[fanfic] Colourful Fog

Nama author: wulan murti a.k.a yuelan13
Judul: Colourful Fog
Genre: fiksi fantasi
Twitter atau Facebook atau Email atau No.Hp: @yuelan13
Casts: Mystical Joo (Brian Joo), Blink (Sunny SNSD), King Fog (Eeteuk Super Junior), Adviser (Heechul Super Junior), Sparky (IU), Ivy (Kim Tae Hee)
Sinopsis: Sparky dan Blink dua sahabat penjaga cahaya di negeri Fog. Segalanya aman dan damai, sampai seorang misterius singgah ke negeri Fog. Persinggahan Mystical Joo bukan tanpa alasan. Mystical Joo mengklaim cincin cahaya negeri Fog adalah miliknya. Raja negeri Fog, King Fog, menjadi kebingungan. Untunglah ada Adviser yang bijaksana. Bagaimana jalan ceritanya? Benarkah klaim Mystical Joo atas permata cahaya negeri Fog? Sanggupkah Blink dan Sparky menjaga permata cahaya dari Mystical Joo? Marilah kita saksikan langsung di ….
___________________________________________________________________________________________________________________________________

Jauh di dalam hutan yang juga jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Diselubungi kabut pekat, berdirilah sebuah negeri bernama Fog. Negeri Fog dipimpin oleh raja arif nan bijaksanabernama King Fog. Bersama penasehat raja, Adviser, King Fog mengatur negerinya menjadi negeri kaya, makmur, dan sentosa.
Meskipun berbenteng kabut tebal puluhan meter dan kabut berterbangan di seluruh negeri, negeri Fog tak pernah gelap dan menyesatkan. Negeri Fog memiliki sebuah sumber energi dan cahaya yang disebut cincin cahaya. Penduduk negeri sangat berterimakasih pada cincin cahaya, dan tentu saja pada dua penjaganya. Blink dan Sparky.
Blink peri lincah berambut cepak pirang dengan tongkat pink sebagai senjata. Blink sangat menyukai bernyanyi dan menggerakkan kedua kaki panjangnya. Sementara Sparky yang sedikit lebih pendek darinya, memiliki harpa merah yang dapat mengiringinya bersenandung merdu. Saat bersenandung dan memainkan harpa, angin akan berhembus lembut memainkan rambut hitam panjangnya. Blink yang hiperaktif akan menari ke sana kemari meningkahi nyanyian Sparky.
Semua suka pada Blink dan Sparky. Karena mereka penjaga yang kuat. Namun lembut dan manis saat keadaan aman. Tak akan ada yang berani mencuri cincin cahaya, sebab Blink dan Sparky akan melawan siapapun yang berbuat jahat.
Suatu pagi, hujan turun deras. Keadaan menjadi temaram dan lembab. Blink memasang sejumlah cincin tambahan sambil bernyanyi kecil. Kaki rampingnya berjingkat-jingkat di antara tonggak tempat cincin dipasang.
“Neoneun nae byulbit, nae maeumui byulbit,” Blink mengangkat tangan dan melambai-lambai, “Nah, penduduk bisa bekerja normal sekarang. Pagi dengan hujan selalu butuh tambahan cincin,” ujar Blink ceria.
Blink juga menurunkan sejumlah cincin yang perlu digosok lagi. Dengan keranjang berlapis beludru, cincin dibawa ke ruang kerja. Di dalam sudah duduk Sparky menggosok cincin.
“Oh! Blink, tahukah kau? Aku terlihat manis di permukaan cincin ini,” kata Sparky.
Blink tertawa kecil. Kepalanya menjulur ke arah cincin di tangan Sparky. “Bukan manis, tapi imut,” goda Blink.
Wajah Sparky jadi muram. Bibirnya manyun. Tapi Blink mengajaknya tertawa dengan tebak-tebakan lucu khasnya.
Belum sempat Sparky menjawab tebakan Blink….
BOOOOMM!
…terdengar suara ledakan yang dahsyat dari luar gerbang kastil cincin.
Blink dan Sparky bergegas terbang keluar.
Pintu gerbang sudah roboh dan terbakar. Seorang pria berjubah berdiri di dekat daun pintu gerbang yang berasap. Kepalanya tertutup tudung jubah. Sebuah tongkat dari perak tergenggam di tangan kanannya.
“Siapa kau?” seru Blink. Tongkat pinknya siap di tangan.
Terdengar tawa keras memecah kabut. “Kembalikan cincin cahaya milikku!” suaranya ringan namun kuat.
Tanpa aba-aba jelas. Blink dan Sparky mulai saling serang dengan si pria misterius.
Dan berita itu telah sampai ke telinga King Fog.
Di dalam kastil kerajaan, King Fog mondar-mandir. Sang penasehat ikut berjalan ke sana kemari.
“Aha!” seru Adviser tiba-tiba. Sampai King Fog terjengkal jatuh. “Kkk~…, maafkan saya Yang Mulia. Saya baru dapat ide,.”
Seraya berdiri raja menanyai Adviser, “Apa idemu? Pertarungan sudah berlangsung selama…, em…..
“Tujuh menit empat puluh delapan detik Yang Mulia,” bisik seorang prajurit yang tak mau disebut namanya itu. Tapi wajahnya tampan dan masih muda. Mirip personel group vokal asal negeri Korea.
“Karena itu Yang Mulia, kita harus menghentikan pertarungan dan mencari tahu penyebabnya,” ujar Adviser dari balik sebuah cermin tangan.
King Fog beserta Adviser segera ke kastil cincin dikawal sejumlah prajurit andalan. Para prajurit membentuk formasi ‘hands up-shock-neverland’ begitu sampai di gerbang kastil. Untuk apalagi kalau bukan untuk melindungi sang raja.
Pertarungan di hadapan mereka tengah seru-serunya. Blink dengan tongkat pinknya mengeluarkan ajian strawberry saus mulberry. Sparky dengan harpa merah menggetarkan simfoni heart shape. Semuanya melawan serangan cahaya putih dari tongkat perak pria misterius.
King Fog menyuruh Adviser mendekat. “Hei, Ser. Lihat! Keren ya warna-warnanya. Coba tiap hari kayak gini,” bisik King Fog.
“Ehem!” Adviser berdeham penuh wibawa. Dengan bisikan pula dia mengingatkan sang raja untuk bersikap wibawa.
Raja melayangkan tatapan tajam ketiga orang di medan laga. Tangan kanannya terjulur ke depan. “Ber-hen-tiiiiiii!!!” titah raja.
Sllrrrttt! Cahaya berwarna-warni yang tadi memenuhi udara luruh perlahan. Suara gaduh juga menghilang. Di sisi kanan ada pria yang tak diketahui identitasnya dan sisi kiri ada duo Blink dan Sparky. Mereka memandang ke arah King Fog dengan latar belakang formasi ‘hands up-shock-neverland’.
King Fog berganti memandang pada si penyerang. “Siapa kau?” Tanya raja tegas.
Pria dengan jubah kelabu besar itu mengedikkan bahu. Tudung kepalanya tak bergeser sedikitpun. Wajahnya masih tertutupi.
“Nyatakan dirimu!” perintah King Fog.
Si pria menengadah. Perlahan tangannya terangkat. Perlahan pula dia menurunkan tudungnya.
“Woaaaa!!!” seru semua prajurit.
“Mystical Joo!” pekik King Fog dan Adviser.
Si pria tertawa dingin. “Aku hanya meminta kembali cincin cahayaku,” ungkapnya.
Oops! King Fog terkejut mendengar permintaan Mystical Joo. Bukankah cincin cahaya adalah milik negeri Fog. Bagaimana bisa dia memintanya. Dan mana mugkin? Negeri Fog memerlukan cincin cahaya.
Tapi, siapa pula Mystical Joo itu?
Marilah sejenak kita menilik lembaran masa lalu. Disaat raja Fog masih muda. Masih bermain kelereng dengan Adviser muda. Saat itu pula sudah ada Mystical muda. Dia adalah putra seorang tukang besi handal yang tinggal di luar kabut. Sang ayah lah yang berjasa membuat cincin cahaya.
Kembali ke masa kini.
“Tapi ayahmu sudah memberikannya pada negeri Fog,” tolak King Fog.
“Tidak!” jerit Mystical Joo. “Ayahku tak pernah memberikannya untuk kalian. Cincin itu jatuh ke dalam kabut lalu kalian mengambilnya!” kata Mystical Joo sambil menunjuk King Fog dan Adviser.
“Kami?” celetuk mereka bebarengan.
Mystical Joo mengangguk tenang. “Jadi kembalikan cincin cahayaku!” pintanya dengan nada do tinggi.
King Fog dan Adviser mulai bisik-bisik. Tidak bisa begitu saja memberikan cincin cahaya pada Mystical Joo, meskipun dia pemilik sahnya.
“Ehem, raja, raja,” sela Blink.
King Fog celingukan mencari Blink. Rupanya sudah ada di belakangnya. “Ada apa, Nak?”
“Kami ada usul,” beritahu Blink.
King Fog mengangguk dan menyuruhnya melanjutkan.
“Sparky, katakana usul kita,” kata Blink penuh percaya diri.
Jriiingg! Harpa merah Sparly sampai bunyi sendiri. “Apa ya Yang Mulia?” kata Sparky kebigungan. “Em…, apa dikasihkan saja Yang Mulia. Kan cincin cahaya yang asli sudah terkloning di kolam tengah kastil. Kita masih punya cincin-cincin lainnya.”
“O-o-o-o.., tidka bisa! Cincin cahaya yang asli adalah sumber cahaya utama. Cincin hasil cloning tidak bisa seterang yang asli,” tolak Adviser.
“Begini saja, cincin asli diberikan, sebagai gantinya dipasang lilin abadi. Cahaya lilin akan dipantulkan cincin-cincin kloningan. Jadi negeri Fog akan tetap terang dan punya energy. Saya juga bisa melamar kekasih hati saya,” usul Mystical Joo.
Dalam formasi melingkar, King Fog, Adviser, Blink, dan Sparky, menoleh pada Mystical Joo yang menyempil. Mystical Joo hanya nyengir kuda sembrani Nirmala.
Dan apa yang selanjutnya terjadi?
Cincin cahaya yang asli dikembalikan pada Mystical Joo. Dan sebagai penggantinya, Mystical Joo memberikan salah satu produk lilinnya yang paling mutakhir. Lilin abadi pelangi.
Tentu saja cahaya yang dihasilkan berwarna-warni. Negeri Fog yang semula kelabu kini menjadi penuh warna. Penduduk makin sejahtera. Blink dan Sparky juga tak kalah senang. Mereka suka mengatur tampilan warna tiap harinya. Begitu pula dengan King Fog dan Adviser. Suka main tebak warna apa yang muncul pada jam tertentu.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan para penghuni negeri Fog. Sang pemilik cincin cahaya tengah gembira lamarannya diterima sang kekasih hati. Bahkan saat ini Mystical Joo mengajak Ivy candle light dinner. Maklum, dia kan pengusaha lilin.
Mereka makan coklat produksi penduduk negeri Fog ditemani alunan harpa merah Sparky dan nyanyian duo Sparky-Blink. Tak lupa sajian tarian mayoret Blink dengan tongkat pinknya.
“Sebagai hadiah, ini persembahan dari King Fog,” ujar Adviser menyerahkan seikat bunga mawar merah sambil mengedip genit pada Ivy.
“Ah…, terima kasih, pria cantik,” kata Ivy malu-malu.
Adviser menyalami Ivy ala bangsawan. Bersimpuh lalu mengecup punggung tangan Ivy.
“Hei, jangan goda kekasihku!” tegur Mystical Joo.
Adviser bangkit. Ia terkekeh nyaring. “Tidak kok!” serunya dalam posisi siap lari. “Aku cuma mau ambil cincinnya!” Adviser lari kencang.
Hehm…., sudah bisa ditebak kalau Mystical Joo mengejarnya. Blink dan Sparky ganti lagu untuk menyemangati keduanya.
Dan ceritanya…, tamat.

special for lomba menulis fanfiction korea AsianFanfictionStory

[fanfic] Balada Rindu

hehehe…kali ini post ff lawas lagi.
nemu di folder lamaaaa….sampai saya sadar pernah buat ff segaje ini.
hehehe…
pernah di post di LI, tretnya dah karam sepertinya. kkk~
jeongmal mianhae kalo gaje banget. *udah dari dulu gaje nggak nyadar juga* :P
happy reading
leave any comment

~~~Balada Rindu~~~

Musim dingin telah tiba. Salju mulai menumpuk di atap-atap rumah dan di jalan-jalan. Seorang manusia yang manis berponi panjang duduk termenung di pojokan kamarnya yang sempit dan dingin. Sebut saja dia Yesung.
Sambil noel-noel lantai dia meratapi nasibnya.
“Appa, umma, hyung, dongsaeng… bogoshipoyo.”
Maklum saja sudah berbulan-bulan Yesung terpaksa jauh dari keluarganya. Ia bekerja membanting tulang di pasar yang bernama SMTown.
Tiba-tiba seseorang datang. Muncul dari udara kosong yang dingin.
“Yesungie!!!” seru Heechul sambil menari-nari hula-hula.
Yesung yang sedang asik-asiknya meratap jatuh terjengkal.
“Yesung kamu sedang ngapain?” tanya Heechul dengan nada super manis saat melihat pose Yesung yang aneh.
“Hyung kok di sini? Gak di Jepang?” tanya Yesung yang sudah kembali ke posisi semula.
“Fufufu… memang seharusnya aku ada di sana. Tapi tadi tiba-tiba ada suatu panggilan lalu muncullah aku di sini,” jawab Heechul ceria.
“Panggilan? Siapa yang manggil?”
“Whooaaw! Kamu dunk!” tunjuk Heechul.
Yesung tercengang. Ia kebingungan sendiri.
“Wah kalau begitu hyung kembali saja,” kata Yesung.
Heechul masih menari-nari.
“Pulang! Pulang! Kembali ke Jepang!” seru Yesung.
Yesung mendorong-dorong Heechul kembali ke Jepang. Heechul yang terus menari pasrah saja didorong-dorong.
“Plop!” akhirnya Heechul menghilang ke Jepang bersama SuJu T lagi.
~wuzz~ angin dingin bertiup masuk. Yesung bergidik.
“Jangan-jangan ada… aaarrghh!” jerit Yesung kayak nyanyi ballad.
Yesung berlari keluar kamar.
“Hyung! Ada apa sih dari tadi teriak-teriak,” seru Kibum yang tadi pulang pagi habis syuting.
Yesung langsung peluk Kibum dari belakang.
“Ada jin Heechul. Eh, ada… ah, apalah itu yang kayak di mystery 6,” kata Yesung.
“Jin?! Heechul?! Dia kan lagi di Jepang sama hyung-hyung yang lain.”
Yesung mengangguk-angguk. Keringat sebesar biji jagung mengalir dari pelipisnya.
“Hyung! Jijay ah!” jerit Kibum ketika keringat Yesung jatuh di lengan Kibum.
Yesung nyengir sambil melap lengan Kibum dengan kain yang ditemukan entah dari mana.
“Hyung, kain apa sih ini?” bisik Kibum.
Yesung geleng-geleng.
Hawa dingin menyergap keduanya.
“Kok jadi dingin gini ya Bum?” celetuk Yesung.
“Ini kan musim dingin,” sahut Kibum polos.
“Mas-mas, udah selesai ngelapnya?” tanya sebuah suara wanita.
Yesung spontan melepaskan kain yang tadi dipegangnya. Serentak ia dengan Kibum menoleh ke belakang ke arah datangnya suara.
Seorang mbak-mbak berbaju putih cemerlang berambut hitam kelam lurus panjang berdiri di sana. Yesung dan Kibum memperhatikan mbak tadi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Hyung-hyung, kakinya hyung,” bisik Kibum sambil menyodok-sodok Yesung.
“Mbak nyari siapa?” tanya Yesung.
“Hyung!” seru Kibum.
Yesung terpaku melihat mbak-mbak itu.
“Ayo kabur hyung!” jerit Kibum ketakutan.
Kibum menyeret Yesung berlari keluar dorm. Mbak-mbak tadi malah melambaikan tangan pada Kibum dan Yesung.
Di luar Kibum yang masih berkeringat dingin memarahi Yesung habis-habisan.
“Hyung tadi ngapain aja sih? Sampai mbaknya datang,” tanya Kibum berapi-api.
Yesung yang terlihat setengah melamun hanya menggeleng-geleng. Kibum melongo melihat Yesung seperti itu.
“Kebakaran! Kebakaran!” teriak Kibum.
Tiba-tiba sebuah mobil PMK muncul.
“Byur! Byur! Byur!” petugas PMK menyiramkan air ke arah Kibum dan Yesung.
“Tolong! Tolong! Saya tenggelam! Tenggelam!” seru Yesung histeris.
Tangan Yesung melambai-lambai liar sampai-sampai mengenai Kibum hingga Kibum pingsan.
“Mbum! Mbum! Bangun!” seru Yesung.

~30 detik kemudian~

Akhirnya keadaan yang tadinya hiruk pikuk huru hara menjadi tenang. Dua orang aneh (baca Yesung dan Kibum) duduk di depan dorm dalam keadaan basah dan lelah.
“Hyung tadi ngapain sih?” tanya Kibum memelas.
“Aku tuh lagi jongkok toel-toel lantai di kamar. Tiba-tiba Heechul hyung muncul. Terus kamu, terus si mbak,” jawab Yesung tak kalah memelas.
“Hyung, jongkok n toel-toel lantai di kamar kan ndak boleh. Itukan ritual memanggil mbak Heechul, eh si mbak,” kata Kibum makin memelas.
“Mianhe, jeongmal mianhe…
Kibum langsung membekap Yesung karena dia sudah mulai nyanyi. *takut pingsan*
“Kenapa toel-toel lantai?’ tanya Kibum.
“BOGOSHIPOYO,” jawab Yesung sedih.
Mata Yesung berkaca-kaca. Kibum pun ikut berkaca-kaca.
“Hyung, air matanya jangan jatuh di lengan Mbum lagi ya?” ucap Kibum lirih.
Yesung cemberut kembali. Siap-siap noel-noel tanah tapi segera dicegah Kibum.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Oleo soft cake

another old ff of me. kkk~
masih di jalur parodi iklan makanan di Indonesia.
pernah dipost di LI/FFF.
happy reading!
leave any comment or like please.
thanks.

Oleo Soft Cake

cast:
Kim Hyun Joong SS501
Ajoo credit: http://www.korean-drama-guide.com/
dkk

setting: beranda rumah dekat kebun. Ada sebuah meja.

Ajoo berjalan mendekati meja. Hyun Joong duduk sibuk menulis. Ajoo membawa sebungkus makanan dan segelas susu.

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo dengan nada menantang.

Hyun Joong menoleh. Ajoo menyembunyikan makanan yang dibawanya. Ajoo ikut duduk di dekat Hyun Joong.

“Ya tahu dong. Kim Hyun Joong gitu lhoh,” jawab Hyun Joong yang merasa tertantang.

Ajoo tersenyum penuh misteri. Hyun Joong bersiap menjawab.

“Ditarik bungkusnya. Lalu digigit,” ujar Heechul yang tiba-tiba muncul.

“Chokolatos. Mama mia lezatos!” susul paduan suara yang bernama A’ST1.

Baik Ajoo maupun Hyun Joong melongo bersama. Sutradara baru kita, Kyu Jong, tak kalah lebar melongonya.

“Cheosong hamnida! Cheosong hamnida!” ujar Yunho sang sutradara yang datang menarik artis-artisnya *heechul dan A’ST1 yang numpang lewat* *atau salah lewat ya?*.

Kyu Jong mengatupkan bibir. Ia menyuruh Ajoo dan Hyun Joong kembali berakting.*abaikan si yunho yang pengen aja nampang*
“Heh! apa lu author gaje?” seru Yunho yang ternyata belum beranjak dari lokasi syuting.
*author kabur aja dah*

Kyu Jong mengambil alih masalah. dengan sigap dia melanjutkan syuting. dia tak mau obsesinya menjadi sutradara terganggu. *kayaknya dulu diprofilnya bilang mau jadi produser bukan deh*
“Author ga ga ga jelas, sampai kapan kau ganggu lagi kau ganggu lagi? seru kyu jong.
author mendekati kyu jong. “Ah, oppa ini.” *author dilempar kursi sutradara*

“Ajoo mulai lagi!!” teriak Kyu Jong lewat toa, mengabaikan kepedihan author yang dianiaya tokoh.

Ajoo melanjutkan acara menggoda hyun joong. :P

“Kakak, tahukan cara makan oleo?” tanya Ajoo.

“Tahu dong. Diputer, dijilat terus dicelupin!” jawab Hyun Joong penuh keyakinan.

“Wuih, pinter banget,” puji Ajoo.

Hyun Joong tersenyum bangga.

“Kalo oleo yang ini?” tanya Ajoo lagi.

Ajoo menunjukkan sebungkus oreo soft cake yang tadi disembunyikannya. Hyun Joong melihat dengan takjub.

“Baru ya? Kuq belum pernah lihat? Enak ya? Bedanya apa? Kasih satu ya?” tanya Hyun Joong beruntun *+lebay*

-muncul gambar oleo soft-

Eunhyuk (narator) : “Satu-satunya soft cake lembut dengan krim yang dilapisi coklat khas oleo.”

Kyu Jong tersenyum bangga. Di luar Yesung dan Leeteuk berdemo karena di-PHK Kyu Jong. Jabatan narator dan penulis naskah diserahkan pada Eunhyuk dan Yoochun.

Author: “Emang penting ni pake disebutin segala?”

Yoochun: “PENTING! Biar nama gw muncul!” *nglempar kursi ke author*

Kyu Jong: “Hoi! Jangan ganggu orang lagi syuting! Kalian berdua sama-sama penulis mojok aja sana!”

udah-udah, kembali ke iklan! *gaya too cool*

Kamera kembali men-syut Ajoo dan Hyun Joong yang lagi asik makan oleo.

“Ngiiing! Ikuti skrip!” teriak Kyu Jong pake megaphone.

Ajoo dan Hyun Joong mengangguk dengan kecewa. Mereka kembali ke jalur yang benar *sesaui skrip maksudnya*.

“Kok ga dicelup?” tanya Ajoo yang membuka oleonya.

Hyun Joong senyam-senyum sambil makan oleo.

“Aku sih enggak,” ujar Hyun Joong.

Ajoo menarik gelas susunya.

“Kalau aku dicelupin,” timpal Ajoo.

Ajoo mencelupkan oleonya ke susu.

Eunhyuk *dengan nada BT karena Yesung dan Leeteuk demo di depannya* : “Oleo soft cake, mau dicelupin atau enggak suka-suka kamu.”

“Yak! Simpan!” seru Kyu Jong.

Para kru mulai memberesi peralatan. Sementara itu …

“Celupin aja kak!” paksa Ajoo.

“Enggak mau! Suka-suka dong!” ketus Hyun Joong.

“Celup!”

“Enggak!”

“Celup enggak!”

“Enggak! Suka-suka dong mau dicelup atau tidak!”

Terjadi perang oleo antara Ajoo dengan Hyun Joong. Yesung dan Leeteuk berhenti berdemo dan malah menyemangati Ajoo dan Hyun Joong. Mereka berjongkok di depan meja.

“Hyung, kayaknya aku dapat ide,” ujar Yesung.

“Ide apa?” tanya Leeteuk.

“Kita buat iklan tandingan,” jawab Yesung.

“Begitu? Boleh juga. Kapan?”

“As soon as possible!”

Yesung dan Leeteuk saling berpandangan. Mereka tertawa serentak dengan keras. Ajoo dan Hyun Joong berhenti bertengkar. Mereka berdua berganti menonton Yesung dan Leeteuk.

Para kru dan Kyu Jong mulai meninggalkan lokasi syuting.

“Bos, gimana dengan mereka berempat? Apa ditinggal?” tanya Eunhyuk yang merangkap jadi staf properti.

“Udah biarin aja. Cepat bawa kursi sutradaraku,” jawab Kyu Jong enteng.

Eunhyuk dan Kyu Jong keluar dari tempat itu. Sebelum menutup pintu Eunhyuk mematikan lampu.

“Hyung!” jerit Yesung.

Yesung langsung memeluk Leeteuk.

“Takut kak,” bisik Ajoo.

“Ya, udah kakak juga mau celupin oreonya,” sahut Hyun Joong yang merinding.

Ya sudah pembaca. Mari kita tinggalkan mereka.

Tamat.


by: wulan murti a.k.a yuelan13

hehehe…another clue.
seperti yang saya katakan di postingan sebelumnya, ff parodi saya berhubungan.
hehehehe….

don’t copy without my permission.

[fanfic parodi] nyu green tea ramadhan ver *iklan lama, ff lama*

selamat berpuasa!
saya mau posting ff parodi *lama* lagi. pernah saya posting di LI/FFF.
masih bernuansa Ramadhan.
oh, ya, mungkin ada yang sedikit penasaran soal ff parodi saya.
sebenarnya ff parodi saya berhubungan, tapi saya posting random di wp ini. hehehe…semoga menemukan hubungan antar ff parodi saya.
happy reading dan jangan lupa comment.
thanks.

Nyu Green Tea Ramadhan ver

rating, genre: General, Parodi

cast:
Yesung SuJu
Sunny SNSD
Hero Jaejoong TVXQ
Henry SuJu M
dan banyak lagi

Di siang menjelang sore yang cuacanya panas. Henry berdiri di trotoar dekat deretan pertokoan. Matanya lurus memandang Sunny yang berada di depan sebuah kios majalah. Sunny tengah membuka-buka sebuah majalah.

“Gile manis banget!” batin Henry.

“Byur,” Zhoumi menyiramkan seember air ke arah Henry.

“Hyung kira-kira dong nyiramnya!” marah Henry.

Zhoumi memeluk embernya. Dengan wajah inosen ia hanya tersenyum.

“Henry-ya! Syuting yang benar!” seru Eeteuk sutradara kali ini.

Henry pasrah saja. Ia kembali ke posisi semula. Air yang disiramkan Zhoumi tadi masih mengalir turun dari kepalanya. Ia memandang Sunny kembali dengan pandangan mupeng. *muka pengen ditendang*

Tiba-tiba angin bertiup ke arah mereka. Henry bergidik kedinginan. Lalu terdengar suara mellow nan merdu.

“Kuingin bersihkan diriku,” dendang Yesung.

Henry bersusah payah mempertahankan pose gejenya. Angin yang berasal dari kipas besar yang dipegang Eunhyuk dan Junsu bertiup makin kencang. Sunny sendiri sudah nemplok di dinding agar tidak dihempas.

“Asyik ya main kipas angin. Keinget jaman dulu Jun,” ujar Eunhyuk.

“Hu’um sama. Inget ga pas bakar sate bareng?” timpal Junsu.

“Iya. Sate ayamnya enak ya?” kata Eunhyuk.

Junsu dan Eunhyuk menelan ludah bersama-sama.

“Buka puasa masih lama ya Hyuk?” keluh Junsu.

Eunhyuk mengangguk.

“Kuingin bersihkan diriku,” senandung Yesung di depan Junsu dan Eunhyuk.

“Hyung!” bentak Eunhyuk dan Junsu bersamaan.

Yesung mulai berubah muram. Aura anehnya makin terasa. *inget aura aneh yesung :P *

“Yesung, balik ke tempat syuting! Ingat rencana kita!” ujar Eeteuk seraya menarik Yesung.

Aura di sekeliling Yesung ceria kembali. Dan syuting berlanjut.

“Henry siap? Hitungan ketiga keluar dari toko!” seru Eeteuk dengan toa besar.

“Ye!” teriak Henry dari dalam toko.

“Hana, dul, set!” seru Eeteuk.

Henry masih berdiri di balik pintu kaca.

“Tuh anak ga denger ya? Pasti suka makan di Jogja,” kata Jaejoong pada Eunhyuk dan Junsu.

“Makan? Apa?” tanya Eunhyuk dan Junsu serempak.

“Makan gudeg,” jawab Jaejoong sambil ketawa-ketiwi ga jelas.

“Hei kalian bertiga! Sama aja!” marah Eeteuk.

Henry yang kebingungan melongok keluar.

“Hyung, udah mulai belum? Pegel ni bawa kertas lima rim,” kata Henry yang sempoyongan membawa kertas-kertas.

Eeteuk menggeram kesal.

“Kuingin bersihkan diriku,” nyanyi Yesung.

Eeteuk menarik artis-artis dan kru-krunya ke tempat masing-masing. Henry di dalam toko, Jaejoong di seberang jalan, Eunhyuk dan Junsu di dekat toko, dan Yesung di lampu merah.

“Hoi author geje! Masak di lampu merah? Emang mau ngamen?” kata Yesung.

“Hehehe~ aduh mian oppa. Jangan marah gitu. Sini-sini, kita pulang aja,” kata author.

Author siap-siap bawa Yesung pulang.

“Kuingin bersihkan diriku,” serempak Eeteuk, Eunhyuk, Junsu dan Jaejoong bernyanyi.

Author manyun. Dengan tak rela mendorong Yesung ke tempat syuting.

“Ya, udah. Terserah kalian mau apa,” sungut author.

“Ah, jangan ngambek! Ini pekerjaan pertama saya. Saya butuh uang. Dilanjut ya?” mohon Sungmin, kameramen baru. *berhubung kameramen sebelumnya (siwon: red) sering salah zoom*

“Oce-oce. Tapi ntar Sungmin oppa mampir ke rumah ya?” kata author.

“Kuingin bersihkan diriku,” seru Yesung pake toa ke telinga author.

Author lari ke depan komputer. Dan mari kita lanjutkan.

“Oke, kita syuting lagi! Are you ready? Action!” seru Eeteuk.

Henry mendorong pintu dengan kaki sampai terbuka. *ingat tangannya bawa kertas 5 rim*
Henry berjalan keluar toko. Jaejoong lalu berlari ke arahnya dari seberang jalan. Dan tabrakan pun tak elakan. Kertas yang dibawa Henry jatuh berhamburan. Lalu asap mulai berhembus ke arah Henry dan Jaejoong. Sebagian kertas terbakar. Dan di sekelilingi Henry berubah panas dan gelap. Jaejoong bergidik melihatnya.

“Kipas apinya Jun! Asapnya kurang!” kata Eunhyuk.

Junsu mengipasi api unggun kecilnya dengan kipas angin tadi. Api membesar dan mengepulkan banyak asap.

“Kuingin uhuk… uhuk! Bersihkan… uhuk… huk! Diriku!” Yesung bernyanyi sampai terbatuk-batuk.

“Hyuk, asapnya kebanyakan ni. Liat bos Eeteuk mau marah lagi. Kabur yuk,” bisik Junsu.

“Iya. Ayo mumpung asapnya belum hilang jadi ga ketahuan,” dukung Eunhyuk.

Junsu mematikan kipas anginnya. Ia lalu menggandeng tangan Eunhyuk, bersiap meninggalkan lokasi syuting.

“Kuingin bersihkan diriku,” author muncul dengan suara cemprengnya.

Eunhyuk dan Junsu nglempar kipas angin ke arah author.

“Aduh, sakit oppa! Dah balik syuting aja!” gerutu author.

Eeteuk tidak mengetahui pertengkaran geje antara author vs Eunhyuk dan Junsu. Ia sibuk mengatur kameramen dan artisnya.

“Tvnya dihidupkan! Henry berdiri di depan tv. Yesung di dekat Henry. Terus Sungmin ambil gambar Henry tapi Yesung jangan ampe keliatan di kamera,” kata Eeteuk.

Semua di posisi masing-masing. Henry lagi menunggu adzan buat buka puasa. Sebuah tv di salah toko hidupkan dan tengah akan menanyangkan adzan magrib. Henry memegang sebotol Nyu green tea sambil menonton tv. Beberapa kali ia menelan ludah. Matanya beralih dari tv lalu ke Nyu green tea lalu ke tv lalu ke Nyu green tea ke tv lagi terus ke Nyu green tea. *pegel ni lehernya Henry*

“Kuingin bersih…”

Belum selesai bernyanyi, Henry mendorong Yesung. Sampai Yesung hampir jatuh. Untung saja ia berpegangan pada mikroponnya.

“Dongsaeng kurang ajar! Sama orang yang lebih tua main dorong. Udah dinasehati kok malah dorong-dorong!” marah Yesung memuncak.

Henry terkejut bukan main.

“Kuingin bersihkan diriku,” author lagi-lagi muncul, tapi kini dengan suara merdu. *padahal Taeyon yang dubbing author*

“Ah, chagiya. You are the best. Yoo, u go girl!” puji Yesung.

Author menghilang sambil ketawa puas.*author lagi sableng* *abaikan*

Ending iklan akhirnya dibuat. Henry dan Yesung duduk berdua di depan toko tv tadi. Masing-masing memegang Nyu green tea.

“Yak action!” seru Eeteuk.

“Bersihkan dirimu dengan Nyu green tea,” seru Heechul sebagai narator.

Lalu Sungmin men-syut Henry dan Yesung yang tengah meminum Nyu green tea. Yesung menyikut Henry yang sedang menegak Nyu green tea-nya.

“Yak, selesai!” seru Eeteuk.

Henry terbatuk. Yesung senyum-senyum geje.

“Hyung, hyung balas dendam ya?” kata Henry.

“Kuingin bersihkan diriku,” sahut Yesung.

Henry hanya bisa manyun. Author ikutan manyun karena fan ficnya udah tamat.

-TAMAT-

“Bos tau ga ya kalo kita kabur Jun?” tanya Eunhyuk.

“Ga. Tadi bos sibuk ganti lokasi. Tenang aja,” jawab Junsu enteng.

“Lha ntar gimana gaji kita?” tanya Eunhyuk lagi.

“Gaji-gaji! Udah tamat tauk! Sana oppa pada pulang,” seru author.

Eunhyuk dan Junsu melirik tajam ke arah author.

-TAMAT-
beneran tamat!

by: wulan murti a.k.a yuelan13
thanks for reading
please comment
and
don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Bolu Pandan

ehehm..hehm…saya mau posting fanfic parodi saya.
castnya campur-campur. yg jelas artis korea. hheehheee…
pinjem nama2 ya?
pinjem merk juga.
*iklan gratis*
hehehe…
happy reading.
komen please.

Biskuat Bolu Pandan

author: wu

cast: artis2 Korea

genre: parodi

Changmin, Sunny dan Shindong tengah berunding di depan sebuah rumah berpagar kayu setinggi pinggang orang dewasa.

“Udah, tanya aja ma ibu itu,” ujar Shindong.

“Tapi aku takut hyung. Ibunya nyeremin. Masak bawa gunting besar ma selang,” kata Changmin.

Shindong ngegeplak kepala Changmin.

“Udah-udah. Kan sesuai skrip kita musti nanya ke ibu yang lagi berkebun itu. Ayo oppa-oppa jangan bertengkar,” kata Sunny.

Changmin dan Shindong manggut-manggut. Mereka bertiga mendekati pagar bercat putih itu.

“Tante! Tante!” panggil Shindong.

Ibu-ibu yang mirip Yenny WG menoleh.

“Tante? Setua itukah diriku yang So Hot ini?” kata Yenny.

“Kalau begitu adiknya mama. Kami mau tanya,” sahut Changmin.

Yenny melirik Changmin.

“Huh? Siapa mama kamu? Jangan sembarang dong,” marah Yenny.

Tiba-tiba muncul toa besar di antara kedua pihak ini.

“Ngiiing! Hoi! Pada baca skrip ga sih? Dari tadi ga nyadar-nyadar kalau melenceng dari skrip! Bisa ga sih main iklan?” seru Kyu Jong (SS501), sutradara sekaligus produser baru.

Changmin, Sunny, Shindong, Yennny *swt*

Syuting kembali berjalan. Changmin, Shindong, dan Sunny berdiri nempel ke pagar. Yenny asik nyiram tanaman pake selang.

“Rumah Zhoumi ma Henry di mana?” tanya Changmin, Shindong dan Sunny bebarengan.

Yenny menoleh. Ia mengendus-endus aroma di udara. Tanpa dosa Yenny mengayunkan selang airnya ke arah tiga makhluk itu. Mereka bertiga langsung merunduk.

“Di sana!” tunjuk Yenny ke arah kiri.

Tiga anak ini langsung beranjak ke lokasi berikutnya. Mereka memasuki sebuah salon. Ada Heechul, Jaejoong dan Daesung yang lagi nyalon.

“Rumah Zhoumi ma Henry mana?” koor Changmin, Shindong, dan Sunny.

Heechul ngelap masker di hidungnya. Jaejoong ngangkat kukunya yang baru dimanikur. Daesung narik kertas wax di kakinya. Mereka bertiga serempak mengendus udara.

“Di sana,” tunjuk Heechul, Jaejoong dan Daesung ke kiri.

Changmin, Shindong dan Sunny menuju sebuah rumah besar. Di dalam ada Zhoumi, Henry, Lee Young Ae (ibu), Kwon Sang Woo (ayah) dan Rain (kakek). Mereka berkumpul di ruang tamu.

“Zhoumi, Henry kami datang! Selamat ya!” ujar Changmin, Shindong, dan Sunny.

Mereka menyalami Zhoumi dan Henry. Zhoumi dan Henry baru memenangkan lomba duet pidato bahasa mandarin se-SM Town.

“Juara dapat biskuat bolu pandan. Asli dari dapur istana. Bibi Jang Geum yang ngasih resep,” kata Young Ae sambil pegang kepala Zhoumi dan Henry dengan bangga.

Zhoumi dan Henry senyam-senyum bangga. Keduanya mencomot bolu yang ada di piring. Sang Woo dan Rain ikut nyomot dan tersenyum bangga. Sementara tiga tamu hanya menelan ludah.

“Jingle play!” seru Kyu Jong.

Ryeowook memainkan jingle biskuat lewat komputernya. Di sampingnya Yesung siap-siap ngomongin tag linenya.

“Aroma khas pandan dan lembutnya bolu bercampur jadi satu,” ujar Yesung.

Yesung bolak-balik skripnya. Tampaknya ia mencari sesuatu.

“Ada yang hapus skripnya bos,” seru Yesung.

“Ya udah cut!” timpal Kyu Jong.

-Kyu Jong POV-

Jangan-jangan ada yang nyabotase nih. Ini kan proyek pertamaku. Pasti pada iri.

-Changmin, Shindong, Sunny-

Bolunya enak, lembut dan manis. Kenapa kita cuma ngliatin duank. Enak banget Zhoumi, Henry, Sang Woo, ma Rain. Cuma senyum, bisa makan bolu. Lhah kita. Udah disiram air, ketemu orang-orang ga jelas di salon, sekarang cuma bisa ngiler.
*nelan ludah bareng-bareng*

-author POV-

*ngelap iler* hehehe, yg nyabotase ma gue ndiri. Inilah author power. *nyomot bolu tanpa dosa*

-All-

“Dasar author geje!” teriak semua kru dan pemain. Mereka bersiap melempar benda-benda yang ada ke arah author. Ada selang air, pagar, toa, piring, alat salon, dan bolu.

*author lari ke belakang Jung Eui Chul (selingkuhan baru)*

author: “Udah ah tamat aja.”

;D
tamat

please don’t copy without my permission
thanks

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.