[fanfic parodi] Oleo soft cake

another old ff of me. kkk~
masih di jalur parodi iklan makanan di Indonesia.
pernah dipost di LI/FFF.
happy reading!
leave any comment or like please.
thanks.

Oleo Soft Cake

cast:
Kim Hyun Joong SS501
Ajoo credit: http://www.korean-drama-guide.com/
dkk

setting: beranda rumah dekat kebun. Ada sebuah meja.

Ajoo berjalan mendekati meja. Hyun Joong duduk sibuk menulis. Ajoo membawa sebungkus makanan dan segelas susu.

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo dengan nada menantang.

Hyun Joong menoleh. Ajoo menyembunyikan makanan yang dibawanya. Ajoo ikut duduk di dekat Hyun Joong.

“Ya tahu dong. Kim Hyun Joong gitu lhoh,” jawab Hyun Joong yang merasa tertantang.

Ajoo tersenyum penuh misteri. Hyun Joong bersiap menjawab.

“Ditarik bungkusnya. Lalu digigit,” ujar Heechul yang tiba-tiba muncul.

“Chokolatos. Mama mia lezatos!” susul paduan suara yang bernama A’ST1.

Baik Ajoo maupun Hyun Joong melongo bersama. Sutradara baru kita, Kyu Jong, tak kalah lebar melongonya.

“Cheosong hamnida! Cheosong hamnida!” ujar Yunho sang sutradara yang datang menarik artis-artisnya *heechul dan A’ST1 yang numpang lewat* *atau salah lewat ya?*.

Kyu Jong mengatupkan bibir. Ia menyuruh Ajoo dan Hyun Joong kembali berakting.*abaikan si yunho yang pengen aja nampang*
“Heh! apa lu author gaje?” seru Yunho yang ternyata belum beranjak dari lokasi syuting.
*author kabur aja dah*

Kyu Jong mengambil alih masalah. dengan sigap dia melanjutkan syuting. dia tak mau obsesinya menjadi sutradara terganggu. *kayaknya dulu diprofilnya bilang mau jadi produser bukan deh*
“Author ga ga ga jelas, sampai kapan kau ganggu lagi kau ganggu lagi? seru kyu jong.
author mendekati kyu jong. “Ah, oppa ini.” *author dilempar kursi sutradara*

“Ajoo mulai lagi!!” teriak Kyu Jong lewat toa, mengabaikan kepedihan author yang dianiaya tokoh.

Ajoo melanjutkan acara menggoda hyun joong. :P

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo.

“Tahu dong. Diputer, dijilat terus dicelupin!” jawab Hyun Joong penuh keyakinan.

“Wuih, pinter banget,” puji Ajoo.

Hyun Joong tersenyum bangga.

“Kalo oleo yang ini?” tanya Ajoo lagi.

Ajoo menunjukkan sebungkus oreo soft cake yang tadi disembunyikannya. Hyun Joong melihat dengan takjub.

“Baru ya? Kuq belum pernah lihat? Enak ya? Bedanya apa? Kasih satu ya?” tanya Hyun Joong beruntun *+lebay*

-muncul gambar oleo soft-

Eunhyuk (narator) : “Satu-satunya soft cake lembut dengan krim yang dilapisi coklat khas oleo.”

Kyu Jong tersenyum bangga. Di luar Yesung dan Leeteuk berdemo karena di-PHK Kyu Jong. Jabatan narator dan penulis naskah diserahkan pada Eunhyuk dan Yoochun.

Author: “Emang penting ni pake disebutin segala?”

Yoochun: “PENTING! Biar nama gw muncul!” *nglempar kursi ke author*

Kyu Jong: “Hoi! Jangan ganggu orang lagi syuting! Kalian berdua sama-sama penulis mojok aja sana!”

udah-udah, kembali ke iklan! *gaya too cool*

Kamera kembali men-syut Ajoo dan Hyun Joong yang lagi asik makan oleo.

“Ngiiing! Ikuti skrip!” teriak Kyu Jong pake megaphone.

Ajoo dan Hyun Joong mengangguk dengan kecewa. Mereka kembali ke jalur yang benar *sesaui skrip maksudnya*.

“Kok ga dicelup?” tanya Ajoo yang membuka oleonya.

Hyun Joong senyam-senyum sambil makan oleo.

“Aku sih enggak,” ujar Hyun Joong.

Ajoo menarik gelas susunya.

“Kalau aku dicelupin,” timpal Ajoo.

Ajoo mencelupkan oleonya ke susu.

Eunhyuk *dengan nada BT karena Yesung dan Leeteuk demo di depannya* : “Oleo soft cake, mau dicelupin atau enggak suka-suka kamu.”

“Yak! Simpan!” seru Kyu Jong.

Para kru mulai memberesi peralatan. Sementara itu …

“Celupin aja kak!” paksa Ajoo.

“Enggak mau! Suka-suka dong!” ketus Hyun Joong.

“Celup!”

“Enggak!”

“Celup enggak!”

“Enggak! Suka-suka dong mau dicelup atau tidak!”

Terjadi perang oleo antara Ajoo dengan Hyun Joong. Yesung dan Leeteuk berhenti berdemo dan malah menyemangati Ajoo dan Hyun Joong. Mereka berjongkok di depan meja.

“Hyung, kayaknya aku dapat ide,” ujar Yesung.

“Ide apa?” tanya Leeteuk.

“Kita buat iklan tandingan,” jawab Yesung.

“Begitu? Boleh juga. Kapan?”

“As soon as possible!”

Yesung dan Leeteuk saling berpandangan. Mereka tertawa serentak dengan keras. Ajoo dan Hyun Joong berhenti bertengkar. Mereka berdua berganti menonton Yesung dan Leeteuk.

Para kru dan Kyu Jong mulai meninggalkan lokasi syuting.

“Bos, gimana dengan mereka berempat? Apa ditinggal?” tanya Eunhyuk yang merangkap jadi staf properti.

“Udah biarin aja. Cepat bawa kursi sutradaraku,” jawab Kyu Jong enteng.

Eunhyuk dan Kyu Jong keluar dari tempat itu. Sebelum menutup pintu Eunhyuk mematikan lampu.

“Hyung!” jerit Yesung.

Yesung langsung memeluk Leeteuk.

“Takut kak,” bisik Ajoo.

“Ya, udah kakak juga mau celupin oreonya,” sahut Hyun Joong yang merinding.

Ya sudah pembaca. Mari kita tinggalkan mereka.

Tamat.


by: wulan murti a.k.a yuelan13

hehehe…another clue.
seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya, ff parodi saya berhubungan.
hehehehe….

don’t copy without my permission.

[fanfic parodi] Laksing (from la*ing) :-)

Laksing parodi

cast: Sunmi WG, Minho shinee, Jang Ri In, Dana CSJH, dll.

Sunmi dan Minho berdiri di ambang pintu. Mereka berdua saling melirik. Sunmi melotot pada Minho. Minho balas menonjolkan matanya. Mereka beradu mata dengan serunya.

Yunho kru yang membawa boomer menurunkan mikropon besar yang dibawanya. Mikropon itu tepat berada di antara Sunmi dan Minho.

“Oppa, kok gitu sih?” kata Sunmi.

“Lhoh kok marah?” timpal Minho.

“Jangan gitu sayang!” lanjut Sunmi dan Minho bebarengan.

Yunho terbelalak. Ia melempar mikropon yang dibawanya ke Yoochun.

“Tak tahan lagi! Tak tahan lagi!” seru Yunho sambil ngumpet di balik Changmin petugas lighting.

“Hoi! Ni syuting tauk! Konsen napa? Skrip! Ikuti skrip!” seru Hankyung sang sutradara iklan *parodi* terkenal *sedunia per-fanfic-an*

Sunmi dan Minho kembali ke posisi awal. Sunmi melirik penuh makna pada Minho. Lalu memandang ke depan.

Ri In dan Dana yang sedang duduk di sofa asyik bergosip.

“Eh, tau gak, Jeng. Tuh si Yesung anak tetangga sebelah,” kata Ri In.

“Hu’u. Yang gemuk itu kan,” sahut Dana.

“Iya. Jeng. Yang suaranya keren,” timpal Ri In.

Sunmi berdeham.

“Hmm!”

“Kenapa si Yesung?” tanya Dana.

“Hmmm!”

“Yesung cakep kan. Jeng?” sahut Ri In.

“Hmmmm!”

Ri In dan Dana akhirnya menoleh pada Sunmi dan Minho.

“Eh, anak umma sudah pulang,” kata Dana.

Sunmi menampakkan wajah inosen. Ia pegang-pegang perutnya. Sunmi lirik pada Minho. Dana terperangah.

“Kamu kenapa? Lapar?” tanya Dana cemas.

“Aniyo!” jawab Sunmi.

Sunmi kembali mengelus perutnya. Melirik Minho. Minho lalu memegang tangan Sunmi.

“Apa?!” seru Dana yang akhirnya ngeh.

Sunmi mengangguk dengan muka datar.

“Sudah berapa lama?” tanya Dana khawatir.

“Dengan siapa? Dia?” lanjut Dana.

Ri In senyam-senyum ga jelas.

Siwon si kameramen menzoom wajah Sunmi.

“Hoi-hoi! Dizoom bukan ditempel ke wajah gini kameranya,” seru Sunmi.

Siwon menarik kameranya dari wajah Sunmi. Lalu menzoom dengan benar.

Sunmi mendongakkan wajahnya. Ia memasang wajah super datar. Kayak jalan yang baru saja diaspal.

“Bukan. Sudah tiga hari ga BAB,” keluh Sunmi.

“Oalah. Ya udah! Sana ke toilet,” kata Dana tenang.

“Umma!” rajuk Sunmi.

“Ya ampun, Jeng. Kalo BAB susah, minum laksing. BAB lancar. Malam diminum pagi dibuang,” kata Ri In menengahi.

Dana manggut-manggut. Sunmi manggut-manggut dengan wajah datar yang tadi. Minho ikutan aja.

~~~

“Laksing, BAB lancar terasa longgar,” kata Ri In dan Sunmi serempak.

~~~

“Cut! Wrap!” seru Hankyung dengan berkaca-kaca.

Semua kru bertepuk tangan.

“Akhirnya ada iklanku yang sukses,” kata Hankyung yang bercucuran air mata.

Hankyung menyalami semua kru dan artis.

“Siwon, coba kita liat hasil syuting tadi,” perintah Hankyung.

Semua duduk di depan monitor. Siwon memencet tombol play. Di layar monitor terlihat jutaan semut hitam (baca: layarnya cuma item)
Hankyung menatap nanar. Tangannya lemas.

“Aniyooooo!!!” jerit Hankyung.

Semua kru ikut lemas *Siwon yang paling melas eh lemas*

~tamat

by : wulan murti a.k.a yuelan13
as posted at Lautan Indonesia forum/freakyfictie forum

thanks for reading.
comment please
and
don’t copy without my permission.

[fanfic] RFC_ Yunho DBSK : Love is sacrifice

Love is Sacrifice

author: wu a.k.a wulan murti

cast:
- U-Know Yunho DBSK
- Choi Eun Jae (fake character)
-Micky Yoochun DBSK

Sky looks unfriendly today. It is cloudly since morning. I’m walking alone under the cloud.
Suddenly a car runs fastly beside. Of course I fall down to the street.

“Aish!”  I curse.

I get up. But I feel hurt at my ankle. My tears fall. It is very hurt.

“Cheosong hamnida. May I help you? I am sorry,” said the man who almost crashed me.

I watch him sharply. I reject his hand.

“Gwaenchana. I can do myself,” I answer him.

I try to walk. But  I feel more hurt. Without permission this guy hold me. He help me to walk.

“Please don’t reject me. This is my fault,” beg this man.

I just take a deep breathe. I glance at his face. Then I can believe my own sight.

“You?” shout me.

I push him away. I run away from him. I don’t want he knows that he meet with me.
Now I’m sitting at public park. A lot of children play together. I can’t forget what has happened. And my ankle still hurt.

“Eun Jae-ssi annyeong,” said Yoochun, my friend.

“Chunnie annyeong. What are you doing here?”

Yoochun sit beside me.

“I am boring. How about you? You look unwell.”

“I got crash. My ankle hurts. But it’s better. You boring? Are you over busy?”

Yoochun nods his head. He smiles.
Yeah, of course he is over busy. He is member of Dong Bang Sin Ki. An extra famous Korean boyband. It is my lucky close with him and other members too.

“Should I bring you to the hospital?” asked Yoochun.

I shake my head.

“Don’t kiding! I am fine.”

“Well, wanna have lunch with me?”

I laugh slowly. “No thanks.”

Yoochun grin. “I know why you reject me. You afraid someone will be jealous, don’t you?”

“I don’t know what you are talking about. Ah, I feel much better. Well I wanna go home.”

I stand up from the bench. But Yoochun catch my hand.

“Jamkkanmanyo! Please stay a while. I want to spend my time with you.”

“Ah, hush! I don’t like your flattery. Mianhaeyo oppa.”

“What? You call me oppa? I feel so happy now. Please Eun Jae accompany me.”

I bow my head. I just remember one person. Someone that make me stuck. And I can’t get him out of my head. But, I want to leave his life.

So I sit again. Yoochun sit closer to me. He puts his arm on my shoulder. Suddenly, I feel save and warm. Feeling that I always get if I were with someone, before it happened.

“Lets have a new day with me! You may not being like this. You must heal your heart. Don’t you know that I can do everything for you?”

“I want to forget him. But it’s not easy. What I get is more pain. I still love him.”

Yoochun handful my hand. He stare at me.

“You will know how deep is my love for you.”

I pull my hand. I leave Yoochun alone. Now, I want to forget everything about he and Yoochun. I will take a distance with Dong Bang Sin Ki.

***
“Eun Jae-ya! Are okay? I’m sorry. You should blame on me. I’ve been looking for you,” said Yunho.
“You?” asked me.
“You are still angry with me, aren’t you. Please forgive me. Here, I’ll take care of your ankle,” said Yunho again.

Oh, God! Ottoke? Ottoke? He comes again. Honestly I’m melting when heard he talks like that. I though, I still love him.

“Oppa mianhaeyo. I can do myself. You may to go now.”

Yunho opens wide his eyes. I know that he can’t believe me.

“Eun Jae-ya! Why do you being like this? What happen with you? Eun Jae ya!”

Yunho shake my shoulder. Then he hug me.

“We have broken up,” said me plain.
“Aniyo! We never broke up! You still mine. Saranghae. Saranghae,” told Yunho.
“We can’t continue our relationship. I am not good enough for you. Just leave and forget me.”

Yunho hugs me more tight. Make me hard to release.

“I won’t! I never gonna leave and forget you. Please apologize me. I will do everything for you. I’ll love you always. Trust me dear.”

Okay, enough. Yunho always can control over my feeling. And I will easy fall to his beg.

“Come on in,” I invite him.

He kisses my lips for a while after we come in. Honesty I miss him. The matter that make me decide to break with him is his job.

“Dear, never try to break up with me!” said Yunho.

I shake my head.

“I promise will share my time more than before. Ara?” said Yunho.
“Ne arasseo.”

Since this day he promise to manage his time. He said he will love me more than yesterday.

“Dear, I am sorry I’ve crashed you. It happened because I worried you. Then I looked you but I wasn’t sure. Suddenly I drove faster. And I couldn’t do anything when you ran away from me. I am sorry,” told Yunho.
“Gwaenchana oppa,” I said.

He smile beautifully. It makes me frozen. I completely under his spell. I love him so much.

Love sometime asks sacrifice from us. But when we can struggle we will achieve the sweet of love.

The End

please do not copy without permission

Published in: on Mei 28, 2009 at 6:06 am  Komentar (2)  
Tags: , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.