Buku Pertama

Alhamdulillah, telah terbit antologi FTS pertamaku !

di Creative Seruni Publishing
Gambar
Judul : Memory In love.
Penulis : Langga Gustanto, Hamidah dan Laskar Penatic
ISBN : 978-602-18155-1-9
tebal : 210 Hal ukuran 14×21 cm
Penerbit : Seruni Creative Publishing
Harga : Rp. 43.700 ( belum termaksud Ongkir )

Sinopsis

Dalam Sebuah kehidupan terdapat berbagai kenangan. Dan Pertemuan silam mengubah pikiran menjadi awal percintaan, Pada genggaman tangan yang menimang keindahan dan kegaduhan, tentang sebait luka yang menggores perjalanan semu, atau segurat senyum yang menjadi akhir persembahan janji-janji manis. Di tengah kerumitan memecah kompleksitas misteri hidup, ada titik keharusan, yang menjadi pencerah segala kerisauan hati. Bahwasanya manusia hanya diminta untuk tidak berputus-asa. Hingga semuanya menjadi sebuah penaklukan atas segala tantangan dalam menggapai puncak bahagia.

Buku ini mengisahkan kenangan manis dan pahit seputar cinta. Bukan hanya dari sang kekasih, namun juga dari sahabat maupun orang-orang terdekat. Buku ini berupa Flash True Story, yakni cerita yang dituangkan sebagaimana yang pernah dialami langsung oleh si penulis, melibatkan emosi dan gaya menulis mereka yang berbeda turut menghiasi keindahan cerita di dalamnya.

Para penulisnya pun tersebar di seluruh kota di Indonesia. Buku ini terdiri dari 51 judul dari kontributor, ditambah 4 judul dari Admin grup. Dibagi menjadi Dua Chapter, di mana chapter pertama adalah kenangan-kenangan manis dan chapter kedua adalah kenangan-kenangan pahit seputar cinta.

Selamat Menikmati!

PS: Buku ini sudah bisa dipesan di Penerbit Seruni via Inbook atau krm sms ke nomor 0856 401 087 26 dengan format sms ‘pesan buku’. Nanti akan ada konfirmasi selanjutnya.

Published in: on Mei 13, 2012 at 12:00 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , ,

Sumur Artesis

fuih~ lelah juga hari ini. maklum saya baru pulang belanja kilat. *hauwah*
haha
skip!
sekarang saya mau membahas mengenai sumur air dalam atau sumur artesis. seperti yang saya singgung pada postingan sebelumnya.
dan saya juga ada pengumuman. saya sudah buat fanfic baru! siap diterbitkan. hihihi. please anticipate it!^^

oke, sebagai awalan. saya mau copas hasil guling-guling saya di gudang abang google.

APA ITU AIR ARTESIS?

Filed under Seputar Permasalahan Air Sumur by admin

Sumur air dalam Vs Sumur Artesis
Banyak orang mengatakan (terutama tukang sumur) kalau mereka menerima pembuatan sumur artesis, sebetulnya apakah semua sumur air dalam di sebut sumur artesis. Nah, dari pada simpang siur ada baiknya kita fokus sejenak untuk membahas ini. Sumur artesis adalah sumur air yang biasanya berada di kedalaman >60 meter, sumur artesis adalah sumur yang bertekanan tinggi karena dia terjebak dalam batuan yang memiliki tekanan, sehingga ketika dilakukan pengeboran, air dapat naik sendiri tanpa harus di pompa, haaaah ! air naik sendiri ?? BETUL naik sendiri tanpa di pompa. Karena tekanannya cukup tinggi untuk menyembur sampai ke permukaan. Tapi Artesis ini di bagi menjadi 3, ada artesis negatif, artesis 0 dan artesis +.
January 21, 2010 at 3:17 pm

sumbernya: http://ahlisumur.com/apa-itu-air-artesis.html

uuu…saudara-saudara jadi sedikit tahu kan?

lalu mengapa saya wanti-wanti soal sumur artesis?
baca berita ini:

Senin, 17 Juli 2006 SEMARANG
Line
Bahaya, Kendalikan Sumur Artesis

SEMARANG- Kekeringan di Semarang saat musim kemarau kali ini diperkirakan makin meningkat, mengingat kondisi lingkungan kian buruk. Luas daerah yang kekeringan dan kekurangan air bersih bisa lebih parah, karena berkurangnya daerah-daerah resapan yang merupakan tandon air.

Pakar hidrologi Unika Soegijapranata, Budi Santosa MT mengatakan, berkurangnya daerah resapan di Kota Semarang, termasuk daerah pinggiran akibat kebijakan pembangunan yang tidak terkendali dan mengabaikan aspek lingkungan.

Karena itu, pembuatan sumur artesis yang makin banyak dilakukan warga ataupun pengelola perumahan, termasuk juga yang ada di daerah pinggiran harus dikendalikan.

Jika tidak, akan membahayakan. Yakni makin berkurangnya tandon air bawah tanah dan mengakibatkan penurunan permukaan tanah.

Budi mengatakan, salah satu penyebab berkurangnya daerah resapan adalah maraknya pembangunan perumahan di daerah atas yang semestinya menjadi lahan hijau atau konservasi. “Kota Semarang banyak kehilangan daerah resapan akibat pembangunan perumahan,” kata dia kepada Suara Merdeka.

Pemerintah Kota dinilai kurang mempertimbangkan izin, sehingga pembangunan perumahan terkesan tidak terkendali. Daerah-daerah atas, terutama yang mempunyai potensi sebagai daerah resapan, tetap dijadikan lahan perumahan.

Pertimbangan bisnis dituding menjadi alasan pemberian izin, sementara aspek pelestarian dan keamanan lingkungan kurang mendapat perhatian. “Maka saat musim hujan, terjadi banjir. Sebab, tanah tidak dapat secara optimal menyerap air. Ini karena permukaan tanah tertutup bangunan,” paparnya.

Seperti diberitakan Suara Merdeka, Rabu (12/7), delapan dari 16 kecamatan di Kota Semarang kini rawan kekeringan. Data yang dirilis Badan Kesbanglinmas Kota, Senin (10/7) menunjukkan kedelapan wilayah rawan kekeringan itu adalah Mijen, Banyumanik, Candisari, Pedurungan, Tugu, Gunungpati, Gajah Mungkur, dan Tembalang.

”Data itu sementara, untuk angka pastinya kami masih menginventarisasi. Mudah-mudahan nanti hasilnya bisa kami paparkan,” kata Kepala Kesbanglinmas, Drs Sujitno.

Kendalikan Artesis

Penanganan kekeringan, kata Budi, seharusnya sudah dipikirkan jauh sebelum musim kemarau tiba. Saat musim hujan harus dipikirkan bagaimana menampung air hujan, sehingga dapat dimanfaatkan ketika musim kemarau.

Untuk jangka pendek, kekeringan yang terjadi dapat diatasi dengan pembuatan sumur artetis.

Kendati demikian, dalam penggunaannya tidak boleh sembarangan. Perlu pengendalian dan pengelolaan yang baik, agar air yang diambil tidak melebihi potensi yang ada.

Jika berlebihan juga akan merugikan masyarakat, karena menimbulkan rongga-rongga pada bagian bawah tanah. Rongga ini, menurut Budi, menyebabkan tanah di atasnya menekan ke bawah jika ada beban di permukaan. “Ini akan menimbulkan penurunan permukaan tanah.”

Untuk jangka panjang, sumur artesis kurang efektif digunakan. Akan lebih menguntungkan bila menampung air pada waduk atau embung.

”Hanya, masalah ini tidak akan selesai sampai di situ. Tanpa adanya pengelolaan yang baik, hasil yang diperoleh juga tidak optimal.Selain itu biayanya juga besar,” ujarnya. (H31-18s)

sumbernya: http://www.suaramerdeka.com/harian/0607/17/kot06.htm

memang sih ini berita lama. tapi apa yang terjadi sekarang? sudah kah ditangani? kita nggak tahu. atau malah makin rame dibuat.
nah lho!
makanya. ayo kawan sadar!
jaga air!
dukung konservasi sumber daya air!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Published in: on Juni 3, 2008 at 1:38 pm  Komentar (1)  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.