hari ini black day, harinya para jomblo.
sudah makan spagetti yang nyaris berwarna hitam.
sudah menangis melihat orang yang disukai telah bersama orang lain.
sudah bersedih.
sekarang ingin bahagia
jadi kutulis sebuah puisi, atau apapun bentuknya, inilah setetes air mataku.
tak ada lagu yang mampu menyaingi, hanya hatiku yang tersayat
tak ada drama yang bakal mengalahkan, hanya jiwaku yang terdepak
tak ada asa darimu lagi, mimpiku direnggut
tak ada lagi, nafasku sesak
aku bertahan bertahun-tahun
aku menahan sepanjang tahun
rasa itu mendekam di pojok hati
rasa itu tersimpan di pojok hati
Sudah dijelaskan bibir, sudah diikuti gelagat.
Ditolak, dicampakkan, dilupakan.
Air mata, buat apa kita di sini?
Dia tak akan tahu.
Dia sudah tersenyum dengan idamananya.
Sementara kita?
Kita sendiri, air mata.
Jangan menetes!
Jangan meninggalkanku juga.
Air mata, apa kau juga berniat membuangku?
dan aku benar-benar sendiri.
i’m feeling so blue.