deh*

Muncul sekelompok pria, sebut saja DnT atau Dragon n Tiger. “Tenang semua! Kami siap memperbaiki keadaan!” seru mereka serempak. Kekompakkan grup yang terdiri dari empat orang ini dapat diacungi empat jempol sekaligus. Dalam empat detik mereka telah berhasil mengganti kain jarik Zhoumi dengan skinny jeans super ketat. Lalu menghilang dari kamera dengan kilat pula.

Zhoumi melanjutkan jalan kakunya. Set! Set! Lewat meja Sunmi dan Sunny. Entah jijik, heran, suka, ngefans abis atau keinjek kakinya, Sunmi melirik dengan aneh.
Disampingnya, Sunny hanya memandang datar. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra ‘girls generation makes you feel the heat’. *duh, akui aja deh, thor. Kamu lagi addict to The Boy juga ya* *author ketawa malu-malu*
“Udah, ah. Lanjut parodinya aja,” ujar author tanpa dosa. Sementara para pemeran hanya bisa menggeleng-geleng maklum.

“Biarin, Sun. Yuk update status lagi!” ajak Sunny. Sunmi langsung setuju. Tanpa nunggu lama status baru sudah terpasang.

#Sepatu stiletto merah keren, coy! Mantap! Apa lagi ditambah rambut ala betty boop#

Zhoumi buka hapenya. Pas di halaman fb nya. Ada update status dari cewek incarannya, Sunmi. Tapi dahinya berkerut. Keheranan. “Idih! Sunmi kok bahasanya kayak gini? Kayak preman. Hehm…,” batin Zhoumi. Tapi bagaimanapun juga dia sudah terlanjur cinta.
Lagi-lagi, Zhoumi lari keluar set dengan heboh. Gimana nggak?! Property berupa sepatu stiletto merah nggak ada. Doi heboh dan galau sendiri.
Eits…! Tenang! “Ada kami! Dragon n Tiger! The time is… to help!” seru DnT serempak.
Tae Rang DnT lari ke toko sebelah. Buat apa lagi? Ya beli sepatu lah. Tak berapa lama dia bersama Jun Yong, Chi Ho dan Jong Jo telah bersimpuh di depan Zhoumi. Sambil menjunjung sepasang sepatu warna merah. “This is the time… for you to use this heels,” ujar DnT. *sekalian promo single mereka kemarin, The Time….* hehehe *ketahuan deh alasan author nulis the time… mulu* :P
Menahan nafas, Zhoumi memakai sepatu yang rupanya kekecilan. Duh, Tae Rang oppa salah ukuran sepatu nih ceritanya. Ngumpetlah beliau di kamar author. 
Yah, mau bagaimana lagi. Demi suksesnya cerita, Zhoumi jalan dengan sepatu hak tinggi kekecilan dan skinny jeans kesempitan.
Jalannya lompat-lompat. Kayak pemain debus yang disuruh jalan di atas kaca yang dibakar. *wus! Author keji!*
Eits…! Jangan lupa sebuah wig yang dipaksa nempel di kepala Zhoumi. Makin oke deh.

Sunmi kembali melirik Zhoumi. Hati membatin. ‘Ih, pamer tenaga dalam ya? Saya lebih jago. Lim sui king aja kalah. Makan paku, makan beling. Keciiil!’
‘Bukan Lim sui king, Limbad kaliiii!’
Sunmi ngelirik Sunny. ‘Kita bicara lewat batin?’ Sunny mengangguk dengan senyum lebar. ‘Ajian saya berhasil kan? Hahaha’
*ayo bersama-sama! Bring the boys out! Bring the boys out! Bring the boys out!*
Eits! Tunggu…,
“Sun, liat deh wig nya? Kayaknya nggak asing,” komentar Sunny.
Sunmi mencoba memusatkan pikiran pada wig yang dipakai Zhoumi. “Pak Tarno!” serunya sambil kembali nyemil kripik.
*sigh*

Zhoumi yang merasa dicuekin Sunmi, jongkok termenung. ‘Apa sih jeleknya saya? Ganteng, jelas. Kaya, banget. Suara, oke. Pekerjaan, terjamin. Kenapa juga nggak digubris.’ Zhoumi geleng-geleng nggak terima. ‘Sunmi, Sunmi, apa kabarmu, kabarku baik-baik saja….’ *niatnya nyanyi lagu mbak BCL yang sunny*

“Ah, ganti status aja deh. Pusing lihat abang Zhoumi yang kayaknya ganti orientasi,” kata Sunmi nggak habis pikir. Tak-tik-tak! Jarinya ngetik status baru.

#pengen punya pacar superhero#

Diing! Alarm hape Zhoumi berbunyi. ‘Ada status baru, ada status baru!’ sorak Zhoumi dalam hati. ‘Yes, kali ini saya pasti sukses! Super hero? Saya aja super junior kok.’ Zhoumi tertawa senang.
Belum selesai tertawa, lagi-lagi dan lagi DnT muncul tanpa diundang. Langsung melepas sepatu stiletto merah Zhoumi. Diganti dengan sneaker merah. Jadi keren deh bang Zhoumi. Terus Jun Yong narik boxer merah dari jemuran tetangga. Dipakaikan di atas skinny jeans. Chi Ho dan Jong Jo tanpa ampun memiting Zhoumi. Eh, bukan ding. Ternyata lagi memakaikan sebuah kain merah ke leher Zhoumi.
Jeng-jeng! Jadilah super mimi!

Dengan bangga Zhoumi lari dengan sebuah tangan lurus ke depan. Yah, bayangin aja superman lagi terbang. Bruk! Doi nabrak, bukan, terjun bebas membentur sebuah meja hingga hancur. *Semua aman. Properti dibuat dari sterofoam*

Sunmi dan Sunny cepat-cepat menuju lokasi jatuhnya super mimi. Dengan kasihan, Sunmi bertanya. “Oppa kenapa sih?”

Warning! Zhoumi jatuh dalam posisi tengkurap. Mulut kesumbat sterofoam. Tangan kanan terjulur pegang hape.

“Auuf fefff fffaff aappp affmmuu uuffuuff effff gfuuuu,” kata Zhoumi penuh perjuangan.

Sunmi berusaha keras menterjemahkan perkataan Zhoumi. Dibantu Sunny yang membuka kamus khusus bahasa fanfic edisi ke-duapuluh satu. Hasilnya: ‘Aku pengen jadi yang kamu suka makanya aku ikutin status kamu.’

Sedetik, dua detik, Sunmi ternganga. Nggak nyangka Zhoumi begitu romantis. Dengan aegyo Sunmi berujar, ”Awh, so sweet!”

Gambar jadi ungu semua. Rupa-rupa kwartet DnT nggak sengaja nuang cat ke layar kamera. *cameramen marah-marah nggak karuan* DnT dihukum bersihin layar sampai gambar Sunmi yang lagi duduk nunggu sambil main hape kelihatan.
Biasalah, update status!

#lagi nungguin ksatriaku yang gagah#

Sunmi mendongak. Dia terkejut melihat sesosok orang dengan baju zirah lengkap tombak berdiri di belakangnya. Tanpa ijin, Sunmi memeluknya. “Aaa…, oppa!”
“Sayang?!” heran Zhoumi yang datang bersama semangkuk bakso. Tatapan tak percaya melayang kearah Sunmi yang memeluk orang berbaju zirah. Sunmi segera melepas pelukannya.

“Kok udahan, neng?” Tanya Hongki, orang di dalam baju zirah, membuka visornya. Terlihat muka mulus Hongki, vokalis paling keren se-FT Island.

Sunmi menatap tak suka. “Ih, nggak ah. Saya mau sama pacar saya,” kata Sunmi. “Yuk, bang!” Sunmi menggandeng Zhoumi pergi dari lokasi.

“Hei! Hei!” seru Hongki. “Ayo main iklan!” teriaknya.

Terdengar suara jingle : Internet buat rakyat!

Hongki masih teriak-teriak! “AH! Masak udah selesai sih? Ayo main lagi!” Hongki lari ngejar para kru. Tapi tak satupun yang mau. Ngejar para pemain juga nggak ada yang mau. DnT yang sering muncul tiba-tiba juga tak mau. Semua pada ngumpet di kamar author. “Nah! Ayo main, thor!” ajak Hongki.

“Nggak, ah! Dah tutup.”

Dengan kejam author menulis, SELESAI!

[fanfic] Balada Rindu

hehehe…kali ini post ff lawas lagi.
nemu di folder lamaaaa….sampai saya sadar pernah buat ff segaje ini.
hehehe…
pernah di post di LI, tretnya dah karam sepertinya. kkk~
jeongmal mianhae kalo gaje banget. *udah dari dulu gaje nggak nyadar juga* :P
happy reading
leave any comment

~~~Balada Rindu~~~

Musim dingin telah tiba. Salju mulai menumpuk di atap-atap rumah dan di jalan-jalan. Seorang manusia yang manis berponi panjang duduk termenung di pojokan kamarnya yang sempit dan dingin. Sebut saja dia Yesung.
Sambil noel-noel lantai dia meratapi nasibnya.
“Appa, umma, hyung, dongsaeng… bogoshipoyo.”
Maklum saja sudah berbulan-bulan Yesung terpaksa jauh dari keluarganya. Ia bekerja membanting tulang di pasar yang bernama SMTown.
Tiba-tiba seseorang datang. Muncul dari udara kosong yang dingin.
“Yesungie!!!” seru Heechul sambil menari-nari hula-hula.
Yesung yang sedang asik-asiknya meratap jatuh terjengkal.
“Yesung kamu sedang ngapain?” tanya Heechul dengan nada super manis saat melihat pose Yesung yang aneh.
“Hyung kok di sini? Gak di Jepang?” tanya Yesung yang sudah kembali ke posisi semula.
“Fufufu… memang seharusnya aku ada di sana. Tapi tadi tiba-tiba ada suatu panggilan lalu muncullah aku di sini,” jawab Heechul ceria.
“Panggilan? Siapa yang manggil?”
“Whooaaw! Kamu dunk!” tunjuk Heechul.
Yesung tercengang. Ia kebingungan sendiri.
“Wah kalau begitu hyung kembali saja,” kata Yesung.
Heechul masih menari-nari.
“Pulang! Pulang! Kembali ke Jepang!” seru Yesung.
Yesung mendorong-dorong Heechul kembali ke Jepang. Heechul yang terus menari pasrah saja didorong-dorong.
“Plop!” akhirnya Heechul menghilang ke Jepang bersama SuJu T lagi.
~wuzz~ angin dingin bertiup masuk. Yesung bergidik.
“Jangan-jangan ada… aaarrghh!” jerit Yesung kayak nyanyi ballad.
Yesung berlari keluar kamar.
“Hyung! Ada apa sih dari tadi teriak-teriak,” seru Kibum yang tadi pulang pagi habis syuting.
Yesung langsung peluk Kibum dari belakang.
“Ada jin Heechul. Eh, ada… ah, apalah itu yang kayak di mystery 6,” kata Yesung.
“Jin?! Heechul?! Dia kan lagi di Jepang sama hyung-hyung yang lain.”
Yesung mengangguk-angguk. Keringat sebesar biji jagung mengalir dari pelipisnya.
“Hyung! Jijay ah!” jerit Kibum ketika keringat Yesung jatuh di lengan Kibum.
Yesung nyengir sambil melap lengan Kibum dengan kain yang ditemukan entah dari mana.
“Hyung, kain apa sih ini?” bisik Kibum.
Yesung geleng-geleng.
Hawa dingin menyergap keduanya.
“Kok jadi dingin gini ya Bum?” celetuk Yesung.
“Ini kan musim dingin,” sahut Kibum polos.
“Mas-mas, udah selesai ngelapnya?” tanya sebuah suara wanita.
Yesung spontan melepaskan kain yang tadi dipegangnya. Serentak ia dengan Kibum menoleh ke belakang ke arah datangnya suara.
Seorang mbak-mbak berbaju putih cemerlang berambut hitam kelam lurus panjang berdiri di sana. Yesung dan Kibum memperhatikan mbak tadi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Hyung-hyung, kakinya hyung,” bisik Kibum sambil menyodok-sodok Yesung.
“Mbak nyari siapa?” tanya Yesung.
“Hyung!” seru Kibum.
Yesung terpaku melihat mbak-mbak itu.
“Ayo kabur hyung!” jerit Kibum ketakutan.
Kibum menyeret Yesung berlari keluar dorm. Mbak-mbak tadi malah melambaikan tangan pada Kibum dan Yesung.
Di luar Kibum yang masih berkeringat dingin memarahi Yesung habis-habisan.
“Hyung tadi ngapain aja sih? Sampai mbaknya datang,” tanya Kibum berapi-api.
Yesung yang terlihat setengah melamun hanya menggeleng-geleng. Kibum melongo melihat Yesung seperti itu.
“Kebakaran! Kebakaran!” teriak Kibum.
Tiba-tiba sebuah mobil PMK muncul.
“Byur! Byur! Byur!” petugas PMK menyiramkan air ke arah Kibum dan Yesung.
“Tolong! Tolong! Saya tenggelam! Tenggelam!” seru Yesung histeris.
Tangan Yesung melambai-lambai liar sampai-sampai mengenai Kibum hingga Kibum pingsan.
“Mbum! Mbum! Bangun!” seru Yesung.

~30 detik kemudian~

Akhirnya keadaan yang tadinya hiruk pikuk huru hara menjadi tenang. Dua orang aneh (baca Yesung dan Kibum) duduk di depan dorm dalam keadaan basah dan lelah.
“Hyung tadi ngapain sih?” tanya Kibum memelas.
“Aku tuh lagi jongkok toel-toel lantai di kamar. Tiba-tiba Heechul hyung muncul. Terus kamu, terus si mbak,” jawab Yesung tak kalah memelas.
“Hyung, jongkok n toel-toel lantai di kamar kan ndak boleh. Itukan ritual memanggil mbak Heechul, eh si mbak,” kata Kibum makin memelas.
“Mianhe, jeongmal mianhe…
Kibum langsung membekap Yesung karena dia sudah mulai nyanyi. *takut pingsan*
“Kenapa toel-toel lantai?’ tanya Kibum.
“BOGOSHIPOYO,” jawab Yesung sedih.
Mata Yesung berkaca-kaca. Kibum pun ikut berkaca-kaca.
“Hyung, air matanya jangan jatuh di lengan Mbum lagi ya?” ucap Kibum lirih.
Yesung cemberut kembali. Siap-siap noel-noel tanah tapi segera dicegah Kibum.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan

hai, hai, hai!
kali ini saya post ff parodi baru, kemarin baru saya buat.
hehehe…
happy reading
thanks for visit
don’t forget to leave any comment or like.
thanks

baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan atau baskomsel ver ramadhan seri luar angkasa yang kayaknya star wars (atau star trek)
*duh belibet bener dah judulnya* pokoknya yang itu deh pembaca sekalian. Yang ada om dedy mizwar, sule dan vincent nya. :p

author: wulan murti a.k.a yuelan13

cast:
Kwon Sang Woo, Nickhun 2PM, Dongho Ukiss, Brian Joo, dbl *dan banyak lagi maksudnya*

setting: sebenarnya sih di studio yang terletak di RT XX RW XX Kelurahan YYY *disamarkan demi transparansi lomba gapura cantik antar kelurahan dalam rangka HUT RI ke-66 (author ngitung dulu nih)* tapi sang produser baru – akhirnya jadi produser – Kyu Jong ingin studio menjadi Bulan. *nah lho! Gimana coba?!*
Jadi kita sebut saja settingnya di seperkian meter persegi permukaan bulan. Dimana ada sebuah kedai makan tanpa tenda yang dikelola pemuda bersuara indah yang suka terbang ke langit, sebut saja pemilik warung Tegal *Bulan apa Tegal?!* ini dengan nama uda Brian Joo a.k.a uda B. Waktunya bulan Ramadhan saat sahur sampai buka puasa. *sukurin pada syuting pas puasa*

B: “Hei, author yang bangga dengan titel gajenya! Mau mulai ceritanya kapan? Pakai nyukurin lagi.”
Author: “Haduwh! Sabar dong oppa. Oppa kan baru.”
author ketawa gaje *dan lebay* B sampai terpana.

Okay, okay, this is it: fanfic parodi baru

Di kedai makan pinggir Bulan *lokasi diganti gara-gara protes uda B*, duduklah dua makhluk di salah satu bang. Satu berwajah mirip pangeran Thailand yang nyanyi di sebuah grup yang nyanyi tiap jam dua siang bernama Nickhun. Tapi entah mengapa badannya tidak seatletis Nickhun yang di iklan tempat wisata air di Korea bernama Karibian *nama samaran* :P Badan makhluk tersebut mirip kadal tapi bukan buaya. Bukan komodo atau tokek. Apa gozilla ya? Yah pokoknya reptil gitu deh pembaca. Si reptil Nickhun makan dengan lahap bersama pemuda tampan berbaju aneh kayak ultramen, bernama Dongho. *jangan-jangan mereka dua aktor utama serial ultramen nggaya yang kabur buat makan?*

“Heh, author, kapan nih mulainya? Dari tadi nyela mulu? Sana-sana ngetik saja!” kata Kyu Jong seraya narik author kayak narik anak kucing. Pluk! Author terlempar ke kursi panas depan komputer.

Kyu Jong lalu memberi isyarat pada sutradara Yunho untuk mulai syuting. Sementara dua aktor tetap asyik makan. Dan uda B ngawasin apa saja yang dimakan Nickhun dan Dongho. Dia nggak mau mengalami kerugian gara-gara syuting iklan (parodi) tersebut.

“Kamera satu, siap!” seru Yunho seraya menunjuk kameramen andalan, Siwon. “Kamera dua, siap!” Yunho ganti menunjuk Sungmin. Duo kameramen yang bersatu dalam produksi iklan (parodi) baru. Siwon mengarahkan kameranya pada Dongho dan Sungmin ke arah Nickhun.

“Nickhun, Dongho, action!” seru Yunho penuh haru.
Yunho POV: “Akhirnya dapat pekerjaan lagi! Hiks! Buat biaya apartemen. Masak sekarang cuma patungan sama Changmin.”

-Changmin yang asyik makan di apartemen bergidik. Kepalanya celingukan. “Siapa yang ngomongin aku?” tanya Changmin. “Apa hyung tahu ya makanannya aku ambil.” Changmin menggeleng cuek, lanjut makan.-

Okay, di kedai tanpa tenda.
Sambil menyendok nasi lalap petai Nickhun berkata, “Kapan nih imsyaknya?”
“Ya, nggak tahu hyung. Tuh si Jago nggak berkokok-kokok juga,” jawab Dongho menunjuk ayam jago terbesar di lokasi syuting dengan mangkok ikan di kepalanya. *oia, tuh Nickhun sama Dongho juga pakai mangkok ikan*

si ayam jago (yang ternyata Eeteuk dalam kostum ayam jago) mondar-mandir dekat meja Nickhun dan Dongho. Santai mengais tanah tanpa menggubris dua makhluk di kedai yang berdebat nunggu imsyak.
Ayam jago (Eeteuk) POV: “Ya ampun! Imsyak mah sebelum ane berkokok. Ya ane kagak mau berkokok kalau belum imsyak.”

Ting! Muncul bolam lampu besar di dekat Dongho. Eunhyuk yang jadi bagian lighting memegang bolam lampu dalam kostum serba hitam.

Eunhyuk POV: “Asiik! Namaku disebut. Lumayan, walau pakai hitam, rambut pirang baru bisa tetap eksis di bawah sinar bolam.”

“Hey, hyung, apa dilepas saja ya helm si ayam? Biar bisa berkokok,” usul Dongho dengan wajah super cute nya.
Nickhun membelalak penuh senyum. *bayangin Nickhun senyum terperangah dengan gaya Sule*

Nickhun POV: “Wah, kurang ajar nih authornya. Masak saya yang tampan dan terkenal disamain kayak Sule. Hidung mancungan saya kali!”

Author muncul di dekat Nickhun dalam kostum kayak reptil. “Mau protes, oppa? Syukur-syukur saya ajak main iklan,” ancam author. Author menyandra Victoria F(x), istri-istriannya Nickhun.
Nickhun membelalak dengan gayanya sendiri. “Jangan sakiti istriku!” pintanya. “Aku akan memainkan peranku dengan baik,” janji Nickhun seraya mengempisin hidung biar terlihat pesek.

“Ckckck! Ini author nggak nurut banget sih,” keluh produser Kyu Jong. Bersama sutradara Yunho, Kyu Jong menyeret author kembali ke depan komputer.

Dongho dan ayam jago Eeteuk menunggu dengan sabar. Keduanya main lompat tali sampai pertengkaran tak jelas selesai.

“Yah, ini juga! Ayo syuting lagi!” seru Yunho dengan toa saktinya.

Semua kru dan pemain kembali stand by. Eunhyuk ngurus lighting, mulai dari bolam, lampu sorot, senter, sampai lilin. Duo kameramen, Siwon-Sungmin, siap adu zoom in zoom out. Tiga aktor, Nickhun-Dongho-Eeteuk, siap dengan kostum masing-masing.

“Aku belum disebut!” protes uda Brian.

Okay, okay. Dan Brian Joo si pemilik kedai tanpa tenda di pinggir bulan. *padahal nggak kelihatan di kamera*

“Action!” seru Yunho.

Nickhun dan Dongho liat-liatan. “Gimana tahu udah imsyak atau belum?” tanya Dongho. Nickhun mengarahkan kepala pada ayam jago Eeteuk.
“Kita lepas aja helmnya!” usul Dongho.
Nickhun langsung bangkit dari bangku, disusul Dongho dengan wajah sumringah. Hup! Keduanya melompat ke sana kemari hendak menangkap ayam jago Nickhun.

“Nggak nggak nggak mau!” dendang ayam jago Eeteuk. “Nanti nggak bisa bernafas. Ini kan di Bulan,” protes Eeteuk mempertahankan mangkok ikannya.
Nickhun dan Dongho tak mau tahu. Keduanya nekat mengejar Eeteuk. Alhasil, terjadilah pergumulan tiga manusia berkostum ganjil.

Jeng-jeeeng! Shindong memainkan backsound. Dia ber-beat box bersamaan dengan Yesung yang menghidupkan kipas angin di depan pemanggang sate. Di sisi set, Hankyung kesusahan menarik tali pengangkat aktor berikutnya.

“Hihihi!” terdengar tawa datar. “Tidak perlu susah nangkap ayam! Tinggal pakai baskomsel, jadwal imsyak dan buka puasa ada semua!” kata Kwon Sang Woo yang ketakutan digantung di atas pemanggang sate.

Nickhun dan Dongho berhenti mengejar Eeteuk yang masih heboh sendiri menari ala lagu bi-o-wai. *bleh!* Mereka mengamati SangWoo yang turun perlahan nyaris di atas pemanggang sate. Untung saja Hankyung menggeser posisi tali.

Hankyung POV: “Ternyata berat juga kerja di produksi iklan. Mending jualan dumpling di warung emak.”

Shindong POV: “Bagianku juga berat, hyung. Gara-gara produser pelit, backsound nya musti manual. Mana puasa lagi.”

Yesung POV: “Aku juga berat. Masak buat efek asap pakai panggangan sate. Mana kipas anginnya musti diputar manual. Duh, bugjet minim.”

Hankyung POV: “Eh, kita bisa telepati.”

Shindong, Yesung POV: “Hore! Kita main telepati aja. Biar iklannya jalan sendiri.”

Hankyung mengaitkan tali begitu SangWoo turun. Yesung mematikan kipas angin. Dan Shindong muter kaset buat backsound dengan radio hasil minjem. Ketiganya lalu latihan telepati.

Sementara itu syuting terus berlanjut. SangWoo berjalan menghampiri Nickhun dan Dongho sambil menunjukkan kartu baskomsel berwarna merah mencolok mata.

“Panel gambar muncul!” perintah Kyu Jong.

Dua orang berkostum serba hitam muncul memanggul papan besar. Mereka adalah Eunhyuk dan Junsu duo kru gaje. Keduanya bergantian membuka gambar di papan, bersamaan dengan penjelasan SangWoo.

“Aplikasi lengkap! Ada jadwal sholat!”
Eunhyuk membuka gambar di pojok bawah papan.
“Hafalan doa!”
Junsu membuka gambar berikutnya.
“Wallpaper kaligrafi.”
Giliran Eunhyuk yang membuka gambar.
“Juga ada THR dari artis,” kata SangWoo bersemangat.
Tak kalah semangat dengan Eunhyuk dan Junsu yang berebut THR.

Demi berlangsungnya syuting dengan lancar, produser turun tangan mengatasi kekacauan yang terjadi. Kyu Jong sekuat tenaga menarik Eunhyuk-Junsu beserta papan keluar dari set. Biar rebutan THR tidak disyut oleh Siwon dan Sungmin. *yang syukurlah masih bekerja dengan benar*

“Okay, action!” seru Yunho yang merasa keadaan sudah aman.

Dongho asyik main hape dengan sim card baskomsel. Buka-buka kontennya. Tampaknya mencari konten dewasa, berhubung sudah punya KTP.

“Puasa oi!” seru author pakai toa pak sutradara.

Dongho memasang wajah cute. Dengan pandai berkelit. “Wuih, hebat! Udah magrib! Ayo buka puasa!” ujar Dongho.

Nickhun dan SangWoo berseru senang. Mereka menyerbu kedai tanpa tenda di pinggir Bulan. Namun kedai sudah lenyap. Rupanya uda B telah mengepak dagangannya. Gara-gara kebanyakan OOT, syuting molor lama. Uda B langsung cabut begitu waktu berbuka menjelang.

Brian Joo POV: “Saya kan harus jualan. Kalau tidak darimana uang untuk beli makan dua anjing saya.”

author: “Ih…, siapa yang nanya, oppa?”
*author dilempar digelitikin dua anjing Brian*

“Ya sudah! Ayo ayamnya ditangkap! Buat buka puasa,” kata SangWoo memutuskan.

Nickhun yang sejak tadi bernafsu menangkap ayam langsung setuju. Dia dan SangWoo kembali mengejar ayam jago Eeteuk.

“Uwaaa! Nggak nggak nggak mau! Nggak nggak nggak mau! Sama lek boy lek boy!” jerit Eeteuk menghindar dari serbuan Sang Woo dan Nickhun.

Di depan kamera, Dongho masih senyam-senyum bermain hape. Sampai-sampai, Siwon dan Sungmin memfokuskan kamera ke arah Dongho saja. Tiga orang yang asyik kejar-kejaran tidak dihiraukan.

“Cut! Cut! Selesai!” seru Yunho. Yunho menarik dua kameramennya. “Simpan filmnya! Ayo beres-beres!” perintah Yunho.

Sebagai kru yang baik *dan paling normal* Siwon dan Sungmin menjalankan perintah Yunho. Dengan macho *Siwon* dan dengan imut *Sungmin*, mereka membereskan peralatan. Padahal Dongho masih asyik main hape. Nickhun dan SangWoo terus mengejar Eeteuk. Kyu Jong melerai Eunhyuk dan Junsu yang rebutan. Yesung, Hankyung dan Shindong tetap saja berlatih telepati.

“Duh, ya ampun! Para lelaki itu! Kerja tidak ada yang benar,” ejek Sunmi yang ngintip.

Toel-toel! Sunny nyolek lengan Sunmi. “Ngintip apa sih? Kayaknya seru. Apa Hyun Joong lagi syuting sabun mandi?” tanya Sunny penuh harap.

Sunmi menggeleng kecewa. “Tuh pada pakai kostum aneh. Yuk nyari lokasi syuting Hyun Joong aja,” ajak Sunmi.

Sunny menyambut bahagia ajakan Sunmi. Dia membagi lolipopnya pada Sunmi sebagai tanda terima kasih. Kemudian bergeser ke lokasi lain dengan gaya perpaduan koreo Mr.Taxi dan 2 Different Tears yang hasilnya menjadi koreo Tell Me feat Hoot. *author kumat gajenya*

Dan di lokasi syuting lain, tepatnya syuting video musik baru, Hyun Jung bergidik takut. Mungkin hawa dua gadis tadi yang membuat dia merinding.
“Aku nggak jadi tampil seksi ah!” teriak Hyun Jung ngeri.

“Hoi, author! Kenapa sampai ke tempat syuting mv ku? Kan parodi iklan?” protes Hyun Joong.

“…..” tak ada jawaban.

Hyun Joong kembali merinding. Heran, kemana juga si author yang doyan nampang dan super gaje.

Jeeng-jeeeeng!

Di depan komputer, tertawalah dua orang lelaki. Jaejoong dan Yoochun. Mereka telah mengambil alih komputer setelah author pingsan digelitikin anjing-anjing Brian. Jaejoong dan Yoochun yang menyabotase fanfic ini!

“Hahaha! Salah sendiri tidak memasukkan nama kami,” tawa Yoochun.

Jaejoong menekan tombol save. “Nih tamat dengan gaje,” timpal Jaejoong.

“Hahaha!” keduanya tertawa lebar.

—————————–


NB: POV maksudnya point of view, ya kayak orang membatin gitu. jadi kata-kata dalam hati. *halah ribet banget*

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Oleo soft cake

another old ff of me. kkk~
masih di jalur parodi iklan makanan di Indonesia.
pernah dipost di LI/FFF.
happy reading!
leave any comment or like please.
thanks.

Oleo Soft Cake

cast:
Kim Hyun Joong SS501
Ajoo credit: http://www.korean-drama-guide.com/
dkk

setting: beranda rumah dekat kebun. Ada sebuah meja.

Ajoo berjalan mendekati meja. Hyun Joong duduk sibuk menulis. Ajoo membawa sebungkus makanan dan segelas susu.

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo dengan nada menantang.

Hyun Joong menoleh. Ajoo menyembunyikan makanan yang dibawanya. Ajoo ikut duduk di dekat Hyun Joong.

“Ya tahu dong. Kim Hyun Joong gitu lhoh,” jawab Hyun Joong yang merasa tertantang.

Ajoo tersenyum penuh misteri. Hyun Joong bersiap menjawab.

“Ditarik bungkusnya. Lalu digigit,” ujar Heechul yang tiba-tiba muncul.

“Chokolatos. Mama mia lezatos!” susul paduan suara yang bernama A’ST1.

Baik Ajoo maupun Hyun Joong melongo bersama. Sutradara baru kita, Kyu Jong, tak kalah lebar melongonya.

“Cheosong hamnida! Cheosong hamnida!” ujar Yunho sang sutradara yang datang menarik artis-artisnya *heechul dan A’ST1 yang numpang lewat* *atau salah lewat ya?*.

Kyu Jong mengatupkan bibir. Ia menyuruh Ajoo dan Hyun Joong kembali berakting.*abaikan si yunho yang pengen aja nampang*
“Heh! apa lu author gaje?” seru Yunho yang ternyata belum beranjak dari lokasi syuting.
*author kabur aja dah*

Kyu Jong mengambil alih masalah. dengan sigap dia melanjutkan syuting. dia tak mau obsesinya menjadi sutradara terganggu. *kayaknya dulu diprofilnya bilang mau jadi produser bukan deh*
“Author ga ga ga jelas, sampai kapan kau ganggu lagi kau ganggu lagi? seru kyu jong.
author mendekati kyu jong. “Ah, oppa ini.” *author dilempar kursi sutradara*

“Ajoo mulai lagi!!” teriak Kyu Jong lewat toa, mengabaikan kepedihan author yang dianiaya tokoh.

Ajoo melanjutkan acara menggoda hyun joong. :P

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo.

“Tahu dong. Diputer, dijilat terus dicelupin!” jawab Hyun Joong penuh keyakinan.

“Wuih, pinter banget,” puji Ajoo.

Hyun Joong tersenyum bangga.

“Kalo oleo yang ini?” tanya Ajoo lagi.

Ajoo menunjukkan sebungkus oreo soft cake yang tadi disembunyikannya. Hyun Joong melihat dengan takjub.

“Baru ya? Kuq belum pernah lihat? Enak ya? Bedanya apa? Kasih satu ya?” tanya Hyun Joong beruntun *+lebay*

-muncul gambar oleo soft-

Eunhyuk (narator) : “Satu-satunya soft cake lembut dengan krim yang dilapisi coklat khas oleo.”

Kyu Jong tersenyum bangga. Di luar Yesung dan Leeteuk berdemo karena di-PHK Kyu Jong. Jabatan narator dan penulis naskah diserahkan pada Eunhyuk dan Yoochun.

Author: “Emang penting ni pake disebutin segala?”

Yoochun: “PENTING! Biar nama gw muncul!” *nglempar kursi ke author*

Kyu Jong: “Hoi! Jangan ganggu orang lagi syuting! Kalian berdua sama-sama penulis mojok aja sana!”

udah-udah, kembali ke iklan! *gaya too cool*

Kamera kembali men-syut Ajoo dan Hyun Joong yang lagi asik makan oleo.

“Ngiiing! Ikuti skrip!” teriak Kyu Jong pake megaphone.

Ajoo dan Hyun Joong mengangguk dengan kecewa. Mereka kembali ke jalur yang benar *sesaui skrip maksudnya*.

“Kok ga dicelup?” tanya Ajoo yang membuka oleonya.

Hyun Joong senyam-senyum sambil makan oleo.

“Aku sih enggak,” ujar Hyun Joong.

Ajoo menarik gelas susunya.

“Kalau aku dicelupin,” timpal Ajoo.

Ajoo mencelupkan oleonya ke susu.

Eunhyuk *dengan nada BT karena Yesung dan Leeteuk demo di depannya* : “Oleo soft cake, mau dicelupin atau enggak suka-suka kamu.”

“Yak! Simpan!” seru Kyu Jong.

Para kru mulai memberesi peralatan. Sementara itu …

“Celupin aja kak!” paksa Ajoo.

“Enggak mau! Suka-suka dong!” ketus Hyun Joong.

“Celup!”

“Enggak!”

“Celup enggak!”

“Enggak! Suka-suka dong mau dicelup atau tidak!”

Terjadi perang oleo antara Ajoo dengan Hyun Joong. Yesung dan Leeteuk berhenti berdemo dan malah menyemangati Ajoo dan Hyun Joong. Mereka berjongkok di depan meja.

“Hyung, kayaknya aku dapat ide,” ujar Yesung.

“Ide apa?” tanya Leeteuk.

“Kita buat iklan tandingan,” jawab Yesung.

“Begitu? Boleh juga. Kapan?”

“As soon as possible!”

Yesung dan Leeteuk saling berpandangan. Mereka tertawa serentak dengan keras. Ajoo dan Hyun Joong berhenti bertengkar. Mereka berdua berganti menonton Yesung dan Leeteuk.

Para kru dan Kyu Jong mulai meninggalkan lokasi syuting.

“Bos, gimana dengan mereka berempat? Apa ditinggal?” tanya Eunhyuk yang merangkap jadi staf properti.

“Udah biarin aja. Cepat bawa kursi sutradaraku,” jawab Kyu Jong enteng.

Eunhyuk dan Kyu Jong keluar dari tempat itu. Sebelum menutup pintu Eunhyuk mematikan lampu.

“Hyung!” jerit Yesung.

Yesung langsung memeluk Leeteuk.

“Takut kak,” bisik Ajoo.

“Ya, udah kakak juga mau celupin oreonya,” sahut Hyun Joong yang merinding.

Ya sudah pembaca. Mari kita tinggalkan mereka.

Tamat.


by: wulan murti a.k.a yuelan13

hehehe…another clue.
seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya, ff parodi saya berhubungan.
hehehehe….

don’t copy without my permission.

[fanfic parodi] nyu green tea ramadhan ver *iklan lama, ff lama*

selamat berpuasa!
saya mau posting ff parodi *lama* lagi. pernah saya posting di LI/FFF.
masih bernuansa Ramadhan.
oh, ya, mungkin ada yang sedikit penasaran soal ff parodi saya.
sebenarnya ff parodi saya berhubungan, tapi saya posting random di wp ini. hehehe…semoga menemukan hubungan antar ff parodi saya.
happy reading dan jangan lupa comment.
thanks.

Nyu Green Tea Ramadhan ver

rating, genre: General, Parodi

cast:
Yesung SuJu
Sunny SNSD
Hero Jaejoong TVXQ
Henry SuJu M
dan banyak lagi

Di siang menjelang sore yang cuacanya panas. Henry berdiri di trotoar dekat deretan pertokoan. Matanya lurus memandang Sunny yang berada di depan sebuah kios majalah. Sunny tengah membuka-buka sebuah majalah.

“Gile manis banget!” batin Henry.

“Byur,” Zhoumi menyiramkan seember air ke arah Henry.

“Hyung kira-kira dong nyiramnya!” marah Henry.

Zhoumi memeluk embernya. Dengan wajah inosen ia hanya tersenyum.

“Henry-ya! Syuting yang benar!” seru Eeteuk sutradara kali ini.

Henry pasrah saja. Ia kembali ke posisi semula. Air yang disiramkan Zhoumi tadi masih mengalir turun dari kepalanya. Ia memandang Sunny kembali dengan pandangan mupeng. *muka pengen ditendang*

Tiba-tiba angin bertiup ke arah mereka. Henry bergidik kedinginan. Lalu terdengar suara mellow nan merdu.

“Kuingin bersihkan diriku,” dendang Yesung.

Henry bersusah payah mempertahankan pose gejenya. Angin yang berasal dari kipas besar yang dipegang Eunhyuk dan Junsu bertiup makin kencang. Sunny sendiri sudah nemplok di dinding agar tidak dihempas.

“Asyik ya main kipas angin. Keinget jaman dulu Jun,” ujar Eunhyuk.

“Hu’um sama. Inget ga pas bakar sate bareng?” timpal Junsu.

“Iya. Sate ayamnya enak ya?” kata Eunhyuk.

Junsu dan Eunhyuk menelan ludah bersama-sama.

“Buka puasa masih lama ya Hyuk?” keluh Junsu.

Eunhyuk mengangguk.

“Kuingin bersihkan diriku,” senandung Yesung di depan Junsu dan Eunhyuk.

“Hyung!” bentak Eunhyuk dan Junsu bersamaan.

Yesung mulai berubah muram. Aura anehnya makin terasa. *inget aura aneh yesung :P *

“Yesung, balik ke tempat syuting! Ingat rencana kita!” ujar Eeteuk seraya menarik Yesung.

Aura di sekeliling Yesung ceria kembali. Dan syuting berlanjut.

“Henry siap? Hitungan ketiga keluar dari toko!” seru Eeteuk dengan toa besar.

“Ye!” teriak Henry dari dalam toko.

“Hana, dul, set!” seru Eeteuk.

Henry masih berdiri di balik pintu kaca.

“Tuh anak ga denger ya? Pasti suka makan di Jogja,” kata Jaejoong pada Eunhyuk dan Junsu.

“Makan? Apa?” tanya Eunhyuk dan Junsu serempak.

“Makan gudeg,” jawab Jaejoong sambil ketawa-ketiwi ga jelas.

“Hei kalian bertiga! Sama aja!” marah Eeteuk.

Henry yang kebingungan melongok keluar.

“Hyung, udah mulai belum? Pegel ni bawa kertas lima rim,” kata Henry yang sempoyongan membawa kertas-kertas.

Eeteuk menggeram kesal.

“Kuingin bersihkan diriku,” nyanyi Yesung.

Eeteuk menarik artis-artis dan kru-krunya ke tempat masing-masing. Henry di dalam toko, Jaejoong di seberang jalan, Eunhyuk dan Junsu di dekat toko, dan Yesung di lampu merah.

“Hoi author geje! Masak di lampu merah? Emang mau ngamen?” kata Yesung.

“Hehehe~ aduh mian oppa. Jangan marah gitu. Sini-sini, kita pulang aja,” kata author.

Author siap-siap bawa Yesung pulang.

“Kuingin bersihkan diriku,” serempak Eeteuk, Eunhyuk, Junsu dan Jaejoong bernyanyi.

Author manyun. Dengan tak rela mendorong Yesung ke tempat syuting.

“Ya, udah. Terserah kalian mau apa,” sungut author.

“Ah, jangan ngambek! Ini pekerjaan pertama saya. Saya butuh uang. Dilanjut ya?” mohon Sungmin, kameramen baru. *berhubung kameramen sebelumnya (siwon: red) sering salah zoom*

“Oce-oce. Tapi ntar Sungmin oppa mampir ke rumah ya?” kata author.

“Kuingin bersihkan diriku,” seru Yesung pake toa ke telinga author.

Author lari ke depan komputer. Dan mari kita lanjutkan.

“Oke, kita syuting lagi! Are you ready? Action!” seru Eeteuk.

Henry mendorong pintu dengan kaki sampai terbuka. *ingat tangannya bawa kertas 5 rim*
Henry berjalan keluar toko. Jaejoong lalu berlari ke arahnya dari seberang jalan. Dan tabrakan pun tak elakan. Kertas yang dibawa Henry jatuh berhamburan. Lalu asap mulai berhembus ke arah Henry dan Jaejoong. Sebagian kertas terbakar. Dan di sekelilingi Henry berubah panas dan gelap. Jaejoong bergidik melihatnya.

“Kipas apinya Jun! Asapnya kurang!” kata Eunhyuk.

Junsu mengipasi api unggun kecilnya dengan kipas angin tadi. Api membesar dan mengepulkan banyak asap.

“Kuingin uhuk… uhuk! Bersihkan… uhuk… huk! Diriku!” Yesung bernyanyi sampai terbatuk-batuk.

“Hyuk, asapnya kebanyakan ni. Liat bos Eeteuk mau marah lagi. Kabur yuk,” bisik Junsu.

“Iya. Ayo mumpung asapnya belum hilang jadi ga ketahuan,” dukung Eunhyuk.

Junsu mematikan kipas anginnya. Ia lalu menggandeng tangan Eunhyuk, bersiap meninggalkan lokasi syuting.

“Kuingin bersihkan diriku,” author muncul dengan suara cemprengnya.

Eunhyuk dan Junsu nglempar kipas angin ke arah author.

“Aduh, sakit oppa! Dah balik syuting aja!” gerutu author.

Eeteuk tidak mengetahui pertengkaran geje antara author vs Eunhyuk dan Junsu. Ia sibuk mengatur kameramen dan artisnya.

“Tvnya dihidupkan! Henry berdiri di depan tv. Yesung di dekat Henry. Terus Sungmin ambil gambar Henry tapi Yesung jangan ampe keliatan di kamera,” kata Eeteuk.

Semua di posisi masing-masing. Henry lagi menunggu adzan buat buka puasa. Sebuah tv di salah toko hidupkan dan tengah akan menanyangkan adzan magrib. Henry memegang sebotol Nyu green tea sambil menonton tv. Beberapa kali ia menelan ludah. Matanya beralih dari tv lalu ke Nyu green tea lalu ke tv lalu ke Nyu green tea ke tv lagi terus ke Nyu green tea. *pegel ni lehernya Henry*

“Kuingin bersih…”

Belum selesai bernyanyi, Henry mendorong Yesung. Sampai Yesung hampir jatuh. Untung saja ia berpegangan pada mikroponnya.

“Dongsaeng kurang ajar! Sama orang yang lebih tua main dorong. Udah dinasehati kok malah dorong-dorong!” marah Yesung memuncak.

Henry terkejut bukan main.

“Kuingin bersihkan diriku,” author lagi-lagi muncul, tapi kini dengan suara merdu. *padahal Taeyon yang dubbing author*

“Ah, chagiya. You are the best. Yoo, u go girl!” puji Yesung.

Author menghilang sambil ketawa puas.*author lagi sableng* *abaikan*

Ending iklan akhirnya dibuat. Henry dan Yesung duduk berdua di depan toko tv tadi. Masing-masing memegang Nyu green tea.

“Yak action!” seru Eeteuk.

“Bersihkan dirimu dengan Nyu green tea,” seru Heechul sebagai narator.

Lalu Sungmin men-syut Henry dan Yesung yang tengah meminum Nyu green tea. Yesung menyikut Henry yang sedang menegak Nyu green tea-nya.

“Yak, selesai!” seru Eeteuk.

Henry terbatuk. Yesung senyum-senyum geje.

“Hyung, hyung balas dendam ya?” kata Henry.

“Kuingin bersihkan diriku,” sahut Yesung.

Henry hanya bisa manyun. Author ikutan manyun karena fan ficnya udah tamat.

-TAMAT-

“Bos tau ga ya kalo kita kabur Jun?” tanya Eunhyuk.

“Ga. Tadi bos sibuk ganti lokasi. Tenang aja,” jawab Junsu enteng.

“Lha ntar gimana gaji kita?” tanya Eunhyuk lagi.

“Gaji-gaji! Udah tamat tauk! Sana oppa pada pulang,” seru author.

Eunhyuk dan Junsu melirik tajam ke arah author.

-TAMAT-
beneran tamat!

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading
please comment
and
don’t copy without my permission

[fanfic parodi] iklan susu bendera

berhubung mau Ramadhan, saya mau post fanfic parodi lama yang sudah saya post di forum lain (LI/FFF).
lumayan untuk menghibur *dan menuh-menuhi blog* :-P

Susu Bendera Ramadhan ver

cast:
Sungmin Super Junior
Kangin Super Junior
Lee Young Ae
Kwon Sang Woo
dan lain-lain

Selesai sahur Lee Young Ae sang ibu memberesi peralatan makan. Kwon Sang Woo sang bapak membantu ibu mencuci piring. Sementara kakak beradik Kangin dan Sungmin selesai meminum susu mereka.

“Sudah imsyak ya,” kata Young Ae pada dua putranya.

“Iya,” sahut KangSung *maksudny tentu saja Kangin dan Sungmin* :D serempak.

Kangin dan Sungmin lalu beranjak keluar dapur. Kameramen kita, abang Choi Si Won mengarahkan kameranya ke arah gelas kosong dan sekaleng susu Bendera. Young Ae dan Sang Woo hanya terlihat sedikit di kamera.

“Young Aessi, kok kita ga diclose up ya?” bisik Sang Woo.

“Gak tau ni Sang Woossi. Sepertinya kameramennya kurang profesional,” bisik Young Ae.

“Dua kali ini saya main iklan yang tidak profesional seperti ini,” curhat Sang Woo.

“Lho, kok sama. Saya juga. Pokoknya geje banget,” kejut Young Ae.

“Bukannya dulu juga sama saya. Yang bolu pandan itu kan?” kata Sang Woo.

“Ah, iya, ya. Maaf saya lupa,” kata Young Ae.

“Jangan sebut produk lain dong. Katanya profesional,” sindir Eeteuk, sutradara baru yang berusaha mempertahankan eksistensinya.

Young Ae dan Sang Woo menoleh bersamaan. Eeteuk memasang wajah mellownya. *hidup M.I.L.K club!*

Bicara mengenai sutradara, di luar rumah tempat syuting kali ini duduk 2 makhluk. Sebut saja Yunho (U-know Yunho TVXQ) dan Kyu Jong (Kim Kyu Jong SS501). Mereka tengah berdua indahnya di bawah pohon jambu membahas sesuatu.

“Sejak Eeteuk hyung menggelar aksi kudeta, jatah kita berkurang ya?” keluh Yunho.

“Iya. Masak saya yang baru merintis karir kena imbasnya. Kalau hyung kan udah lama jadi sutradara, memang sudah saatnya pembaharuan,” tanggap Kyu Jong.

“Jamkanmanyo, apa maksudmu? Kamu membela Eeteuk hyung?” timpal Yunho tak terima.

“Ani! Aniyo hyung! Saya membela Yunho hyung kok. Iya, mari kita bashing Eeteuk hyung saja,” ujar Kyu Jong takut.

“Hayo pada ngapain?” kejut author.

Yunho dan Kyu Jong terkejut. Mereka terbelalak pada author. Author hanya tersenyum geje.

“Tak bilangin om Eeteuk lho. Ntar om Eeteuk serang kalian dengan 13 prajurit biru safir,” ancam author *yang paling ngaco dan gaje*.

“Dasar author sableng! Pabo! Michyeo! Kamu kan biang keladi semua ini? Cepat tulis cerita yang benar!” seru Yunho kesal.

“Eh, oppa jangan sembarangan ya. Walau pun pabo sekaligus michyeo, gini-gini saya kyiopta. Biarin dong gimana saya mau bikin cerita. Gara-gara musti munculin oppa berdua saya terpaksa out of topic gini,” balas author.

Sepertinya akan berbuntut panjang. Jadi kita lanjut ke cerita saja. OOT-nya udahan.

“Eh, ga bisa! Kami juga musti muncul di cerita!” protes Yunho.

“Udah author. Kelamaan. Ntar pembaca lupa kalau ini parodi iklan,” kata Eeteuk yang tiba-tiba muncul.

Author mengangguk layaknya ibu Gu Jun Pyo. Lalu berjalan anggun menuju komputer kembali. *FYI, author udah disuap pake Yesung oleh Eeteuk*

Oke, kita ulang karena fan fic ini sudah melenceng jauh. Tadi sih Young Ae ahjumma sama Sang Woo ahjussi ngajak OOT duluan.

Here we goes …

Di sebuah dapur sederhana bu Young Ae dan pak Sang Woo memberesi peralatan makan selesai sahur. Dua putra mereka, Kangin dan Sungmin telah menghabiskan susu mereka. Mereka lalu meletakkan gelas mereka di dekat sekaleng susu Bendera.

“Sudah imsyak ya,” ujar Young Ae.

“Iya,” sahut KangSung.

-Kangin POV-

Capek ah ngulang-ulang syuting. Mana sama Sungmin. Kami kan awkward. *jaman sebelum ikut Intimate Note* hiks

- author POV-

Author ngelempar sendal sebelah kiri ke Kangin.

“Iya, iya. Kami udah ga awkward. Cuma becanda kok. Ayo Sungmin kita ke masjid,” seru Kangin.

-Sungmin POV-

Hyung ini kenapa ya? Apa dia masih awkward sama aku? T_T menyedihkan. Kami kan sudah dekat.

-author POV-

Melempar sendal yang tinggal satu ke Sungmin.

“Akh! Eh, iya hyung. Ayo,” ujar Sungmin seraya berlari menyusul Kangin.

Sungmin mengangkat sarungnya. Namun,

“Dug!” suara Sungmin yang terjatuh.

Sungmin berjongkok memegang lututnya. Kangin mendekatinya.

“Udah jangan nangis. Kalau nangis puasanya batal lho,” hibur Kangin.

Sungmin mengangguk. Ia menahan air mata yang menggantung di pelupuk. Sungmin jatuh beneran sih. Wajahnya tampak imut walaupun kesakitan. *author pingsan*

Syuting di lanjutkan setelah pulang sekolah. Kangin dan Sungmin tengah bersepeda pulang dari sekolah. Sungmin bersepeda di depan Kangin sambil bernyanyi.

“Oeo oeo nannaheya! Seommeo carnival! Oeo oeo nannaheya! Carnivaaaaal!” *lagu Carnival SM Town, bukan canibal lho*

Kangin mendahului Sungmin.

“Hei tutup mulut! Puasanya nanti batal!” seru Kangin.

Kangin menutup mulutnya dengan salah satu tangan. Sungmin segera mengikuti kakaknya menutup mulut dengan mata terbelalak.

Syuting lalu beralih menuju sebuah kolam renang. Kangin dan Sungmin melepas seragam sekolah mereka, menaruhnya di atas meja. Tiba-tiba Sungmin berlari menuju kolam. Dalam gerak lambat Sungmin masuk ke air, dan

“Plug!”

Sungmin tersenyum lega. Membuatnya makin manis. *author pingsan lagi*
Kangin bergegas menghampiri Sungmin.

“Kentut!” seru Kangin sambil menepuk perutnya.

“Tepuk dahi hyung bukan perut. Jangan nunjukin kalo hyung gemuk dong,” bisik Sungmin.

Kangin melotot. Ia lalu menepuk dahinya.

“Kentut?! Omona! Batal!” kata Kangin.

Senyum di wajah Sungmin memudar. Wajahnya diliputi penyesalan. Namun senyum jahil muncul di bibirnya.

“Kalau udah batal berarti boleh makan dong hyung?” tanya Sungmin dengan suara lirih.

“Jagalah hati jangan kau kotori! Jagalah lentera hidup ini!” koor Junsu, Eunhyuk, Yunho dan Kyu Jong.

“Wah, sabotase nih. Kalian berempat ngapain nyanyi di sini. Iklan aslinya aja ga ada yang nyanyi. Author ini bagaimana? Katanya tidak akan ada sabotase,” protes Eeteuk.

*author pura-pura ga denger. Malah ngobrol sama Yesung*

“Dasar author geje!” kata Eeteuk.

“Dari tadi kok pada emosi sih. Sekarang kan bulan puasa, yang sabar dong,” kata author.

Yesung mengangguk mendukung author. *udah diancam author*

“Kuingin bersihkan diriku,” Yesung bernyanyi.

“Aigo oppa. Itu kan produk lain. Udah, kita balik aja yuk,” ajak author.

Eeteuk meratapi nasibnya. Muncul penyesalan di hatinya. Yunho dan Kyu Jong menatap Eeteuk yang merana.

“Kayaknya kita salah langkah Kyu Jong,” sesal Yunho.

“Iya hyung. Harusnya kita ga sabotase,” timpal Kyu Jong.

Yesung mendekati Eeteuk.

“Sabar hyung. Mungkin ini karena kita pernah gangguin syuting orang. Ayo dilanjut hyung. Iklannya kurang dikit,” hibur Yesung.

Eeteuk bangkit. Ia mengisyaratkan Siwon untuk bersiap.

Back to parodi

Scene terakhir dari iklan ini akhirnya dibuat. Bersetting di dapur lagi, waktu buka tiba.

Sungmin membawa segelas susu kepada Kangin yang duduk. Young Ae dan Sang Woo kembali berkutat di tempat cuci piring.

“Ini buat hyung, biar bisa ngajarin aku lagi,” ujar Sungmin dengan senyum mautnya.
*author kehabisan nafas*

“Iya, tapi ngajarinnya yang bener ya,” ujar Young Ae.

“Hu’u nak. Adiknya jangan dijeremuskan ke hal-hal yang dilarang agama. Sebagai kakak kamu harus dapat membimbing adik kamu dengan benar,” tambah Sang Woo yang merasa jiwa kebapakannya terpanggil.

Eeteuk terharu mendengarnya. Ia jadi teringat ke-12 adik-adiknya.

“Cut!” ujar Eeteuk lirih.

Kangin dan Sungmin saling pandang-pandangan. Young Ae dan Sang Woo sudah ke ruang ganti. Eeteuk dan Yesung menangis sambil peluk-pelukan.

“Hyung, kita jangan awkward lagi ya? Di bulan suci ini mari kita pererat persaudaraan kita,” kata Sungmin.

“Iya Min,” timpal Kangin.

Kangin dan Sungmin akhirnya juga berpelukan.

Tampaknya fan fic ini benar-benar melenceng. Tapi tak apa namanya juga parodi, fan fic lagi.

-TAMAT-

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading.
please comment.
and
don’t copy without my permission.

[fanfic parodi] Laksing (from la*ing) :-)

Laksing parodi

cast: Sunmi WG, Minho shinee, Jang Ri In, Dana CSJH, dll.

Sunmi dan Minho berdiri di ambang pintu. Mereka berdua saling melirik. Sunmi melotot pada Minho. Minho balas menonjolkan matanya. Mereka beradu mata dengan serunya.

Yunho kru yang membawa boomer menurunkan mikropon besar yang dibawanya. Mikropon itu tepat berada di antara Sunmi dan Minho.

“Oppa, kok gitu sih?” kata Sunmi.

“Lhoh kok marah?” timpal Minho.

“Jangan gitu sayang!” lanjut Sunmi dan Minho bebarengan.

Yunho terbelalak. Ia melempar mikropon yang dibawanya ke Yoochun.

“Tak tahan lagi! Tak tahan lagi!” seru Yunho sambil ngumpet di balik Changmin petugas lighting.

“Hoi! Ni syuting tauk! Konsen napa? Skrip! Ikuti skrip!” seru Hankyung sang sutradara iklan *parodi* terkenal *sedunia per-fanfic-an*

Sunmi dan Minho kembali ke posisi awal. Sunmi melirik penuh makna pada Minho. Lalu memandang ke depan.

Ri In dan Dana yang sedang duduk di sofa asyik bergosip.

“Eh, tau gak, Jeng. Tuh si Yesung anak tetangga sebelah,” kata Ri In.

“Hu’u. Yang gemuk itu kan,” sahut Dana.

“Iya. Jeng. Yang suaranya keren,” timpal Ri In.

Sunmi berdeham.

“Hmm!”

“Kenapa si Yesung?” tanya Dana.

“Hmmm!”

“Yesung cakep kan. Jeng?” sahut Ri In.

“Hmmmm!”

Ri In dan Dana akhirnya menoleh pada Sunmi dan Minho.

“Eh, anak umma sudah pulang,” kata Dana.

Sunmi menampakkan wajah inosen. Ia pegang-pegang perutnya. Sunmi lirik pada Minho. Dana terperangah.

“Kamu kenapa? Lapar?” tanya Dana cemas.

“Aniyo!” jawab Sunmi.

Sunmi kembali mengelus perutnya. Melirik Minho. Minho lalu memegang tangan Sunmi.

“Apa?!” seru Dana yang akhirnya ngeh.

Sunmi mengangguk dengan muka datar.

“Sudah berapa lama?” tanya Dana khawatir.

“Dengan siapa? Dia?” lanjut Dana.

Ri In senyam-senyum ga jelas.

Siwon si kameramen menzoom wajah Sunmi.

“Hoi-hoi! Dizoom bukan ditempel ke wajah gini kameranya,” seru Sunmi.

Siwon menarik kameranya dari wajah Sunmi. Lalu menzoom dengan benar.

Sunmi mendongakkan wajahnya. Ia memasang wajah super datar. Kayak jalan yang baru saja diaspal.

“Bukan. Sudah tiga hari ga BAB,” keluh Sunmi.

“Oalah. Ya udah! Sana ke toilet,” kata Dana tenang.

“Umma!” rajuk Sunmi.

“Ya ampun, Jeng. Kalo BAB susah, minum laksing. BAB lancar. Malam diminum pagi dibuang,” kata Ri In menengahi.

Dana manggut-manggut. Sunmi manggut-manggut dengan wajah datar yang tadi. Minho ikutan aja.

~~~

“Laksing, BAB lancar terasa longgar,” kata Ri In dan Sunmi serempak.

~~~

“Cut! Wrap!” seru Hankyung dengan berkaca-kaca.

Semua kru bertepuk tangan.

“Akhirnya ada iklanku yang sukses,” kata Hankyung yang bercucuran air mata.

Hankyung menyalami semua kru dan artis.

“Siwon, coba kita liat hasil syuting tadi,” perintah Hankyung.

Semua duduk di depan monitor. Siwon memencet tombol play. Di layar monitor terlihat jutaan semut hitam (baca: layarnya cuma item)
Hankyung menatap nanar. Tangannya lemas.

“Aniyooooo!!!” jerit Hankyung.

Semua kru ikut lemas *Siwon yang paling melas eh lemas*

~tamat

by : wulan murti a.k.a yuelan13
as posted at Lautan Indonesia forum/freakyfictie forum

thanks for reading.
comment please
and
don’t copy without my permission.

[fanfic] RPF_General_SUJU-Eunhyuk- One Love

New fan fiction
birthday gift for Hyuk Jae oppa
(April 4 2009)

One Love

cast:

- Lee Hyuk Jae a.k.a Eun Hyuk SuJu

- Kim Hye Eun
(naui chingu)

- Super Junior

- Kim Jun Su DBSK

- other cast

“Annyeong haseyo. Jeoneun Lee Hyuk Jae imnida.”
Begitulah kalimat perkenalan yang diucapkan Lee Hyuk Jae. Wajah gadis yang diajaknya berkenalan tampak bersemu merah. Namun ia tetap menyalami tangan Hyuk Jae yang terulur.

“Jeoneun Kim Hye Eun imnida,” sahut gadis yang bertubuh tinggi itu.

Hyuk Jae tersenyum.

“Jadi kau juga mau ikut audisi ya?” tanya Hyuk Jae.

Hye Eun mengangguk yakin. Tangannya menggenggam ujung jaketnya.

“Kau grogi? Sama, aku juga. Audisi apa?” interogasi Hyuk Jae.

Hye Eun hendak mengangguk, namun ia cepat-cepat menggelengkan kepala.

“Aku tidak grogi kok! Aku audisi menyanyi. Kau sendiri Hyuk Jae-ssi?” kata Hye Eun.

Hyuk Jae menahan tawa. Jelas sekali Hye Eun tampak grogi.

“Ne arasseo. Sama. Aku juga menyanyi. Kalau boleh tahu dari mana kau?” kata Hyuk Jae.

Hye Eun menatap curiga pada Hyuk Jae. Dahinya bertaut.

“Huh?” ujar Hye Eun.

Hyuk Jae menyeringai.

“Ah, aniyo. Siapa tahu ternyata kita bertetangga,” terang Hyuk Jae.

“Oh. Aku dari Choongchungnamdo. Jadi apa kita bertetangga?” kata Hye Eun.

“Jeongmal? Sayangnya tidak. Tapi tak apalah. Jadi kita bisa bertemankan?” timpal Hyuk Jae.

Hye Eun tercengang. Hyuk Jae tersenyam-senyum sendiri.

***
“Hyukkieya!” seru Yesung tepat di telinga Eun Hyuk.

Eun Hyuk yang tengah berbaring di sofa terjemberab jatuh.

“Hyung! Ada apa sih? Jahat!” gerutu Eun Hyuk.

Yesung duduk di sofa.

“Makanya jangan melamun. Mandi sana!” ujar Yesung.

Eun Hyuk berdiri.

“Kau ini kenapa sih hyung? Akhir-akhir ini kau aneh sekali. Terutama padaku,” tanya Eun Hyuk.

Yesung bersungut-sungut.

“Ah, mianhae Hyukkie. Aku pusing memikirkan sepupuku. Dia mau datang ke Seoul,” ungkap Yesung.

“Huh? Lalu kenapa aku yang kena?”

“Ya mau bagaimana lagi. Ah, aku mau jalan-jalan saja ah.”

Yesung bangkit dari sofa. Ia menarik jaket dari gantungan dekat pintu. Dengan topi ia menutupi rambut merahnya.

“Dasar hyung,” gumam Eun Hyuk.

Eun Hyuk kembali berbaring di sofa. Pikirannya mulai mengulang kenangan semasa audisi.

*drrtt-drrrttt-ddrrtt*

Ponsel sliding warna hitamnya bergetar. Dengan malas-malasan Eun Hyuk meraih ponsel yang tergeletak di meja.

“Yoboseyo. Ada apa Junsu-a?” angkat Eun Hyuk.

“Hyukkie, sedang apa? Aku baru pulang dari Jepang ni,” sahut Junsu.

“Terus?” tanya Eun Hyuk cuek.

“Mwo? Kenapa kau? Suaramu terdengar tak senang. Ada masalah ya?” heran Junsu.

“Hu’um. Masalahnya, dari tadi aku sedang bernostalgia. Tapi sudah dua kali ini aku diganggu,” curhat Eun Hyuk.

“Jincha? Wah, mianhaeyo. Tapi aku ada berita bagus lho.”

“Mwo? Harus benar-benar bagus. Kalau tidak awas kau!”

Terdengar suara tawa Junsu.

“Swear deh! Kau pasti senang mendengarnya.”

“Iya. Tapi apa? Cepat katakan!”

Junsu menghela nafas. Eun Hyuk sendiri telah duduk tegang karena penasaran.

“Junsuya!” seru Eun Hyuk.

Junsu terbahak-bahak.

“Mian, mian. Tiba-tiba aku ingin bermain-main sebentar denganmu,” kata Junsu.

“Aish. Jadi kau bohong? Ah, suaramu terdengar jelek di telepon,” sahut Eun Hyuk kesal.

“Lho, lhoh. Mian Hyukkie. Tadi bercanda. Tapi beritanya asli kok.”

“Ya sudah katakan segera.”

Eun Hyuk duduk melesakkan punggung ke sandaran sofa.

“Aku bertemu seseorang di bandara. Kau masih ingat gadis yang kau temui waktu audisi dulu? Aku bertemu dengannya. Dia pulang ke Korea setelah kuliah di Jepang,” kata Junsu.

Eun Hyuk terdiam. Ia menjadi girang sekaligus gugup.

“Jincha? Kau tidak bohong?” kata Eun Hyuk.

“Tentu saja. Dia lama sekali mengingatku. Tapi begitu ku sebut nama Hyuk Jae dia langsung ingat.”

Eun Hyuk tersenyum lebar.

“Tentu. Aku kan lebih tampan dari padamu.”

“Ah, malas. Ya sudah. Aku mau istirahat dulu. Annyeong.”

“Ne. Gomawo. Annyeong.”

Eun Hyuk meletakkan ponselnya. Dengan riang ia menuju kamar mandi.

***
Yesung duduk santai di salah satu kursi di taman. Berkali-kali ia menggerutu tak jelas. Lalu dengan kesal ia menendang kerikil di dekat kakinya.

“Argh!” pekik seorang wanita yang lewat tepat saat kerikil itu melayang.

Yesung mematung di kursinya. Wanita itu menatapnya.

“Hati-hati dong! Sakit nih,” bentak wanita itu.

“Cheosong hamnida,” kata Yesung seraya membungkuk sedikit.

“Ne. Gwaenchana,” sahut wanita itu seraya melenggang pergi.

Yesung memandangnya lekat-lekat. Lalu ia menepuk dahinya dengan keras.

“Chamkkanmanyo!” seru Yesung.

Wanita itu berhenti dan menoleh.

“Mwo?”

“Kau Choi Min Ah kan?”

Wanita itu terbelalak.

“Ani! Aniyo! Aniyo!”

“Benar kok. Kamu Min Ah kan? Gigi depanmu sudah rata ya?”

“Aniyo! Aku tak mengerti maksud. Sudah aku pergi saja.”

Wanita itu bergegas meninggalkan Yesung. Yesung tersenyum janggal.

“Min Ah, Min Ah, kau tak berubah,” gumam Yesung.

***
Yesung keluar kamar sambil merapikan kemejanya. Eun Hyuk yang tengah berlatih menari menoleh padanya.

“Mau kemana hyung? Tumben pagi-pagi sudah rapi,” heran Eun Hyuk.

“Menjemput sepupuku. Mau ikut?” terang Yesung.

“Sepupumu laki-laki atau perempuan? Boleh deh ikut,” kata Eun Hyuk.

“Perempuan. Ah, andwae. Lebih baik kalian tidak bertemu sekarang,” sahut Yesung.

Eun Hyuk mengernyit. Alis matanya bertaut.

“Sepupunya cantik tidak ya? Aku kok jadi deg-degan begini,” batin Eun Hyuk.

Eun Hyuk menghidupkan mp3 playernya. Ia mendengarkan lagu sambil menari.

***
Yesung memakai kacamata hitamnya. Ia tak mau orang-orang sebandara tahu kalau dia adalah selebritis. Yesung duduk dengan kesal menunggu kedatangan sepupunya.

Seseorang mengendap-endap di belakang Yesung. Ia menutup kedua mata Yesung.

“Nuguya?” hardik Yesung.

Orang itu cekikikan. Yesung menggapai-gapai ke belakang kepalanya.

“Eunnie! Pusing tahu ga sih!” bentak Yesung.

Orang itu memajukan bibirnya. Dengan enggan ia melepas tangannya. Ia lalu duduk di samping Yesung.

“Ah, oppa nggak seru!” ujarnya.

“Hye Eun kau ini. Selalu saja menyusahkanku. Ayo lekas pergi! Nanti orang-orang curiga,” kata Yesung.

Hye Eun, orang itu, berjalan mengikuti Yesung.

“Bolehkan aku ke apartemen kalian sebentar? Boleh ya? Boleh kan Woonie?” rengek Hye Eun.

Yesung hanya cemberut.

“Woonie baik deh. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Dan aku mau memberikannya secara langsung. Besok kan ulang tahunnya,” desak Hye Eun.

“Ne. Ne. Tapi janji kau sendiri yang menemuinya,” kata Yesung pada akhirnya.

-di dorm suju

Eunhyuk masih menari-nari sendiri. Ryeowook dan Sungmin tengah menonton televisi. Sementara Leeteuk dan Kangin asyik surfing. Anggota SuJu yang lain sibuk dengan jadwal mereka.

“Aduh,” rintih Eunhyuk yang tersungkur di lantai.

Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk menoleh bersamaan.

“Kenapa kau Hyukkie?” heran Leeteuk.

Yang lain tertawa pelan.

“Aku menginjak tali sepatuku sendiri. Apa ada yang membicarakanku ya?” kata Eunhyuk.

“Hanya perasaanmu saja,” sahut Kangim cuek.

Eunhyuk mengangguk pasrah. Ia memilih duduk bersama Ryeowook dan Sungmin.

***
Yesung memarkir mobilnya di basement apartemen. Ia dan Hye Eun bergegas naik.

“Aku pulang!” kata Yesung sambil memencet bel.

Ryeowook beranjak menuju pintu.

“Lama sekali hyung. Dari mana saja?” tanya Ryeowook.

“Ini menjemput sepupuku yang paling jelek,” jawab Yesung.

Hye Eun menarik rambut Yesung. Ryeowook kaget begitu menyadari adanya Hye Eun di situ.

“Annyeong hasimnikka. Jeoneun Hye Eun imnida,” kata Hye Eun.

Ryeowook membalas membungkuk.

“Sudah. Ayo masuk!” ujar Yesung.

Hye Eun berjalan malu-malu di belakang Yesung dan Ryeowook. Pandangannya berkeliling mencari-cari.

“Yesung-a datang dengan siapa?” tanya Leeteuk.

Yesung mendorong Hye Eun maju. Hye Eun menunduk malu.

“Ee… annyeong haseyo. Jeoneun… jeoneun Kim Hye Eun imnida,” ujar Hye Eun.

Eunhyuk terbelalak tak percaya. Mulutnya sampai ternganga. Matanya lurus menatap Hye Eun.

“Hye Eun-ya?” celetuk Eunhyuk.

Hye Eun mengangkat wajahnya. Ia menoleh pada Eunhyuk dengan muka yang memerah.

“Eunhyuk-ssi annyeong,” sapa Hye Eun dengan suara bergetar.

Eunhyuk mendekati Hye Eun.

“Kemana saja kau selama ini?” tanya Eunhyuk.

Hye Eun memandang heran.

“Mwo? Aku sekolah di Jepang,” jawab Hye Eun.

Hye Eun melirik pada Yesung.

“Oppa apa kau menceritakan sesuatu pada Eunhyukssi?” bisik Hye Eun.

Yesung menggeleng dengan sedih.

“Sekolah apa? Kau jadi melanjutkan sekolah musik ya? Sudah jago bermain piano?” tanya Eunhyuk lagi.

Hye Eun makin kebingungan. Ia tertawa hambar.

“Ah, aniyo. Aku sekolah bisnis kok. Piano? Aku tidak bermain musik. Menyanyi saja tidak bisa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk tercengang. Ia tak bisa mengerti dengan apa yang terjadi. Bukankah yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Hye Eun. Kim Hye Eun yang senantiasa mengisi hatinya. Kim Hye Eun yang dulu pernah menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan Junsu bilang dia senang mendengar nama Hyuk Jae disebut. Apa ini april mop dari teman-temannya? Atau ini bagian dari kejutan ulang tahun untuknya?

“Hehehe… Ada apa ini? Kau Kim Hye Eun kan? Kau lupa padaku? Aku Lee Hyuk Jae? Kita pernah bertemu di audisi SM. Kita juga berteman lama kan?” terang Eunhyuk panjang lebar.

Hye Eun mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengetahui bahwa Lee Hyuk Jae adalah Eunhyuk super junior.

“Audisi SM? Aku tak pernah ikut. Mungkin salah orang,” kata Hye Eun.

Yesung menunduk sedih. Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk memandang heran.

“Ee… Hye Eun harus istirahat. Aku akan mengantarnya ke apartemen keluarga kami dulu,” kata Yesung.

Eunhyuk menatap tak percaya. Ia mengatupkan mulutnya. Ada kata yang hendak terucap namun urung. Ia membiarkan Yesung merangkul Hye Eun pergi.

Eunhyuk langsung masuk kamar begitu Yesung dan Hye Eun keluar.

***
Yesung melangkah dengan gontai menuju apartemen suju. Ia baru saja pulang dari mengantar Hye Eun.

“Oppa,” panggil seseorang dari belakang.

Yesung menoleh. Wajahnya berubah sedikit cerah begitu mengetahui orang yang memanggilnya.

“Min Ah-ya! Akhirnya kau mau bicara padaku,” ujar Yesung.

Min Ah mendekati Yesung.

“Mianhaeyo. Aku punya alasan berpura-pura tidak mengenalimu. Ah, lupakan saja. Ada yang lebih penting kok,” kata Min Ah.

Yesung tersenyum. Ia merangkul Min Ah.

“Bicara di tempat lain saja yuk,” ajak Yesung.

Min Ah menurut saja. Mereka menuju sebuah kedai kopi yang tidak ramai pengunjung. Kedai yang dulu sering mereka kunjungi.

“Apa kabarmu?” tanya Yesung.

“Baik. Oppa sendiri bagaimana? Tidak sedang sibuk ya?” jawab Min Ah.

“Baik kok. Iya nih. Oh, ya, katanya tadi mau bicara penting?”

Min Ah mengangguk. Ia memainkan gelasnya.

“Kudengar Hye Eun pulang ke Seoul ya? Bagaimana keadaannya?”

Yesung menghela nafas. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Ne. Hari ini dia datang. Bahkan baru saja aku mengantarnya ke apartemen keluarga. Dia baik-baik saja. Hanya saja…”

Kata-kata Yesung terputus. Min Ah menunggu dengan cemas.

“Dia sudah bertemu dengan Eunhyuk oppa? Benarkah itu oppa? Apa yang terjadi?”

“Ne. Mereka sudah bertemu. Hye Eun tentu saja kebingungan. Apa lagi Eunhyuk. Aku tak tahu harus bagaimana. Saat ini Hye Eun sendirian di apartemen.”

“Bolehkah aku menemaninya? Mungkin aku dapat membantunya.”

“Kau kan sahabatnya. Tapi jangan paksa dia. Itu akan menyakitkan untuknya.”

“Ne arasseo. Aku akan menemaninya saja. Dan bicara seperlunya.”

Yesung meraih tangan Min Ah.

“Gomawo. Andai waktu bersama kita lebih banyak.”

Wajah Min Ah bersemu merah.

***
Eunhyuk termenung di kamarnya. Hatinya sakit mengingat apa yang terjadi tadi siang. Ia tak menyangka Hye Eun telah melupakannya. Melupakan segalanya.

“Tok-tok-tok!” pintu kamar diketuk dari luar.

“Ne!” seru Eunhyuk.

Pintu terbuka setengah. Yesung menyeruak masuk.

“Boleh aku masuk?” tanya Yesung.

“Kau sudah masuk hyung,” jawab Eunhyuk.

Yesung duduk di tempat tidur Eunhyuk. Eunhyuk bersandar di kepala tempat tidur sambil memeluk bantal.

“Hye Eun sepupumu ya hyung?” tanya Eunhyuk.

“Ne. Mianhaeyo Hyukkie. Ada sesuatu yang harus kau tahu,” jawab Yesung.

“Mwo? Apa hyung mau bilang kalau aku salah orang? Atau aku tak pantas dengan Hye Eun jadi kalian melakukan ini semua?”

Yesung menggeleng.

“Aniyo! Keadaannya tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Lalu?”

Yesung menarik nafas. Eunhyuk menatap tak sabar.

“Dia mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Hye Eun mengalami amnesia. Kami sekeluarga berusaha sekuat mungkin untuk memulihkannya. Namun ada sebagian ingatan yang tak dapat dipulihkan. Bahkan kadang itu membuatnya tertekan. Dia hanya ingat bahwa kau Lee Hyuk Jae super junior. Orang yang paling dia sukai. Hye Eun tak ingat masa lalunya bersamamu.”

Eunhyuk tertegun. Ia mengharap seseorang keluar dari kolong tempat tidur sambil berteriak april mop. Dan semua yang dikatakan Yesung hanya gurauan. Lalu Hye Eun datang membawa kue ulang tahun untuknya.

“Kau berbohongkan hyung?”

“Sayangnya itu semua adalah kebenaran. Bukankah kau kehilangan Hye Eun selama dua tahun ini? Terimalah kenyataan ini Hyukkie. Mianhaeyo. Jeongmal mianhae baru memberitahumu.”

Mata Eunhyuk menghangat. Pandangannya buyar terhalang air mata.

“Tega sekali kau hyung!”

“Kau tak akan mengatakannya kalau kau mengerti. Aku tak sanggup menceritakan yang sesungguhnya. Apa kau mau aku mengungkapkan kalau Hye Eun ditabrakan orang saat mengejarmu. Saat dia tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun untukmu!”

Mata Eunhyuk terbelalak lebar. Mulutnya ternganga. Air matanya telah mengalir.

“Hye Eun?” gumam Eunhyuk.

“Aku tak sanggup melihat kalian begini. Makanya aku memilih diam. Membiarkan kalian tak tahu apa-apa.”

Eunhyuk melompat dari tempat tidur. Ia menarik tangan Yesung.

“Hyung antar aku menemui Hye Eun!” pinta Eunhyuk.

“Andwae! Ini bukan saat yang tepat,” tolak Yesung.

Yesung menahan Eunhyuk. Eunhyuk meronta. Ia berusaha menarik tangannya. Namun Yesung mencengkeram kuat-kuat tangan Eunhyuk.

***
Makan malam di apartemen suju kali ini tak berlangsung seperti biasanya. Eunhyuk mendiamkan Yesung. Sementara yang lain menjadi canggung untuk bercanda.

“Aku senang kita bisa berkumpul seperti ini. Jarang-jarang kita makan malam bertigabelas,” kata Leeteuk mencairkan suasana.

“Iya. Aku juga sudah lama tidak membuat nasi goreng Beijing. Bagaimana Heenim kau suka?” timpal Hankyung.

Heechul menyibak rambutnya.

“Ne. Aku setuju,” sahut Heechul.

Selesai makan mereka berkumpul di ruang depan. Ada yang mendengarkan mp3, nonton televisi, surfing internet dan bermain game.

“Sudah malam. Aku mau tidur dulu,” kata Eunhyuk.

Teman-temannya hanya menoleh dan mengangguk. Eunhyuk mengedikkan bahu lalu masuk ke kamarnya.

***
Hye Eun duduk santai di sofa ruang keluarga. Min Ah duduk di bawah sambil mendekap boneka penguin besar.

“Min Ah-ya kenapa ya tiap hari ulang tahun Eunhyuk oppa kepalaku sakit sekali. Menjelang hari itu tiba aku pasti mimpi yang aneh-aneh. Seperti kemarin. Masak aku mimpi ikut audisi. Juga mimpi jalan-jalan berdua dengan Eunhyuk oppa,” cerita Hye Eun.

“Emm… kebetulan saja mungkin. Sekarang kau baik-baik sajakan?” tanggap Min Ah.

“Kebetulan yang aneh. Ne, aku baik. Besok aku mau menemui Eunhyuk oppa. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya,” ujar Hye Eun.

-dorm SuJu 23.50

Semua anggota super junior berkumpul di ruang depan kecuali Eunhyuk.

“Jadi begitu ya ceritanya?” kata Leeteuk.

Yesung mengangguk. Ia baru saja mengakhiri ceritanya tentang Hye Eun dan Eunhyuk.

“Hye Eun belum ingat tentang Eunhyuk?” tegas Siwon.

“Belum. Entahlah. Aku tak tahu harus bagaimana,” kata Yesung.

“Gwaenchana. Sekarang kita bersiap untuk ulang tahun Eunhyuk saja,” kata Heechul.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Seketika mereka semua merinding.

“Lihat siapa yang datang!” seru Leeteuk.

Semua dongsaengnya malah saling menunjuk. Pada akhirnya Kyuhyun yang maju.

“Nuguya?” tanya Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan dengan heran dua orang perempuan yang berdiri di depan pintu.

“Ah, Kyuhyunssi. Ini aku Hye Eun sepupu Yesung. Boleh kami masuk?” kata Hye Eun.

Kyuhyun membukakan pintu. Hye Eun dan Min Ah bergegas masuk.

“Hye Eun-ya! Kenapa nekat kemari? Ini sudah tengah malam!” seru Yesung.

Hye Eun menunduk. Min Ah merangkulnya.

“Oppa mianhaeyo. Aku yang mengajaknya kemari. Marahi saja aku,” kata Min Ah.

“Kau?” heran Yesung.

“Aku yang memaksanya oppa. Karena aku sudah ingat semuanya. Itu semua bukan mimpi. Itu adalah ingatanku yang hilang. Aku sudah ingat oppa!” ungkap Hye Eun.

Yesung tercengang.

“Jincha?” gumam Yesung.

“Ne,” sahut Hye Eun.

“Hye Eun kau datang?” tanya Eunhyuk yang muncul dari kegelapan.

Semua saling berpandangan. Shindong lekas menghidupkan lampu.

“Oppa?” kata Hye Eun.

“Hye Eun kau ingat aku?” tanya Eunhyuk sambil mendekat.

Hye Eun mengangguk. Eunhyuk tersenyum.

“Mianhae oppa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk menyentuhkan telunjuknya ke bibir Hye Eun.

“Saranghae,” ujar Eunhyuk.

Eunhyuk lalu memeluk Hye Eun.

Semua memperhatikan dengan haru.

Terdengar daun pintu yang terayun. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Rupanya Kyuhyun lupa mengunci pintu kembali. Dan seseorang telah masuk dengan mudahnya.

“Huh? Waeyo? Aku ketinggalan sesuatu?” tanya Junsu yang berdiri di depan pintu.

Kedua tangannya membawa sekotak kue.

“Sangeil chuka hamnida! Sangeil chuka hamnida!”

Tiba-tiba personel DBSK yang lain masuk sambil menyanyi.

Eunhyuk melepas pelukannya. Ia merangkul Hye Eun seraya menghapus air matanya.

Kibum yang tadi melesat ke dapur telah kembali dengan senampan kue. Bersama Junsu ia mendekati Eunhyuk. DBSK dan SuJu sama-sama menyanyi untuk Eunhyuk.

“Kamsa hamnida chingudeul,” ucap Eunhyuk terharu.

Hye Eun ikut tersenyum bersama Eunhyuk. Kini ingatannya telah pulih.

Donghae menuju keyboard di dekat meja komputer. Tangannya menari lincah di atas tuts-tuts.

ONE LOVE
(Eunhyuk feat K.R.Y)

Ha, yeah
I thought it was gonna be Okay
But, I miss you more and more
And I’m still waiting for you. So listen
Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae
Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae
Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo
Majimak geu hanmadi naboda joheun saram manna
Geuruhke nan ddo babogati soore manchwi
Nae mameun hana gipeun bam ddo mesejireul namkyuh
Nan buhlssuh amoorhan juh chanbireul majeumyuh
Ije … ijeneun wootgoisseultenikka
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
Oh, ajikdo saengsaenghae
Nuhui saengil geunal nan danji jogeuman suhnmulbakke hal sooga uhbsuhssuh
Geuruhn naega shiruhssuhssuh
Geuruhnde nega gomapdamyuh noonmool heullyuhssuh
Aetage booreuneun ganjuhrhan nae mami uhneusae nuhege juhnhaejilgga
Geutorok baraneun banjookgwa gatdamyuhn ijeneun marhaejwuh saranghandago
Naldoogo dashin nae gyuhteul dduhnaji anhneundago, jebal ..
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
You’re still my love (uh,uh,uh,uh)
Oh! oh! oh! oh!
You’re still my love forever
Always be my love
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye

Diiringi permainan piano Donghae mereka menyanyikan lagu One Love. Eunhyuk benar-benar terharu. Teman-teman dan kembalinya Hye Eun merupakan hadiah ulang tahun terindahnya.

The End

by wulan murti a.k.a yuelan13
please do not copy without permission

[fanfic] RPF – Suju *EDITED*

Oneshot fan fic
Title: ~can find happiness without you~
Genre: yaoi dikiiit lho. [biggrin]

***
Yesung duduk termenung di kamarnya di dormitori SuJu yang sederhana. Ia membelai ttakkomang, kura-kura imut peliharaannya. Raut wajahnya begitu menyedihkan.
Yesung: tta-a… tahu ga? Aku lagi sedih ni.
Ttakomang: yeee… meneketehe.
*NB: yesung ga mudeng bahasa kura-kura lho*
Yesung: ttakkomang kamu ni diajak ngobrol kok gitu sih.
Ttakkomang: Tuan Kim, ttakkomang ngerti kok tuan lagi sedih. Tuh keliatan dari rambut tuan yang berubah jadi merah.
Yesung: *nglempar ttakkomang ke aquariumnya* ttakkomang jelek. Diajak ngobrol ga nyahut.
Ttakkomang: Tuan yang jahat!
Yesung merebahkan diri ke ranjangnya yang empuk. Tangannya memeluk sebuah boneka.
Yesung: ttakkomang jelek, besok aku musti ke china lho. Kamu musti nyari makan sendiri. Tapi… ada yang lebih membuatku berat hati…
Kata-kata Yesung terputus. Seseorang dengan tinggi 180 cm masuk kamar yesung tiba-tiba sambil berteriak-teriak.
Kangin: hyung! Hyung! Coba lihat kibum. Dia lucu sekali memakai piyamamu.
Yesung menoleh ogah-ogahan.
Yesung: hehm… [hmpf]
Kangin: hyung kenapa? Sakit?
Kangin mendekati yesung. Tangannya menyentuh dahi yesung. Yesung menepis tangan kangin.
Yesung: enggak. Aku ga papa. Ayo keluar saja.
Kangin mengedikan bahu. Ia mengikuti yesung yang sudah bangkit keluar kamar.
Anak-anak suju yang lain (kecuali suju M) tengah berkumpul di ruang santai. Kibum yang menjadi pusat perhatian kini tengah mondar-mandir layaknya peragawan memamerkan piyama yang dipakainya. Yesung duduk di samping sungmin.
Kibum: hyung! Bagaimana menurutmu? Aku cocok kan dengan piyama ini?
Yesung memperhatikan kibum dari atas sampai bawah.
Yesung: bagus kok.
Kibum tersenyum malu-malu.
Sungmin yang mendengar sesuatu yang tak biasa dari suara yesung menoleh pada yesung. Ia dapat menangkap aura kesedihan yesung yang disembunyikan yesung.
Yang lain masih sibuk mendandani kibum. Mulai besok untuk beberapa hari ke depan, kibum akan menggantikan posisi yesung di suju happy. Sementara yesung akan ke china untuk menggantikan kyuhyun yang harus cek-up.
Sungmin bangkit dari duduknya.
Sungmin: yesung hyung, aku tadi bikin eskrim lho. Ayo kita makan.
Yesung bangkit mengikuti sungmin ke dapur. Kangin memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Yesung duduk di kursi sementara sungmin mengambil eskrim di kulkas.
Sungmin: ini eskrim buat hyung. Rasa vanilla lho.
Yesung menerima segelas eskrim dari sungmin.
Yesung: terima kasih ya.
Sungmin: iya hyung. Hyung kenapa tho? Kok terlihat tak enak hati.
Yesung: enggak kok. Aku baik-baik saja.
Sungmin menggeleng tak percaya.
Sungmin: huh… hyung ga bisa boong sama minnie.
Yesung menatap sungmin.
Sungmin: hyung bilang saja apa yang hyung gundahkan saat ini. Min akan bantu hyung.
Yesung malah menunduk. Bahunya agak bergetar.
*sound efex: sarang cham apeuda*
Sungmin menjulurkan tangannya. Membelai punggung yesung.
Yesung: besok aku akan pegi ke cina. Hal ini begitu sulit untukku.
Sungmin: tapi hyung, kenapa? Di sana hyung tidak akan kesepian seperti di sini.
Yesung mendelik menakutkan. Sungmin sampai terkaget.
Yesung: kesepian? Aku akan jauh lebih kesepian di sana.
Mereka terdiam. Sungmin kebingungan.
Yesung: aku akan kesepian di sana. Karena tak ada kau di sisiku.
*duuaarr [bomb] * seperti ada petir yang menyambar. Sungmin tertegun. Ia tak percaya yesung akan mengatakan itu.
Sungmin: hyung?
Yesung: iya. Selama ini kau yang menemaniku saat aku sendirian di dorm. Dan kini aku harus berpisah denganmu. Semua ini membuatku sakit. Aku tak sanggup.
Sungmin: tapi ini hanya sementara hyung.
Yesung: hanya sementara?! Tetap saja sulit bagiku. Apa kau tak mengerti minnie?
Sungmin menggeleng. Ia mendekati yesung. Lalu memeluknya.
Sungmin: hyung, saranghae.
Yesung memeluk sungmin.
*author mupeng*
Di luar dapur kangin berdiri menguping yesung dan sungmin. Hatinya panas dibakar api cemburu. Tangannya mengepal.
Batin Kangin: jadi selama ini yesung hyung mencintai sungmin. Tidak bisa dibiarkan!
*setuju! Jangan dibiarin [bigwink] *
Kangin meninggalkan dapur dengan hati yang retak.
Sementara yesung dan sungmin kini sedang suap-suapan eskrim sebagai pesta sebelum yesung ke china besok.
***
Malam tiba. Yesung sibuk mengepak barang-barangnya. Sungmin dengan semangat membantunya. Dan kangin memperhatikan dari ambang pintu.
Kangin: hyung, besok berangkat jam berapa?
Yesung: jam 9. kau ikut mengantarkan?
Sungmin: iya. Besok kita mengantar yesung hyung sebelum kita manggung.
Kangin mengangguk. Lalu ia beranjak menuju ruang santai.
Yesung melipat pakaiannya sambil bersendau gurau dengan sungmin, kekasih hatinya. * :-[ *
Sungmin: aku sudah mengantuk ni.
Yesung: ya sudah kau tidur sana dulu. Aku bisa membereskan ini semua sendiri kok.
Yesung membelai rambut sungmin.
Sungmin: baiklah. Aku tidur dulu. Hyung juga harus segera istirahat.
Sungmin menuju kamarnya. Kangin melihat sungmin menutup pintu kamarnya. Hatinya tergelitik untuk beranjak.
Batin kangin: ini saatnya. Aku harus menemuinya. Dan mengungkapkan isi hatiku padanya.
Kangin mematikan tv. Ia bangun dari sofa. Lalu berjalan menuju kamar.
Tanpa mengetuk ia masuk ke kamar dan menutup kembali pintunya.
Kangin: emm… hyung? Masih sibuk?
Yesung mendongak.
Yesung: iya ni. Mau bantu?
Kangin bergegas mendekati yesung.
Kangin: hyung, besok akan sedikit berbeda.
Yesung: apa?
Kangin: maksudku, supy akan sedikit berbeda tanpamu.
Yesung tersenyum, membuat pipi kangin bersemu merah.
Yesung: kibum kan akan menggantikan aku.
Kangin: iya sih. Tapi tetap saja akan berbeda.
Yesung hanya mengangguk.
Kangin: hyung?
Yesung: hhmm…
Kangin: na… na… saranghae
Kangin memeluk yesung. Membenamkan wajahnya yang mulai basah karena air mata ke pundak yesung.
***
Pagi harinya.
Sungmin menyiapkan sarapan untuk yesung dengan riang. Mereka duduk berdekatan. Kangin yang terlambat bangun tertegun melihat pemandangan itu. Rasa cemburu kembali menyelimuti hati kangin. Yesung tak berkata apa-apa padanya semalam.

kibum: ayo semua berangkat!
Mereka beranjak dari dapur. Berangkat menuju bandara.

~The End~

Ni ff baru dari wu.
Mian kalo pendek dan geje abis. Ngebuatnya penuh pengorbanan lho. Musti rela didiemin suami (baca: yesung) karena telah menganiaya suami sendiri.
Komen ya!
Tidak menerima silent reader lho!

NB: hahaha!!! super gaje ni ff. maap ya para pembaca.
semoga kalian suka.
silakan dikomen.
beberapa bagian sudah saya edit. soalnya bikin eneg *authornya*
hehehe…
dan saya kapok bikin yaoi. *bahkan ini belum yaoi banget*
tapi sudah! tidak lagi.
maap buat yesung oppa, sungmin oppa dan kangin oppa.
DAN ini hanya fiksi belaka. BUKAN fakta.
trims all.

by wulan murti a.k.a yuelan13

please don’t copy without my permission
thanks

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.