[fanfic] Colourful Fog

Nama author: wulan murti a.k.a yuelan13
Judul: Colourful Fog
Genre: fiksi fantasi
Twitter atau Facebook atau Email atau No.Hp: @yuelan13
Casts: Mystical Joo (Brian Joo), Blink (Sunny SNSD), King Fog (Eeteuk Super Junior), Adviser (Heechul Super Junior), Sparky (IU), Ivy (Kim Tae Hee)
Sinopsis: Sparky dan Blink dua sahabat penjaga cahaya di negeri Fog. Segalanya aman dan damai, sampai seorang misterius singgah ke negeri Fog. Persinggahan Mystical Joo bukan tanpa alasan. Mystical Joo mengklaim cincin cahaya negeri Fog adalah miliknya. Raja negeri Fog, King Fog, menjadi kebingungan. Untunglah ada Adviser yang bijaksana. Bagaimana jalan ceritanya? Benarkah klaim Mystical Joo atas permata cahaya negeri Fog? Sanggupkah Blink dan Sparky menjaga permata cahaya dari Mystical Joo? Marilah kita saksikan langsung di ….
___________________________________________________________________________________________________________________________________

Jauh di dalam hutan yang juga jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Diselubungi kabut pekat, berdirilah sebuah negeri bernama Fog. Negeri Fog dipimpin oleh raja arif nan bijaksanabernama King Fog. Bersama penasehat raja, Adviser, King Fog mengatur negerinya menjadi negeri kaya, makmur, dan sentosa.
Meskipun berbenteng kabut tebal puluhan meter dan kabut berterbangan di seluruh negeri, negeri Fog tak pernah gelap dan menyesatkan. Negeri Fog memiliki sebuah sumber energi dan cahaya yang disebut cincin cahaya. Penduduk negeri sangat berterimakasih pada cincin cahaya, dan tentu saja pada dua penjaganya. Blink dan Sparky.
Blink peri lincah berambut cepak pirang dengan tongkat pink sebagai senjata. Blink sangat menyukai bernyanyi dan menggerakkan kedua kaki panjangnya. Sementara Sparky yang sedikit lebih pendek darinya, memiliki harpa merah yang dapat mengiringinya bersenandung merdu. Saat bersenandung dan memainkan harpa, angin akan berhembus lembut memainkan rambut hitam panjangnya. Blink yang hiperaktif akan menari ke sana kemari meningkahi nyanyian Sparky.
Semua suka pada Blink dan Sparky. Karena mereka penjaga yang kuat. Namun lembut dan manis saat keadaan aman. Tak akan ada yang berani mencuri cincin cahaya, sebab Blink dan Sparky akan melawan siapapun yang berbuat jahat.
Suatu pagi, hujan turun deras. Keadaan menjadi temaram dan lembab. Blink memasang sejumlah cincin tambahan sambil bernyanyi kecil. Kaki rampingnya berjingkat-jingkat di antara tonggak tempat cincin dipasang.
“Neoneun nae byulbit, nae maeumui byulbit,” Blink mengangkat tangan dan melambai-lambai, “Nah, penduduk bisa bekerja normal sekarang. Pagi dengan hujan selalu butuh tambahan cincin,” ujar Blink ceria.
Blink juga menurunkan sejumlah cincin yang perlu digosok lagi. Dengan keranjang berlapis beludru, cincin dibawa ke ruang kerja. Di dalam sudah duduk Sparky menggosok cincin.
“Oh! Blink, tahukah kau? Aku terlihat manis di permukaan cincin ini,” kata Sparky.
Blink tertawa kecil. Kepalanya menjulur ke arah cincin di tangan Sparky. “Bukan manis, tapi imut,” goda Blink.
Wajah Sparky jadi muram. Bibirnya manyun. Tapi Blink mengajaknya tertawa dengan tebak-tebakan lucu khasnya.
Belum sempat Sparky menjawab tebakan Blink….
BOOOOMM!
…terdengar suara ledakan yang dahsyat dari luar gerbang kastil cincin.
Blink dan Sparky bergegas terbang keluar.
Pintu gerbang sudah roboh dan terbakar. Seorang pria berjubah berdiri di dekat daun pintu gerbang yang berasap. Kepalanya tertutup tudung jubah. Sebuah tongkat dari perak tergenggam di tangan kanannya.
“Siapa kau?” seru Blink. Tongkat pinknya siap di tangan.
Terdengar tawa keras memecah kabut. “Kembalikan cincin cahaya milikku!” suaranya ringan namun kuat.
Tanpa aba-aba jelas. Blink dan Sparky mulai saling serang dengan si pria misterius.
Dan berita itu telah sampai ke telinga King Fog.
Di dalam kastil kerajaan, King Fog mondar-mandir. Sang penasehat ikut berjalan ke sana kemari.
“Aha!” seru Adviser tiba-tiba. Sampai King Fog terjengkal jatuh. “Kkk~…, maafkan saya Yang Mulia. Saya baru dapat ide,.”
Seraya berdiri raja menanyai Adviser, “Apa idemu? Pertarungan sudah berlangsung selama…, em…..
“Tujuh menit empat puluh delapan detik Yang Mulia,” bisik seorang prajurit yang tak mau disebut namanya itu. Tapi wajahnya tampan dan masih muda. Mirip personel group vokal asal negeri Korea.
“Karena itu Yang Mulia, kita harus menghentikan pertarungan dan mencari tahu penyebabnya,” ujar Adviser dari balik sebuah cermin tangan.
King Fog beserta Adviser segera ke kastil cincin dikawal sejumlah prajurit andalan. Para prajurit membentuk formasi ‘hands up-shock-neverland’ begitu sampai di gerbang kastil. Untuk apalagi kalau bukan untuk melindungi sang raja.
Pertarungan di hadapan mereka tengah seru-serunya. Blink dengan tongkat pinknya mengeluarkan ajian strawberry saus mulberry. Sparky dengan harpa merah menggetarkan simfoni heart shape. Semuanya melawan serangan cahaya putih dari tongkat perak pria misterius.
King Fog menyuruh Adviser mendekat. “Hei, Ser. Lihat! Keren ya warna-warnanya. Coba tiap hari kayak gini,” bisik King Fog.
“Ehem!” Adviser berdeham penuh wibawa. Dengan bisikan pula dia mengingatkan sang raja untuk bersikap wibawa.
Raja melayangkan tatapan tajam ketiga orang di medan laga. Tangan kanannya terjulur ke depan. “Ber-hen-tiiiiiii!!!” titah raja.
Sllrrrttt! Cahaya berwarna-warni yang tadi memenuhi udara luruh perlahan. Suara gaduh juga menghilang. Di sisi kanan ada pria yang tak diketahui identitasnya dan sisi kiri ada duo Blink dan Sparky. Mereka memandang ke arah King Fog dengan latar belakang formasi ‘hands up-shock-neverland’.
King Fog berganti memandang pada si penyerang. “Siapa kau?” Tanya raja tegas.
Pria dengan jubah kelabu besar itu mengedikkan bahu. Tudung kepalanya tak bergeser sedikitpun. Wajahnya masih tertutupi.
“Nyatakan dirimu!” perintah King Fog.
Si pria menengadah. Perlahan tangannya terangkat. Perlahan pula dia menurunkan tudungnya.
“Woaaaa!!!” seru semua prajurit.
“Mystical Joo!” pekik King Fog dan Adviser.
Si pria tertawa dingin. “Aku hanya meminta kembali cincin cahayaku,” ungkapnya.
Oops! King Fog terkejut mendengar permintaan Mystical Joo. Bukankah cincin cahaya adalah milik negeri Fog. Bagaimana bisa dia memintanya. Dan mana mugkin? Negeri Fog memerlukan cincin cahaya.
Tapi, siapa pula Mystical Joo itu?
Marilah sejenak kita menilik lembaran masa lalu. Disaat raja Fog masih muda. Masih bermain kelereng dengan Adviser muda. Saat itu pula sudah ada Mystical muda. Dia adalah putra seorang tukang besi handal yang tinggal di luar kabut. Sang ayah lah yang berjasa membuat cincin cahaya.
Kembali ke masa kini.
“Tapi ayahmu sudah memberikannya pada negeri Fog,” tolak King Fog.
“Tidak!” jerit Mystical Joo. “Ayahku tak pernah memberikannya untuk kalian. Cincin itu jatuh ke dalam kabut lalu kalian mengambilnya!” kata Mystical Joo sambil menunjuk King Fog dan Adviser.
“Kami?” celetuk mereka bebarengan.
Mystical Joo mengangguk tenang. “Jadi kembalikan cincin cahayaku!” pintanya dengan nada do tinggi.
King Fog dan Adviser mulai bisik-bisik. Tidak bisa begitu saja memberikan cincin cahaya pada Mystical Joo, meskipun dia pemilik sahnya.
“Ehem, raja, raja,” sela Blink.
King Fog celingukan mencari Blink. Rupanya sudah ada di belakangnya. “Ada apa, Nak?”
“Kami ada usul,” beritahu Blink.
King Fog mengangguk dan menyuruhnya melanjutkan.
“Sparky, katakana usul kita,” kata Blink penuh percaya diri.
Jriiingg! Harpa merah Sparly sampai bunyi sendiri. “Apa ya Yang Mulia?” kata Sparky kebigungan. “Em…, apa dikasihkan saja Yang Mulia. Kan cincin cahaya yang asli sudah terkloning di kolam tengah kastil. Kita masih punya cincin-cincin lainnya.”
“O-o-o-o.., tidka bisa! Cincin cahaya yang asli adalah sumber cahaya utama. Cincin hasil cloning tidak bisa seterang yang asli,” tolak Adviser.
“Begini saja, cincin asli diberikan, sebagai gantinya dipasang lilin abadi. Cahaya lilin akan dipantulkan cincin-cincin kloningan. Jadi negeri Fog akan tetap terang dan punya energy. Saya juga bisa melamar kekasih hati saya,” usul Mystical Joo.
Dalam formasi melingkar, King Fog, Adviser, Blink, dan Sparky, menoleh pada Mystical Joo yang menyempil. Mystical Joo hanya nyengir kuda sembrani Nirmala.
Dan apa yang selanjutnya terjadi?
Cincin cahaya yang asli dikembalikan pada Mystical Joo. Dan sebagai penggantinya, Mystical Joo memberikan salah satu produk lilinnya yang paling mutakhir. Lilin abadi pelangi.
Tentu saja cahaya yang dihasilkan berwarna-warni. Negeri Fog yang semula kelabu kini menjadi penuh warna. Penduduk makin sejahtera. Blink dan Sparky juga tak kalah senang. Mereka suka mengatur tampilan warna tiap harinya. Begitu pula dengan King Fog dan Adviser. Suka main tebak warna apa yang muncul pada jam tertentu.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan para penghuni negeri Fog. Sang pemilik cincin cahaya tengah gembira lamarannya diterima sang kekasih hati. Bahkan saat ini Mystical Joo mengajak Ivy candle light dinner. Maklum, dia kan pengusaha lilin.
Mereka makan coklat produksi penduduk negeri Fog ditemani alunan harpa merah Sparky dan nyanyian duo Sparky-Blink. Tak lupa sajian tarian mayoret Blink dengan tongkat pinknya.
“Sebagai hadiah, ini persembahan dari King Fog,” ujar Adviser menyerahkan seikat bunga mawar merah sambil mengedip genit pada Ivy.
“Ah…, terima kasih, pria cantik,” kata Ivy malu-malu.
Adviser menyalami Ivy ala bangsawan. Bersimpuh lalu mengecup punggung tangan Ivy.
“Hei, jangan goda kekasihku!” tegur Mystical Joo.
Adviser bangkit. Ia terkekeh nyaring. “Tidak kok!” serunya dalam posisi siap lari. “Aku cuma mau ambil cincinnya!” Adviser lari kencang.
Hehm…., sudah bisa ditebak kalau Mystical Joo mengejarnya. Blink dan Sparky ganti lagu untuk menyemangati keduanya.
Dan ceritanya…, tamat.

special for lomba menulis fanfiction korea AsianFanfictionStory

[fanfic parodi] Keep exist with Asis

Aaa…kangen deh sama yang namanya fan fic parody. Kekeke~
Sebenarnya saya lagi pusing. Pusing mikirin kamu! *bergaya kayak marahin pacar* hahaha. Kagak ah! Saya pusing mikiran laporan kerja profesi. *guling-guling tak keruan* belum juga kelar, padahal so so…*nggak nyombong lhoh* mudah. Tapi yang namanya malas tuh bandel banget. Ya sudah. Akhirnya saya memilih rehat sejenak. Mumpung dapat ide juga. Marilah kita simak sebuah fan fic parodi gaje bulan ini.
Mengambil iklan sebuah provider hape bernama Asis *nama disamarkan, demi alasan tak dapat honor* hahaha. Maap ya untuk semua pihak yang dirugikan, dan diuntungkan. Saya paham resiko yang saya terima. Baik dihina, dirajam, ditendang, dipuji, disukai, diketawain, dan bentuk penganiayaan lainnya. Beneran deh. Saya hanya mau menghibur kawan-kawan semua.

Disclaimer: Jadi, semua nama dan karakter yang saya pakai dalam fan fic ini bukan hak / milik saya. Saya hanya meminjam sedikit. Baik karya cipta iklan yang saya parodikan, nama produknya sendiri, nama-nama tokoh asli yang saya pakai. Semua bukan hak saya. *duh kata-katanya ribet* intinya saya pinjam secara gratis. Maap atas segala kesalahan. Dan ini adalah fiksi, khayalan saya sebagai seorang fans.

Keep exist with Asis

Cast: Sunmi WG, Sunny SNSD, Zhoumi Super Junior M, Hongki Ft Island, DnT,
Genre: parodi iklan
Length: 1 shot
Rating: General

Di sebuah kantin sekolah setelah SMA. Em…, sebut saja kantin sebuah kampus. Kampus beken yang di huni mahasiswa-mahasiswa keren. Tak hanya keren, tapi juga popular dan tajir. *hehm…, sasaran buat dipalak nih* Gimana enggak, kalo dari jauh saja sudah terlihat mahasiswa cantik yang katanya lagi hiatus dari grupnya, Sunmi. Tapi meskipun lagi hiatus dari Wonder Girls, doski tetep setema dengan member yang lain. Sunmi lagi jomblo dan tengah gencar promo diri dengan tema ‘be my baby’. *asiik! Author lagi addict to this song too*
Berhubung yang jaman update status di facebook, Sunmi rajin bawa buku dan ditaruh pas di mukanya. *author dilempar buku kamus besar bahasa Indonesia*
“Heh, author nggak gaol banget siyyy…! Facebook e ke ei ephbe itu bukan kayak gini! Nih, buka pake hape!” semprot Sunmi seraya nunjukin hapenya. Author mau tak mau manggut-manggut. *FYI, ada yang ngancam author pake pisang, eh pisau (plastik)*
Oke! Kita lanjutkan saja.

Jadi, Sunmi mahasiswa popular jalan di kantin sambil asik ketak-ketik hape. Dengan anggun saudara-saudara, Sunmi duduk manis. Dan beliau tak sendirian. Ada Sunny yang setia menemaninya kemana aja. Terlebih dengan gaya rambutnya yang baru. Sekaligus promo bareng anak-anak tetangga yang kerjaannya ngatur bocah TK. *bring the boys out! Bring the boys out!*
Tapi saat ini cuma Sunny yang dikontrak buat main iklan. Maap ya mbak-mbak kaki seksi yang lain. 

—-
“Wah, asyik ya Sunny dapat jatah terus di PH-nya author ini,” ujar mbak generasi gadis yang tak mau disebut namanya. Temannya yang lagi medikur manggut-manggut. Temennya yang asik tidur angkat bicara. “Udah, ntar juga ada saatnya. Kita tunggu aja si author insaf.” Mbak yang tak mau disebut namanya mengangguk setuju.
—-

Kembali ke lokasi syuting iklan.
Tadi Sunmi duduk di kantin dengan sohibnya, Sunny. Asyik ngrumpi sampai ngupil. Sesekali Sunmi ngetik di hape. Kan tadi dah dikasih tahu kalau Sunmi lagi asyik ephbean. Pastinya dia lagi update status.

#Keren deh lihat cowok pake celana skinny jeans#

Tak dinanya. Tanpa ada angin. Hujan apa lagi. *wah, bulu mata anti badai nggak laku ni* muncul seorang cowok dengan postur tinggi agak gemukan *agak menyimpang dari fakta, author minta maap* jalan kaku pake kain jarik.
“Oh, my God! Author, perasaan di fb statusnya skinny jeans, bukan kain kayak gini. Saya kan bukan dalang, apalagi sinden,” raung Zhoumi, sang cowok pencari cinta. Zhoumi heran memandangi dirinya sendiri. Dosa apa suruh pake kain. Digulung-gulung kayak kepompong. Mana bisa dance nih. *Zhoumi mencoba dance Super Girl, tapi ribet deh*

Muncul sekelompok pria, sebut saja DnT atau Dragon n Tiger. “Tenang semua! Kami siap memperbaiki keadaan!” seru mereka serempak. Kekompakkan grup yang terdiri dari empat orang ini dapat diacungi empat jempol sekaligus. Dalam empat detik mereka telah berhasil mengganti kain jarik Zhoumi dengan skinny jeans super ketat. Lalu menghilang dari kamera dengan kilat pula.

Zhoumi melanjutkan jalan kakunya. Set! Set! Lewat meja Sunmi dan Sunny. Entah jijik, heran, suka, ngefans abis atau keinjek kakinya, Sunmi melirik dengan aneh.
Disampingnya, Sunny hanya memandang datar. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra ‘girls generation makes you feel the heat’. *duh, akui aja deh, thor. Kamu lagi addict to The Boy juga ya* *author ketawa malu-malu*
“Udah, ah. Lanjut parodinya aja,” ujar author tanpa dosa. Sementara para pemeran hanya bisa menggeleng-geleng maklum.

“Biarin, Sun. Yuk update status lagi!” ajak Sunny. Sunmi langsung setuju. Tanpa nunggu lama status baru sudah terpasang.

#Sepatu stiletto merah keren, coy! Mantap! Apa lagi ditambah rambut ala betty boop#

Zhoumi buka hapenya. Pas di halaman fb nya. Ada update status dari cewek incarannya, Sunmi. Tapi dahinya berkerut. Keheranan. “Idih! Sunmi kok bahasanya kayak gini? Kayak preman. Hehm…,” batin Zhoumi. Tapi bagaimanapun juga dia sudah terlanjur cinta.
Lagi-lagi, Zhoumi lari keluar set dengan heboh. Gimana nggak?! Property berupa sepatu stiletto merah nggak ada. Doi heboh dan galau sendiri.
Eits…! Tenang! “Ada kami! Dragon n Tiger! The time is… to help!” seru DnT serempak.
Tae Rang DnT lari ke toko sebelah. Buat apa lagi? Ya beli sepatu lah. Tak berapa lama dia bersama Jun Yong, Chi Ho dan Jong Jo telah bersimpuh di depan Zhoumi. Sambil menjunjung sepasang sepatu warna merah. “This is the time… for you to use this heels,” ujar DnT. *sekalian promo single mereka kemarin, The Time….* hehehe *ketahuan deh alasan author nulis the time… mulu* :P
Menahan nafas, Zhoumi memakai sepatu yang rupanya kekecilan. Duh, Tae Rang oppa salah ukuran sepatu nih ceritanya. Ngumpetlah beliau di kamar author. 
Yah, mau bagaimana lagi. Demi suksesnya cerita, Zhoumi jalan dengan sepatu hak tinggi kekecilan dan skinny jeans kesempitan.
Jalannya lompat-lompat. Kayak pemain debus yang disuruh jalan di atas kaca yang dibakar. *wus! Author keji!*
Eits…! Jangan lupa sebuah wig yang dipaksa nempel di kepala Zhoumi. Makin oke deh.

Sunmi kembali melirik Zhoumi. Hati membatin. ‘Ih, pamer tenaga dalam ya? Saya lebih jago. Lim sui king aja kalah. Makan paku, makan beling. Keciiil!’
‘Bukan Lim sui king, Limbad kaliiii!’
Sunmi ngelirik Sunny. ‘Kita bicara lewat batin?’ Sunny mengangguk dengan senyum lebar. ‘Ajian saya berhasil kan? Hahaha’
*ayo bersama-sama! Bring the boys out! Bring the boys out! Bring the boys out!*
Eits! Tunggu…,
“Sun, liat deh wig nya? Kayaknya nggak asing,” komentar Sunny.
Sunmi mencoba memusatkan pikiran pada wig yang dipakai Zhoumi. “Pak Tarno!” serunya sambil kembali nyemil kripik.
*sigh*

Zhoumi yang merasa dicuekin Sunmi, jongkok termenung. ‘Apa sih jeleknya saya? Ganteng, jelas. Kaya, banget. Suara, oke. Pekerjaan, terjamin. Kenapa juga nggak digubris.’ Zhoumi geleng-geleng nggak terima. ‘Sunmi, Sunmi, apa kabarmu, kabarku baik-baik saja….’ *niatnya nyanyi lagu mbak BCL yang sunny*

“Ah, ganti status aja deh. Pusing lihat abang Zhoumi yang kayaknya ganti orientasi,” kata Sunmi nggak habis pikir. Tak-tik-tak! Jarinya ngetik status baru.

#pengen punya pacar superhero#

Diing! Alarm hape Zhoumi berbunyi. ‘Ada status baru, ada status baru!’ sorak Zhoumi dalam hati. ‘Yes, kali ini saya pasti sukses! Super hero? Saya aja super junior kok.’ Zhoumi tertawa senang.
Belum selesai tertawa, lagi-lagi dan lagi DnT muncul tanpa diundang. Langsung melepas sepatu stiletto merah Zhoumi. Diganti dengan sneaker merah. Jadi keren deh bang Zhoumi. Terus Jun Yong narik boxer merah dari jemuran tetangga. Dipakaikan di atas skinny jeans. Chi Ho dan Jong Jo tanpa ampun memiting Zhoumi. Eh, bukan ding. Ternyata lagi memakaikan sebuah kain merah ke leher Zhoumi.
Jeng-jeng! Jadilah super mimi!

Dengan bangga Zhoumi lari dengan sebuah tangan lurus ke depan. Yah, bayangin aja superman lagi terbang. Bruk! Doi nabrak, bukan, terjun bebas membentur sebuah meja hingga hancur. *Semua aman. Properti dibuat dari sterofoam*

Sunmi dan Sunny cepat-cepat menuju lokasi jatuhnya super mimi. Dengan kasihan, Sunmi bertanya. “Oppa kenapa sih?”

Warning! Zhoumi jatuh dalam posisi tengkurap. Mulut kesumbat sterofoam. Tangan kanan terjulur pegang hape.

“Auuf fefff fffaff aappp affmmuu uuffuuff effff gfuuuu,” kata Zhoumi penuh perjuangan.

Sunmi berusaha keras menterjemahkan perkataan Zhoumi. Dibantu Sunny yang membuka kamus khusus bahasa fanfic edisi ke-duapuluh satu. Hasilnya: ‘Aku pengen jadi yang kamu suka makanya aku ikutin status kamu.’

Sedetik, dua detik, Sunmi ternganga. Nggak nyangka Zhoumi begitu romantis. Dengan aegyo Sunmi berujar, ”Awh, so sweet!”

Gambar jadi ungu semua. Rupa-rupa kwartet DnT nggak sengaja nuang cat ke layar kamera. *cameramen marah-marah nggak karuan* DnT dihukum bersihin layar sampai gambar Sunmi yang lagi duduk nunggu sambil main hape kelihatan.
Biasalah, update status!

#lagi nungguin ksatriaku yang gagah#

Sunmi mendongak. Dia terkejut melihat sesosok orang dengan baju zirah lengkap tombak berdiri di belakangnya. Tanpa ijin, Sunmi memeluknya. “Aaa…, oppa!”
“Sayang?!” heran Zhoumi yang datang bersama semangkuk bakso. Tatapan tak percaya melayang kearah Sunmi yang memeluk orang berbaju zirah. Sunmi segera melepas pelukannya.

“Kok udahan, neng?” Tanya Hongki, orang di dalam baju zirah, membuka visornya. Terlihat muka mulus Hongki, vokalis paling keren se-FT Island.

Sunmi menatap tak suka. “Ih, nggak ah. Saya mau sama pacar saya,” kata Sunmi. “Yuk, bang!” Sunmi menggandeng Zhoumi pergi dari lokasi.

“Hei! Hei!” seru Hongki. “Ayo main iklan!” teriaknya.

Terdengar suara jingle : Internet buat rakyat!

Hongki masih teriak-teriak! “AH! Masak udah selesai sih? Ayo main lagi!” Hongki lari ngejar para kru. Tapi tak satupun yang mau. Ngejar para pemain juga nggak ada yang mau. DnT yang sering muncul tiba-tiba juga tak mau. Semua pada ngumpet di kamar author. “Nah! Ayo main, thor!” ajak Hongki.

“Nggak, ah! Dah tutup.”

Dengan kejam author menulis, SELESAI!

[fanfic parodi] baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan

hai, hai, hai!
kali ini saya post ff parodi baru, kemarin baru saya buat.
hehehe…
happy reading
thanks for visit
don’t forget to leave any comment or like.
thanks

baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan atau baskomsel ver ramadhan seri luar angkasa yang kayaknya star wars (atau star trek)
*duh belibet bener dah judulnya* pokoknya yang itu deh pembaca sekalian. Yang ada om dedy mizwar, sule dan vincent nya. :p

author: wulan murti a.k.a yuelan13

cast:
Kwon Sang Woo, Nickhun 2PM, Dongho Ukiss, Brian Joo, dbl *dan banyak lagi maksudnya*

setting: sebenarnya sih di studio yang terletak di RT XX RW XX Kelurahan YYY *disamarkan demi transparansi lomba gapura cantik antar kelurahan dalam rangka HUT RI ke-66 (author ngitung dulu nih)* tapi sang produser baru – akhirnya jadi produser – Kyu Jong ingin studio menjadi Bulan. *nah lho! Gimana coba?!*
Jadi kita sebut saja settingnya di seperkian meter persegi permukaan bulan. Dimana ada sebuah kedai makan tanpa tenda yang dikelola pemuda bersuara indah yang suka terbang ke langit, sebut saja pemilik warung Tegal *Bulan apa Tegal?!* ini dengan nama uda Brian Joo a.k.a uda B. Waktunya bulan Ramadhan saat sahur sampai buka puasa. *sukurin pada syuting pas puasa*

B: “Hei, author yang bangga dengan titel gajenya! Mau mulai ceritanya kapan? Pakai nyukurin lagi.”
Author: “Haduwh! Sabar dong oppa. Oppa kan baru.”
author ketawa gaje *dan lebay* B sampai terpana.

Okay, okay, this is it: fanfic parodi baru

Di kedai makan pinggir Bulan *lokasi diganti gara-gara protes uda B*, duduklah dua makhluk di salah satu bang. Satu berwajah mirip pangeran Thailand yang nyanyi di sebuah grup yang nyanyi tiap jam dua siang bernama Nickhun. Tapi entah mengapa badannya tidak seatletis Nickhun yang di iklan tempat wisata air di Korea bernama Karibian *nama samaran* :P Badan makhluk tersebut mirip kadal tapi bukan buaya. Bukan komodo atau tokek. Apa gozilla ya? Yah pokoknya reptil gitu deh pembaca. Si reptil Nickhun makan dengan lahap bersama pemuda tampan berbaju aneh kayak ultramen, bernama Dongho. *jangan-jangan mereka dua aktor utama serial ultramen nggaya yang kabur buat makan?*

“Heh, author, kapan nih mulainya? Dari tadi nyela mulu? Sana-sana ngetik saja!” kata Kyu Jong seraya narik author kayak narik anak kucing. Pluk! Author terlempar ke kursi panas depan komputer.

Kyu Jong lalu memberi isyarat pada sutradara Yunho untuk mulai syuting. Sementara dua aktor tetap asyik makan. Dan uda B ngawasin apa saja yang dimakan Nickhun dan Dongho. Dia nggak mau mengalami kerugian gara-gara syuting iklan (parodi) tersebut.

“Kamera satu, siap!” seru Yunho seraya menunjuk kameramen andalan, Siwon. “Kamera dua, siap!” Yunho ganti menunjuk Sungmin. Duo kameramen yang bersatu dalam produksi iklan (parodi) baru. Siwon mengarahkan kameranya pada Dongho dan Sungmin ke arah Nickhun.

“Nickhun, Dongho, action!” seru Yunho penuh haru.
Yunho POV: “Akhirnya dapat pekerjaan lagi! Hiks! Buat biaya apartemen. Masak sekarang cuma patungan sama Changmin.”

-Changmin yang asyik makan di apartemen bergidik. Kepalanya celingukan. “Siapa yang ngomongin aku?” tanya Changmin. “Apa hyung tahu ya makanannya aku ambil.” Changmin menggeleng cuek, lanjut makan.-

Okay, di kedai tanpa tenda.
Sambil menyendok nasi lalap petai Nickhun berkata, “Kapan nih imsyaknya?”
“Ya, nggak tahu hyung. Tuh si Jago nggak berkokok-kokok juga,” jawab Dongho menunjuk ayam jago terbesar di lokasi syuting dengan mangkok ikan di kepalanya. *oia, tuh Nickhun sama Dongho juga pakai mangkok ikan*

si ayam jago (yang ternyata Eeteuk dalam kostum ayam jago) mondar-mandir dekat meja Nickhun dan Dongho. Santai mengais tanah tanpa menggubris dua makhluk di kedai yang berdebat nunggu imsyak.
Ayam jago (Eeteuk) POV: “Ya ampun! Imsyak mah sebelum ane berkokok. Ya ane kagak mau berkokok kalau belum imsyak.”

Ting! Muncul bolam lampu besar di dekat Dongho. Eunhyuk yang jadi bagian lighting memegang bolam lampu dalam kostum serba hitam.

Eunhyuk POV: “Asiik! Namaku disebut. Lumayan, walau pakai hitam, rambut pirang baru bisa tetap eksis di bawah sinar bolam.”

“Hey, hyung, apa dilepas saja ya helm si ayam? Biar bisa berkokok,” usul Dongho dengan wajah super cute nya.
Nickhun membelalak penuh senyum. *bayangin Nickhun senyum terperangah dengan gaya Sule*

Nickhun POV: “Wah, kurang ajar nih authornya. Masak saya yang tampan dan terkenal disamain kayak Sule. Hidung mancungan saya kali!”

Author muncul di dekat Nickhun dalam kostum kayak reptil. “Mau protes, oppa? Syukur-syukur saya ajak main iklan,” ancam author. Author menyandra Victoria F(x), istri-istriannya Nickhun.
Nickhun membelalak dengan gayanya sendiri. “Jangan sakiti istriku!” pintanya. “Aku akan memainkan peranku dengan baik,” janji Nickhun seraya mengempisin hidung biar terlihat pesek.

“Ckckck! Ini author nggak nurut banget sih,” keluh produser Kyu Jong. Bersama sutradara Yunho, Kyu Jong menyeret author kembali ke depan komputer.

Dongho dan ayam jago Eeteuk menunggu dengan sabar. Keduanya main lompat tali sampai pertengkaran tak jelas selesai.

“Yah, ini juga! Ayo syuting lagi!” seru Yunho dengan toa saktinya.

Semua kru dan pemain kembali stand by. Eunhyuk ngurus lighting, mulai dari bolam, lampu sorot, senter, sampai lilin. Duo kameramen, Siwon-Sungmin, siap adu zoom in zoom out. Tiga aktor, Nickhun-Dongho-Eeteuk, siap dengan kostum masing-masing.

“Aku belum disebut!” protes uda Brian.

Okay, okay. Dan Brian Joo si pemilik kedai tanpa tenda di pinggir bulan. *padahal nggak kelihatan di kamera*

“Action!” seru Yunho.

Nickhun dan Dongho liat-liatan. “Gimana tahu udah imsyak atau belum?” tanya Dongho. Nickhun mengarahkan kepala pada ayam jago Eeteuk.
“Kita lepas aja helmnya!” usul Dongho.
Nickhun langsung bangkit dari bangku, disusul Dongho dengan wajah sumringah. Hup! Keduanya melompat ke sana kemari hendak menangkap ayam jago Nickhun.

“Nggak nggak nggak mau!” dendang ayam jago Eeteuk. “Nanti nggak bisa bernafas. Ini kan di Bulan,” protes Eeteuk mempertahankan mangkok ikannya.
Nickhun dan Dongho tak mau tahu. Keduanya nekat mengejar Eeteuk. Alhasil, terjadilah pergumulan tiga manusia berkostum ganjil.

Jeng-jeeeng! Shindong memainkan backsound. Dia ber-beat box bersamaan dengan Yesung yang menghidupkan kipas angin di depan pemanggang sate. Di sisi set, Hankyung kesusahan menarik tali pengangkat aktor berikutnya.

“Hihihi!” terdengar tawa datar. “Tidak perlu susah nangkap ayam! Tinggal pakai baskomsel, jadwal imsyak dan buka puasa ada semua!” kata Kwon Sang Woo yang ketakutan digantung di atas pemanggang sate.

Nickhun dan Dongho berhenti mengejar Eeteuk yang masih heboh sendiri menari ala lagu bi-o-wai. *bleh!* Mereka mengamati SangWoo yang turun perlahan nyaris di atas pemanggang sate. Untung saja Hankyung menggeser posisi tali.

Hankyung POV: “Ternyata berat juga kerja di produksi iklan. Mending jualan dumpling di warung emak.”

Shindong POV: “Bagianku juga berat, hyung. Gara-gara produser pelit, backsound nya musti manual. Mana puasa lagi.”

Yesung POV: “Aku juga berat. Masak buat efek asap pakai panggangan sate. Mana kipas anginnya musti diputar manual. Duh, bugjet minim.”

Hankyung POV: “Eh, kita bisa telepati.”

Shindong, Yesung POV: “Hore! Kita main telepati aja. Biar iklannya jalan sendiri.”

Hankyung mengaitkan tali begitu SangWoo turun. Yesung mematikan kipas angin. Dan Shindong muter kaset buat backsound dengan radio hasil minjem. Ketiganya lalu latihan telepati.

Sementara itu syuting terus berlanjut. SangWoo berjalan menghampiri Nickhun dan Dongho sambil menunjukkan kartu baskomsel berwarna merah mencolok mata.

“Panel gambar muncul!” perintah Kyu Jong.

Dua orang berkostum serba hitam muncul memanggul papan besar. Mereka adalah Eunhyuk dan Junsu duo kru gaje. Keduanya bergantian membuka gambar di papan, bersamaan dengan penjelasan SangWoo.

“Aplikasi lengkap! Ada jadwal sholat!”
Eunhyuk membuka gambar di pojok bawah papan.
“Hafalan doa!”
Junsu membuka gambar berikutnya.
“Wallpaper kaligrafi.”
Giliran Eunhyuk yang membuka gambar.
“Juga ada THR dari artis,” kata SangWoo bersemangat.
Tak kalah semangat dengan Eunhyuk dan Junsu yang berebut THR.

Demi berlangsungnya syuting dengan lancar, produser turun tangan mengatasi kekacauan yang terjadi. Kyu Jong sekuat tenaga menarik Eunhyuk-Junsu beserta papan keluar dari set. Biar rebutan THR tidak disyut oleh Siwon dan Sungmin. *yang syukurlah masih bekerja dengan benar*

“Okay, action!” seru Yunho yang merasa keadaan sudah aman.

Dongho asyik main hape dengan sim card baskomsel. Buka-buka kontennya. Tampaknya mencari konten dewasa, berhubung sudah punya KTP.

“Puasa oi!” seru author pakai toa pak sutradara.

Dongho memasang wajah cute. Dengan pandai berkelit. “Wuih, hebat! Udah magrib! Ayo buka puasa!” ujar Dongho.

Nickhun dan SangWoo berseru senang. Mereka menyerbu kedai tanpa tenda di pinggir Bulan. Namun kedai sudah lenyap. Rupanya uda B telah mengepak dagangannya. Gara-gara kebanyakan OOT, syuting molor lama. Uda B langsung cabut begitu waktu berbuka menjelang.

Brian Joo POV: “Saya kan harus jualan. Kalau tidak darimana uang untuk beli makan dua anjing saya.”

author: “Ih…, siapa yang nanya, oppa?”
*author dilempar digelitikin dua anjing Brian*

“Ya sudah! Ayo ayamnya ditangkap! Buat buka puasa,” kata SangWoo memutuskan.

Nickhun yang sejak tadi bernafsu menangkap ayam langsung setuju. Dia dan SangWoo kembali mengejar ayam jago Eeteuk.

“Uwaaa! Nggak nggak nggak mau! Nggak nggak nggak mau! Sama lek boy lek boy!” jerit Eeteuk menghindar dari serbuan Sang Woo dan Nickhun.

Di depan kamera, Dongho masih senyam-senyum bermain hape. Sampai-sampai, Siwon dan Sungmin memfokuskan kamera ke arah Dongho saja. Tiga orang yang asyik kejar-kejaran tidak dihiraukan.

“Cut! Cut! Selesai!” seru Yunho. Yunho menarik dua kameramennya. “Simpan filmnya! Ayo beres-beres!” perintah Yunho.

Sebagai kru yang baik *dan paling normal* Siwon dan Sungmin menjalankan perintah Yunho. Dengan macho *Siwon* dan dengan imut *Sungmin*, mereka membereskan peralatan. Padahal Dongho masih asyik main hape. Nickhun dan SangWoo terus mengejar Eeteuk. Kyu Jong melerai Eunhyuk dan Junsu yang rebutan. Yesung, Hankyung dan Shindong tetap saja berlatih telepati.

“Duh, ya ampun! Para lelaki itu! Kerja tidak ada yang benar,” ejek Sunmi yang ngintip.

Toel-toel! Sunny nyolek lengan Sunmi. “Ngintip apa sih? Kayaknya seru. Apa Hyun Joong lagi syuting sabun mandi?” tanya Sunny penuh harap.

Sunmi menggeleng kecewa. “Tuh pada pakai kostum aneh. Yuk nyari lokasi syuting Hyun Joong aja,” ajak Sunmi.

Sunny menyambut bahagia ajakan Sunmi. Dia membagi lolipopnya pada Sunmi sebagai tanda terima kasih. Kemudian bergeser ke lokasi lain dengan gaya perpaduan koreo Mr.Taxi dan 2 Different Tears yang hasilnya menjadi koreo Tell Me feat Hoot. *author kumat gajenya*

Dan di lokasi syuting lain, tepatnya syuting video musik baru, Hyun Jung bergidik takut. Mungkin hawa dua gadis tadi yang membuat dia merinding.
“Aku nggak jadi tampil seksi ah!” teriak Hyun Jung ngeri.

“Hoi, author! Kenapa sampai ke tempat syuting mv ku? Kan parodi iklan?” protes Hyun Joong.

“…..” tak ada jawaban.

Hyun Joong kembali merinding. Heran, kemana juga si author yang doyan nampang dan super gaje.

Jeeng-jeeeeng!

Di depan komputer, tertawalah dua orang lelaki. Jaejoong dan Yoochun. Mereka telah mengambil alih komputer setelah author pingsan digelitikin anjing-anjing Brian. Jaejoong dan Yoochun yang menyabotase fanfic ini!

“Hahaha! Salah sendiri tidak memasukkan nama kami,” tawa Yoochun.

Jaejoong menekan tombol save. “Nih tamat dengan gaje,” timpal Jaejoong.

“Hahaha!” keduanya tertawa lebar.

—————————–


NB: POV maksudnya point of view, ya kayak orang membatin gitu. jadi kata-kata dalam hati. *halah ribet banget*

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] nyu green tea ramadhan ver *iklan lama, ff lama*

selamat berpuasa!
saya mau posting ff parodi *lama* lagi. pernah saya posting di LI/FFF.
masih bernuansa Ramadhan.
oh, ya, mungkin ada yang sedikit penasaran soal ff parodi saya.
sebenarnya ff parodi saya berhubungan, tapi saya posting random di wp ini. hehehe…semoga menemukan hubungan antar ff parodi saya.
happy reading dan jangan lupa comment.
thanks.

Nyu Green Tea Ramadhan ver

rating, genre: General, Parodi

cast:
Yesung SuJu
Sunny SNSD
Hero Jaejoong TVXQ
Henry SuJu M
dan banyak lagi

Di siang menjelang sore yang cuacanya panas. Henry berdiri di trotoar dekat deretan pertokoan. Matanya lurus memandang Sunny yang berada di depan sebuah kios majalah. Sunny tengah membuka-buka sebuah majalah.

“Gile manis banget!” batin Henry.

“Byur,” Zhoumi menyiramkan seember air ke arah Henry.

“Hyung kira-kira dong nyiramnya!” marah Henry.

Zhoumi memeluk embernya. Dengan wajah inosen ia hanya tersenyum.

“Henry-ya! Syuting yang benar!” seru Eeteuk sutradara kali ini.

Henry pasrah saja. Ia kembali ke posisi semula. Air yang disiramkan Zhoumi tadi masih mengalir turun dari kepalanya. Ia memandang Sunny kembali dengan pandangan mupeng. *muka pengen ditendang*

Tiba-tiba angin bertiup ke arah mereka. Henry bergidik kedinginan. Lalu terdengar suara mellow nan merdu.

“Kuingin bersihkan diriku,” dendang Yesung.

Henry bersusah payah mempertahankan pose gejenya. Angin yang berasal dari kipas besar yang dipegang Eunhyuk dan Junsu bertiup makin kencang. Sunny sendiri sudah nemplok di dinding agar tidak dihempas.

“Asyik ya main kipas angin. Keinget jaman dulu Jun,” ujar Eunhyuk.

“Hu’um sama. Inget ga pas bakar sate bareng?” timpal Junsu.

“Iya. Sate ayamnya enak ya?” kata Eunhyuk.

Junsu dan Eunhyuk menelan ludah bersama-sama.

“Buka puasa masih lama ya Hyuk?” keluh Junsu.

Eunhyuk mengangguk.

“Kuingin bersihkan diriku,” senandung Yesung di depan Junsu dan Eunhyuk.

“Hyung!” bentak Eunhyuk dan Junsu bersamaan.

Yesung mulai berubah muram. Aura anehnya makin terasa. *inget aura aneh yesung :P *

“Yesung, balik ke tempat syuting! Ingat rencana kita!” ujar Eeteuk seraya menarik Yesung.

Aura di sekeliling Yesung ceria kembali. Dan syuting berlanjut.

“Henry siap? Hitungan ketiga keluar dari toko!” seru Eeteuk dengan toa besar.

“Ye!” teriak Henry dari dalam toko.

“Hana, dul, set!” seru Eeteuk.

Henry masih berdiri di balik pintu kaca.

“Tuh anak ga denger ya? Pasti suka makan di Jogja,” kata Jaejoong pada Eunhyuk dan Junsu.

“Makan? Apa?” tanya Eunhyuk dan Junsu serempak.

“Makan gudeg,” jawab Jaejoong sambil ketawa-ketiwi ga jelas.

“Hei kalian bertiga! Sama aja!” marah Eeteuk.

Henry yang kebingungan melongok keluar.

“Hyung, udah mulai belum? Pegel ni bawa kertas lima rim,” kata Henry yang sempoyongan membawa kertas-kertas.

Eeteuk menggeram kesal.

“Kuingin bersihkan diriku,” nyanyi Yesung.

Eeteuk menarik artis-artis dan kru-krunya ke tempat masing-masing. Henry di dalam toko, Jaejoong di seberang jalan, Eunhyuk dan Junsu di dekat toko, dan Yesung di lampu merah.

“Hoi author geje! Masak di lampu merah? Emang mau ngamen?” kata Yesung.

“Hehehe~ aduh mian oppa. Jangan marah gitu. Sini-sini, kita pulang aja,” kata author.

Author siap-siap bawa Yesung pulang.

“Kuingin bersihkan diriku,” serempak Eeteuk, Eunhyuk, Junsu dan Jaejoong bernyanyi.

Author manyun. Dengan tak rela mendorong Yesung ke tempat syuting.

“Ya, udah. Terserah kalian mau apa,” sungut author.

“Ah, jangan ngambek! Ini pekerjaan pertama saya. Saya butuh uang. Dilanjut ya?” mohon Sungmin, kameramen baru. *berhubung kameramen sebelumnya (siwon: red) sering salah zoom*

“Oce-oce. Tapi ntar Sungmin oppa mampir ke rumah ya?” kata author.

“Kuingin bersihkan diriku,” seru Yesung pake toa ke telinga author.

Author lari ke depan komputer. Dan mari kita lanjutkan.

“Oke, kita syuting lagi! Are you ready? Action!” seru Eeteuk.

Henry mendorong pintu dengan kaki sampai terbuka. *ingat tangannya bawa kertas 5 rim*
Henry berjalan keluar toko. Jaejoong lalu berlari ke arahnya dari seberang jalan. Dan tabrakan pun tak elakan. Kertas yang dibawa Henry jatuh berhamburan. Lalu asap mulai berhembus ke arah Henry dan Jaejoong. Sebagian kertas terbakar. Dan di sekelilingi Henry berubah panas dan gelap. Jaejoong bergidik melihatnya.

“Kipas apinya Jun! Asapnya kurang!” kata Eunhyuk.

Junsu mengipasi api unggun kecilnya dengan kipas angin tadi. Api membesar dan mengepulkan banyak asap.

“Kuingin uhuk… uhuk! Bersihkan… uhuk… huk! Diriku!” Yesung bernyanyi sampai terbatuk-batuk.

“Hyuk, asapnya kebanyakan ni. Liat bos Eeteuk mau marah lagi. Kabur yuk,” bisik Junsu.

“Iya. Ayo mumpung asapnya belum hilang jadi ga ketahuan,” dukung Eunhyuk.

Junsu mematikan kipas anginnya. Ia lalu menggandeng tangan Eunhyuk, bersiap meninggalkan lokasi syuting.

“Kuingin bersihkan diriku,” author muncul dengan suara cemprengnya.

Eunhyuk dan Junsu nglempar kipas angin ke arah author.

“Aduh, sakit oppa! Dah balik syuting aja!” gerutu author.

Eeteuk tidak mengetahui pertengkaran geje antara author vs Eunhyuk dan Junsu. Ia sibuk mengatur kameramen dan artisnya.

“Tvnya dihidupkan! Henry berdiri di depan tv. Yesung di dekat Henry. Terus Sungmin ambil gambar Henry tapi Yesung jangan ampe keliatan di kamera,” kata Eeteuk.

Semua di posisi masing-masing. Henry lagi menunggu adzan buat buka puasa. Sebuah tv di salah toko hidupkan dan tengah akan menanyangkan adzan magrib. Henry memegang sebotol Nyu green tea sambil menonton tv. Beberapa kali ia menelan ludah. Matanya beralih dari tv lalu ke Nyu green tea lalu ke tv lalu ke Nyu green tea ke tv lagi terus ke Nyu green tea. *pegel ni lehernya Henry*

“Kuingin bersih…”

Belum selesai bernyanyi, Henry mendorong Yesung. Sampai Yesung hampir jatuh. Untung saja ia berpegangan pada mikroponnya.

“Dongsaeng kurang ajar! Sama orang yang lebih tua main dorong. Udah dinasehati kok malah dorong-dorong!” marah Yesung memuncak.

Henry terkejut bukan main.

“Kuingin bersihkan diriku,” author lagi-lagi muncul, tapi kini dengan suara merdu. *padahal Taeyon yang dubbing author*

“Ah, chagiya. You are the best. Yoo, u go girl!” puji Yesung.

Author menghilang sambil ketawa puas.*author lagi sableng* *abaikan*

Ending iklan akhirnya dibuat. Henry dan Yesung duduk berdua di depan toko tv tadi. Masing-masing memegang Nyu green tea.

“Yak action!” seru Eeteuk.

“Bersihkan dirimu dengan Nyu green tea,” seru Heechul sebagai narator.

Lalu Sungmin men-syut Henry dan Yesung yang tengah meminum Nyu green tea. Yesung menyikut Henry yang sedang menegak Nyu green tea-nya.

“Yak, selesai!” seru Eeteuk.

Henry terbatuk. Yesung senyum-senyum geje.

“Hyung, hyung balas dendam ya?” kata Henry.

“Kuingin bersihkan diriku,” sahut Yesung.

Henry hanya bisa manyun. Author ikutan manyun karena fan ficnya udah tamat.

-TAMAT-

“Bos tau ga ya kalo kita kabur Jun?” tanya Eunhyuk.

“Ga. Tadi bos sibuk ganti lokasi. Tenang aja,” jawab Junsu enteng.

“Lha ntar gimana gaji kita?” tanya Eunhyuk lagi.

“Gaji-gaji! Udah tamat tauk! Sana oppa pada pulang,” seru author.

Eunhyuk dan Junsu melirik tajam ke arah author.

-TAMAT-
beneran tamat!

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading
please comment
and
don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Bolu Pandan

ehehm..hehm…saya mau posting fanfic parodi saya.
castnya campur-campur. yg jelas artis korea. hheehheee…
pinjem nama2 ya?
pinjem merk juga.
*iklan gratis*
hehehe…
happy reading.
komen please.

Biskuat Bolu Pandan

author: wu

cast: artis2 Korea

genre: parodi

Changmin, Sunny dan Shindong tengah berunding di depan sebuah rumah berpagar kayu setinggi pinggang orang dewasa.

“Udah, tanya aja ma ibu itu,” ujar Shindong.

“Tapi aku takut hyung. Ibunya nyeremin. Masak bawa gunting besar ma selang,” kata Changmin.

Shindong ngegeplak kepala Changmin.

“Udah-udah. Kan sesuai skrip kita musti nanya ke ibu yang lagi berkebun itu. Ayo oppa-oppa jangan bertengkar,” kata Sunny.

Changmin dan Shindong manggut-manggut. Mereka bertiga mendekati pagar bercat putih itu.

“Tante! Tante!” panggil Shindong.

Ibu-ibu yang mirip Yenny WG menoleh.

“Tante? Setua itukah diriku yang So Hot ini?” kata Yenny.

“Kalau begitu adiknya mama. Kami mau tanya,” sahut Changmin.

Yenny melirik Changmin.

“Huh? Siapa mama kamu? Jangan sembarang dong,” marah Yenny.

Tiba-tiba muncul toa besar di antara kedua pihak ini.

“Ngiiing! Hoi! Pada baca skrip ga sih? Dari tadi ga nyadar-nyadar kalau melenceng dari skrip! Bisa ga sih main iklan?” seru Kyu Jong (SS501), sutradara sekaligus produser baru.

Changmin, Sunny, Shindong, Yennny *swt*

Syuting kembali berjalan. Changmin, Shindong, dan Sunny berdiri nempel ke pagar. Yenny asik nyiram tanaman pake selang.

“Rumah Zhoumi ma Henry di mana?” tanya Changmin, Shindong dan Sunny bebarengan.

Yenny menoleh. Ia mengendus-endus aroma di udara. Tanpa dosa Yenny mengayunkan selang airnya ke arah tiga makhluk itu. Mereka bertiga langsung merunduk.

“Di sana!” tunjuk Yenny ke arah kiri.

Tiga anak ini langsung beranjak ke lokasi berikutnya. Mereka memasuki sebuah salon. Ada Heechul, Jaejoong dan Daesung yang lagi nyalon.

“Rumah Zhoumi ma Henry mana?” koor Changmin, Shindong, dan Sunny.

Heechul ngelap masker di hidungnya. Jaejoong ngangkat kukunya yang baru dimanikur. Daesung narik kertas wax di kakinya. Mereka bertiga serempak mengendus udara.

“Di sana,” tunjuk Heechul, Jaejoong dan Daesung ke kiri.

Changmin, Shindong dan Sunny menuju sebuah rumah besar. Di dalam ada Zhoumi, Henry, Lee Young Ae (ibu), Kwon Sang Woo (ayah) dan Rain (kakek). Mereka berkumpul di ruang tamu.

“Zhoumi, Henry kami datang! Selamat ya!” ujar Changmin, Shindong, dan Sunny.

Mereka menyalami Zhoumi dan Henry. Zhoumi dan Henry baru memenangkan lomba duet pidato bahasa mandarin se-SM Town.

“Juara dapat biskuat bolu pandan. Asli dari dapur istana. Bibi Jang Geum yang ngasih resep,” kata Young Ae sambil pegang kepala Zhoumi dan Henry dengan bangga.

Zhoumi dan Henry senyam-senyum bangga. Keduanya mencomot bolu yang ada di piring. Sang Woo dan Rain ikut nyomot dan tersenyum bangga. Sementara tiga tamu hanya menelan ludah.

“Jingle play!” seru Kyu Jong.

Ryeowook memainkan jingle biskuat lewat komputernya. Di sampingnya Yesung siap-siap ngomongin tag linenya.

“Aroma khas pandan dan lembutnya bolu bercampur jadi satu,” ujar Yesung.

Yesung bolak-balik skripnya. Tampaknya ia mencari sesuatu.

“Ada yang hapus skripnya bos,” seru Yesung.

“Ya udah cut!” timpal Kyu Jong.

-Kyu Jong POV-

Jangan-jangan ada yang nyabotase nih. Ini kan proyek pertamaku. Pasti pada iri.

-Changmin, Shindong, Sunny-

Bolunya enak, lembut dan manis. Kenapa kita cuma ngliatin duank. Enak banget Zhoumi, Henry, Sang Woo, ma Rain. Cuma senyum, bisa makan bolu. Lhah kita. Udah disiram air, ketemu orang-orang ga jelas di salon, sekarang cuma bisa ngiler.
*nelan ludah bareng-bareng*

-author POV-

*ngelap iler* hehehe, yg nyabotase ma gue ndiri. Inilah author power. *nyomot bolu tanpa dosa*

-All-

“Dasar author geje!” teriak semua kru dan pemain. Mereka bersiap melempar benda-benda yang ada ke arah author. Ada selang air, pagar, toa, piring, alat salon, dan bolu.

*author lari ke belakang Jung Eui Chul (selingkuhan baru)*

author: “Udah ah tamat aja.”

;D
tamat

please don’t copy without my permission
thanks

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.