[fanfic parodi] Keep exist with Asis

Aaa…kangen deh sama yang namanya fan fic parody. Kekeke~
Sebenarnya saya lagi pusing. Pusing mikirin kamu! *bergaya kayak marahin pacar* hahaha. Kagak ah! Saya pusing mikiran laporan kerja profesi. *guling-guling tak keruan* belum juga kelar, padahal so so…*nggak nyombong lhoh* mudah. Tapi yang namanya malas tuh bandel banget. Ya sudah. Akhirnya saya memilih rehat sejenak. Mumpung dapat ide juga. Marilah kita simak sebuah fan fic parodi gaje bulan ini.
Mengambil iklan sebuah provider hape bernama Asis *nama disamarkan, demi alasan tak dapat honor* hahaha. Maap ya untuk semua pihak yang dirugikan, dan diuntungkan. Saya paham resiko yang saya terima. Baik dihina, dirajam, ditendang, dipuji, disukai, diketawain, dan bentuk penganiayaan lainnya. Beneran deh. Saya hanya mau menghibur kawan-kawan semua.

Disclaimer: Jadi, semua nama dan karakter yang saya pakai dalam fan fic ini bukan hak / milik saya. Saya hanya meminjam sedikit. Baik karya cipta iklan yang saya parodikan, nama produknya sendiri, nama-nama tokoh asli yang saya pakai. Semua bukan hak saya. *duh kata-katanya ribet* intinya saya pinjam secara gratis. Maap atas segala kesalahan. Dan ini adalah fiksi, khayalan saya sebagai seorang fans.

Keep exist with Asis

Cast: Sunmi WG, Sunny SNSD, Zhoumi Super Junior M, Hongki Ft Island, DnT,
Genre: parodi iklan
Length: 1 shot
Rating: General

Di sebuah kantin sekolah setelah SMA. Em…, sebut saja kantin sebuah kampus. Kampus beken yang di huni mahasiswa-mahasiswa keren. Tak hanya keren, tapi juga popular dan tajir. *hehm…, sasaran buat dipalak nih* Gimana enggak, kalo dari jauh saja sudah terlihat mahasiswa cantik yang katanya lagi hiatus dari grupnya, Sunmi. Tapi meskipun lagi hiatus dari Wonder Girls, doski tetep setema dengan member yang lain. Sunmi lagi jomblo dan tengah gencar promo diri dengan tema ‘be my baby’. *asiik! Author lagi addict to this song too*
Berhubung yang jaman update status di facebook, Sunmi rajin bawa buku dan ditaruh pas di mukanya. *author dilempar buku kamus besar bahasa Indonesia*
“Heh, author nggak gaol banget siyyy…! Facebook e ke ei ephbe itu bukan kayak gini! Nih, buka pake hape!” semprot Sunmi seraya nunjukin hapenya. Author mau tak mau manggut-manggut. *FYI, ada yang ngancam author pake pisang, eh pisau (plastik)*
Oke! Kita lanjutkan saja.

Jadi, Sunmi mahasiswa popular jalan di kantin sambil asik ketak-ketik hape. Dengan anggun saudara-saudara, Sunmi duduk manis. Dan beliau tak sendirian. Ada Sunny yang setia menemaninya kemana aja. Terlebih dengan gaya rambutnya yang baru. Sekaligus promo bareng anak-anak tetangga yang kerjaannya ngatur bocah TK. *bring the boys out! Bring the boys out!*
Tapi saat ini cuma Sunny yang dikontrak buat main iklan. Maap ya mbak-mbak kaki seksi yang lain. 

—-
“Wah, asyik ya Sunny dapat jatah terus di PH-nya author ini,” ujar mbak generasi gadis yang tak mau disebut namanya. Temannya yang lagi medikur manggut-manggut. Temennya yang asik tidur angkat bicara. “Udah, ntar juga ada saatnya. Kita tunggu aja si author insaf.” Mbak yang tak mau disebut namanya mengangguk setuju.
—-

Kembali ke lokasi syuting iklan.
Tadi Sunmi duduk di kantin dengan sohibnya, Sunny. Asyik ngrumpi sampai ngupil. Sesekali Sunmi ngetik di hape. Kan tadi dah dikasih tahu kalau Sunmi lagi asyik ephbean. Pastinya dia lagi update status.

#Keren deh lihat cowok pake celana skinny jeans#

Tak dinanya. Tanpa ada angin. Hujan apa lagi. *wah, bulu mata anti badai nggak laku ni* muncul seorang cowok dengan postur tinggi agak gemukan *agak menyimpang dari fakta, author minta maap* jalan kaku pake kain jarik.
“Oh, my God! Author, perasaan di fb statusnya skinny jeans, bukan kain kayak gini. Saya kan bukan dalang, apalagi sinden,” raung Zhoumi, sang cowok pencari cinta. Zhoumi heran memandangi dirinya sendiri. Dosa apa suruh pake kain. Digulung-gulung kayak kepompong. Mana bisa dance nih. *Zhoumi mencoba dance Super Girl, tapi ribet deh*

Muncul sekelompok pria, sebut saja DnT atau Dragon n Tiger. “Tenang semua! Kami siap memperbaiki keadaan!” seru mereka serempak. Kekompakkan grup yang terdiri dari empat orang ini dapat diacungi empat jempol sekaligus. Dalam empat detik mereka telah berhasil mengganti kain jarik Zhoumi dengan skinny jeans super ketat. Lalu menghilang dari kamera dengan kilat pula.

Zhoumi melanjutkan jalan kakunya. Set! Set! Lewat meja Sunmi dan Sunny. Entah jijik, heran, suka, ngefans abis atau keinjek kakinya, Sunmi melirik dengan aneh.
Disampingnya, Sunny hanya memandang datar. Mulutnya komat-kamit merapalkan mantra ‘girls generation makes you feel the heat’. *duh, akui aja deh, thor. Kamu lagi addict to The Boy juga ya* *author ketawa malu-malu*
“Udah, ah. Lanjut parodinya aja,” ujar author tanpa dosa. Sementara para pemeran hanya bisa menggeleng-geleng maklum.

“Biarin, Sun. Yuk update status lagi!” ajak Sunny. Sunmi langsung setuju. Tanpa nunggu lama status baru sudah terpasang.

#Sepatu stiletto merah keren, coy! Mantap! Apa lagi ditambah rambut ala betty boop#

Zhoumi buka hapenya. Pas di halaman fb nya. Ada update status dari cewek incarannya, Sunmi. Tapi dahinya berkerut. Keheranan. “Idih! Sunmi kok bahasanya kayak gini? Kayak preman. Hehm…,” batin Zhoumi. Tapi bagaimanapun juga dia sudah terlanjur cinta.
Lagi-lagi, Zhoumi lari keluar set dengan heboh. Gimana nggak?! Property berupa sepatu stiletto merah nggak ada. Doi heboh dan galau sendiri.
Eits…! Tenang! “Ada kami! Dragon n Tiger! The time is… to help!” seru DnT serempak.
Tae Rang DnT lari ke toko sebelah. Buat apa lagi? Ya beli sepatu lah. Tak berapa lama dia bersama Jun Yong, Chi Ho dan Jong Jo telah bersimpuh di depan Zhoumi. Sambil menjunjung sepasang sepatu warna merah. “This is the time… for you to use this heels,” ujar DnT. *sekalian promo single mereka kemarin, The Time….* hehehe *ketahuan deh alasan author nulis the time… mulu* :P
Menahan nafas, Zhoumi memakai sepatu yang rupanya kekecilan. Duh, Tae Rang oppa salah ukuran sepatu nih ceritanya. Ngumpetlah beliau di kamar author. 
Yah, mau bagaimana lagi. Demi suksesnya cerita, Zhoumi jalan dengan sepatu hak tinggi kekecilan dan skinny jeans kesempitan.
Jalannya lompat-lompat. Kayak pemain debus yang disuruh jalan di atas kaca yang dibakar. *wus! Author keji!*
Eits…! Jangan lupa sebuah wig yang dipaksa nempel di kepala Zhoumi. Makin oke deh.

Sunmi kembali melirik Zhoumi. Hati membatin. ‘Ih, pamer tenaga dalam ya? Saya lebih jago. Lim sui king aja kalah. Makan paku, makan beling. Keciiil!’
‘Bukan Lim sui king, Limbad kaliiii!’
Sunmi ngelirik Sunny. ‘Kita bicara lewat batin?’ Sunny mengangguk dengan senyum lebar. ‘Ajian saya berhasil kan? Hahaha’
*ayo bersama-sama! Bring the boys out! Bring the boys out! Bring the boys out!*
Eits! Tunggu…,
“Sun, liat deh wig nya? Kayaknya nggak asing,” komentar Sunny.
Sunmi mencoba memusatkan pikiran pada wig yang dipakai Zhoumi. “Pak Tarno!” serunya sambil kembali nyemil kripik.
*sigh*

Zhoumi yang merasa dicuekin Sunmi, jongkok termenung. ‘Apa sih jeleknya saya? Ganteng, jelas. Kaya, banget. Suara, oke. Pekerjaan, terjamin. Kenapa juga nggak digubris.’ Zhoumi geleng-geleng nggak terima. ‘Sunmi, Sunmi, apa kabarmu, kabarku baik-baik saja….’ *niatnya nyanyi lagu mbak BCL yang sunny*

“Ah, ganti status aja deh. Pusing lihat abang Zhoumi yang kayaknya ganti orientasi,” kata Sunmi nggak habis pikir. Tak-tik-tak! Jarinya ngetik status baru.

#pengen punya pacar superhero#

Diing! Alarm hape Zhoumi berbunyi. ‘Ada status baru, ada status baru!’ sorak Zhoumi dalam hati. ‘Yes, kali ini saya pasti sukses! Super hero? Saya aja super junior kok.’ Zhoumi tertawa senang.
Belum selesai tertawa, lagi-lagi dan lagi DnT muncul tanpa diundang. Langsung melepas sepatu stiletto merah Zhoumi. Diganti dengan sneaker merah. Jadi keren deh bang Zhoumi. Terus Jun Yong narik boxer merah dari jemuran tetangga. Dipakaikan di atas skinny jeans. Chi Ho dan Jong Jo tanpa ampun memiting Zhoumi. Eh, bukan ding. Ternyata lagi memakaikan sebuah kain merah ke leher Zhoumi.
Jeng-jeng! Jadilah super mimi!

Dengan bangga Zhoumi lari dengan sebuah tangan lurus ke depan. Yah, bayangin aja superman lagi terbang. Bruk! Doi nabrak, bukan, terjun bebas membentur sebuah meja hingga hancur. *Semua aman. Properti dibuat dari sterofoam*

Sunmi dan Sunny cepat-cepat menuju lokasi jatuhnya super mimi. Dengan kasihan, Sunmi bertanya. “Oppa kenapa sih?”

Warning! Zhoumi jatuh dalam posisi tengkurap. Mulut kesumbat sterofoam. Tangan kanan terjulur pegang hape.

“Auuf fefff fffaff aappp affmmuu uuffuuff effff gfuuuu,” kata Zhoumi penuh perjuangan.

Sunmi berusaha keras menterjemahkan perkataan Zhoumi. Dibantu Sunny yang membuka kamus khusus bahasa fanfic edisi ke-duapuluh satu. Hasilnya: ‘Aku pengen jadi yang kamu suka makanya aku ikutin status kamu.’

Sedetik, dua detik, Sunmi ternganga. Nggak nyangka Zhoumi begitu romantis. Dengan aegyo Sunmi berujar, ”Awh, so sweet!”

Gambar jadi ungu semua. Rupa-rupa kwartet DnT nggak sengaja nuang cat ke layar kamera. *cameramen marah-marah nggak karuan* DnT dihukum bersihin layar sampai gambar Sunmi yang lagi duduk nunggu sambil main hape kelihatan.
Biasalah, update status!

#lagi nungguin ksatriaku yang gagah#

Sunmi mendongak. Dia terkejut melihat sesosok orang dengan baju zirah lengkap tombak berdiri di belakangnya. Tanpa ijin, Sunmi memeluknya. “Aaa…, oppa!”
“Sayang?!” heran Zhoumi yang datang bersama semangkuk bakso. Tatapan tak percaya melayang kearah Sunmi yang memeluk orang berbaju zirah. Sunmi segera melepas pelukannya.

“Kok udahan, neng?” Tanya Hongki, orang di dalam baju zirah, membuka visornya. Terlihat muka mulus Hongki, vokalis paling keren se-FT Island.

Sunmi menatap tak suka. “Ih, nggak ah. Saya mau sama pacar saya,” kata Sunmi. “Yuk, bang!” Sunmi menggandeng Zhoumi pergi dari lokasi.

“Hei! Hei!” seru Hongki. “Ayo main iklan!” teriaknya.

Terdengar suara jingle : Internet buat rakyat!

Hongki masih teriak-teriak! “AH! Masak udah selesai sih? Ayo main lagi!” Hongki lari ngejar para kru. Tapi tak satupun yang mau. Ngejar para pemain juga nggak ada yang mau. DnT yang sering muncul tiba-tiba juga tak mau. Semua pada ngumpet di kamar author. “Nah! Ayo main, thor!” ajak Hongki.

“Nggak, ah! Dah tutup.”

Dengan kejam author menulis, SELESAI!

[fanfic parodi] baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan

hai, hai, hai!
kali ini saya post ff parodi baru, kemarin baru saya buat.
hehehe…
happy reading
thanks for visit
don’t forget to leave any comment or like.
thanks

baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan atau baskomsel ver ramadhan seri luar angkasa yang kayaknya star wars (atau star trek)
*duh belibet bener dah judulnya* pokoknya yang itu deh pembaca sekalian. Yang ada om dedy mizwar, sule dan vincent nya. :p

author: wulan murti a.k.a yuelan13

cast:
Kwon Sang Woo, Nickhun 2PM, Dongho Ukiss, Brian Joo, dbl *dan banyak lagi maksudnya*

setting: sebenarnya sih di studio yang terletak di RT XX RW XX Kelurahan YYY *disamarkan demi transparansi lomba gapura cantik antar kelurahan dalam rangka HUT RI ke-66 (author ngitung dulu nih)* tapi sang produser baru – akhirnya jadi produser – Kyu Jong ingin studio menjadi Bulan. *nah lho! Gimana coba?!*
Jadi kita sebut saja settingnya di seperkian meter persegi permukaan bulan. Dimana ada sebuah kedai makan tanpa tenda yang dikelola pemuda bersuara indah yang suka terbang ke langit, sebut saja pemilik warung Tegal *Bulan apa Tegal?!* ini dengan nama uda Brian Joo a.k.a uda B. Waktunya bulan Ramadhan saat sahur sampai buka puasa. *sukurin pada syuting pas puasa*

B: “Hei, author yang bangga dengan titel gajenya! Mau mulai ceritanya kapan? Pakai nyukurin lagi.”
Author: “Haduwh! Sabar dong oppa. Oppa kan baru.”
author ketawa gaje *dan lebay* B sampai terpana.

Okay, okay, this is it: fanfic parodi baru

Di kedai makan pinggir Bulan *lokasi diganti gara-gara protes uda B*, duduklah dua makhluk di salah satu bang. Satu berwajah mirip pangeran Thailand yang nyanyi di sebuah grup yang nyanyi tiap jam dua siang bernama Nickhun. Tapi entah mengapa badannya tidak seatletis Nickhun yang di iklan tempat wisata air di Korea bernama Karibian *nama samaran* :P Badan makhluk tersebut mirip kadal tapi bukan buaya. Bukan komodo atau tokek. Apa gozilla ya? Yah pokoknya reptil gitu deh pembaca. Si reptil Nickhun makan dengan lahap bersama pemuda tampan berbaju aneh kayak ultramen, bernama Dongho. *jangan-jangan mereka dua aktor utama serial ultramen nggaya yang kabur buat makan?*

“Heh, author, kapan nih mulainya? Dari tadi nyela mulu? Sana-sana ngetik saja!” kata Kyu Jong seraya narik author kayak narik anak kucing. Pluk! Author terlempar ke kursi panas depan komputer.

Kyu Jong lalu memberi isyarat pada sutradara Yunho untuk mulai syuting. Sementara dua aktor tetap asyik makan. Dan uda B ngawasin apa saja yang dimakan Nickhun dan Dongho. Dia nggak mau mengalami kerugian gara-gara syuting iklan (parodi) tersebut.

“Kamera satu, siap!” seru Yunho seraya menunjuk kameramen andalan, Siwon. “Kamera dua, siap!” Yunho ganti menunjuk Sungmin. Duo kameramen yang bersatu dalam produksi iklan (parodi) baru. Siwon mengarahkan kameranya pada Dongho dan Sungmin ke arah Nickhun.

“Nickhun, Dongho, action!” seru Yunho penuh haru.
Yunho POV: “Akhirnya dapat pekerjaan lagi! Hiks! Buat biaya apartemen. Masak sekarang cuma patungan sama Changmin.”

-Changmin yang asyik makan di apartemen bergidik. Kepalanya celingukan. “Siapa yang ngomongin aku?” tanya Changmin. “Apa hyung tahu ya makanannya aku ambil.” Changmin menggeleng cuek, lanjut makan.-

Okay, di kedai tanpa tenda.
Sambil menyendok nasi lalap petai Nickhun berkata, “Kapan nih imsyaknya?”
“Ya, nggak tahu hyung. Tuh si Jago nggak berkokok-kokok juga,” jawab Dongho menunjuk ayam jago terbesar di lokasi syuting dengan mangkok ikan di kepalanya. *oia, tuh Nickhun sama Dongho juga pakai mangkok ikan*

si ayam jago (yang ternyata Eeteuk dalam kostum ayam jago) mondar-mandir dekat meja Nickhun dan Dongho. Santai mengais tanah tanpa menggubris dua makhluk di kedai yang berdebat nunggu imsyak.
Ayam jago (Eeteuk) POV: “Ya ampun! Imsyak mah sebelum ane berkokok. Ya ane kagak mau berkokok kalau belum imsyak.”

Ting! Muncul bolam lampu besar di dekat Dongho. Eunhyuk yang jadi bagian lighting memegang bolam lampu dalam kostum serba hitam.

Eunhyuk POV: “Asiik! Namaku disebut. Lumayan, walau pakai hitam, rambut pirang baru bisa tetap eksis di bawah sinar bolam.”

“Hey, hyung, apa dilepas saja ya helm si ayam? Biar bisa berkokok,” usul Dongho dengan wajah super cute nya.
Nickhun membelalak penuh senyum. *bayangin Nickhun senyum terperangah dengan gaya Sule*

Nickhun POV: “Wah, kurang ajar nih authornya. Masak saya yang tampan dan terkenal disamain kayak Sule. Hidung mancungan saya kali!”

Author muncul di dekat Nickhun dalam kostum kayak reptil. “Mau protes, oppa? Syukur-syukur saya ajak main iklan,” ancam author. Author menyandra Victoria F(x), istri-istriannya Nickhun.
Nickhun membelalak dengan gayanya sendiri. “Jangan sakiti istriku!” pintanya. “Aku akan memainkan peranku dengan baik,” janji Nickhun seraya mengempisin hidung biar terlihat pesek.

“Ckckck! Ini author nggak nurut banget sih,” keluh produser Kyu Jong. Bersama sutradara Yunho, Kyu Jong menyeret author kembali ke depan komputer.

Dongho dan ayam jago Eeteuk menunggu dengan sabar. Keduanya main lompat tali sampai pertengkaran tak jelas selesai.

“Yah, ini juga! Ayo syuting lagi!” seru Yunho dengan toa saktinya.

Semua kru dan pemain kembali stand by. Eunhyuk ngurus lighting, mulai dari bolam, lampu sorot, senter, sampai lilin. Duo kameramen, Siwon-Sungmin, siap adu zoom in zoom out. Tiga aktor, Nickhun-Dongho-Eeteuk, siap dengan kostum masing-masing.

“Aku belum disebut!” protes uda Brian.

Okay, okay. Dan Brian Joo si pemilik kedai tanpa tenda di pinggir bulan. *padahal nggak kelihatan di kamera*

“Action!” seru Yunho.

Nickhun dan Dongho liat-liatan. “Gimana tahu udah imsyak atau belum?” tanya Dongho. Nickhun mengarahkan kepala pada ayam jago Eeteuk.
“Kita lepas aja helmnya!” usul Dongho.
Nickhun langsung bangkit dari bangku, disusul Dongho dengan wajah sumringah. Hup! Keduanya melompat ke sana kemari hendak menangkap ayam jago Nickhun.

“Nggak nggak nggak mau!” dendang ayam jago Eeteuk. “Nanti nggak bisa bernafas. Ini kan di Bulan,” protes Eeteuk mempertahankan mangkok ikannya.
Nickhun dan Dongho tak mau tahu. Keduanya nekat mengejar Eeteuk. Alhasil, terjadilah pergumulan tiga manusia berkostum ganjil.

Jeng-jeeeng! Shindong memainkan backsound. Dia ber-beat box bersamaan dengan Yesung yang menghidupkan kipas angin di depan pemanggang sate. Di sisi set, Hankyung kesusahan menarik tali pengangkat aktor berikutnya.

“Hihihi!” terdengar tawa datar. “Tidak perlu susah nangkap ayam! Tinggal pakai baskomsel, jadwal imsyak dan buka puasa ada semua!” kata Kwon Sang Woo yang ketakutan digantung di atas pemanggang sate.

Nickhun dan Dongho berhenti mengejar Eeteuk yang masih heboh sendiri menari ala lagu bi-o-wai. *bleh!* Mereka mengamati SangWoo yang turun perlahan nyaris di atas pemanggang sate. Untung saja Hankyung menggeser posisi tali.

Hankyung POV: “Ternyata berat juga kerja di produksi iklan. Mending jualan dumpling di warung emak.”

Shindong POV: “Bagianku juga berat, hyung. Gara-gara produser pelit, backsound nya musti manual. Mana puasa lagi.”

Yesung POV: “Aku juga berat. Masak buat efek asap pakai panggangan sate. Mana kipas anginnya musti diputar manual. Duh, bugjet minim.”

Hankyung POV: “Eh, kita bisa telepati.”

Shindong, Yesung POV: “Hore! Kita main telepati aja. Biar iklannya jalan sendiri.”

Hankyung mengaitkan tali begitu SangWoo turun. Yesung mematikan kipas angin. Dan Shindong muter kaset buat backsound dengan radio hasil minjem. Ketiganya lalu latihan telepati.

Sementara itu syuting terus berlanjut. SangWoo berjalan menghampiri Nickhun dan Dongho sambil menunjukkan kartu baskomsel berwarna merah mencolok mata.

“Panel gambar muncul!” perintah Kyu Jong.

Dua orang berkostum serba hitam muncul memanggul papan besar. Mereka adalah Eunhyuk dan Junsu duo kru gaje. Keduanya bergantian membuka gambar di papan, bersamaan dengan penjelasan SangWoo.

“Aplikasi lengkap! Ada jadwal sholat!”
Eunhyuk membuka gambar di pojok bawah papan.
“Hafalan doa!”
Junsu membuka gambar berikutnya.
“Wallpaper kaligrafi.”
Giliran Eunhyuk yang membuka gambar.
“Juga ada THR dari artis,” kata SangWoo bersemangat.
Tak kalah semangat dengan Eunhyuk dan Junsu yang berebut THR.

Demi berlangsungnya syuting dengan lancar, produser turun tangan mengatasi kekacauan yang terjadi. Kyu Jong sekuat tenaga menarik Eunhyuk-Junsu beserta papan keluar dari set. Biar rebutan THR tidak disyut oleh Siwon dan Sungmin. *yang syukurlah masih bekerja dengan benar*

“Okay, action!” seru Yunho yang merasa keadaan sudah aman.

Dongho asyik main hape dengan sim card baskomsel. Buka-buka kontennya. Tampaknya mencari konten dewasa, berhubung sudah punya KTP.

“Puasa oi!” seru author pakai toa pak sutradara.

Dongho memasang wajah cute. Dengan pandai berkelit. “Wuih, hebat! Udah magrib! Ayo buka puasa!” ujar Dongho.

Nickhun dan SangWoo berseru senang. Mereka menyerbu kedai tanpa tenda di pinggir Bulan. Namun kedai sudah lenyap. Rupanya uda B telah mengepak dagangannya. Gara-gara kebanyakan OOT, syuting molor lama. Uda B langsung cabut begitu waktu berbuka menjelang.

Brian Joo POV: “Saya kan harus jualan. Kalau tidak darimana uang untuk beli makan dua anjing saya.”

author: “Ih…, siapa yang nanya, oppa?”
*author dilempar digelitikin dua anjing Brian*

“Ya sudah! Ayo ayamnya ditangkap! Buat buka puasa,” kata SangWoo memutuskan.

Nickhun yang sejak tadi bernafsu menangkap ayam langsung setuju. Dia dan SangWoo kembali mengejar ayam jago Eeteuk.

“Uwaaa! Nggak nggak nggak mau! Nggak nggak nggak mau! Sama lek boy lek boy!” jerit Eeteuk menghindar dari serbuan Sang Woo dan Nickhun.

Di depan kamera, Dongho masih senyam-senyum bermain hape. Sampai-sampai, Siwon dan Sungmin memfokuskan kamera ke arah Dongho saja. Tiga orang yang asyik kejar-kejaran tidak dihiraukan.

“Cut! Cut! Selesai!” seru Yunho. Yunho menarik dua kameramennya. “Simpan filmnya! Ayo beres-beres!” perintah Yunho.

Sebagai kru yang baik *dan paling normal* Siwon dan Sungmin menjalankan perintah Yunho. Dengan macho *Siwon* dan dengan imut *Sungmin*, mereka membereskan peralatan. Padahal Dongho masih asyik main hape. Nickhun dan SangWoo terus mengejar Eeteuk. Kyu Jong melerai Eunhyuk dan Junsu yang rebutan. Yesung, Hankyung dan Shindong tetap saja berlatih telepati.

“Duh, ya ampun! Para lelaki itu! Kerja tidak ada yang benar,” ejek Sunmi yang ngintip.

Toel-toel! Sunny nyolek lengan Sunmi. “Ngintip apa sih? Kayaknya seru. Apa Hyun Joong lagi syuting sabun mandi?” tanya Sunny penuh harap.

Sunmi menggeleng kecewa. “Tuh pada pakai kostum aneh. Yuk nyari lokasi syuting Hyun Joong aja,” ajak Sunmi.

Sunny menyambut bahagia ajakan Sunmi. Dia membagi lolipopnya pada Sunmi sebagai tanda terima kasih. Kemudian bergeser ke lokasi lain dengan gaya perpaduan koreo Mr.Taxi dan 2 Different Tears yang hasilnya menjadi koreo Tell Me feat Hoot. *author kumat gajenya*

Dan di lokasi syuting lain, tepatnya syuting video musik baru, Hyun Jung bergidik takut. Mungkin hawa dua gadis tadi yang membuat dia merinding.
“Aku nggak jadi tampil seksi ah!” teriak Hyun Jung ngeri.

“Hoi, author! Kenapa sampai ke tempat syuting mv ku? Kan parodi iklan?” protes Hyun Joong.

“…..” tak ada jawaban.

Hyun Joong kembali merinding. Heran, kemana juga si author yang doyan nampang dan super gaje.

Jeeng-jeeeeng!

Di depan komputer, tertawalah dua orang lelaki. Jaejoong dan Yoochun. Mereka telah mengambil alih komputer setelah author pingsan digelitikin anjing-anjing Brian. Jaejoong dan Yoochun yang menyabotase fanfic ini!

“Hahaha! Salah sendiri tidak memasukkan nama kami,” tawa Yoochun.

Jaejoong menekan tombol save. “Nih tamat dengan gaje,” timpal Jaejoong.

“Hahaha!” keduanya tertawa lebar.

—————————–


NB: POV maksudnya point of view, ya kayak orang membatin gitu. jadi kata-kata dalam hati. *halah ribet banget*

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Laksing (from la*ing) :-)

Laksing parodi

cast: Sunmi WG, Minho shinee, Jang Ri In, Dana CSJH, dll.

Sunmi dan Minho berdiri di ambang pintu. Mereka berdua saling melirik. Sunmi melotot pada Minho. Minho balas menonjolkan matanya. Mereka beradu mata dengan serunya.

Yunho kru yang membawa boomer menurunkan mikropon besar yang dibawanya. Mikropon itu tepat berada di antara Sunmi dan Minho.

“Oppa, kok gitu sih?” kata Sunmi.

“Lhoh kok marah?” timpal Minho.

“Jangan gitu sayang!” lanjut Sunmi dan Minho bebarengan.

Yunho terbelalak. Ia melempar mikropon yang dibawanya ke Yoochun.

“Tak tahan lagi! Tak tahan lagi!” seru Yunho sambil ngumpet di balik Changmin petugas lighting.

“Hoi! Ni syuting tauk! Konsen napa? Skrip! Ikuti skrip!” seru Hankyung sang sutradara iklan *parodi* terkenal *sedunia per-fanfic-an*

Sunmi dan Minho kembali ke posisi awal. Sunmi melirik penuh makna pada Minho. Lalu memandang ke depan.

Ri In dan Dana yang sedang duduk di sofa asyik bergosip.

“Eh, tau gak, Jeng. Tuh si Yesung anak tetangga sebelah,” kata Ri In.

“Hu’u. Yang gemuk itu kan,” sahut Dana.

“Iya. Jeng. Yang suaranya keren,” timpal Ri In.

Sunmi berdeham.

“Hmm!”

“Kenapa si Yesung?” tanya Dana.

“Hmmm!”

“Yesung cakep kan. Jeng?” sahut Ri In.

“Hmmmm!”

Ri In dan Dana akhirnya menoleh pada Sunmi dan Minho.

“Eh, anak umma sudah pulang,” kata Dana.

Sunmi menampakkan wajah inosen. Ia pegang-pegang perutnya. Sunmi lirik pada Minho. Dana terperangah.

“Kamu kenapa? Lapar?” tanya Dana cemas.

“Aniyo!” jawab Sunmi.

Sunmi kembali mengelus perutnya. Melirik Minho. Minho lalu memegang tangan Sunmi.

“Apa?!” seru Dana yang akhirnya ngeh.

Sunmi mengangguk dengan muka datar.

“Sudah berapa lama?” tanya Dana khawatir.

“Dengan siapa? Dia?” lanjut Dana.

Ri In senyam-senyum ga jelas.

Siwon si kameramen menzoom wajah Sunmi.

“Hoi-hoi! Dizoom bukan ditempel ke wajah gini kameranya,” seru Sunmi.

Siwon menarik kameranya dari wajah Sunmi. Lalu menzoom dengan benar.

Sunmi mendongakkan wajahnya. Ia memasang wajah super datar. Kayak jalan yang baru saja diaspal.

“Bukan. Sudah tiga hari ga BAB,” keluh Sunmi.

“Oalah. Ya udah! Sana ke toilet,” kata Dana tenang.

“Umma!” rajuk Sunmi.

“Ya ampun, Jeng. Kalo BAB susah, minum laksing. BAB lancar. Malam diminum pagi dibuang,” kata Ri In menengahi.

Dana manggut-manggut. Sunmi manggut-manggut dengan wajah datar yang tadi. Minho ikutan aja.

~~~

“Laksing, BAB lancar terasa longgar,” kata Ri In dan Sunmi serempak.

~~~

“Cut! Wrap!” seru Hankyung dengan berkaca-kaca.

Semua kru bertepuk tangan.

“Akhirnya ada iklanku yang sukses,” kata Hankyung yang bercucuran air mata.

Hankyung menyalami semua kru dan artis.

“Siwon, coba kita liat hasil syuting tadi,” perintah Hankyung.

Semua duduk di depan monitor. Siwon memencet tombol play. Di layar monitor terlihat jutaan semut hitam (baca: layarnya cuma item)
Hankyung menatap nanar. Tangannya lemas.

“Aniyooooo!!!” jerit Hankyung.

Semua kru ikut lemas *Siwon yang paling melas eh lemas*

~tamat

by : wulan murti a.k.a yuelan13
as posted at Lautan Indonesia forum/freakyfictie forum

thanks for reading.
comment please
and
don’t copy without my permission.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.