[fanfic] Colourful Fog

Nama author: wulan murti a.k.a yuelan13
Judul: Colourful Fog
Genre: fiksi fantasi
Twitter atau Facebook atau Email atau No.Hp: @yuelan13
Casts: Mystical Joo (Brian Joo), Blink (Sunny SNSD), King Fog (Eeteuk Super Junior), Adviser (Heechul Super Junior), Sparky (IU), Ivy (Kim Tae Hee)
Sinopsis: Sparky dan Blink dua sahabat penjaga cahaya di negeri Fog. Segalanya aman dan damai, sampai seorang misterius singgah ke negeri Fog. Persinggahan Mystical Joo bukan tanpa alasan. Mystical Joo mengklaim cincin cahaya negeri Fog adalah miliknya. Raja negeri Fog, King Fog, menjadi kebingungan. Untunglah ada Adviser yang bijaksana. Bagaimana jalan ceritanya? Benarkah klaim Mystical Joo atas permata cahaya negeri Fog? Sanggupkah Blink dan Sparky menjaga permata cahaya dari Mystical Joo? Marilah kita saksikan langsung di ….
___________________________________________________________________________________________________________________________________

Jauh di dalam hutan yang juga jauh dari hiruk pikuk kehidupan manusia. Diselubungi kabut pekat, berdirilah sebuah negeri bernama Fog. Negeri Fog dipimpin oleh raja arif nan bijaksanabernama King Fog. Bersama penasehat raja, Adviser, King Fog mengatur negerinya menjadi negeri kaya, makmur, dan sentosa.
Meskipun berbenteng kabut tebal puluhan meter dan kabut berterbangan di seluruh negeri, negeri Fog tak pernah gelap dan menyesatkan. Negeri Fog memiliki sebuah sumber energi dan cahaya yang disebut cincin cahaya. Penduduk negeri sangat berterimakasih pada cincin cahaya, dan tentu saja pada dua penjaganya. Blink dan Sparky.
Blink peri lincah berambut cepak pirang dengan tongkat pink sebagai senjata. Blink sangat menyukai bernyanyi dan menggerakkan kedua kaki panjangnya. Sementara Sparky yang sedikit lebih pendek darinya, memiliki harpa merah yang dapat mengiringinya bersenandung merdu. Saat bersenandung dan memainkan harpa, angin akan berhembus lembut memainkan rambut hitam panjangnya. Blink yang hiperaktif akan menari ke sana kemari meningkahi nyanyian Sparky.
Semua suka pada Blink dan Sparky. Karena mereka penjaga yang kuat. Namun lembut dan manis saat keadaan aman. Tak akan ada yang berani mencuri cincin cahaya, sebab Blink dan Sparky akan melawan siapapun yang berbuat jahat.
Suatu pagi, hujan turun deras. Keadaan menjadi temaram dan lembab. Blink memasang sejumlah cincin tambahan sambil bernyanyi kecil. Kaki rampingnya berjingkat-jingkat di antara tonggak tempat cincin dipasang.
“Neoneun nae byulbit, nae maeumui byulbit,” Blink mengangkat tangan dan melambai-lambai, “Nah, penduduk bisa bekerja normal sekarang. Pagi dengan hujan selalu butuh tambahan cincin,” ujar Blink ceria.
Blink juga menurunkan sejumlah cincin yang perlu digosok lagi. Dengan keranjang berlapis beludru, cincin dibawa ke ruang kerja. Di dalam sudah duduk Sparky menggosok cincin.
“Oh! Blink, tahukah kau? Aku terlihat manis di permukaan cincin ini,” kata Sparky.
Blink tertawa kecil. Kepalanya menjulur ke arah cincin di tangan Sparky. “Bukan manis, tapi imut,” goda Blink.
Wajah Sparky jadi muram. Bibirnya manyun. Tapi Blink mengajaknya tertawa dengan tebak-tebakan lucu khasnya.
Belum sempat Sparky menjawab tebakan Blink….
BOOOOMM!
…terdengar suara ledakan yang dahsyat dari luar gerbang kastil cincin.
Blink dan Sparky bergegas terbang keluar.
Pintu gerbang sudah roboh dan terbakar. Seorang pria berjubah berdiri di dekat daun pintu gerbang yang berasap. Kepalanya tertutup tudung jubah. Sebuah tongkat dari perak tergenggam di tangan kanannya.
“Siapa kau?” seru Blink. Tongkat pinknya siap di tangan.
Terdengar tawa keras memecah kabut. “Kembalikan cincin cahaya milikku!” suaranya ringan namun kuat.
Tanpa aba-aba jelas. Blink dan Sparky mulai saling serang dengan si pria misterius.
Dan berita itu telah sampai ke telinga King Fog.
Di dalam kastil kerajaan, King Fog mondar-mandir. Sang penasehat ikut berjalan ke sana kemari.
“Aha!” seru Adviser tiba-tiba. Sampai King Fog terjengkal jatuh. “Kkk~…, maafkan saya Yang Mulia. Saya baru dapat ide,.”
Seraya berdiri raja menanyai Adviser, “Apa idemu? Pertarungan sudah berlangsung selama…, em…..
“Tujuh menit empat puluh delapan detik Yang Mulia,” bisik seorang prajurit yang tak mau disebut namanya itu. Tapi wajahnya tampan dan masih muda. Mirip personel group vokal asal negeri Korea.
“Karena itu Yang Mulia, kita harus menghentikan pertarungan dan mencari tahu penyebabnya,” ujar Adviser dari balik sebuah cermin tangan.
King Fog beserta Adviser segera ke kastil cincin dikawal sejumlah prajurit andalan. Para prajurit membentuk formasi ‘hands up-shock-neverland’ begitu sampai di gerbang kastil. Untuk apalagi kalau bukan untuk melindungi sang raja.
Pertarungan di hadapan mereka tengah seru-serunya. Blink dengan tongkat pinknya mengeluarkan ajian strawberry saus mulberry. Sparky dengan harpa merah menggetarkan simfoni heart shape. Semuanya melawan serangan cahaya putih dari tongkat perak pria misterius.
King Fog menyuruh Adviser mendekat. “Hei, Ser. Lihat! Keren ya warna-warnanya. Coba tiap hari kayak gini,” bisik King Fog.
“Ehem!” Adviser berdeham penuh wibawa. Dengan bisikan pula dia mengingatkan sang raja untuk bersikap wibawa.
Raja melayangkan tatapan tajam ketiga orang di medan laga. Tangan kanannya terjulur ke depan. “Ber-hen-tiiiiiii!!!” titah raja.
Sllrrrttt! Cahaya berwarna-warni yang tadi memenuhi udara luruh perlahan. Suara gaduh juga menghilang. Di sisi kanan ada pria yang tak diketahui identitasnya dan sisi kiri ada duo Blink dan Sparky. Mereka memandang ke arah King Fog dengan latar belakang formasi ‘hands up-shock-neverland’.
King Fog berganti memandang pada si penyerang. “Siapa kau?” Tanya raja tegas.
Pria dengan jubah kelabu besar itu mengedikkan bahu. Tudung kepalanya tak bergeser sedikitpun. Wajahnya masih tertutupi.
“Nyatakan dirimu!” perintah King Fog.
Si pria menengadah. Perlahan tangannya terangkat. Perlahan pula dia menurunkan tudungnya.
“Woaaaa!!!” seru semua prajurit.
“Mystical Joo!” pekik King Fog dan Adviser.
Si pria tertawa dingin. “Aku hanya meminta kembali cincin cahayaku,” ungkapnya.
Oops! King Fog terkejut mendengar permintaan Mystical Joo. Bukankah cincin cahaya adalah milik negeri Fog. Bagaimana bisa dia memintanya. Dan mana mugkin? Negeri Fog memerlukan cincin cahaya.
Tapi, siapa pula Mystical Joo itu?
Marilah sejenak kita menilik lembaran masa lalu. Disaat raja Fog masih muda. Masih bermain kelereng dengan Adviser muda. Saat itu pula sudah ada Mystical muda. Dia adalah putra seorang tukang besi handal yang tinggal di luar kabut. Sang ayah lah yang berjasa membuat cincin cahaya.
Kembali ke masa kini.
“Tapi ayahmu sudah memberikannya pada negeri Fog,” tolak King Fog.
“Tidak!” jerit Mystical Joo. “Ayahku tak pernah memberikannya untuk kalian. Cincin itu jatuh ke dalam kabut lalu kalian mengambilnya!” kata Mystical Joo sambil menunjuk King Fog dan Adviser.
“Kami?” celetuk mereka bebarengan.
Mystical Joo mengangguk tenang. “Jadi kembalikan cincin cahayaku!” pintanya dengan nada do tinggi.
King Fog dan Adviser mulai bisik-bisik. Tidak bisa begitu saja memberikan cincin cahaya pada Mystical Joo, meskipun dia pemilik sahnya.
“Ehem, raja, raja,” sela Blink.
King Fog celingukan mencari Blink. Rupanya sudah ada di belakangnya. “Ada apa, Nak?”
“Kami ada usul,” beritahu Blink.
King Fog mengangguk dan menyuruhnya melanjutkan.
“Sparky, katakana usul kita,” kata Blink penuh percaya diri.
Jriiingg! Harpa merah Sparly sampai bunyi sendiri. “Apa ya Yang Mulia?” kata Sparky kebigungan. “Em…, apa dikasihkan saja Yang Mulia. Kan cincin cahaya yang asli sudah terkloning di kolam tengah kastil. Kita masih punya cincin-cincin lainnya.”
“O-o-o-o.., tidka bisa! Cincin cahaya yang asli adalah sumber cahaya utama. Cincin hasil cloning tidak bisa seterang yang asli,” tolak Adviser.
“Begini saja, cincin asli diberikan, sebagai gantinya dipasang lilin abadi. Cahaya lilin akan dipantulkan cincin-cincin kloningan. Jadi negeri Fog akan tetap terang dan punya energy. Saya juga bisa melamar kekasih hati saya,” usul Mystical Joo.
Dalam formasi melingkar, King Fog, Adviser, Blink, dan Sparky, menoleh pada Mystical Joo yang menyempil. Mystical Joo hanya nyengir kuda sembrani Nirmala.
Dan apa yang selanjutnya terjadi?
Cincin cahaya yang asli dikembalikan pada Mystical Joo. Dan sebagai penggantinya, Mystical Joo memberikan salah satu produk lilinnya yang paling mutakhir. Lilin abadi pelangi.
Tentu saja cahaya yang dihasilkan berwarna-warni. Negeri Fog yang semula kelabu kini menjadi penuh warna. Penduduk makin sejahtera. Blink dan Sparky juga tak kalah senang. Mereka suka mengatur tampilan warna tiap harinya. Begitu pula dengan King Fog dan Adviser. Suka main tebak warna apa yang muncul pada jam tertentu.
Kebahagiaan tak hanya dirasakan para penghuni negeri Fog. Sang pemilik cincin cahaya tengah gembira lamarannya diterima sang kekasih hati. Bahkan saat ini Mystical Joo mengajak Ivy candle light dinner. Maklum, dia kan pengusaha lilin.
Mereka makan coklat produksi penduduk negeri Fog ditemani alunan harpa merah Sparky dan nyanyian duo Sparky-Blink. Tak lupa sajian tarian mayoret Blink dengan tongkat pinknya.
“Sebagai hadiah, ini persembahan dari King Fog,” ujar Adviser menyerahkan seikat bunga mawar merah sambil mengedip genit pada Ivy.
“Ah…, terima kasih, pria cantik,” kata Ivy malu-malu.
Adviser menyalami Ivy ala bangsawan. Bersimpuh lalu mengecup punggung tangan Ivy.
“Hei, jangan goda kekasihku!” tegur Mystical Joo.
Adviser bangkit. Ia terkekeh nyaring. “Tidak kok!” serunya dalam posisi siap lari. “Aku cuma mau ambil cincinnya!” Adviser lari kencang.
Hehm…., sudah bisa ditebak kalau Mystical Joo mengejarnya. Blink dan Sparky ganti lagu untuk menyemangati keduanya.
Dan ceritanya…, tamat.

special for lomba menulis fanfiction korea AsianFanfictionStory

[fanfic] what a lovely day!

what a lovely day!

cast:
Brian Joo sebagai tuan Harapan
Changmin DBSK sebagai tuan Muda
Daesung Big Bang sebagai Bakpao

length: one shot
rating: G

disclaimer: saya pinjam sedikit karakter para artis ini. :)

Matahari bersembunyi di balik segumpal awan kelabu. Sinarnya malu-malu membelai dedaunan hijau.
~ wuss…! Awan kelabu hanyut menjauhi matahari. Tuan Harapan tersenyum lebar. Namun dia melihat sesuatu di bawah sana. Di bumi, tepatnya di sebuah taman.

“Ah…, tuan Muda harus berhenti makan. Apa tuan mau menjadi gemuk sepertiku?” oceh seorang berperawakan gempal dengan topi tinggi ala koki. Dia terus menasehati tuan Muda-nya yang makan kue teru menerus. Meski begitu tuan Muda tidak lantas menjadi gemuk seperti yang ditakutkan Bakpao si pengasuhnya.
Tuan Muda merengut ketika Bakpao merenggut keranjang sarat kue miliknya.”itu hadiah untukku! Seharusnya kuhabiskan sebagai tanda terima kasih,” keluh tuan Muda penuh harap.
Mereka lantas berebut keranjang kue.

Di atas awan, tuan Harapan makin tersenyum. :)
cringg! Tangannya terayun perlahan. Dan perlahan pula awan kecil tempatnya duduk bersila terbang turun. Turun melayang-layang di hadapan dua manusia tadi.

“Omo!” pekik Bakpao. Jari telunjuk kanannya menunjuk sosok tuan Harapan. Telunjuk kirinya mencolek-colek lengan tuan Muda-nya sampai si tuan ikut terperangah melihat tuan Harapan.
“Kau dewa makanan!” seru tuan Muda.
Tuan Harapan tersenyum, lalu menggeleng.
Bakpao tertawa kecil. Pikiran tuan Muda memang hanya makanan saja. “Kau pasti dewa uang!” tebak Bakpao.
Tuan Harapan menggeleng kembali. Bibirnya terbuka hendak berkata.
“Dewa cinta!” sahut tuan Muda lebih cepat.
Kali ini sang tuan Harapan tidak hanya menggelengkan kepala, tapi juga menggoyang telunjuknya. ke kanan, ke kiri, persis pembersih air di kaca mobil. “No no no! Na na na….
“Naega jeil jalnaga! rattatta ttattatta!” timpal tuan Muda dan Bakpao serempak.
wuss! Angin di sekitar mereka berhembus kencang. Tuan Muda dan Bakpao berpelukan dalam ketakutan.
“Saya adalah dewa…, Bujana!” ujar tuan Harapan yang tiba-tiba membawa gitar.
gubrak! tuan Muda dan Bakpao jatuh serempak. “Ah…, mana mungkin?” Bakpao tak mau percaya begitu saja.
“Heh, gw emang bukan dewa, masalah buat lo?!” balas tuan Harapan. oops!
tuan Harapan kembali ke senyum manisnya. membersihkan jas sebelum memperkenalkan diri dengan benar. “Aku tuan Harapan! Pertengkaran kalian menggelitik awanku. Apa ada yang bisa kubantu?”
“Aku! Aku!” serbu Bakpao, “Aku mau kurus!” lanjutnya.
tuan Harapan memandangnya sejenak. “Bukan masalah besar. Temui saja seorang pelatih pribadi, namanya Brian Joo. Kamu pasti jadi kurus!” kata tuan Harapan.
Mata Bakpao berbinar-binar. Dia senang bukan kepalang. Akhirnya dia mendapat pencerahan atas keinginan terpendamnya. Badan sehat dan berotot bagus! aw aw aw!
tuan Harapan menoleh pada tuan Muda. “Kalau kau?” tanyanya.
tuan Muda menggeleng, “Aku hanya mau makan kue-kue itu saja. Sana kau pergi saja, tuan! Nanti kau minta kueku. no no no no!”
tes! *sweat* “Oke, oke!” tuan Harapan menaikkan awannya. “Sampai jumpa!” pamitnya. *atau semoga tidak bertemu lagi*
Awan tuan Harapan makin naik ke langit. wuss! hilang di antara awan-awan yang lain.
“Hei, tuan! Mau kemana?!” panggil Bakpao. Bakpao melompat-lompat. “Kau belum memberitahuku siapa Brian Joo itu? Dimana aku dapat menemuinya?” seru Bakpao. Tak ada jawaban.
“Sudah, makan kue saja,” hibur tuan Muda. “Ini kuberi satu.”
Cling! Seberkas sinar berkedip di langit.

-tamat-

bonus nih
mv brian joo
Brian Joo Let This Die (너 따윈 버리고) feat. Tiger JK


credit: http://kpopsurf.com/brian-joo-let-this-die-mv/

happy reading!

[fanfic] Balada Rindu

hehehe…kali ini post ff lawas lagi.
nemu di folder lamaaaa….sampai saya sadar pernah buat ff segaje ini.
hehehe…
pernah di post di LI, tretnya dah karam sepertinya. kkk~
jeongmal mianhae kalo gaje banget. *udah dari dulu gaje nggak nyadar juga* :P
happy reading
leave any comment

~~~Balada Rindu~~~

Musim dingin telah tiba. Salju mulai menumpuk di atap-atap rumah dan di jalan-jalan. Seorang manusia yang manis berponi panjang duduk termenung di pojokan kamarnya yang sempit dan dingin. Sebut saja dia Yesung.
Sambil noel-noel lantai dia meratapi nasibnya.
“Appa, umma, hyung, dongsaeng… bogoshipoyo.”
Maklum saja sudah berbulan-bulan Yesung terpaksa jauh dari keluarganya. Ia bekerja membanting tulang di pasar yang bernama SMTown.
Tiba-tiba seseorang datang. Muncul dari udara kosong yang dingin.
“Yesungie!!!” seru Heechul sambil menari-nari hula-hula.
Yesung yang sedang asik-asiknya meratap jatuh terjengkal.
“Yesung kamu sedang ngapain?” tanya Heechul dengan nada super manis saat melihat pose Yesung yang aneh.
“Hyung kok di sini? Gak di Jepang?” tanya Yesung yang sudah kembali ke posisi semula.
“Fufufu… memang seharusnya aku ada di sana. Tapi tadi tiba-tiba ada suatu panggilan lalu muncullah aku di sini,” jawab Heechul ceria.
“Panggilan? Siapa yang manggil?”
“Whooaaw! Kamu dunk!” tunjuk Heechul.
Yesung tercengang. Ia kebingungan sendiri.
“Wah kalau begitu hyung kembali saja,” kata Yesung.
Heechul masih menari-nari.
“Pulang! Pulang! Kembali ke Jepang!” seru Yesung.
Yesung mendorong-dorong Heechul kembali ke Jepang. Heechul yang terus menari pasrah saja didorong-dorong.
“Plop!” akhirnya Heechul menghilang ke Jepang bersama SuJu T lagi.
~wuzz~ angin dingin bertiup masuk. Yesung bergidik.
“Jangan-jangan ada… aaarrghh!” jerit Yesung kayak nyanyi ballad.
Yesung berlari keluar kamar.
“Hyung! Ada apa sih dari tadi teriak-teriak,” seru Kibum yang tadi pulang pagi habis syuting.
Yesung langsung peluk Kibum dari belakang.
“Ada jin Heechul. Eh, ada… ah, apalah itu yang kayak di mystery 6,” kata Yesung.
“Jin?! Heechul?! Dia kan lagi di Jepang sama hyung-hyung yang lain.”
Yesung mengangguk-angguk. Keringat sebesar biji jagung mengalir dari pelipisnya.
“Hyung! Jijay ah!” jerit Kibum ketika keringat Yesung jatuh di lengan Kibum.
Yesung nyengir sambil melap lengan Kibum dengan kain yang ditemukan entah dari mana.
“Hyung, kain apa sih ini?” bisik Kibum.
Yesung geleng-geleng.
Hawa dingin menyergap keduanya.
“Kok jadi dingin gini ya Bum?” celetuk Yesung.
“Ini kan musim dingin,” sahut Kibum polos.
“Mas-mas, udah selesai ngelapnya?” tanya sebuah suara wanita.
Yesung spontan melepaskan kain yang tadi dipegangnya. Serentak ia dengan Kibum menoleh ke belakang ke arah datangnya suara.
Seorang mbak-mbak berbaju putih cemerlang berambut hitam kelam lurus panjang berdiri di sana. Yesung dan Kibum memperhatikan mbak tadi dari ujung kepala sampai ujung kaki.
“Hyung-hyung, kakinya hyung,” bisik Kibum sambil menyodok-sodok Yesung.
“Mbak nyari siapa?” tanya Yesung.
“Hyung!” seru Kibum.
Yesung terpaku melihat mbak-mbak itu.
“Ayo kabur hyung!” jerit Kibum ketakutan.
Kibum menyeret Yesung berlari keluar dorm. Mbak-mbak tadi malah melambaikan tangan pada Kibum dan Yesung.
Di luar Kibum yang masih berkeringat dingin memarahi Yesung habis-habisan.
“Hyung tadi ngapain aja sih? Sampai mbaknya datang,” tanya Kibum berapi-api.
Yesung yang terlihat setengah melamun hanya menggeleng-geleng. Kibum melongo melihat Yesung seperti itu.
“Kebakaran! Kebakaran!” teriak Kibum.
Tiba-tiba sebuah mobil PMK muncul.
“Byur! Byur! Byur!” petugas PMK menyiramkan air ke arah Kibum dan Yesung.
“Tolong! Tolong! Saya tenggelam! Tenggelam!” seru Yesung histeris.
Tangan Yesung melambai-lambai liar sampai-sampai mengenai Kibum hingga Kibum pingsan.
“Mbum! Mbum! Bangun!” seru Yesung.

~30 detik kemudian~

Akhirnya keadaan yang tadinya hiruk pikuk huru hara menjadi tenang. Dua orang aneh (baca Yesung dan Kibum) duduk di depan dorm dalam keadaan basah dan lelah.
“Hyung tadi ngapain sih?” tanya Kibum memelas.
“Aku tuh lagi jongkok toel-toel lantai di kamar. Tiba-tiba Heechul hyung muncul. Terus kamu, terus si mbak,” jawab Yesung tak kalah memelas.
“Hyung, jongkok n toel-toel lantai di kamar kan ndak boleh. Itukan ritual memanggil mbak Heechul, eh si mbak,” kata Kibum makin memelas.
“Mianhe, jeongmal mianhe…
Kibum langsung membekap Yesung karena dia sudah mulai nyanyi. *takut pingsan*
“Kenapa toel-toel lantai?’ tanya Kibum.
“BOGOSHIPOYO,” jawab Yesung sedih.
Mata Yesung berkaca-kaca. Kibum pun ikut berkaca-kaca.
“Hyung, air matanya jangan jatuh di lengan Mbum lagi ya?” ucap Kibum lirih.
Yesung cemberut kembali. Siap-siap noel-noel tanah tapi segera dicegah Kibum.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

don’t copy without my permission

[fanfic parodi] Bolu Pandan

ehehm..hehm…saya mau posting fanfic parodi saya.
castnya campur-campur. yg jelas artis korea. hheehheee…
pinjem nama2 ya?
pinjem merk juga.
*iklan gratis*
hehehe…
happy reading.
komen please.

Biskuat Bolu Pandan

author: wu

cast: artis2 Korea

genre: parodi

Changmin, Sunny dan Shindong tengah berunding di depan sebuah rumah berpagar kayu setinggi pinggang orang dewasa.

“Udah, tanya aja ma ibu itu,” ujar Shindong.

“Tapi aku takut hyung. Ibunya nyeremin. Masak bawa gunting besar ma selang,” kata Changmin.

Shindong ngegeplak kepala Changmin.

“Udah-udah. Kan sesuai skrip kita musti nanya ke ibu yang lagi berkebun itu. Ayo oppa-oppa jangan bertengkar,” kata Sunny.

Changmin dan Shindong manggut-manggut. Mereka bertiga mendekati pagar bercat putih itu.

“Tante! Tante!” panggil Shindong.

Ibu-ibu yang mirip Yenny WG menoleh.

“Tante? Setua itukah diriku yang So Hot ini?” kata Yenny.

“Kalau begitu adiknya mama. Kami mau tanya,” sahut Changmin.

Yenny melirik Changmin.

“Huh? Siapa mama kamu? Jangan sembarang dong,” marah Yenny.

Tiba-tiba muncul toa besar di antara kedua pihak ini.

“Ngiiing! Hoi! Pada baca skrip ga sih? Dari tadi ga nyadar-nyadar kalau melenceng dari skrip! Bisa ga sih main iklan?” seru Kyu Jong (SS501), sutradara sekaligus produser baru.

Changmin, Sunny, Shindong, Yennny *swt*

Syuting kembali berjalan. Changmin, Shindong, dan Sunny berdiri nempel ke pagar. Yenny asik nyiram tanaman pake selang.

“Rumah Zhoumi ma Henry di mana?” tanya Changmin, Shindong dan Sunny bebarengan.

Yenny menoleh. Ia mengendus-endus aroma di udara. Tanpa dosa Yenny mengayunkan selang airnya ke arah tiga makhluk itu. Mereka bertiga langsung merunduk.

“Di sana!” tunjuk Yenny ke arah kiri.

Tiga anak ini langsung beranjak ke lokasi berikutnya. Mereka memasuki sebuah salon. Ada Heechul, Jaejoong dan Daesung yang lagi nyalon.

“Rumah Zhoumi ma Henry mana?” koor Changmin, Shindong, dan Sunny.

Heechul ngelap masker di hidungnya. Jaejoong ngangkat kukunya yang baru dimanikur. Daesung narik kertas wax di kakinya. Mereka bertiga serempak mengendus udara.

“Di sana,” tunjuk Heechul, Jaejoong dan Daesung ke kiri.

Changmin, Shindong dan Sunny menuju sebuah rumah besar. Di dalam ada Zhoumi, Henry, Lee Young Ae (ibu), Kwon Sang Woo (ayah) dan Rain (kakek). Mereka berkumpul di ruang tamu.

“Zhoumi, Henry kami datang! Selamat ya!” ujar Changmin, Shindong, dan Sunny.

Mereka menyalami Zhoumi dan Henry. Zhoumi dan Henry baru memenangkan lomba duet pidato bahasa mandarin se-SM Town.

“Juara dapat biskuat bolu pandan. Asli dari dapur istana. Bibi Jang Geum yang ngasih resep,” kata Young Ae sambil pegang kepala Zhoumi dan Henry dengan bangga.

Zhoumi dan Henry senyam-senyum bangga. Keduanya mencomot bolu yang ada di piring. Sang Woo dan Rain ikut nyomot dan tersenyum bangga. Sementara tiga tamu hanya menelan ludah.

“Jingle play!” seru Kyu Jong.

Ryeowook memainkan jingle biskuat lewat komputernya. Di sampingnya Yesung siap-siap ngomongin tag linenya.

“Aroma khas pandan dan lembutnya bolu bercampur jadi satu,” ujar Yesung.

Yesung bolak-balik skripnya. Tampaknya ia mencari sesuatu.

“Ada yang hapus skripnya bos,” seru Yesung.

“Ya udah cut!” timpal Kyu Jong.

-Kyu Jong POV-

Jangan-jangan ada yang nyabotase nih. Ini kan proyek pertamaku. Pasti pada iri.

-Changmin, Shindong, Sunny-

Bolunya enak, lembut dan manis. Kenapa kita cuma ngliatin duank. Enak banget Zhoumi, Henry, Sang Woo, ma Rain. Cuma senyum, bisa makan bolu. Lhah kita. Udah disiram air, ketemu orang-orang ga jelas di salon, sekarang cuma bisa ngiler.
*nelan ludah bareng-bareng*

-author POV-

*ngelap iler* hehehe, yg nyabotase ma gue ndiri. Inilah author power. *nyomot bolu tanpa dosa*

-All-

“Dasar author geje!” teriak semua kru dan pemain. Mereka bersiap melempar benda-benda yang ada ke arah author. Ada selang air, pagar, toa, piring, alat salon, dan bolu.

*author lari ke belakang Jung Eui Chul (selingkuhan baru)*

author: “Udah ah tamat aja.”

;D
tamat

please don’t copy without my permission
thanks

[fanfic] RPF_General_SUJU-Eunhyuk- One Love

New fan fiction
birthday gift for Hyuk Jae oppa
(April 4 2009)

One Love

cast:

- Lee Hyuk Jae a.k.a Eun Hyuk SuJu

- Kim Hye Eun
(naui chingu)

- Super Junior

- Kim Jun Su DBSK

- other cast

“Annyeong haseyo. Jeoneun Lee Hyuk Jae imnida.”
Begitulah kalimat perkenalan yang diucapkan Lee Hyuk Jae. Wajah gadis yang diajaknya berkenalan tampak bersemu merah. Namun ia tetap menyalami tangan Hyuk Jae yang terulur.

“Jeoneun Kim Hye Eun imnida,” sahut gadis yang bertubuh tinggi itu.

Hyuk Jae tersenyum.

“Jadi kau juga mau ikut audisi ya?” tanya Hyuk Jae.

Hye Eun mengangguk yakin. Tangannya menggenggam ujung jaketnya.

“Kau grogi? Sama, aku juga. Audisi apa?” interogasi Hyuk Jae.

Hye Eun hendak mengangguk, namun ia cepat-cepat menggelengkan kepala.

“Aku tidak grogi kok! Aku audisi menyanyi. Kau sendiri Hyuk Jae-ssi?” kata Hye Eun.

Hyuk Jae menahan tawa. Jelas sekali Hye Eun tampak grogi.

“Ne arasseo. Sama. Aku juga menyanyi. Kalau boleh tahu dari mana kau?” kata Hyuk Jae.

Hye Eun menatap curiga pada Hyuk Jae. Dahinya bertaut.

“Huh?” ujar Hye Eun.

Hyuk Jae menyeringai.

“Ah, aniyo. Siapa tahu ternyata kita bertetangga,” terang Hyuk Jae.

“Oh. Aku dari Choongchungnamdo. Jadi apa kita bertetangga?” kata Hye Eun.

“Jeongmal? Sayangnya tidak. Tapi tak apalah. Jadi kita bisa bertemankan?” timpal Hyuk Jae.

Hye Eun tercengang. Hyuk Jae tersenyam-senyum sendiri.

***
“Hyukkieya!” seru Yesung tepat di telinga Eun Hyuk.

Eun Hyuk yang tengah berbaring di sofa terjemberab jatuh.

“Hyung! Ada apa sih? Jahat!” gerutu Eun Hyuk.

Yesung duduk di sofa.

“Makanya jangan melamun. Mandi sana!” ujar Yesung.

Eun Hyuk berdiri.

“Kau ini kenapa sih hyung? Akhir-akhir ini kau aneh sekali. Terutama padaku,” tanya Eun Hyuk.

Yesung bersungut-sungut.

“Ah, mianhae Hyukkie. Aku pusing memikirkan sepupuku. Dia mau datang ke Seoul,” ungkap Yesung.

“Huh? Lalu kenapa aku yang kena?”

“Ya mau bagaimana lagi. Ah, aku mau jalan-jalan saja ah.”

Yesung bangkit dari sofa. Ia menarik jaket dari gantungan dekat pintu. Dengan topi ia menutupi rambut merahnya.

“Dasar hyung,” gumam Eun Hyuk.

Eun Hyuk kembali berbaring di sofa. Pikirannya mulai mengulang kenangan semasa audisi.

*drrtt-drrrttt-ddrrtt*

Ponsel sliding warna hitamnya bergetar. Dengan malas-malasan Eun Hyuk meraih ponsel yang tergeletak di meja.

“Yoboseyo. Ada apa Junsu-a?” angkat Eun Hyuk.

“Hyukkie, sedang apa? Aku baru pulang dari Jepang ni,” sahut Junsu.

“Terus?” tanya Eun Hyuk cuek.

“Mwo? Kenapa kau? Suaramu terdengar tak senang. Ada masalah ya?” heran Junsu.

“Hu’um. Masalahnya, dari tadi aku sedang bernostalgia. Tapi sudah dua kali ini aku diganggu,” curhat Eun Hyuk.

“Jincha? Wah, mianhaeyo. Tapi aku ada berita bagus lho.”

“Mwo? Harus benar-benar bagus. Kalau tidak awas kau!”

Terdengar suara tawa Junsu.

“Swear deh! Kau pasti senang mendengarnya.”

“Iya. Tapi apa? Cepat katakan!”

Junsu menghela nafas. Eun Hyuk sendiri telah duduk tegang karena penasaran.

“Junsuya!” seru Eun Hyuk.

Junsu terbahak-bahak.

“Mian, mian. Tiba-tiba aku ingin bermain-main sebentar denganmu,” kata Junsu.

“Aish. Jadi kau bohong? Ah, suaramu terdengar jelek di telepon,” sahut Eun Hyuk kesal.

“Lho, lhoh. Mian Hyukkie. Tadi bercanda. Tapi beritanya asli kok.”

“Ya sudah katakan segera.”

Eun Hyuk duduk melesakkan punggung ke sandaran sofa.

“Aku bertemu seseorang di bandara. Kau masih ingat gadis yang kau temui waktu audisi dulu? Aku bertemu dengannya. Dia pulang ke Korea setelah kuliah di Jepang,” kata Junsu.

Eun Hyuk terdiam. Ia menjadi girang sekaligus gugup.

“Jincha? Kau tidak bohong?” kata Eun Hyuk.

“Tentu saja. Dia lama sekali mengingatku. Tapi begitu ku sebut nama Hyuk Jae dia langsung ingat.”

Eun Hyuk tersenyum lebar.

“Tentu. Aku kan lebih tampan dari padamu.”

“Ah, malas. Ya sudah. Aku mau istirahat dulu. Annyeong.”

“Ne. Gomawo. Annyeong.”

Eun Hyuk meletakkan ponselnya. Dengan riang ia menuju kamar mandi.

***
Yesung duduk santai di salah satu kursi di taman. Berkali-kali ia menggerutu tak jelas. Lalu dengan kesal ia menendang kerikil di dekat kakinya.

“Argh!” pekik seorang wanita yang lewat tepat saat kerikil itu melayang.

Yesung mematung di kursinya. Wanita itu menatapnya.

“Hati-hati dong! Sakit nih,” bentak wanita itu.

“Cheosong hamnida,” kata Yesung seraya membungkuk sedikit.

“Ne. Gwaenchana,” sahut wanita itu seraya melenggang pergi.

Yesung memandangnya lekat-lekat. Lalu ia menepuk dahinya dengan keras.

“Chamkkanmanyo!” seru Yesung.

Wanita itu berhenti dan menoleh.

“Mwo?”

“Kau Choi Min Ah kan?”

Wanita itu terbelalak.

“Ani! Aniyo! Aniyo!”

“Benar kok. Kamu Min Ah kan? Gigi depanmu sudah rata ya?”

“Aniyo! Aku tak mengerti maksud. Sudah aku pergi saja.”

Wanita itu bergegas meninggalkan Yesung. Yesung tersenyum janggal.

“Min Ah, Min Ah, kau tak berubah,” gumam Yesung.

***
Yesung keluar kamar sambil merapikan kemejanya. Eun Hyuk yang tengah berlatih menari menoleh padanya.

“Mau kemana hyung? Tumben pagi-pagi sudah rapi,” heran Eun Hyuk.

“Menjemput sepupuku. Mau ikut?” terang Yesung.

“Sepupumu laki-laki atau perempuan? Boleh deh ikut,” kata Eun Hyuk.

“Perempuan. Ah, andwae. Lebih baik kalian tidak bertemu sekarang,” sahut Yesung.

Eun Hyuk mengernyit. Alis matanya bertaut.

“Sepupunya cantik tidak ya? Aku kok jadi deg-degan begini,” batin Eun Hyuk.

Eun Hyuk menghidupkan mp3 playernya. Ia mendengarkan lagu sambil menari.

***
Yesung memakai kacamata hitamnya. Ia tak mau orang-orang sebandara tahu kalau dia adalah selebritis. Yesung duduk dengan kesal menunggu kedatangan sepupunya.

Seseorang mengendap-endap di belakang Yesung. Ia menutup kedua mata Yesung.

“Nuguya?” hardik Yesung.

Orang itu cekikikan. Yesung menggapai-gapai ke belakang kepalanya.

“Eunnie! Pusing tahu ga sih!” bentak Yesung.

Orang itu memajukan bibirnya. Dengan enggan ia melepas tangannya. Ia lalu duduk di samping Yesung.

“Ah, oppa nggak seru!” ujarnya.

“Hye Eun kau ini. Selalu saja menyusahkanku. Ayo lekas pergi! Nanti orang-orang curiga,” kata Yesung.

Hye Eun, orang itu, berjalan mengikuti Yesung.

“Bolehkan aku ke apartemen kalian sebentar? Boleh ya? Boleh kan Woonie?” rengek Hye Eun.

Yesung hanya cemberut.

“Woonie baik deh. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya. Dan aku mau memberikannya secara langsung. Besok kan ulang tahunnya,” desak Hye Eun.

“Ne. Ne. Tapi janji kau sendiri yang menemuinya,” kata Yesung pada akhirnya.

-di dorm suju

Eunhyuk masih menari-nari sendiri. Ryeowook dan Sungmin tengah menonton televisi. Sementara Leeteuk dan Kangin asyik surfing. Anggota SuJu yang lain sibuk dengan jadwal mereka.

“Aduh,” rintih Eunhyuk yang tersungkur di lantai.

Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk menoleh bersamaan.

“Kenapa kau Hyukkie?” heran Leeteuk.

Yang lain tertawa pelan.

“Aku menginjak tali sepatuku sendiri. Apa ada yang membicarakanku ya?” kata Eunhyuk.

“Hanya perasaanmu saja,” sahut Kangim cuek.

Eunhyuk mengangguk pasrah. Ia memilih duduk bersama Ryeowook dan Sungmin.

***
Yesung memarkir mobilnya di basement apartemen. Ia dan Hye Eun bergegas naik.

“Aku pulang!” kata Yesung sambil memencet bel.

Ryeowook beranjak menuju pintu.

“Lama sekali hyung. Dari mana saja?” tanya Ryeowook.

“Ini menjemput sepupuku yang paling jelek,” jawab Yesung.

Hye Eun menarik rambut Yesung. Ryeowook kaget begitu menyadari adanya Hye Eun di situ.

“Annyeong hasimnikka. Jeoneun Hye Eun imnida,” kata Hye Eun.

Ryeowook membalas membungkuk.

“Sudah. Ayo masuk!” ujar Yesung.

Hye Eun berjalan malu-malu di belakang Yesung dan Ryeowook. Pandangannya berkeliling mencari-cari.

“Yesung-a datang dengan siapa?” tanya Leeteuk.

Yesung mendorong Hye Eun maju. Hye Eun menunduk malu.

“Ee… annyeong haseyo. Jeoneun… jeoneun Kim Hye Eun imnida,” ujar Hye Eun.

Eunhyuk terbelalak tak percaya. Mulutnya sampai ternganga. Matanya lurus menatap Hye Eun.

“Hye Eun-ya?” celetuk Eunhyuk.

Hye Eun mengangkat wajahnya. Ia menoleh pada Eunhyuk dengan muka yang memerah.

“Eunhyuk-ssi annyeong,” sapa Hye Eun dengan suara bergetar.

Eunhyuk mendekati Hye Eun.

“Kemana saja kau selama ini?” tanya Eunhyuk.

Hye Eun memandang heran.

“Mwo? Aku sekolah di Jepang,” jawab Hye Eun.

Hye Eun melirik pada Yesung.

“Oppa apa kau menceritakan sesuatu pada Eunhyukssi?” bisik Hye Eun.

Yesung menggeleng dengan sedih.

“Sekolah apa? Kau jadi melanjutkan sekolah musik ya? Sudah jago bermain piano?” tanya Eunhyuk lagi.

Hye Eun makin kebingungan. Ia tertawa hambar.

“Ah, aniyo. Aku sekolah bisnis kok. Piano? Aku tidak bermain musik. Menyanyi saja tidak bisa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk tercengang. Ia tak bisa mengerti dengan apa yang terjadi. Bukankah yang berdiri di hadapannya sekarang adalah Hye Eun. Kim Hye Eun yang senantiasa mengisi hatinya. Kim Hye Eun yang dulu pernah menghabiskan waktu bersamanya. Bahkan Junsu bilang dia senang mendengar nama Hyuk Jae disebut. Apa ini april mop dari teman-temannya? Atau ini bagian dari kejutan ulang tahun untuknya?

“Hehehe… Ada apa ini? Kau Kim Hye Eun kan? Kau lupa padaku? Aku Lee Hyuk Jae? Kita pernah bertemu di audisi SM. Kita juga berteman lama kan?” terang Eunhyuk panjang lebar.

Hye Eun mengerutkan dahinya. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Ia hanya mengetahui bahwa Lee Hyuk Jae adalah Eunhyuk super junior.

“Audisi SM? Aku tak pernah ikut. Mungkin salah orang,” kata Hye Eun.

Yesung menunduk sedih. Ryeowook, Sungmin, Kangin dan Leeteuk memandang heran.

“Ee… Hye Eun harus istirahat. Aku akan mengantarnya ke apartemen keluarga kami dulu,” kata Yesung.

Eunhyuk menatap tak percaya. Ia mengatupkan mulutnya. Ada kata yang hendak terucap namun urung. Ia membiarkan Yesung merangkul Hye Eun pergi.

Eunhyuk langsung masuk kamar begitu Yesung dan Hye Eun keluar.

***
Yesung melangkah dengan gontai menuju apartemen suju. Ia baru saja pulang dari mengantar Hye Eun.

“Oppa,” panggil seseorang dari belakang.

Yesung menoleh. Wajahnya berubah sedikit cerah begitu mengetahui orang yang memanggilnya.

“Min Ah-ya! Akhirnya kau mau bicara padaku,” ujar Yesung.

Min Ah mendekati Yesung.

“Mianhaeyo. Aku punya alasan berpura-pura tidak mengenalimu. Ah, lupakan saja. Ada yang lebih penting kok,” kata Min Ah.

Yesung tersenyum. Ia merangkul Min Ah.

“Bicara di tempat lain saja yuk,” ajak Yesung.

Min Ah menurut saja. Mereka menuju sebuah kedai kopi yang tidak ramai pengunjung. Kedai yang dulu sering mereka kunjungi.

“Apa kabarmu?” tanya Yesung.

“Baik. Oppa sendiri bagaimana? Tidak sedang sibuk ya?” jawab Min Ah.

“Baik kok. Iya nih. Oh, ya, katanya tadi mau bicara penting?”

Min Ah mengangguk. Ia memainkan gelasnya.

“Kudengar Hye Eun pulang ke Seoul ya? Bagaimana keadaannya?”

Yesung menghela nafas. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.

“Ne. Hari ini dia datang. Bahkan baru saja aku mengantarnya ke apartemen keluarga. Dia baik-baik saja. Hanya saja…”

Kata-kata Yesung terputus. Min Ah menunggu dengan cemas.

“Dia sudah bertemu dengan Eunhyuk oppa? Benarkah itu oppa? Apa yang terjadi?”

“Ne. Mereka sudah bertemu. Hye Eun tentu saja kebingungan. Apa lagi Eunhyuk. Aku tak tahu harus bagaimana. Saat ini Hye Eun sendirian di apartemen.”

“Bolehkah aku menemaninya? Mungkin aku dapat membantunya.”

“Kau kan sahabatnya. Tapi jangan paksa dia. Itu akan menyakitkan untuknya.”

“Ne arasseo. Aku akan menemaninya saja. Dan bicara seperlunya.”

Yesung meraih tangan Min Ah.

“Gomawo. Andai waktu bersama kita lebih banyak.”

Wajah Min Ah bersemu merah.

***
Eunhyuk termenung di kamarnya. Hatinya sakit mengingat apa yang terjadi tadi siang. Ia tak menyangka Hye Eun telah melupakannya. Melupakan segalanya.

“Tok-tok-tok!” pintu kamar diketuk dari luar.

“Ne!” seru Eunhyuk.

Pintu terbuka setengah. Yesung menyeruak masuk.

“Boleh aku masuk?” tanya Yesung.

“Kau sudah masuk hyung,” jawab Eunhyuk.

Yesung duduk di tempat tidur Eunhyuk. Eunhyuk bersandar di kepala tempat tidur sambil memeluk bantal.

“Hye Eun sepupumu ya hyung?” tanya Eunhyuk.

“Ne. Mianhaeyo Hyukkie. Ada sesuatu yang harus kau tahu,” jawab Yesung.

“Mwo? Apa hyung mau bilang kalau aku salah orang? Atau aku tak pantas dengan Hye Eun jadi kalian melakukan ini semua?”

Yesung menggeleng.

“Aniyo! Keadaannya tidak seperti yang kau pikirkan.”

“Lalu?”

Yesung menarik nafas. Eunhyuk menatap tak sabar.

“Dia mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Hye Eun mengalami amnesia. Kami sekeluarga berusaha sekuat mungkin untuk memulihkannya. Namun ada sebagian ingatan yang tak dapat dipulihkan. Bahkan kadang itu membuatnya tertekan. Dia hanya ingat bahwa kau Lee Hyuk Jae super junior. Orang yang paling dia sukai. Hye Eun tak ingat masa lalunya bersamamu.”

Eunhyuk tertegun. Ia mengharap seseorang keluar dari kolong tempat tidur sambil berteriak april mop. Dan semua yang dikatakan Yesung hanya gurauan. Lalu Hye Eun datang membawa kue ulang tahun untuknya.

“Kau berbohongkan hyung?”

“Sayangnya itu semua adalah kebenaran. Bukankah kau kehilangan Hye Eun selama dua tahun ini? Terimalah kenyataan ini Hyukkie. Mianhaeyo. Jeongmal mianhae baru memberitahumu.”

Mata Eunhyuk menghangat. Pandangannya buyar terhalang air mata.

“Tega sekali kau hyung!”

“Kau tak akan mengatakannya kalau kau mengerti. Aku tak sanggup menceritakan yang sesungguhnya. Apa kau mau aku mengungkapkan kalau Hye Eun ditabrakan orang saat mengejarmu. Saat dia tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun untukmu!”

Mata Eunhyuk terbelalak lebar. Mulutnya ternganga. Air matanya telah mengalir.

“Hye Eun?” gumam Eunhyuk.

“Aku tak sanggup melihat kalian begini. Makanya aku memilih diam. Membiarkan kalian tak tahu apa-apa.”

Eunhyuk melompat dari tempat tidur. Ia menarik tangan Yesung.

“Hyung antar aku menemui Hye Eun!” pinta Eunhyuk.

“Andwae! Ini bukan saat yang tepat,” tolak Yesung.

Yesung menahan Eunhyuk. Eunhyuk meronta. Ia berusaha menarik tangannya. Namun Yesung mencengkeram kuat-kuat tangan Eunhyuk.

***
Makan malam di apartemen suju kali ini tak berlangsung seperti biasanya. Eunhyuk mendiamkan Yesung. Sementara yang lain menjadi canggung untuk bercanda.

“Aku senang kita bisa berkumpul seperti ini. Jarang-jarang kita makan malam bertigabelas,” kata Leeteuk mencairkan suasana.

“Iya. Aku juga sudah lama tidak membuat nasi goreng Beijing. Bagaimana Heenim kau suka?” timpal Hankyung.

Heechul menyibak rambutnya.

“Ne. Aku setuju,” sahut Heechul.

Selesai makan mereka berkumpul di ruang depan. Ada yang mendengarkan mp3, nonton televisi, surfing internet dan bermain game.

“Sudah malam. Aku mau tidur dulu,” kata Eunhyuk.

Teman-temannya hanya menoleh dan mengangguk. Eunhyuk mengedikkan bahu lalu masuk ke kamarnya.

***
Hye Eun duduk santai di sofa ruang keluarga. Min Ah duduk di bawah sambil mendekap boneka penguin besar.

“Min Ah-ya kenapa ya tiap hari ulang tahun Eunhyuk oppa kepalaku sakit sekali. Menjelang hari itu tiba aku pasti mimpi yang aneh-aneh. Seperti kemarin. Masak aku mimpi ikut audisi. Juga mimpi jalan-jalan berdua dengan Eunhyuk oppa,” cerita Hye Eun.

“Emm… kebetulan saja mungkin. Sekarang kau baik-baik sajakan?” tanggap Min Ah.

“Kebetulan yang aneh. Ne, aku baik. Besok aku mau menemui Eunhyuk oppa. Aku sudah mempersiapkan hadiah untuknya,” ujar Hye Eun.

-dorm SuJu 23.50

Semua anggota super junior berkumpul di ruang depan kecuali Eunhyuk.

“Jadi begitu ya ceritanya?” kata Leeteuk.

Yesung mengangguk. Ia baru saja mengakhiri ceritanya tentang Hye Eun dan Eunhyuk.

“Hye Eun belum ingat tentang Eunhyuk?” tegas Siwon.

“Belum. Entahlah. Aku tak tahu harus bagaimana,” kata Yesung.

“Gwaenchana. Sekarang kita bersiap untuk ulang tahun Eunhyuk saja,” kata Heechul.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Seketika mereka semua merinding.

“Lihat siapa yang datang!” seru Leeteuk.

Semua dongsaengnya malah saling menunjuk. Pada akhirnya Kyuhyun yang maju.

“Nuguya?” tanya Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan dengan heran dua orang perempuan yang berdiri di depan pintu.

“Ah, Kyuhyunssi. Ini aku Hye Eun sepupu Yesung. Boleh kami masuk?” kata Hye Eun.

Kyuhyun membukakan pintu. Hye Eun dan Min Ah bergegas masuk.

“Hye Eun-ya! Kenapa nekat kemari? Ini sudah tengah malam!” seru Yesung.

Hye Eun menunduk. Min Ah merangkulnya.

“Oppa mianhaeyo. Aku yang mengajaknya kemari. Marahi saja aku,” kata Min Ah.

“Kau?” heran Yesung.

“Aku yang memaksanya oppa. Karena aku sudah ingat semuanya. Itu semua bukan mimpi. Itu adalah ingatanku yang hilang. Aku sudah ingat oppa!” ungkap Hye Eun.

Yesung tercengang.

“Jincha?” gumam Yesung.

“Ne,” sahut Hye Eun.

“Hye Eun kau datang?” tanya Eunhyuk yang muncul dari kegelapan.

Semua saling berpandangan. Shindong lekas menghidupkan lampu.

“Oppa?” kata Hye Eun.

“Hye Eun kau ingat aku?” tanya Eunhyuk sambil mendekat.

Hye Eun mengangguk. Eunhyuk tersenyum.

“Mianhae oppa,” kata Hye Eun.

Eunhyuk menyentuhkan telunjuknya ke bibir Hye Eun.

“Saranghae,” ujar Eunhyuk.

Eunhyuk lalu memeluk Hye Eun.

Semua memperhatikan dengan haru.

Terdengar daun pintu yang terayun. Semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Rupanya Kyuhyun lupa mengunci pintu kembali. Dan seseorang telah masuk dengan mudahnya.

“Huh? Waeyo? Aku ketinggalan sesuatu?” tanya Junsu yang berdiri di depan pintu.

Kedua tangannya membawa sekotak kue.

“Sangeil chuka hamnida! Sangeil chuka hamnida!”

Tiba-tiba personel DBSK yang lain masuk sambil menyanyi.

Eunhyuk melepas pelukannya. Ia merangkul Hye Eun seraya menghapus air matanya.

Kibum yang tadi melesat ke dapur telah kembali dengan senampan kue. Bersama Junsu ia mendekati Eunhyuk. DBSK dan SuJu sama-sama menyanyi untuk Eunhyuk.

“Kamsa hamnida chingudeul,” ucap Eunhyuk terharu.

Hye Eun ikut tersenyum bersama Eunhyuk. Kini ingatannya telah pulih.

Donghae menuju keyboard di dekat meja komputer. Tangannya menari lincah di atas tuts-tuts.

ONE LOVE
(Eunhyuk feat K.R.Y)

Ha, yeah
I thought it was gonna be Okay
But, I miss you more and more
And I’m still waiting for you. So listen
Yojeum manhi yawin nareul bomyuh chingudeuri marhae
Nuh gateun ae dashi mannajineun mallago marhae
Heundeuruh nohgo ddo woollyuh nohgo
Majimak geu hanmadi naboda joheun saram manna
Geuruhke nan ddo babogati soore manchwi
Nae mameun hana gipeun bam ddo mesejireul namkyuh
Nan buhlssuh amoorhan juh chanbireul majeumyuh
Ije … ijeneun wootgoisseultenikka
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
Oh, ajikdo saengsaenghae
Nuhui saengil geunal nan danji jogeuman suhnmulbakke hal sooga uhbsuhssuh
Geuruhn naega shiruhssuhssuh
Geuruhnde nega gomapdamyuh noonmool heullyuhssuh
Aetage booreuneun ganjuhrhan nae mami uhneusae nuhege juhnhaejilgga
Geutorok baraneun banjookgwa gatdamyuhn ijeneun marhaejwuh saranghandago
Naldoogo dashin nae gyuhteul dduhnaji anhneundago, jebal ..
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
The memories are beautiful never let you go
Do you want love Naega uhttuhkhaeya dwae
And I want love Ajik saranghaneunde
Amu guhtdo hal soo uhbge dwebuhryin guhl juhldae ijjimothaneun guhl
Please don’t go my girl
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
You’re still my love (uh,uh,uh,uh)
Oh! oh! oh! oh!
You’re still my love forever
Always be my love
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye
One love one love
The memories are beautiful always be my girl
One love one love
The memories are beautiful I don’t wanna ever say good bye

Diiringi permainan piano Donghae mereka menyanyikan lagu One Love. Eunhyuk benar-benar terharu. Teman-teman dan kembalinya Hye Eun merupakan hadiah ulang tahun terindahnya.

The End

by wulan murti a.k.a yuelan13
please do not copy without permission

[fanfic] RFC_ Yunho DBSK : Love is sacrifice

Love is Sacrifice

author: wu a.k.a wulan murti

cast:
- U-Know Yunho DBSK
- Choi Eun Jae (fake character)
-Micky Yoochun DBSK

Sky looks unfriendly today. It is cloudly since morning. I’m walking alone under the cloud.
Suddenly a car runs fastly beside. Of course I fall down to the street.

“Aish!”  I curse.

I get up. But I feel hurt at my ankle. My tears fall. It is very hurt.

“Cheosong hamnida. May I help you? I am sorry,” said the man who almost crashed me.

I watch him sharply. I reject his hand.

“Gwaenchana. I can do myself,” I answer him.

I try to walk. But  I feel more hurt. Without permission this guy hold me. He help me to walk.

“Please don’t reject me. This is my fault,” beg this man.

I just take a deep breathe. I glance at his face. Then I can believe my own sight.

“You?” shout me.

I push him away. I run away from him. I don’t want he knows that he meet with me.
Now I’m sitting at public park. A lot of children play together. I can’t forget what has happened. And my ankle still hurt.

“Eun Jae-ssi annyeong,” said Yoochun, my friend.

“Chunnie annyeong. What are you doing here?”

Yoochun sit beside me.

“I am boring. How about you? You look unwell.”

“I got crash. My ankle hurts. But it’s better. You boring? Are you over busy?”

Yoochun nods his head. He smiles.
Yeah, of course he is over busy. He is member of Dong Bang Sin Ki. An extra famous Korean boyband. It is my lucky close with him and other members too.

“Should I bring you to the hospital?” asked Yoochun.

I shake my head.

“Don’t kiding! I am fine.”

“Well, wanna have lunch with me?”

I laugh slowly. “No thanks.”

Yoochun grin. “I know why you reject me. You afraid someone will be jealous, don’t you?”

“I don’t know what you are talking about. Ah, I feel much better. Well I wanna go home.”

I stand up from the bench. But Yoochun catch my hand.

“Jamkkanmanyo! Please stay a while. I want to spend my time with you.”

“Ah, hush! I don’t like your flattery. Mianhaeyo oppa.”

“What? You call me oppa? I feel so happy now. Please Eun Jae accompany me.”

I bow my head. I just remember one person. Someone that make me stuck. And I can’t get him out of my head. But, I want to leave his life.

So I sit again. Yoochun sit closer to me. He puts his arm on my shoulder. Suddenly, I feel save and warm. Feeling that I always get if I were with someone, before it happened.

“Lets have a new day with me! You may not being like this. You must heal your heart. Don’t you know that I can do everything for you?”

“I want to forget him. But it’s not easy. What I get is more pain. I still love him.”

Yoochun handful my hand. He stare at me.

“You will know how deep is my love for you.”

I pull my hand. I leave Yoochun alone. Now, I want to forget everything about he and Yoochun. I will take a distance with Dong Bang Sin Ki.

***
“Eun Jae-ya! Are okay? I’m sorry. You should blame on me. I’ve been looking for you,” said Yunho.
“You?” asked me.
“You are still angry with me, aren’t you. Please forgive me. Here, I’ll take care of your ankle,” said Yunho again.

Oh, God! Ottoke? Ottoke? He comes again. Honestly I’m melting when heard he talks like that. I though, I still love him.

“Oppa mianhaeyo. I can do myself. You may to go now.”

Yunho opens wide his eyes. I know that he can’t believe me.

“Eun Jae-ya! Why do you being like this? What happen with you? Eun Jae ya!”

Yunho shake my shoulder. Then he hug me.

“We have broken up,” said me plain.
“Aniyo! We never broke up! You still mine. Saranghae. Saranghae,” told Yunho.
“We can’t continue our relationship. I am not good enough for you. Just leave and forget me.”

Yunho hugs me more tight. Make me hard to release.

“I won’t! I never gonna leave and forget you. Please apologize me. I will do everything for you. I’ll love you always. Trust me dear.”

Okay, enough. Yunho always can control over my feeling. And I will easy fall to his beg.

“Come on in,” I invite him.

He kisses my lips for a while after we come in. Honesty I miss him. The matter that make me decide to break with him is his job.

“Dear, never try to break up with me!” said Yunho.

I shake my head.

“I promise will share my time more than before. Ara?” said Yunho.
“Ne arasseo.”

Since this day he promise to manage his time. He said he will love me more than yesterday.

“Dear, I am sorry I’ve crashed you. It happened because I worried you. Then I looked you but I wasn’t sure. Suddenly I drove faster. And I couldn’t do anything when you ran away from me. I am sorry,” told Yunho.
“Gwaenchana oppa,” I said.

He smile beautifully. It makes me frozen. I completely under his spell. I love him so much.

Love sometime asks sacrifice from us. But when we can struggle we will achieve the sweet of love.

The End

please do not copy without permission

Published in: on Mei 28, 2009 at 6:06 am  Komentar (2)  
Tags: , , , , ,

[fanfic] RPF – Suju *EDITED*

Oneshot fan fic
Title: ~can find happiness without you~
Genre: yaoi dikiiit lho. [biggrin]

***
Yesung duduk termenung di kamarnya di dormitori SuJu yang sederhana. Ia membelai ttakkomang, kura-kura imut peliharaannya. Raut wajahnya begitu menyedihkan.
Yesung: tta-a… tahu ga? Aku lagi sedih ni.
Ttakomang: yeee… meneketehe.
*NB: yesung ga mudeng bahasa kura-kura lho*
Yesung: ttakkomang kamu ni diajak ngobrol kok gitu sih.
Ttakkomang: Tuan Kim, ttakkomang ngerti kok tuan lagi sedih. Tuh keliatan dari rambut tuan yang berubah jadi merah.
Yesung: *nglempar ttakkomang ke aquariumnya* ttakkomang jelek. Diajak ngobrol ga nyahut.
Ttakkomang: Tuan yang jahat!
Yesung merebahkan diri ke ranjangnya yang empuk. Tangannya memeluk sebuah boneka.
Yesung: ttakkomang jelek, besok aku musti ke china lho. Kamu musti nyari makan sendiri. Tapi… ada yang lebih membuatku berat hati…
Kata-kata Yesung terputus. Seseorang dengan tinggi 180 cm masuk kamar yesung tiba-tiba sambil berteriak-teriak.
Kangin: hyung! Hyung! Coba lihat kibum. Dia lucu sekali memakai piyamamu.
Yesung menoleh ogah-ogahan.
Yesung: hehm… [hmpf]
Kangin: hyung kenapa? Sakit?
Kangin mendekati yesung. Tangannya menyentuh dahi yesung. Yesung menepis tangan kangin.
Yesung: enggak. Aku ga papa. Ayo keluar saja.
Kangin mengedikan bahu. Ia mengikuti yesung yang sudah bangkit keluar kamar.
Anak-anak suju yang lain (kecuali suju M) tengah berkumpul di ruang santai. Kibum yang menjadi pusat perhatian kini tengah mondar-mandir layaknya peragawan memamerkan piyama yang dipakainya. Yesung duduk di samping sungmin.
Kibum: hyung! Bagaimana menurutmu? Aku cocok kan dengan piyama ini?
Yesung memperhatikan kibum dari atas sampai bawah.
Yesung: bagus kok.
Kibum tersenyum malu-malu.
Sungmin yang mendengar sesuatu yang tak biasa dari suara yesung menoleh pada yesung. Ia dapat menangkap aura kesedihan yesung yang disembunyikan yesung.
Yang lain masih sibuk mendandani kibum. Mulai besok untuk beberapa hari ke depan, kibum akan menggantikan posisi yesung di suju happy. Sementara yesung akan ke china untuk menggantikan kyuhyun yang harus cek-up.
Sungmin bangkit dari duduknya.
Sungmin: yesung hyung, aku tadi bikin eskrim lho. Ayo kita makan.
Yesung bangkit mengikuti sungmin ke dapur. Kangin memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Yesung duduk di kursi sementara sungmin mengambil eskrim di kulkas.
Sungmin: ini eskrim buat hyung. Rasa vanilla lho.
Yesung menerima segelas eskrim dari sungmin.
Yesung: terima kasih ya.
Sungmin: iya hyung. Hyung kenapa tho? Kok terlihat tak enak hati.
Yesung: enggak kok. Aku baik-baik saja.
Sungmin menggeleng tak percaya.
Sungmin: huh… hyung ga bisa boong sama minnie.
Yesung menatap sungmin.
Sungmin: hyung bilang saja apa yang hyung gundahkan saat ini. Min akan bantu hyung.
Yesung malah menunduk. Bahunya agak bergetar.
*sound efex: sarang cham apeuda*
Sungmin menjulurkan tangannya. Membelai punggung yesung.
Yesung: besok aku akan pegi ke cina. Hal ini begitu sulit untukku.
Sungmin: tapi hyung, kenapa? Di sana hyung tidak akan kesepian seperti di sini.
Yesung mendelik menakutkan. Sungmin sampai terkaget.
Yesung: kesepian? Aku akan jauh lebih kesepian di sana.
Mereka terdiam. Sungmin kebingungan.
Yesung: aku akan kesepian di sana. Karena tak ada kau di sisiku.
*duuaarr [bomb] * seperti ada petir yang menyambar. Sungmin tertegun. Ia tak percaya yesung akan mengatakan itu.
Sungmin: hyung?
Yesung: iya. Selama ini kau yang menemaniku saat aku sendirian di dorm. Dan kini aku harus berpisah denganmu. Semua ini membuatku sakit. Aku tak sanggup.
Sungmin: tapi ini hanya sementara hyung.
Yesung: hanya sementara?! Tetap saja sulit bagiku. Apa kau tak mengerti minnie?
Sungmin menggeleng. Ia mendekati yesung. Lalu memeluknya.
Sungmin: hyung, saranghae.
Yesung memeluk sungmin.
*author mupeng*
Di luar dapur kangin berdiri menguping yesung dan sungmin. Hatinya panas dibakar api cemburu. Tangannya mengepal.
Batin Kangin: jadi selama ini yesung hyung mencintai sungmin. Tidak bisa dibiarkan!
*setuju! Jangan dibiarin [bigwink] *
Kangin meninggalkan dapur dengan hati yang retak.
Sementara yesung dan sungmin kini sedang suap-suapan eskrim sebagai pesta sebelum yesung ke china besok.
***
Malam tiba. Yesung sibuk mengepak barang-barangnya. Sungmin dengan semangat membantunya. Dan kangin memperhatikan dari ambang pintu.
Kangin: hyung, besok berangkat jam berapa?
Yesung: jam 9. kau ikut mengantarkan?
Sungmin: iya. Besok kita mengantar yesung hyung sebelum kita manggung.
Kangin mengangguk. Lalu ia beranjak menuju ruang santai.
Yesung melipat pakaiannya sambil bersendau gurau dengan sungmin, kekasih hatinya. * :-[ *
Sungmin: aku sudah mengantuk ni.
Yesung: ya sudah kau tidur sana dulu. Aku bisa membereskan ini semua sendiri kok.
Yesung membelai rambut sungmin.
Sungmin: baiklah. Aku tidur dulu. Hyung juga harus segera istirahat.
Sungmin menuju kamarnya. Kangin melihat sungmin menutup pintu kamarnya. Hatinya tergelitik untuk beranjak.
Batin kangin: ini saatnya. Aku harus menemuinya. Dan mengungkapkan isi hatiku padanya.
Kangin mematikan tv. Ia bangun dari sofa. Lalu berjalan menuju kamar.
Tanpa mengetuk ia masuk ke kamar dan menutup kembali pintunya.
Kangin: emm… hyung? Masih sibuk?
Yesung mendongak.
Yesung: iya ni. Mau bantu?
Kangin bergegas mendekati yesung.
Kangin: hyung, besok akan sedikit berbeda.
Yesung: apa?
Kangin: maksudku, supy akan sedikit berbeda tanpamu.
Yesung tersenyum, membuat pipi kangin bersemu merah.
Yesung: kibum kan akan menggantikan aku.
Kangin: iya sih. Tapi tetap saja akan berbeda.
Yesung hanya mengangguk.
Kangin: hyung?
Yesung: hhmm…
Kangin: na… na… saranghae
Kangin memeluk yesung. Membenamkan wajahnya yang mulai basah karena air mata ke pundak yesung.
***
Pagi harinya.
Sungmin menyiapkan sarapan untuk yesung dengan riang. Mereka duduk berdekatan. Kangin yang terlambat bangun tertegun melihat pemandangan itu. Rasa cemburu kembali menyelimuti hati kangin. Yesung tak berkata apa-apa padanya semalam.

kibum: ayo semua berangkat!
Mereka beranjak dari dapur. Berangkat menuju bandara.

~The End~

Ni ff baru dari wu.
Mian kalo pendek dan geje abis. Ngebuatnya penuh pengorbanan lho. Musti rela didiemin suami (baca: yesung) karena telah menganiaya suami sendiri.
Komen ya!
Tidak menerima silent reader lho!

NB: hahaha!!! super gaje ni ff. maap ya para pembaca.
semoga kalian suka.
silakan dikomen.
beberapa bagian sudah saya edit. soalnya bikin eneg *authornya*
hehehe…
dan saya kapok bikin yaoi. *bahkan ini belum yaoi banget*
tapi sudah! tidak lagi.
maap buat yesung oppa, sungmin oppa dan kangin oppa.
DAN ini hanya fiksi belaka. BUKAN fakta.
trims all.

by wulan murti a.k.a yuelan13

please don’t copy without my permission
thanks

[fanfic] birthday fanfic on february

Title: Ultah Keroyokan
Cast: Lee Soo Man
Cho Kyu Hyun Super Junior -> 3 Februari 1988
Choi Whee Sung (Wheesung) -> 5 Februari 1982
Jung Yun Ho DBSK -> 6 Februari 1986
Lee Hong Gi FT Island -> 6 Februari 1990
Hankyung Super Junior -> 9 Februari 1984
Park Byung Kyu DnT -> 11 Februari 1989
Mun Jung Hyok (Eric Mun) Shinhwa -> 16 Februari 1979
Lee Ji Yeon (Lina the Grace) -> 18 Februari 1984
Shim Chang Min DBSK -> 18 Februari 1988
Kim Kyu Jong SS501 -> 24 Februari 1987
Jang Ri In -> 28 Februari 1989
SuJu T -> 1st debut 25 Februari 2007
Wonder Girls -> 1st mini album 13 Februari 2007
Choi Siwon Super Junior -> 10 Februari 1987 (asli: 7 April 1986)
Ruki the GazettE -> 1 Februari
Byou Screw -> 9 Februari
Park Ji Sung -> 25 Februari
Other cast: Yoochun, FT Island, DnT, CSJH, SS501, Zhoumi Suju M, Henry Suju M dll.

Tanggal 14 Februari nanti SM akan merayakan hari pendiriannya yang ke 14th. Kali ini Mr. Lee Soo Man ingin membuat perayaan yang berbeda dari biasanya. Diam-diam Mr. LSM sudah menyiapkan sebuah pesta rahasia. Mr. LSM akan mengundang semua artis Korea yang berulang tahun bulan Februari. Termasuk artis di luar SM entertainment.
*Ingat ini rahasia! Hanya yang berulang tahun di bulan Februari yang tahu dan boleh datang.*

Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri.
“Hoi Kyuhyun! Kenapa kau?” tanya Sungmin.
Kyuhyun memasukkan sesuatu ke dalam sakunya cepat-cepat.
“Ee… gak ada apa-apa kok hyung. Mandi dulu ya?” jawab Kyuhyun.
Sungmin memicingkan matanya.
“Aku curiga deh. Bau-baunya ia menyembunyikan sesuatu. Dan sesuatu itu berhubungan dengan makanan,” kata Shindong memanas-manasi.
“Syukur kalo gitu. Aku takut ada orang lain di antara kami,” curhat Sungmin.
Shindong terpana. Seakan-akan Sungmin telah berkata bahwa babi panggang itu nggak enak.
*babi panggang itu makanan kesukaan Shindong*

Di tempat lain Hankyung nari-nari gejeh saat anggota Suju M (kecuali Kyuhyun) yang lain menari Me. Untung saat latihan.
“Koko Hangeng, gerakannya salah. Jangan memalukan! Kita mau show di Korea ni. Untuk yang pertama kalinya. Berbulan-bulan aku menunggu kesempatan ini. Janganlah kau rusak dengan kegejeanmu Koko! Jangan seperti peribahasa “Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga”,” lebay Zhou Mi.
“Dui bu qi. Ijin bentar ya?” sahut Hankyung.
Hankyung keluar tempat latihan sambil terus menari. Tangannya memegang sesuatu berwarna pink.
“Kenapa Ko Hangeng? Bawa amplop pink segala. Jangan-jangan itu surat cinta dari cewek,” komentar Henry.
“Ga tau! Sedih ni. Suju M tinggal kita berdua yang latihan. Koko yang lain entah kemana. Benar-benar Suju Mandarin,” keluh Zhou Mi.
Henry ngambil violinnya. Memainkan lagu sendu untuk mengiringi Zhou Mi yang berbombay ria.

Tempat pemotretan
Jang Ri In pose-pose diluar kehendak penata gaya. Begitu narsis.
“Ri In, jongkok sambil nengok bukan kayang!” seru stylisnya.
Ri In menyeringai. Mengganti posenya.
“Ah… bukan gitu juga! Sudah break dulu!” kameramen.
Ri In duduk di kursinya.
“Kamu kenapa sih Ri In?” tanya stylisnya.
“Wo lagi hepi gitu deh,” jawab Ri In.
Ri In melirik ke dalam tasnya. Ada benda persegi tipis berwarna pink. Stylisnya tampak ngeri.

Markas Shinhwa
Eric Mun duduk membaca sebuah surat dengan serius.

~Eric Mun POV~
Nggak nyangka. Ternyata Mr. LSM masih ingat diriku. Aku sangat terharu. Aku pasti datang.

~Author POV~
Eric Mun melipat kertas surat warna ungu muda, senada dengan amplop pinknya.
“Surat cintaku yang pertama. Membikin hatiku melonjak. Seperti melodi yang indah… dst”
Eric Mun menyanyikan lagu bunda Vina saking bahagianya. Berhubung anggota Shinhwa yang lain sedang sibuk solo jadi ia terus menyanyi sambil menari. Tak ada yang menghiraukan.

Rumah DBSK
Yoochun diam-diam mengambil keripik yang sedang dimakan Changmin. Changmin sendiri melamunkan sesuatu sambil makan keripik. Sebuah senyum terukir di wajahnya.

~Yoochun~
Asik bisa makan keripik! Tapi kok Changmin nggak respon sama sekali ya? Dia lagi nglamunin apa ni? Wah, tak bisa dibiarkan! Jangan-jangan nglamunin Lee Dae He. Dasar Changmin! Nglamunin cewek ga ngajak-ngajak aku.

~Changmin POV~
Aih! Yoochun hyung beraninya mengambil keripikku! Tapi tak apalah. Toh nanti aku bisa makan sepuasnya. Ga ada Yoochun hyung!

~Author POV~
“Hahahahahahaha!” Changmin tertawa seperti raja di film kolosal.
Sampai Yoochun terjengkang dari sofa.

Di kamar, Yunho memegang surat dari Mr. LSM dengan tangan bergetar. Matanya nanar melihat tulisan “RAHASIA” tercetak besar dengan tinta merah tercetak di surat itu.
“Ini surat dari F4 Korea ya? Aku kan tidak berbuat onar di sekolah elit mereka. Mengapa aku mendapat surat ancaman?” cemas Yunho.
“Plop!” muncul chibi Yunho di sebelah kanan Yunho.
Ia memakai toga putih, bersayap dan di atas kepalanya ada lingkaran cahaya. Ia memainkan harpa yang dibawanya.
“Yunho-ssi, jangan berprasangka buruk. Baca dulu surat itu baik-baik,” senandung chibi malaikat Yunho (cmY).
“Wew! Begitu?” kata Yunho kaget.
Yunho membaca surat itu kembali.
“Dhuar!” muncul chibi devil Yunho (cdY).
Yunho kembali terkejut.
“Jangan dilanjutkan. Dari kop suratnya saja sudah begitu. Pasti selanjutnya lebih mengerikan. Buang saja!” kata cdY.
Yunho terbelalak.
“Baca!” perintah cmY.
“Buang!” seru cdY.
“Baca!” balas cmY.
“Buang!” teriak cdY.
Yunho menengok ke kanan ke kiri sampai pusing sendiri. Ia akhir memutus untuk menonton adu mulut 2 makhluk itu.

Studio rekaman
Weeshung membolak-balik amplop pink yang diterimanya dari pak pos.
“Benar untuk saya Pak?” tanya Weeshung.
“Benar. Sudah Anda baca saja. Saya musti melanjutkan pekerjaan saya,” jawab pak pos yang diinterogasi Weeshung selama setengah jam.
Weeshung meneliti amplop itu. Di bagian depan tertulis namanya, Choi Whee Sung. Di belakang tertulis Lee Soo Man. Wheesung bergidik. Ia lalu membuka surat itu dan membacanya.
“Ah, ternyata,” ujar Wheesung lega.
Pikiran Wheesung sudah sampai Timur Tengah. Dia pikir itu surat cinta dari Mr. LSM.

Tempat latihan FT Island
“Honggi hyung mana?” tanya Minhwan.
“Ngunci diri di kamar,” jawab Jaejin.
“Kenapa?” tanya Minhwan lagi.
“Dia dapat amplop pink!” sahut Wonbin.
“Memang apa hubungannya?” tanya Minhwan, lagi.
“Sebagai lelaki dewasa amplop pink berarti surat cinta. Kau harus paham pada Honggi walaupun kau belum pantas tahu,” terang Jonghun.
Minhwan melongo. Bibirnya membentuk huruf O yang besar.

Apartemen CSJH
Lina berseri-seri. Ketiga rekannya heran.
“Ada apa denganmu onnie?” tanya Dana.
Lina tersenyum penuh rahasia.
“Idih! Baru dapat undian ya onnie?” kata Stephani.
Lina terus tersenyum.
“Onnie dapat surat warna pink! Surat cinta ya?” seru Sunday.
Lina berhenti tersenyum.
“Ada deh! Mau tahu aja. Untuk 25 tahun ke atas!” kata Lina.
Sunday, Dana dan Stephani memoyongkan bibir bersama-sama.

Markas DnT
Park Byung Kyu duduk di luar lingkaran. Sementara Moon Joon Young, Kwon Tae Ku, dan Jung Chi Ho sedang bermain kartu naga dan harimau.
Byung Kyu menggenggam amplop pink erat-erat. Amplop itu basah karena keringat Byung Kyu.
“Hey Byung Kyu bantu aku dong! Masak dari tim harimau aku sendiri,” seru Chi Ho.
“Ee… sebentar hyung,” sahut Byung Kyu.

~Byung Kyu POV~
Tenang Byung Kyu! Ini kan undangan party. Tak mungkinlah ada kampanye terselubung. Aku tetap pilih partai Dragon n Tiger!

~Author POV~
“Kita latihan barongsai saja yuk!” ajak Joon Young.
“Ide bagus hyung!” timpal Tae Ku.
“Sip! Kalian bawa naga. Aku dan Byung Kyu jadi liongnya,” tambah Chi Ho.
Byung Kyu menelan ludah. Namun tetap ikut ide Joon Young. Demi DNT!

Tempat mangkal SS501
Kyu Jong sangat senang menerima undangan dari Mr. LSM. Hatinya berbunga-bunga.

~Kyu Jong POV~
Senangnya! Dengan ini aku bisa meminta wejangan untuk menjadi produser. Langsung dari ahlinya. Menyenangkan sekali. My dream will come true!

~Author POV~
“Kyu Jong-a, kenapa cengar-cengir begitu?” tanya Hyun Joong heran.
“Ah… tidak apa-apa hyung. Lagi senang aja,” jawab Kyu Jong.
Di belakang mereka Yeong Saeng, Jung Min, Hyung Joon bergosip ria.
“Dengar ga cara ngomong Hyun Joong hyung?” tanya Yeong Saeng.
“Iya aku dengar. Kayak gimana gitu,” sahut Jung Min.
“Hu’u. Mungkin mereka ada affair,” timpal Hyung Joon.
“Kyu Jong tadi dapat amplop pink. Mungkin dari cewek,” ujar Yeong Saeng.
“Jangan-jangan dari pacar Hyun Joong hyung,” imbuh Jung Min.
“Jadi Hyun Joong hyung mau melabrak Kyu Jong,” kata Hyung Joon.

*kita tinggalkan gosip tak benar ini*

Tempat Secret Party
Mrs. LSM telah menyiapkan makanan dan minuman. Sementara Mr. LSM telah menata dan mendekor ruangan itu. Karena proyek rahasia maka hanya ada Mr dan Mrs LSM dan para pejabat penting SM.
Para undangan telah hadir semua. Kyuhyun, Hankyung, Jang Ri In, Changmin, Yunho, Eric Mun, Lina CSJH, Honggi FT island, Byung Kyu DnT, Wheesung, dan Kyu Jong SS501. Mereka berbaur dengan pejabat-pejabat SM dan Mr. LSM. Mereka saling mengucapkan selamat ulang tahun. Mereka lalu bertukar kado. Setelah itu mereka makan dan bernyanyi bergantian.
“Brak!” suara pintu yang didobrak.
“Tuhkan benar ada makanan banyak,” kata Shindong.
Semua memandang Shindong dkk.
“Uri Super Junior Trot!” seru Leeteuk, Heechul, Kangin, Shindong, Sungmin dan Eunhyuk serempak.
“Kenapa kalian kemari?” tanya Mr. LSM heran.
“Bos curang! Makan-makan tidak ajak-ajak,” protes Shindong.
“Ee… tidak baca spanduk di luar? Khusus yang berulang tahun bulan Februari,” Mr. LSM membela diri.
“Aniyo! Anda salah! Kamikan lahir (baca: debut) di bulan Februari juga!” kata Suju T serempak.
Hankyung dan Kyuhyun bersembunyi di bawah meja. Mereka takut dikeroyok rekan-rekannya.
“Ambil makanan lagi hyung. Kita main game sambil makan saja di sini,” kata Kyuhyun.
Hankyung mengambil makanan di atas meja.
“Bruk!” Siwon jatuh dari atap.
“Kau juga kenapa ada di sini?” tanya Mr. LSM.
Siwon bangkit sambil menepuk-tepuk punggungnya yang sakit.
“Habis bos tidak mengundangku. Padahal di biodata ku tulis 10 Februari 1987,” ujar Siwon.
Mr. LSM menepuk dahinya.
“Bukannya hyung sebenarnya lahir bulan April 1986?” Changmin angkat bicara.
Suju T dan Siwon mendelik pada Changmin. Changmin yang ketakutan ikut ngumpet Hankyung dan Kyuhyun.
Tiba-tiba terdengar lagu Nobody milik WG. Semua mata memandang pada Wonder Girls yang perlahan muncul dari pintu yang berkabut.
“Siapa lagi?” rintih Mr. LSM.
“Uri Wonder Girls,” kata WG kompak.
“Kami dengar ada pesta di sini. Dan katanya khusus yang berulang tahun di bulan Februari,” kata Sunye.
“Yap, bener banget,” sahut Ri In dan Lina CSJH gembira.
Mereka menari-nari menyambut WG. Akhirnya ada cewek-cewek lain. Dari tadi seperti di sarang penyamun.
“Memangnya kalian lahir di bulan Februari?” tanya Yunho.
“Aniyo! Oppa jangan salah. Kami lahir tanggal 13 Februari 2007,” terang Sunye.
*maksudnya 1st debut mini album WG*

Suasana makin panas. Namun Kyu Jong SS501 malah memanfaatkan kesempatan. Ia mendekati para pejabat SM. Minta privat untuk menjadi produser musik. Sementara Honggi sedang belajar main barongsai sama Byung Kyu. Wheesung dan Eric Mun berunding soal berduet untuk album baru.
Mr. LSM memijit kepalanya yang puyeng akibat ulah Suju T, Siwon dan WG. Yunho ikut menari bersama Ri In dan Lina CSJH.
Lalu terdengar jeritan dan lengkingan suara. Masuklah dua makhluk dengan make-up tebal dan pakaian unfinished.
“Siapa lagi?” keluh Mr. LSM.
Seorang yang agak pendek maju ke depan.
“Hajimemasite, watashiwa Ruki,” ucap Ruki the GazettE.
Yang satu lagi menyusul maju.
“Watashiwa Byou,” kata Byou Screw.
“Kok bisa?” celetuk Siwon.
“Inggih bisa. Tadi itu iyong berdua lagi jalan ke Shibuya. Eh, lewat jalan depan situ. Eh gak taunya ada sepanduk gede. Lha iyong masuk baelah. Wong iyong berdua juga lahir bulan Februari,” sahut Ruki The GazettE dengan logat Tegal Jepang.
Byou mengangguk mengiyakan.
Semua melongo.
“Well, is there no one else?” seru Mr. LSM kayak Brad Pitt.
“…” ga ada respon.
Semua asik dengan kegiatan masing-masing. Suju T, Siwon dan WG sibuk merencanakan sesuatu. Ruki dan Byou mulai adu suara.
Tiba-tiba sebuah bola sepak melesat masuk. Mengenai dinding.
“Goool!” seru Hankyung, Kyuhyun dan Changmin yang bermain game sepak bola di bawah meja.
“Duuk!” suara kepala terantuk meja.
“Aduh!”
*kembali ke bola*
Bola itu terpental dari dinding. Melesat kembali ke asalnya.
“Hap!” seseorang yang memakai kaos warna merah dan celana pendek putih menangkapnya.
Mr. LSM terperangah. Dari belakang orang itu muncul asap dan cahaya.
“Aku datang!” seru orang itu lantang.
Park Ji Sung tertawa menakutkan.
“Kalian berpesta tanpa mengundangku! Akan ku kutuk semuanya!” kata Ji Sung layaknya peri jahat yang tak diundang di dongeng Sleeping Beauty.
“Ampun! Jangan kutuk saya. Mereka saja yang di kutuk,” pinta Mr. LSM.
“Ga bisa! Semua ya semua!” tukas Ji Sung.
Ji Sung mengangkat bolanya. Semua artis saling bergandengan. Wajah mereka harap-harap cemas. Ji Sung menendang bola ke atas. Bola itu meledak ketika mengenai platform. Semua yang di bawah seketika merunduk melindungi diri. WG, Ri In dan Lina CSJH berpelukan dan berteriak serempak.
“Aku belum pacaran! Ga mau mati sekarang! Umma!” jerit Honggi, orang termuda di tempat itu.
Hening sejenak, lalu…
“Ji Sung, let’s back to Manchester,” kata Sir Alex Fergusson, pelatih MU.
Ji Sung nurut saja pada pelatihnya. Meninggalkan orang-orang yang bergeje ria.
Yunho bangkit duluan.
“Hei! Kita selamat! Kita tidak kena kutukan!” seru Yunho.
Yang lain ikut bangkit dan bersorak.
“Tunggu! Ada surat di pintu!” kata Eric Mun.
Leeteuk mengambil selembar kertas yang tertempel di pintu.
“Yeee! Kena deh! Selamat kalian masuk acara Satu Lawan Banyak! Tadi itu hadiah dari saya. Pinata berbentuk bola! Makanya jangan lupa sama Park Ji Sung! Saya juga lahir bulan Februari. Seleb lapangan hijau cuy! Sangeil chukahamnida yorobun!” baca Leeteuk lantang.
Semua melongo. Di lantai bertebaran permen dan kado yang jatuh dari pinata Ji Sung.
Semua lalu tertawa lega. Mereka saling berpelukan, kembali mengucapkan selamat. Termasuk Suju T, Siwon, WG, Ruki dan Byou.
Hankyung, Kyuhyun dan Changmin keluar dari kolong meja.
“Ada apa hyung?” tanya Kyuhyun.
“Wo ga tau,” jawab Hankyung.
“Kita ketinggalan acaranya!” rengek Changmin.
Mereka bertiga berpelukan kayak teletubies. Meratapi nasib.

~tamat~
————————————

Ni fanfic spesial buat semua artis Korea yang bulan Februari ini merayakan ulang tahun. Juga buat Park Ji Sung (pemain bola yg skrg main di Manchester United), Ruki the GazettE dan Byou Screw (viskey Japan).

by wulan murti a.k.a yuelan13

please don’t copy without my permission
thanks

[fanfic] birthday fanfic for Kyuhyun oppa

Fanfic for Kyuhyun’s bday!

Sangeil Chukahamnida!

Semoga makin sukses.

Makin disayang sama hyung2nya (dan dongsaeng2nya juga).

<3 fighting oppa!

Title: Older than my body ^^

Cast: Cho Kyu Hyun

Kim Baek Hwa (fiktif)

SuJu members

Kyuhyun duduk di kursi sendiri. Sementara kedua belas hyungnya tengah berlatih dance. Ia baru saja check-up, jadi belum boleh berlatih yang berat-berat.

“Hyung, aku keluar sebentar ya?” kata Kyuhyun.

“Kemana Hyun-a?” tanya Sungmin.

“Aku mau jalan-jalan sebentar hyung,” sahut Kyuhyun.

“Pulang bawa oleh-oleh ya?” timpal Shindong.

Kyuhyun hanya mengangguk.

Kyuhyun memakai kacamata hitamnya. Ia merapatkan jaket tebalnya. Angin masih dingin. Kyuhyun membenahi sarung tangannya.

~Kyuhyun POV~

Enaknya kemana ya? Aku jadi bingung. Tempat asyik yang tidak ramai tapi juga tidak sepi. Pokoknya yang hangat dan bersih. Kemana ya? Kok tidak ada referensi ya? Whooaaa…

Aku terus berjalan menuju sebuah taman. Ada air mancur di tengahnya. Aku duduk di kursi yang agak jauh namun tetap dapat melihat air mancur itu. Huff… yah, lumayan.

~Author POV~

Kyuhyun merogoh saku jaketnya. Ia mengeluarkan ponselnya. Game, satu-satunya hal yang membuatnya senang.

“Brug!”

Seseorang terjemberab jatuh tak jauh dari tempat Kyuhyun duduk. Kyuhyun menyimpan ponselnya. Ia bergegas mendekati orang itu.

“Kau tak apa?” tanya Kyuhyun sambil memapah orang itu ke kursinya tadi.

“Kamsahamnida. Aku tak apa-apa. Hanya sedikit nyeri,” jawab orang itu.

Kyuhyun meraih tangan orang itu. Telapak kirinya tergores-gores, sedikit berdarah.

“Tolong ambilkan kassa dan obat merah di dalam tasku. Lututku juga berdarah,” kata orang itu.

Kyuhyun mencari kassa dan obat merah di dalam tas ransel orang itu. Dengan sigap Kyuhyun membersihkan dan mengobati luka orang itu.

“Tolong masukkan kembali ya?” pinta orang itu.

Kyuhyun menuruti perintahnya.

Kyuhyun memperhatikan wajah orang itu dengan seksama.

“Ah… mianhmanida. Joneun Kim Baek Hwa. Terima kasih untuk bantuan Anda,” kata orang itu.

Mata Baek Hwa memandang lurus ke depan. Sangat sipit. Tampaknya ia begitu karena kesulitan melihat.

“Ee… tak apa-apa. Joneun Kyuhyun. Sedang apa di sini sendirian?” kata Kyuhyun.

Kyuhyun masih memperhatikan kedua mata Baek Hwa.

“Apa dia buta ya?” pikir Kyuhyun.

“Sudah biasa kok. Aku sedang menggambar di sana tadi. Lalu muncul orang berpasang-pasangan. Mengesalkan sekali. Mereka menggangguku berkonsentrasi. Lalu aku berpindah. Aku sempat jatuh di sana. Sekarang aku di sini denganmu, Kyuhyun-ssi,” beritahu Baek Hwa sambil menunjuk beberapa tempat.

Baek Hwa mengeluarkan buku sketsanya. Ia membolak-balik halaman-halamannya. Berhenti pada halaman yang pojok kanannya tertulis tanggal hari ini, 3 Februari 2009. Kyuhyun mencuri lihat.

“Bagaimana kau menggambar Baek Hwa-ssi?” tanya Kyuhyun penasaran.

“Hehehe… dengan perasaan tentu saja Kyuhyun-ssi. Mata hati harus peka untuk melihat segala hal. Sekalipun sekelilingmu begitu gelap gulita,” jawab Baek Hwa.

Kyuhyun memasang wajah memelas.

“Hari ini ulang tahunmu bukan?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun tercengang.

~Kyuhyun POV~

Omo! Apa dia fans? Jangan-jangan dia mengenaliku sebagai Kyuhyun Super junior. Tapi bagaimana bisa? Dia kan tidak melihat wajahku. Ee… mungkin karena suara indahku ini.

~Author POV~

“Ee… iya,” jawab Kyuhyun.

“Tebakkanku benar. Jadi apa alasanmu sendirian di sini di saat ulang tahunmu? Apa orang-orang di sekitarmu sudah lupa ulang tahunmu? Ah… mianhae. Aku bicara macam-macam ya? Padahal kita baru pertama bertemu,” sahut Baek Hwa.

Kyuhyun tertawa hambar. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya ia ingin membenarkan kata-kata Baek Hwa. Namun urung.

“Entahlah. Semoga saja tidak. Aku hanya mengharapkan saat pulang nanti mereka menyambutku dengan sebuah kue yang enak dan kaset video game terbaru,” harap Kyuhyun.

Baek Hwa tertawa keras.

“Berapa umurmu sekarang?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun menghitung dengan jarinya.

“Dua puluh satu tahun. Memangnya kenapa?” jawab Kyuhyun.

Baek Hwa menganggukan kepalanya.

“Kau sudah cukup dewasa,” ujar Baek Hwa.

Kyuhyun tercengang.

“Ne~ apa maksudmu? Tentu aku sudah dewasa. Semua yang telah ku lalui selama ini yang mendewasakanku. Jangan nilai dari umurku,” tukas Kyuhyun agak kesal.

Baek Hwa mulai menggoreskan sesuatu di atas bukunya.

“Yah, memang sih di antara teman-temanku akulah yang paling muda. Jarak kami pun cukup jauh. Mereka memang sering menganggapku anak kecil. Kadang aku tidak bisa menerima semua itu. Aku ingin menunjuk bahwa aku mampu. Aku juga bisa dewasa,” lanjut Kyuhyun.

Baek Hwa masih menggambar sesuatu. Tangannya menari indah di atas kertas. Membuat Kyuhyun terpana.

“Kau tahu umurku berapa?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Ee… tidak,” ucap Kyuhyun buru-buru.

“Hehehe… aku masih delapan belas tahun. Sekitar dua minggu lagi sembilan belas tahun. Bagaimana menurutmu Kyuhyun oppa?” ungkap Baek Hwa.

Kyuhyun terbelalak.

“Masak sih? Kau terlihat lebih tua dari pada umurmu,” sahut Kyuhyun.

Baek Hwa memukulkan pensilnya tepat ke hidung Kyuhyun.

“Jangan sembarangan bicara dengan orang asing,” ketus Baek Hwa.

Kyuhyun meringis. Ia mengusap hidungnya. Pukulan Baek Hwa keras juga.

“Mianhae,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa mengangkat buku sketsanya. Ia menunjukkan hasil karyanya pada Kyuhyun.

“Wow! Bagus sekali. Tapi bagaimana bisa kau… ee. Bagus kok,” komentar Kyuhyun.

Kyuhyun hendak mengatakan mengenai mata Baek Hwa.

“Kau tidak mengenali karakter yang ku gambar?” tanya Baek Hwa.

Kyuhyun memperhatikan kembali gambar Baek Hwa. Ia tersenyum.

“Itu Chunli dan … aku ya?” kata Kyuhyun agak ragu.

Baek Hwa mengacungkan ibu jarinya.

“Tapi bagaimana bisa?” tanya Kyuhyun.

“Tentu saja bisa! Mengapa kau bertanya seperti itu terus?” tanya Baek Hwa balik.

“Ee… mianhae. Tapi matamu?”

Baek Hwa tertawa.

“Kau pikir aku buta ya?” tukas Baek Hwa.

“Ee… mianhae,” timpal Kyuhyun cepat-cepat.

“Aku tadi jatuh karena tak melihat batu itu. Aku mau ke sana mencari kacamataku. Tapi gara-gara kau tolong aku jadi lupa mencari kacamataku,” cerita Baek Hwa.

“Ee…,” sesal Kyuhyun.

Baek Hwa bangkit dari bangku. Kyuhyun mengikutinya. Membantu Baek Hwa mencari kacamatanya di sekitar semak bunga.

“Eureka!” seru Baek Hwa ketika menemukan kacamatanya.

Kyuhyun bernafas lega. Baek Hwa mengenakan kacamatanya.

“Nah, sekarang baru kelihatan. Mataku tidak buta tapi…

Kata-kata Baek Hwa terpotong. Mulutnya ternganga. Matanya menatap tajam pada Kyuhyun.

Kyuhyun yang sadar keadaan segera membekap mulut Baek Hwa.

“Ku mohon jangan berteriak. Ayo ikut denganku,” pinta Kyuhyun.

Baek Hwa mengangguk.

Kyuhyun menggandeng tangan Baek Hwa. Mereka menuju dorm suju. Satu-satunya tujuan yang terpikirkan oleh Kyuhyun.

“Duduklah,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa duduk di sofa di ruang depan. Kyuhyun di sampingnya.

“Mianhae. Bukan maksudku macam-macam. Tapi aku tak mau kau membuat keributan di taman,” kata Kyuhyun.

Baek Hwa melongo.

“Kyuhyun-ssi, aku tahu kalau oppa ini member super junior, artis terkenai, sejak kau duduk di bangku taman tadi. Tapi aku tadi tuh mau teriak karena melihat laba-laba besar di kepala oppa,” terang Baek Hwa.

Kini Kyuhyun yang melongo.

“Ee… jangan membuka mulut seperti itu. Aku pulang ya? Aku janji tak akan memberitahukan pertemuan kita dan tempat ini kepada siapa pun,” kata Baek Hwa.

Kyuhyun masih tercengang. Baek Hwa berdiri. Menyandang tasnya.

“Oiya. Ini hadiah untuk oppa. Sangeil chukahamnida,” kata Baek Hwa menyerahkan hasil gambarnya tadi.

Kyuhyun menerimanya. Kyuhyun mendekati Baek Hwa. Kyuhyun memeluknya.

~Kyuhyun POV~

Tuhan baik sekali hari ini. Dia mengirimkan seorang malaikat untukku. Hadiah ulang tahun yang indah.

~Author POV~

Kyuhyun memeluk erat Baek Hwa.

“Kau memberiku banyak pelajaran hari ini. Kau hadiah terbaik,” kata Kyuhyun.

“Tapi-tapi, gambarku tadi ba…

Kyuhyun memotong kalimat Baek Hwa. Kali ini iya mengunci mulut Baek Hwa dengan bibirnya.

“Omo!” pekik Yesung yang membuka pintu depan.

Member suju yang lain berkerumun di belakang Yesung. Melongok-longok dari punggung Yesung.

Kyuhyun menyudahi ciumannya. Wajah Kyuhyun bersemu merah. Begitu pula dengan Baek Hwa.

Para hyung Kyuhyun masuk ke dalam.

“Aniyo, dongsaeng kita sudah besar,” komentar Heechul.

Tiba-tiba Shindong mengeluarkan sepotong kue. Para hyung menyanyi untuk Kyuhyun.

Kyuhyun meniup lilinnya.

“Pluk!”

Kangin mendorong kepala Kyuhyun sampai mengenai kue. Semua tertawa. Kyuhyun bahkan ikut tertawa sebelum merajuk pada Baek Hwa untuk membersihkan wajahnya.

~tamat~

by wulan murti a.k.a yuelan13

please don’t copy without my permission
thanks

please leave any comment

Published in: on Februari 2, 2009 at 1:27 pm  Komentar (8)  
Tags: , , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.