[fanfic parodi] baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan

hai, hai, hai!
kali ini saya post ff parodi baru, kemarin baru saya buat.
hehehe…
happy reading
thanks for visit
don’t forget to leave any comment or like.
thanks

baskomsel ver luar angkasa seri ramadhan atau baskomsel ver ramadhan seri luar angkasa yang kayaknya star wars (atau star trek)
*duh belibet bener dah judulnya* pokoknya yang itu deh pembaca sekalian. Yang ada om dedy mizwar, sule dan vincent nya. :p

author: wulan murti a.k.a yuelan13

cast:
Kwon Sang Woo, Nickhun 2PM, Dongho Ukiss, Brian Joo, dbl *dan banyak lagi maksudnya*

setting: sebenarnya sih di studio yang terletak di RT XX RW XX Kelurahan YYY *disamarkan demi transparansi lomba gapura cantik antar kelurahan dalam rangka HUT RI ke-66 (author ngitung dulu nih)* tapi sang produser baru – akhirnya jadi produser – Kyu Jong ingin studio menjadi Bulan. *nah lho! Gimana coba?!*
Jadi kita sebut saja settingnya di seperkian meter persegi permukaan bulan. Dimana ada sebuah kedai makan tanpa tenda yang dikelola pemuda bersuara indah yang suka terbang ke langit, sebut saja pemilik warung Tegal *Bulan apa Tegal?!* ini dengan nama uda Brian Joo a.k.a uda B. Waktunya bulan Ramadhan saat sahur sampai buka puasa. *sukurin pada syuting pas puasa*

B: “Hei, author yang bangga dengan titel gajenya! Mau mulai ceritanya kapan? Pakai nyukurin lagi.”
Author: “Haduwh! Sabar dong oppa. Oppa kan baru.”
author ketawa gaje *dan lebay* B sampai terpana.

Okay, okay, this is it: fanfic parodi baru

Di kedai makan pinggir Bulan *lokasi diganti gara-gara protes uda B*, duduklah dua makhluk di salah satu bang. Satu berwajah mirip pangeran Thailand yang nyanyi di sebuah grup yang nyanyi tiap jam dua siang bernama Nickhun. Tapi entah mengapa badannya tidak seatletis Nickhun yang di iklan tempat wisata air di Korea bernama Karibian *nama samaran* :P Badan makhluk tersebut mirip kadal tapi bukan buaya. Bukan komodo atau tokek. Apa gozilla ya? Yah pokoknya reptil gitu deh pembaca. Si reptil Nickhun makan dengan lahap bersama pemuda tampan berbaju aneh kayak ultramen, bernama Dongho. *jangan-jangan mereka dua aktor utama serial ultramen nggaya yang kabur buat makan?*

“Heh, author, kapan nih mulainya? Dari tadi nyela mulu? Sana-sana ngetik saja!” kata Kyu Jong seraya narik author kayak narik anak kucing. Pluk! Author terlempar ke kursi panas depan komputer.

Kyu Jong lalu memberi isyarat pada sutradara Yunho untuk mulai syuting. Sementara dua aktor tetap asyik makan. Dan uda B ngawasin apa saja yang dimakan Nickhun dan Dongho. Dia nggak mau mengalami kerugian gara-gara syuting iklan (parodi) tersebut.

“Kamera satu, siap!” seru Yunho seraya menunjuk kameramen andalan, Siwon. “Kamera dua, siap!” Yunho ganti menunjuk Sungmin. Duo kameramen yang bersatu dalam produksi iklan (parodi) baru. Siwon mengarahkan kameranya pada Dongho dan Sungmin ke arah Nickhun.

“Nickhun, Dongho, action!” seru Yunho penuh haru.
Yunho POV: “Akhirnya dapat pekerjaan lagi! Hiks! Buat biaya apartemen. Masak sekarang cuma patungan sama Changmin.”

-Changmin yang asyik makan di apartemen bergidik. Kepalanya celingukan. “Siapa yang ngomongin aku?” tanya Changmin. “Apa hyung tahu ya makanannya aku ambil.” Changmin menggeleng cuek, lanjut makan.-

Okay, di kedai tanpa tenda.
Sambil menyendok nasi lalap petai Nickhun berkata, “Kapan nih imsyaknya?”
“Ya, nggak tahu hyung. Tuh si Jago nggak berkokok-kokok juga,” jawab Dongho menunjuk ayam jago terbesar di lokasi syuting dengan mangkok ikan di kepalanya. *oia, tuh Nickhun sama Dongho juga pakai mangkok ikan*

si ayam jago (yang ternyata Eeteuk dalam kostum ayam jago) mondar-mandir dekat meja Nickhun dan Dongho. Santai mengais tanah tanpa menggubris dua makhluk di kedai yang berdebat nunggu imsyak.
Ayam jago (Eeteuk) POV: “Ya ampun! Imsyak mah sebelum ane berkokok. Ya ane kagak mau berkokok kalau belum imsyak.”

Ting! Muncul bolam lampu besar di dekat Dongho. Eunhyuk yang jadi bagian lighting memegang bolam lampu dalam kostum serba hitam.

Eunhyuk POV: “Asiik! Namaku disebut. Lumayan, walau pakai hitam, rambut pirang baru bisa tetap eksis di bawah sinar bolam.”

“Hey, hyung, apa dilepas saja ya helm si ayam? Biar bisa berkokok,” usul Dongho dengan wajah super cute nya.
Nickhun membelalak penuh senyum. *bayangin Nickhun senyum terperangah dengan gaya Sule*

Nickhun POV: “Wah, kurang ajar nih authornya. Masak saya yang tampan dan terkenal disamain kayak Sule. Hidung mancungan saya kali!”

Author muncul di dekat Nickhun dalam kostum kayak reptil. “Mau protes, oppa? Syukur-syukur saya ajak main iklan,” ancam author. Author menyandra Victoria F(x), istri-istriannya Nickhun.
Nickhun membelalak dengan gayanya sendiri. “Jangan sakiti istriku!” pintanya. “Aku akan memainkan peranku dengan baik,” janji Nickhun seraya mengempisin hidung biar terlihat pesek.

“Ckckck! Ini author nggak nurut banget sih,” keluh produser Kyu Jong. Bersama sutradara Yunho, Kyu Jong menyeret author kembali ke depan komputer.

Dongho dan ayam jago Eeteuk menunggu dengan sabar. Keduanya main lompat tali sampai pertengkaran tak jelas selesai.

“Yah, ini juga! Ayo syuting lagi!” seru Yunho dengan toa saktinya.

Semua kru dan pemain kembali stand by. Eunhyuk ngurus lighting, mulai dari bolam, lampu sorot, senter, sampai lilin. Duo kameramen, Siwon-Sungmin, siap adu zoom in zoom out. Tiga aktor, Nickhun-Dongho-Eeteuk, siap dengan kostum masing-masing.

“Aku belum disebut!” protes uda Brian.

Okay, okay. Dan Brian Joo si pemilik kedai tanpa tenda di pinggir bulan. *padahal nggak kelihatan di kamera*

“Action!” seru Yunho.

Nickhun dan Dongho liat-liatan. “Gimana tahu udah imsyak atau belum?” tanya Dongho. Nickhun mengarahkan kepala pada ayam jago Eeteuk.
“Kita lepas aja helmnya!” usul Dongho.
Nickhun langsung bangkit dari bangku, disusul Dongho dengan wajah sumringah. Hup! Keduanya melompat ke sana kemari hendak menangkap ayam jago Nickhun.

“Nggak nggak nggak mau!” dendang ayam jago Eeteuk. “Nanti nggak bisa bernafas. Ini kan di Bulan,” protes Eeteuk mempertahankan mangkok ikannya.
Nickhun dan Dongho tak mau tahu. Keduanya nekat mengejar Eeteuk. Alhasil, terjadilah pergumulan tiga manusia berkostum ganjil.

Jeng-jeeeng! Shindong memainkan backsound. Dia ber-beat box bersamaan dengan Yesung yang menghidupkan kipas angin di depan pemanggang sate. Di sisi set, Hankyung kesusahan menarik tali pengangkat aktor berikutnya.

“Hihihi!” terdengar tawa datar. “Tidak perlu susah nangkap ayam! Tinggal pakai baskomsel, jadwal imsyak dan buka puasa ada semua!” kata Kwon Sang Woo yang ketakutan digantung di atas pemanggang sate.

Nickhun dan Dongho berhenti mengejar Eeteuk yang masih heboh sendiri menari ala lagu bi-o-wai. *bleh!* Mereka mengamati SangWoo yang turun perlahan nyaris di atas pemanggang sate. Untung saja Hankyung menggeser posisi tali.

Hankyung POV: “Ternyata berat juga kerja di produksi iklan. Mending jualan dumpling di warung emak.”

Shindong POV: “Bagianku juga berat, hyung. Gara-gara produser pelit, backsound nya musti manual. Mana puasa lagi.”

Yesung POV: “Aku juga berat. Masak buat efek asap pakai panggangan sate. Mana kipas anginnya musti diputar manual. Duh, bugjet minim.”

Hankyung POV: “Eh, kita bisa telepati.”

Shindong, Yesung POV: “Hore! Kita main telepati aja. Biar iklannya jalan sendiri.”

Hankyung mengaitkan tali begitu SangWoo turun. Yesung mematikan kipas angin. Dan Shindong muter kaset buat backsound dengan radio hasil minjem. Ketiganya lalu latihan telepati.

Sementara itu syuting terus berlanjut. SangWoo berjalan menghampiri Nickhun dan Dongho sambil menunjukkan kartu baskomsel berwarna merah mencolok mata.

“Panel gambar muncul!” perintah Kyu Jong.

Dua orang berkostum serba hitam muncul memanggul papan besar. Mereka adalah Eunhyuk dan Junsu duo kru gaje. Keduanya bergantian membuka gambar di papan, bersamaan dengan penjelasan SangWoo.

“Aplikasi lengkap! Ada jadwal sholat!”
Eunhyuk membuka gambar di pojok bawah papan.
“Hafalan doa!”
Junsu membuka gambar berikutnya.
“Wallpaper kaligrafi.”
Giliran Eunhyuk yang membuka gambar.
“Juga ada THR dari artis,” kata SangWoo bersemangat.
Tak kalah semangat dengan Eunhyuk dan Junsu yang berebut THR.

Demi berlangsungnya syuting dengan lancar, produser turun tangan mengatasi kekacauan yang terjadi. Kyu Jong sekuat tenaga menarik Eunhyuk-Junsu beserta papan keluar dari set. Biar rebutan THR tidak disyut oleh Siwon dan Sungmin. *yang syukurlah masih bekerja dengan benar*

“Okay, action!” seru Yunho yang merasa keadaan sudah aman.

Dongho asyik main hape dengan sim card baskomsel. Buka-buka kontennya. Tampaknya mencari konten dewasa, berhubung sudah punya KTP.

“Puasa oi!” seru author pakai toa pak sutradara.

Dongho memasang wajah cute. Dengan pandai berkelit. “Wuih, hebat! Udah magrib! Ayo buka puasa!” ujar Dongho.

Nickhun dan SangWoo berseru senang. Mereka menyerbu kedai tanpa tenda di pinggir Bulan. Namun kedai sudah lenyap. Rupanya uda B telah mengepak dagangannya. Gara-gara kebanyakan OOT, syuting molor lama. Uda B langsung cabut begitu waktu berbuka menjelang.

Brian Joo POV: “Saya kan harus jualan. Kalau tidak darimana uang untuk beli makan dua anjing saya.”

author: “Ih…, siapa yang nanya, oppa?”
*author dilempar digelitikin dua anjing Brian*

“Ya sudah! Ayo ayamnya ditangkap! Buat buka puasa,” kata SangWoo memutuskan.

Nickhun yang sejak tadi bernafsu menangkap ayam langsung setuju. Dia dan SangWoo kembali mengejar ayam jago Eeteuk.

“Uwaaa! Nggak nggak nggak mau! Nggak nggak nggak mau! Sama lek boy lek boy!” jerit Eeteuk menghindar dari serbuan Sang Woo dan Nickhun.

Di depan kamera, Dongho masih senyam-senyum bermain hape. Sampai-sampai, Siwon dan Sungmin memfokuskan kamera ke arah Dongho saja. Tiga orang yang asyik kejar-kejaran tidak dihiraukan.

“Cut! Cut! Selesai!” seru Yunho. Yunho menarik dua kameramennya. “Simpan filmnya! Ayo beres-beres!” perintah Yunho.

Sebagai kru yang baik *dan paling normal* Siwon dan Sungmin menjalankan perintah Yunho. Dengan macho *Siwon* dan dengan imut *Sungmin*, mereka membereskan peralatan. Padahal Dongho masih asyik main hape. Nickhun dan SangWoo terus mengejar Eeteuk. Kyu Jong melerai Eunhyuk dan Junsu yang rebutan. Yesung, Hankyung dan Shindong tetap saja berlatih telepati.

“Duh, ya ampun! Para lelaki itu! Kerja tidak ada yang benar,” ejek Sunmi yang ngintip.

Toel-toel! Sunny nyolek lengan Sunmi. “Ngintip apa sih? Kayaknya seru. Apa Hyun Joong lagi syuting sabun mandi?” tanya Sunny penuh harap.

Sunmi menggeleng kecewa. “Tuh pada pakai kostum aneh. Yuk nyari lokasi syuting Hyun Joong aja,” ajak Sunmi.

Sunny menyambut bahagia ajakan Sunmi. Dia membagi lolipopnya pada Sunmi sebagai tanda terima kasih. Kemudian bergeser ke lokasi lain dengan gaya perpaduan koreo Mr.Taxi dan 2 Different Tears yang hasilnya menjadi koreo Tell Me feat Hoot. *author kumat gajenya*

Dan di lokasi syuting lain, tepatnya syuting video musik baru, Hyun Jung bergidik takut. Mungkin hawa dua gadis tadi yang membuat dia merinding.
“Aku nggak jadi tampil seksi ah!” teriak Hyun Jung ngeri.

“Hoi, author! Kenapa sampai ke tempat syuting mv ku? Kan parodi iklan?” protes Hyun Joong.

“…..” tak ada jawaban.

Hyun Joong kembali merinding. Heran, kemana juga si author yang doyan nampang dan super gaje.

Jeeng-jeeeeng!

Di depan komputer, tertawalah dua orang lelaki. Jaejoong dan Yoochun. Mereka telah mengambil alih komputer setelah author pingsan digelitikin anjing-anjing Brian. Jaejoong dan Yoochun yang menyabotase fanfic ini!

“Hahaha! Salah sendiri tidak memasukkan nama kami,” tawa Yoochun.

Jaejoong menekan tombol save. “Nih tamat dengan gaje,” timpal Jaejoong.

“Hahaha!” keduanya tertawa lebar.

—————————–


NB: POV maksudnya point of view, ya kayak orang membatin gitu. jadi kata-kata dalam hati. *halah ribet banget*

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] nyu green tea ramadhan ver *iklan lama, ff lama*

selamat berpuasa!
saya mau posting ff parodi *lama* lagi. pernah saya posting di LI/FFF.
masih bernuansa Ramadhan.
oh, ya, mungkin ada yang sedikit penasaran soal ff parodi saya.
sebenarnya ff parodi saya berhubungan, tapi saya posting random di wp ini. hehehe…semoga menemukan hubungan antar ff parodi saya.
happy reading dan jangan lupa comment.
thanks.

Nyu Green Tea Ramadhan ver

rating, genre: General, Parodi

cast:
Yesung SuJu
Sunny SNSD
Hero Jaejoong TVXQ
Henry SuJu M
dan banyak lagi

Di siang menjelang sore yang cuacanya panas. Henry berdiri di trotoar dekat deretan pertokoan. Matanya lurus memandang Sunny yang berada di depan sebuah kios majalah. Sunny tengah membuka-buka sebuah majalah.

“Gile manis banget!” batin Henry.

“Byur,” Zhoumi menyiramkan seember air ke arah Henry.

“Hyung kira-kira dong nyiramnya!” marah Henry.

Zhoumi memeluk embernya. Dengan wajah inosen ia hanya tersenyum.

“Henry-ya! Syuting yang benar!” seru Eeteuk sutradara kali ini.

Henry pasrah saja. Ia kembali ke posisi semula. Air yang disiramkan Zhoumi tadi masih mengalir turun dari kepalanya. Ia memandang Sunny kembali dengan pandangan mupeng. *muka pengen ditendang*

Tiba-tiba angin bertiup ke arah mereka. Henry bergidik kedinginan. Lalu terdengar suara mellow nan merdu.

“Kuingin bersihkan diriku,” dendang Yesung.

Henry bersusah payah mempertahankan pose gejenya. Angin yang berasal dari kipas besar yang dipegang Eunhyuk dan Junsu bertiup makin kencang. Sunny sendiri sudah nemplok di dinding agar tidak dihempas.

“Asyik ya main kipas angin. Keinget jaman dulu Jun,” ujar Eunhyuk.

“Hu’um sama. Inget ga pas bakar sate bareng?” timpal Junsu.

“Iya. Sate ayamnya enak ya?” kata Eunhyuk.

Junsu dan Eunhyuk menelan ludah bersama-sama.

“Buka puasa masih lama ya Hyuk?” keluh Junsu.

Eunhyuk mengangguk.

“Kuingin bersihkan diriku,” senandung Yesung di depan Junsu dan Eunhyuk.

“Hyung!” bentak Eunhyuk dan Junsu bersamaan.

Yesung mulai berubah muram. Aura anehnya makin terasa. *inget aura aneh yesung :P *

“Yesung, balik ke tempat syuting! Ingat rencana kita!” ujar Eeteuk seraya menarik Yesung.

Aura di sekeliling Yesung ceria kembali. Dan syuting berlanjut.

“Henry siap? Hitungan ketiga keluar dari toko!” seru Eeteuk dengan toa besar.

“Ye!” teriak Henry dari dalam toko.

“Hana, dul, set!” seru Eeteuk.

Henry masih berdiri di balik pintu kaca.

“Tuh anak ga denger ya? Pasti suka makan di Jogja,” kata Jaejoong pada Eunhyuk dan Junsu.

“Makan? Apa?” tanya Eunhyuk dan Junsu serempak.

“Makan gudeg,” jawab Jaejoong sambil ketawa-ketiwi ga jelas.

“Hei kalian bertiga! Sama aja!” marah Eeteuk.

Henry yang kebingungan melongok keluar.

“Hyung, udah mulai belum? Pegel ni bawa kertas lima rim,” kata Henry yang sempoyongan membawa kertas-kertas.

Eeteuk menggeram kesal.

“Kuingin bersihkan diriku,” nyanyi Yesung.

Eeteuk menarik artis-artis dan kru-krunya ke tempat masing-masing. Henry di dalam toko, Jaejoong di seberang jalan, Eunhyuk dan Junsu di dekat toko, dan Yesung di lampu merah.

“Hoi author geje! Masak di lampu merah? Emang mau ngamen?” kata Yesung.

“Hehehe~ aduh mian oppa. Jangan marah gitu. Sini-sini, kita pulang aja,” kata author.

Author siap-siap bawa Yesung pulang.

“Kuingin bersihkan diriku,” serempak Eeteuk, Eunhyuk, Junsu dan Jaejoong bernyanyi.

Author manyun. Dengan tak rela mendorong Yesung ke tempat syuting.

“Ya, udah. Terserah kalian mau apa,” sungut author.

“Ah, jangan ngambek! Ini pekerjaan pertama saya. Saya butuh uang. Dilanjut ya?” mohon Sungmin, kameramen baru. *berhubung kameramen sebelumnya (siwon: red) sering salah zoom*

“Oce-oce. Tapi ntar Sungmin oppa mampir ke rumah ya?” kata author.

“Kuingin bersihkan diriku,” seru Yesung pake toa ke telinga author.

Author lari ke depan komputer. Dan mari kita lanjutkan.

“Oke, kita syuting lagi! Are you ready? Action!” seru Eeteuk.

Henry mendorong pintu dengan kaki sampai terbuka. *ingat tangannya bawa kertas 5 rim*
Henry berjalan keluar toko. Jaejoong lalu berlari ke arahnya dari seberang jalan. Dan tabrakan pun tak elakan. Kertas yang dibawa Henry jatuh berhamburan. Lalu asap mulai berhembus ke arah Henry dan Jaejoong. Sebagian kertas terbakar. Dan di sekelilingi Henry berubah panas dan gelap. Jaejoong bergidik melihatnya.

“Kipas apinya Jun! Asapnya kurang!” kata Eunhyuk.

Junsu mengipasi api unggun kecilnya dengan kipas angin tadi. Api membesar dan mengepulkan banyak asap.

“Kuingin uhuk… uhuk! Bersihkan… uhuk… huk! Diriku!” Yesung bernyanyi sampai terbatuk-batuk.

“Hyuk, asapnya kebanyakan ni. Liat bos Eeteuk mau marah lagi. Kabur yuk,” bisik Junsu.

“Iya. Ayo mumpung asapnya belum hilang jadi ga ketahuan,” dukung Eunhyuk.

Junsu mematikan kipas anginnya. Ia lalu menggandeng tangan Eunhyuk, bersiap meninggalkan lokasi syuting.

“Kuingin bersihkan diriku,” author muncul dengan suara cemprengnya.

Eunhyuk dan Junsu nglempar kipas angin ke arah author.

“Aduh, sakit oppa! Dah balik syuting aja!” gerutu author.

Eeteuk tidak mengetahui pertengkaran geje antara author vs Eunhyuk dan Junsu. Ia sibuk mengatur kameramen dan artisnya.

“Tvnya dihidupkan! Henry berdiri di depan tv. Yesung di dekat Henry. Terus Sungmin ambil gambar Henry tapi Yesung jangan ampe keliatan di kamera,” kata Eeteuk.

Semua di posisi masing-masing. Henry lagi menunggu adzan buat buka puasa. Sebuah tv di salah toko hidupkan dan tengah akan menanyangkan adzan magrib. Henry memegang sebotol Nyu green tea sambil menonton tv. Beberapa kali ia menelan ludah. Matanya beralih dari tv lalu ke Nyu green tea lalu ke tv lalu ke Nyu green tea ke tv lagi terus ke Nyu green tea. *pegel ni lehernya Henry*

“Kuingin bersih…”

Belum selesai bernyanyi, Henry mendorong Yesung. Sampai Yesung hampir jatuh. Untung saja ia berpegangan pada mikroponnya.

“Dongsaeng kurang ajar! Sama orang yang lebih tua main dorong. Udah dinasehati kok malah dorong-dorong!” marah Yesung memuncak.

Henry terkejut bukan main.

“Kuingin bersihkan diriku,” author lagi-lagi muncul, tapi kini dengan suara merdu. *padahal Taeyon yang dubbing author*

“Ah, chagiya. You are the best. Yoo, u go girl!” puji Yesung.

Author menghilang sambil ketawa puas.*author lagi sableng* *abaikan*

Ending iklan akhirnya dibuat. Henry dan Yesung duduk berdua di depan toko tv tadi. Masing-masing memegang Nyu green tea.

“Yak action!” seru Eeteuk.

“Bersihkan dirimu dengan Nyu green tea,” seru Heechul sebagai narator.

Lalu Sungmin men-syut Henry dan Yesung yang tengah meminum Nyu green tea. Yesung menyikut Henry yang sedang menegak Nyu green tea-nya.

“Yak, selesai!” seru Eeteuk.

Henry terbatuk. Yesung senyum-senyum geje.

“Hyung, hyung balas dendam ya?” kata Henry.

“Kuingin bersihkan diriku,” sahut Yesung.

Henry hanya bisa manyun. Author ikutan manyun karena fan ficnya udah tamat.

-TAMAT-

“Bos tau ga ya kalo kita kabur Jun?” tanya Eunhyuk.

“Ga. Tadi bos sibuk ganti lokasi. Tenang aja,” jawab Junsu enteng.

“Lha ntar gimana gaji kita?” tanya Eunhyuk lagi.

“Gaji-gaji! Udah tamat tauk! Sana oppa pada pulang,” seru author.

Eunhyuk dan Junsu melirik tajam ke arah author.

-TAMAT-
beneran tamat!

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading
please comment
and
don’t copy without my permission

[fanfic] RPF_General_SUJU-Eunhyuk- One Love

New fan fiction
birthday gift for Hyuk Jae oppa
(April 4 2009)

One Love

cast:

- Lee Hyuk Jae a.k.a Eun Hyuk SuJu

- Kim Hye Eun
(naui chingu)

- Super Junior

- Kim Jun Su DBSK

- other cast

“Annyeong haseyo. Jeoneun Lee Hyuk Jae imnida.”
Begitulah kalimat perkenalan yang diucapkan Lee Hyuk Jae. Wajah gadis yang diajaknya berkenalan tampak bersemu merah. Namun ia tetap menyalami tangan Hyuk Jae yang terulur.

“Jeoneun Kim Hye Eun imnida,” sahut gadis yang bertubuh tinggi itu.

Hyuk Jae tersenyum.

“Jadi kau juga mau ikut audisi ya?” tanya Hyuk Jae.

Hye Eun mengangguk yakin. Tangannya menggenggam ujung jaketnya.

“Kau grogi? Sama, aku juga. Audisi apa?” interogasi Hyuk Jae.

Hye Eun hendak mengangguk, namun ia cepat-cepat menggelengkan kepala.

“Aku tidak grogi kok! Aku audisi menyanyi. Kau sendiri Hyuk Jae-ssi?” kata Hye Eun.

Hyuk Jae menahan tawa. Jelas sekali Hye Eun tampak grogi.

“Ne arasseo. Sama. Aku juga menyanyi. Kalau boleh tahu dari mana kau?” kata Hyuk Jae.

Hye Eun menatap curiga pada Hyuk Jae. Dahinya bertaut.

“Huh?” ujar Hye Eun.

Hyuk Jae menyeringai.

“Ah, aniyo. Siapa tahu ternyata kita bertetangga,” terang Hyuk Jae.

“Oh. Aku dari Choongchungnamdo. Jadi apa kita bertetangga?” kata Hye Eun.

“Jeongmal? Sayangnya tidak. Tapi tak apalah. Jadi kita bisa bertemankan?” timpal Hyuk Jae.

Hye Eun tercengang. Hyuk Jae tersenyam-senyum sendiri.

***
“Hyukkieya!” seru Yesung tepat di telinga Eun Hyuk.

Eun Hyuk yang tengah berbaring di sofa terjemberab jatuh.

“Hyung! Ada apa sih? Jahat!” gerutu Eun Hyuk.

Yesung duduk di sofa.

“Makanya jangan melamun. Mandi sana!” ujar Yesung.

Eun Hyuk berdiri.

“Kau ini kenapa sih hyung? Akhir-akhir ini kau aneh sekali. Terutama padaku,” tanya Eun Hyuk.

Yesung bersungut-sungut.

“Ah, mianhae Hyukkie. Aku pusing memikirkan sepupuku. Dia mau datang ke Seoul,” ungkap Yesung.

“Huh? Lalu kenapa aku yang kena?”

“Ya mau bagaimana lagi. Ah, aku mau jalan-jalan saja ah.”

Yesung bangkit dari sofa. Ia menarik jaket dari gantungan dekat pintu. Dengan topi ia menutupi rambut merahnya.

“Dasar hyung,” gumam Eun Hyuk.

Eun Hyuk kembali berbaring di sofa. Pikirannya mulai mengulang kenangan semasa audisi.

*drrtt-drrrttt-ddrrtt*

Ponsel sliding warna hitamnya bergetar. Dengan malas-malasan Eun Hyuk meraih ponsel yang tergeletak di meja.

“Yoboseyo. Ada apa Junsu-a?” angkat Eun Hyuk.

“Hyukkie, sedang apa? Aku baru pulang dari Jepang ni,” sahut Junsu.

“Terus?” tanya Eun Hyuk cuek.

“Mwo? Kenapa kau? Suaramu terdengar tak senang. Ada masalah ya?” heran Junsu.

“Hu’um. Masalahnya, dari tadi aku sedang bernostalgia. Tapi sudah dua kali ini aku diganggu,” curhat Eun Hyuk.

“Jincha? Wah, mianhaeyo. Tapi aku ada berita bagus lho.”

“Mwo? Harus benar-benar bagus. Kalau tidak awas kau!”

Terdengar suara tawa Junsu.

“Swear deh! Kau pasti senang mendengarnya.”

“Iya. Tapi apa? Cepat katakan!”

Junsu menghela nafas. Eun Hyuk sendiri telah duduk tegang karena penasaran.

“Junsuya!” seru Eun Hyuk.

Junsu terbahak-bahak.

“Mian, mian. Tiba-tiba aku ingin bermain-main sebentar denganmu,” kata Junsu.

“Aish. Jadi kau bohong? Ah, suaramu terdengar jelek di telepon,” sahut Eun Hyuk kesal.

“Lho, lhoh. Mian Hyukkie. Tadi bercanda. Tapi beritanya asli kok.”

“Ya sudah katakan segera.”

Eun Hyuk duduk melesakkan punggung ke sandaran sofa.

“Aku bertemu seseorang di bandara. Kau masih ingat gadis yang kau temui waktu audisi dulu? Aku bertemu dengannya. Dia pulang ke Korea setelah kuliah di Jepang,” kata Junsu.

Eun Hyuk terdiam. Ia menjadi girang sekaligus gugup.

“Jincha? Kau tidak bohong?” kata Eun Hyuk.

“Tentu saja. Dia lama sekali mengingatku. Tapi begitu ku sebut nama Hyuk Jae dia langsung ingat.”

Eun Hyuk tersenyum lebar.

“Tentu. Aku kan lebih tampan dari padamu.”

“Ah, malas. Ya sudah. Aku mau istirahat dulu. Annyeong.”

“Ne. Gomawo. Annyeong.”

Eun Hyuk meletakkan ponselnya. Dengan riang ia menuju kamar mandi.

***
Yesung duduk santai di salah satu kursi di taman. Berkali-kali ia menggerutu tak jelas. Lalu dengan kesal ia menendang kerikil di dekat kakinya.

“Argh!” pekik seorang wanita yang lewat tepat saat kerikil itu melayang.

Yesung mematung di kursinya. Wanita itu menatapnya.

“Hati-hati dong! Sakit nih,” bentak wanita itu.

“Cheosong hamnida,” kata Yesung seraya membungkuk sedikit.

“Ne. Gwaenchana,” sahut wanita itu seraya melenggang pergi.

Yesung memandangnya lekat-lekat. Lalu ia menepuk dahinya dengan keras.

“Chamkkanmanyo!” seru Yesung.

Wanita itu berhenti dan menoleh.

“Mwo?”

“Kau Choi Min Ah kan?”

Wanita itu terbelalak.

“Ani! Aniyo! Aniyo!”

“Benar kok. Kamu Min Ah kan? Gigi depanmu sudah rata ya?”

“Aniyo! Aku tak mengerti maksud. Sudah aku pergi saja.”

Wanita itu bergegas meninggalkan Yesung. Yesung tersenyum janggal.

“Min Ah, Min Ah, kau tak berubah,” gumam Yesung.

***
Yesung keluar kamar sambil merapikan kemejanya. Eun Hyuk yang tengah berlatih menari menoleh padanya.

“Mau kemana hyung? Tumben pagi-pagi sudah rapi,” heran Eun Hyuk.

“Menjemput sepupuku. Mau ikut?” terang Yesung.

“Sepupumu laki-laki atau perempuan? Boleh deh ikut,” kata Eun Hyuk.

“Perempuan. Ah, andwae. Lebih baik kalian tidak bertemu sekarang,” sahut Yesung.

Eun Hyuk mengernyit. Alis matanya bertaut.

“Sepupunya cantik tidak ya? Aku kok jadi deg-degan begini,” batin Eun Hyuk.

Eun Hyuk menghidupkan mp3 playernya. Ia mendengarkan lagu sambil menari.

***
Yesung memakai kacamata hitamnya. Ia tak mau orang-orang sebandara tahu kalau dia adalah selebritis. Yesung duduk dengan kesal menunggu kedatangan sepupunya.

Seseorang mengendap-endap di belakang Yesung. Ia menutup kedua mata Yesung.

“Nuguya?” hardik Yesung.

Orang itu cekikikan. Yesung menggapai-gapai ke belakang kepalanya.

“Eunnie! Pusing tahu ga sih!” bentak Yesung.

Orang itu memajukan bibirnya. Dengan enggan ia melepas tangannya. Ia lalu duduk di samping Yesung.

“Ah, oppa nggak seru!” ujarnya.

“Hye Eun kau ini. Selalu saja menyusahkanku. Ayo lekas pergi! Nanti orang-orang curiga,” kata Yesung.

Hye Eun, orang itu, berjalan mengikuti Yesung.

“Bolehkan aku ke apartemen kalian sebentar? Boleh ya? Boleh kan Woonie?” rengek Hye Eun.

Yesung hanya cemberut.

“Woonie baik deh. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Dan aku mau memberikannya secara langsung. Besok kan ulang tahunnya,” desak Hye Eun.

“Ne. Ne. Tapi janji kau sendiri yang menemuinya,” kata Yesung pada akhirnya.

-di dorm suju

Eunhyuk masih menari-nari sendiri. Ryeowook dan Sungmin tengah menonton televisi. Sementara Leeteuk dan Kangin asyik surfing. Anggota SuJu yang lain sibuk dengan jadwal mereka.

“Aduh,” rintih Eunhyuk yang tersungkur di lantai.

Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk menoleh bersamaan.

“Kenapa kau Hyukkie?” heran Leeteuk.

Yang lain tertawa pelan.

“Aku menginjak tali sepatuku sendiri. Apa ada yang membicarakanku ya?” kata Eunhyuk.

“Hanya perasaanmu saja,” sahut Kangim cuek.

Eunhyuk mengangguk pasrah. Ia memilih duduk bersama Ryeowook dan Sungmin.

***
Yesung memarkir mobilnya di basement apartemen. Ia dan Hye Eun bergegas naik.

“Aku pulang!” kata Yesung sambil memencet bel.

Ryeowook beranjak menuju pintu.

“Lama sekali hyung. Dari mana saja?” tanya Ryeowook.

“Ini menjemput sepupuku yang paling jelek,” jawab Yesung.

Hye Eun menarik rambut Yesung. Ryeowook kaget begitu menyadari adanya Hye Eun di situ.

“Annyeong hasimnikka. Jeoneun Hye Eun imnida,” kata Hye Eun.

Ryeowook membalas membungkuk.

“Sudah. Ayo masuk!” ujar Yesung.

Hye Eun berjalan malu-malu di belakang Yesung dan Ryeowook. Pandangannya berkeliling mencari-cari.

“Yesung-a datang dengan siapa?” tanya Leeteuk.

Yesung mendorong Hye Eun maju. Hye Eun menunduk malu.

“Ee… annyeong haseyo. Jeoneun… jeoneun Kim Hye Eun imnida,” ujar Hye Eun.

Eunhyuk terbelalak tak percaya. Mulutnya sampai ternganga. Matanya lurus menatap Hye Eun.

“Hye Eun-ya?” celetuk Eunhyuk.

Hye Eun mengangkat wajahnya. Ia menoleh pada Eunhyuk dengan muka yang memerah.

“Eunhyuk-ssi annyeong,” sapa Hye Eun dengan suara bergetar.

Eunhyuk mendekati Hye Eun.

“Kemana saja kau selama ini?” tanya Eunhyuk.

Hye Eun memandang heran.

“Mwo? Aku sekolah di Jepang,” jawab Hye Eun.

Hye Eun melirik pada Yesung.

“Oppa apa kau menceritakan sesuatu pada Eunhyukssi?” bisik Hye Eun.

Yesung menggeleng dengan sedih.

“Sekolah apa? Kau jadi melanjutkan sekolah musik ya? Sudah jago bermain piano?” tanya Eunhyuk lagi.

Hye Eun makin kebingungan. Ia tertawa hambar.

“Ah, aniyo. Aku sekolah bisnis kok. Piano? Aku tidak bermain musik. Menyanyi saja tidak bisa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk tercengang. Ia tak bisa mengerti dengan apa yang terjadi. Bukankah yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Hye Eun. Kim Hye Eun yang senantiasa mengisi hatinya. Kim Hye Eun yang dulu pernah menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan Junsu bilang dia senang mendengar nama Hyuk Jae disebut. Apa ini april mop dari teman-temannya? Atau ini bagian dari kejutan ulang tahun untuknya?

“Hehehe… Ada apa ini? Kau Kim Hye Eun kan? Kau lupa padaku? Aku Lee Hyuk Jae? Kita pernah bertemu di audisi SM. Kita juga berteman lama kan?” terang Eunhyuk panjang lebar.

Hye Eun mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengetahui bahwa Lee Hyuk Jae adalah Eunhyuk super junior.

“Audisi SM? Aku tak pernah ikut. Mungkin salah orang,” kata Hye Eun.

Yesung menunduk sedih. Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk memandang heran.

“Ee… Hye Eun harus istirahat. Aku akan mengantarnya ke apartemen keluarga kami dulu,” kata Yesung.

Eunhyuk menatap tak percaya. Ia mengatupkan mulutnya. Ada kata yang hendak terucap namun urung. Ia membiarkan Yesung merangkul Hye Eun pergi.

Eunhyuk langsung masuk kamar begitu Yesung dan Hye Eun keluar.

***
Yesung melangkah dengan gontai menuju apartemen suju. Ia baru saja pulang dari mengantar Hye Eun.

“Oppa,” panggil seseorang dari belakang.

Yesung menoleh. Wajahnya berubah sedikit cerah begitu mengetahui orang yang memanggilnya.

“Min Ah-ya! Akhirnya kau mau bicara padaku,” ujar Yesung.

Min Ah mendekati Yesung.

“Mianhaeyo. Aku punya alasan berpura-pura tidak mengenalimu. Ah, lupakan saja. Ada yang lebih penting kok,” kata Min Ah.

Yesung tersenyum. Ia merangkul Min Ah.

“Bicara di tempat lain saja yuk,” ajak Yesung.

Min Ah menurut saja. Mereka menuju sebuah kedai kopi yang tidak ramai pengunjung. Kedai yang dulu sering mereka kunjungi.

“Apa kabarmu?” tanya Yesung.

“Baik. Oppa sendiri bagaimana? Tidak sedang sibuk ya?” jawab Min Ah.

“Baik kok. Iya nih. Oh, ya, katanya tadi mau bicara penting?”

Min Ah mengangguk. Ia memainkan gelasnya.

“Kudengar Hye Eun pulang ke Seoul ya? Bagaimana keadaannya?”

Yesung menghela nafas. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Ne. Hari ini dia datang. Bahkan baru saja aku mengantarnya ke apartemen keluarga. Dia baik-baik saja. Hanya saja…”

Kata-kata Yesung terputus. Min Ah menunggu dengan cemas.

“Dia sudah bertemu dengan Eunhyuk oppa? Benarkah itu oppa? Apa yang terjadi?”

“Ne. Mereka sudah bertemu. Hye Eun tentu saja kebingungan. Apa lagi Eunhyuk. Aku tak tahu harus bagaimana. Saat ini Hye Eun sendirian di apartemen.”

“Bolehkah aku menemaninya? Mungkin aku dapat membantunya.”

“Kau kan sahabatnya. Tapi jangan paksa dia. Itu akan menyakitkan untuknya.”

“Ne arasseo. Aku akan menemaninya saja. Dan bicara seperlunya.”

Yesung meraih tangan Min Ah.

“Gomawo. Andai waktu bersama kita lebih banyak.”

Wajah Min Ah bersemu merah.

***
Eunhyuk termenung di kamarnya. Hatinya sakit mengingat apa yang terjadi tadi siang. Ia tak menyangka Hye Eun telah melupakannya. Melupakan segalanya.

“Tok-tok-tok!” pintu kamar diketuk dari luar.

“Ne!” seru Eunhyuk.

Pintu terbuka setengah. Yesung menyeruak masuk.

“Boleh aku masuk?” tanya Yesung.

“Kau sudah masuk hyung,” jawab Eunhyuk.

Yesung duduk di tempat tidur Eunhyuk. Eunhyuk bersandar di kepala tempat tidur sambil memeluk bantal.

“Hye Eun sepupumu ya hyung?” tanya Eunhyuk.

“Ne. Mianhaeyo Hyukkie. Ada sesuatu yang harus kau tahu,” jawab Yesung.

“Mwo? Apa hyung mau bilang kalau aku salah orang? Atau aku tak pantas dengan Hye Eun jadi kalian melakukan ini semua?”

Yesung menggeleng.

“Aniyo! Keadaannya tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Lalu?”

Yesung menarik nafas. Eunhyuk menatap tak sabar.

“Dia mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Hye Eun mengalami amnesia. Kami sekeluarga berusaha sekuat mungkin untuk memulihkannya. Namun ada sebagian ingatan yang tak dapat dipulihkan. Bahkan kadang itu membuatnya tertekan. Dia hanya ingat bahwa kau Lee Hyuk Jae super junior. Orang yang paling dia sukai. Hye Eun tak ingat masa lalunya bersamamu.”

Eunhyuk tertegun. Ia mengharap seseorang keluar dari kolong tempat tidur sambil berteriak april mop. Dan semua yang dikatakan Yesung hanya gurauan. Lalu Hye Eun datang membawa kue ulang tahun untuknya.

“Kau berbohongkan hyung?”

“Sayangnya itu semua adalah kebenaran. Bukankah kau kehilangan Hye Eun selama dua tahun ini? Terimalah kenyataan ini Hyukkie. Mianhaeyo. Jeongmal mianhae baru memberitahumu.”

Mata Eunhyuk menghangat. Pandangannya buyar terhalang air mata.

“Tega sekali kau hyung!”

“Kau tak akan mengatakannya kalau kau mengerti. Aku tak sanggup menceritakan yang sesungguhnya. Apa kau mau aku mengungkapkan kalau Hye Eun ditabrakan orang saat mengejarmu. Saat dia tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun untukmu!”

Mata Eunhyuk terbelalak lebar. Mulutnya ternganga. Air matanya telah mengalir.

“Hye Eun?” gumam Eunhyuk.

“Aku tak sanggup melihat kalian begini. Makanya aku memilih diam. Membiarkan kalian tak tahu apa-apa.”

Eunhyuk melompat dari tempat tidur. Ia menarik tangan Yesung.

“Hyung antar aku menemui Hye Eun!” pinta Eunhyuk.

“Andwae! Ini bukan saat yang tepat,” tolak Yesung.

Yesung menahan Eunhyuk. Eunhyuk meronta. Ia berusaha menarik tangannya. Namun Yesung mencengkeram kuat-kuat tangan Eunhyuk.

***
Makan malam di apartemen suju kali ini tak berlangsung seperti biasanya. Eunhyuk mendiamkan Yesung. Sementara yang lain menjadi canggung untuk bercanda.

“Aku senang kita bisa berkumpul seperti ini. Jarang-jarang kita makan malam bertigabelas,” kata Leeteuk mencairkan suasana.

“Iya. Aku juga sudah lama tidak membuat nasi goreng Beijing. Bagaimana Heenim kau suka?” timpal Hankyung.

Heechul menyibak rambutnya.

“Ne. Aku setuju,” sahut Heechul.

Selesai makan mereka berkumpul di ruang depan. Ada yang mendengarkan mp3, nonton televisi, surfing internet dan bermain game.

“Sudah malam. Aku mau tidur dulu,” kata Eunhyuk.

Teman-temannya hanya menoleh dan mengangguk. Eunhyuk mengedikkan bahu lalu masuk ke kamarnya.

***
Hye Eun duduk santai di sofa ruang keluarga. Min Ah duduk di bawah sambil mendekap boneka penguin besar.

“Min Ah-ya kenapa ya tiap hari ulang tahun Eunhyuk oppa kepalaku sakit sekali. Menjelang hari itu tiba aku pasti mimpi yang aneh-aneh. Seperti kemarin. Masak aku mimpi ikut audisi. Juga mimpi jalan-jalan berdua dengan Eunhyuk oppa,” cerita Hye Eun.

“Emm… kebetulan saja mungkin. Sekarang kau baik-baik sajakan?” tanggap Min Ah.

“Kebetulan yang aneh. Ne, aku baik. Besok aku mau menemui Eunhyuk oppa. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya,” ujar Hye Eun.

-dorm SuJu 23.50

Semua anggota super junior berkumpul di ruang depan kecuali Eunhyuk.

“Jadi begitu ya ceritanya?” kata Leeteuk.

Yesung mengangguk. Ia baru saja mengakhiri ceritanya tentang Hye Eun dan Eunhyuk.

“Hye Eun belum ingat tentang Eunhyuk?” tegas Siwon.

“Belum. Entahlah. Aku tak tahu harus bagaimana,” kata Yesung.

“Gwaenchana. Sekarang kita bersiap untuk ulang tahun Eunhyuk saja,” kata Heechul.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Seketika mereka semua merinding.

“Lihat siapa yang datang!” seru Leeteuk.

Semua dongsaengnya malah saling menunjuk. Pada akhirnya Kyuhyun yang maju.

“Nuguya?” tanya Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan dengan heran dua orang perempuan yang berdiri di depan pintu.

“Ah, Kyuhyunssi. Ini aku Hye Eun sepupu Yesung. Boleh kami masuk?” kata Hye Eun.

Kyuhyun membukakan pintu. Hye Eun dan Min Ah bergegas masuk.

“Hye Eun-ya! Kenapa nekat kemari? Ini sudah tengah malam!” seru Yesung.

Hye Eun menunduk. Min Ah merangkulnya.

“Oppa mianhaeyo. Aku yang mengajaknya kemari. Marahi saja aku,” kata Min Ah.

“Kau?” heran Yesung.

“Aku yang memaksanya oppa. Karena aku sudah ingat semuanya. Itu semua bukan mimpi. Itu adalah ingatanku yang hilang. Aku sudah ingat oppa!” ungkap Hye Eun.

Yesung tercengang.

“Jincha?” gumam Yesung.

“Ne,” sahut Hye Eun.

“Hye Eun kau datang?” tanya Eunhyuk yang muncul dari kegelapan.

Semua saling berpandangan. Shindong lekas menghidupkan lampu.

“Oppa?” kata Hye Eun.

“Hye Eun kau ingat aku?” tanya Eunhyuk sambil mendekat.

Hye Eun mengangguk. Eunhyuk tersenyum.

“Mianhae oppa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk menyentuhkan telunjuknya ke bibir Hye Eun.

“Saranghae,” ujar Eunhyuk.

Eunhyuk lalu memeluk Hye Eun.

Semua memperhatikan dengan haru.

Terdengar daun pintu yang terayun. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Rupanya Kyuhyun lupa mengunci pintu kembali. Dan seseorang telah masuk dengan mudahnya.

“Huh? Waeyo? Aku ketinggalan sesuatu?” tanya Junsu yang berdiri di depan pintu.

Kedua tangannya membawa sekotak kue.

“Sangeil chuka hamnida! Sangeil chuka hamnida!”

Tiba-tiba personel DBSK yang lain masuk sambil menyanyi.

Eunhyuk melepas pelukannya. Ia merangkul Hye Eun seraya menghapus air matanya.

Kibum yang tadi melesat ke dapur telah kembali dengan senampan kue. Bersama Junsu ia mendekati Eunhyuk. DBSK dan SuJu sama-sama menyanyi untuk Eunhyuk.

“Kamsa hamnida chingudeul,” ucap Eunhyuk terharu.

Hye Eun ikut tersenyum bersama Eunhyuk. Kini ingatannya telah pulih.

Donghae menuju keyboard di dekat meja komputer. Tangannya menari lincah di atas tuts-tuts.

ONE LOVE
(Eunhyuk feat K.R.Y)

Ha, yeah
I thought it was gonna be Okay
But, I miss you more and more
And I’m still waiting for you. So listen
Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae
Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae
Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo
Majimak geu hanmadi naboda joheun saram manna
Geuruhke nan ddo babogati soore manchwi
Nae mameun hana gipeun bam ddo mesejireul namkyuh
Nan buhlssuh amoorhan juh chanbireul majeumyuh
Ije … ijeneun wootgoisseultenikka
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
Oh, ajikdo saengsaenghae
Nuhui saengil geunal nan danji jogeuman suhnmulbakke hal sooga uhbsuhssuh
Geuruhn naega shiruhssuhssuh
Geuruhnde nega gomapdamyuh noonmool heullyuhssuh
Aetage booreuneun ganjuhrhan nae mami uhneusae nuhege juhnhaejilgga
Geutorok baraneun banjookgwa gatdamyuhn ijeneun marhaejwuh saranghandago
Naldoogo dashin nae gyuhteul dduhnaji anhneundago, jebal ..
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
You’re still my love (uh,uh,uh,uh)
Oh! oh! oh! oh!
You’re still my love forever
Always be my love
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye

Diiringi permainan piano Donghae mereka menyanyikan lagu One Love. Eunhyuk benar-benar terharu. Teman-teman dan kembalinya Hye Eun merupakan hadiah ulang tahun terindahnya.

The End

by wulan murti a.k.a yuelan13
please do not copy without permission

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.